Wednesday, May 15, 2013

Spiritualitas orang percaya bukan spiritualitas biara

Salah satu kesukaan orang kudus adalah merenungkan Firman Tuhan. Pemazmur mengatakan bahwa diberkatilah orang yang merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam. Ia seperti pohon yang ditanam ditepi aliran air yang berbuah pada musimnya dan apa saja yang diperbuatnya berhasil. Ini adalah gema di dalam mazmur 1. Firman Tuhan sudah menjadi kesukaan orang kudus karena di dalamnya mengandung berkat Tuhan di dalam Injil. Injil adalah kekuatan Allah bagi mereka yang percaya.

Di dalam menjalankan panggilannya, maka orang percaya yang serius harus terus bergumul dengan Firman. Dan menariknya Tuhan meletakkan orang percaya di dalam konteks hidup di dalam dunia ini. Dunia di dalam pengertian fisik adalah tempat tinggal kita sementara hidup. Tetapi di dalam pengertian jalan hidup maka dunia adalah bukan jalan hidup kita. Jalan hidup orang benar adalah dipanggil untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini. Jalan hidup keduniawian ini bertentangan dengan jalan hidup orang percaya. Kesukaan orang dunia adalah kenikmatan duniawi dan kesenangan orang percaya adalah memuliakan Tuhan.

Tetapi timbul satu ketegangan bahwa kita tinggal di dunia namun bukan berasal dari dunia. Karena ada benih ilahi di dalam diri orang percaya maka orang percaya secara alamiah tidak menyukai dunia. Tentunya kedagingan di dalam diri orang percaya pun terus berperang melawan natur baru. Ini adalah peperangan rohani di dalam hati pikiran. Walaupun iblis dan kuasa dosa sudah dikalahkan oleh kemenangan Kristus di kayu salib bagi orang percaya, namun iblis tidak ingin orang percaya merealisasikan kemenangan ini. Seperti pencobaan Yesus ketiga, iblis sering menawarkan dunia ini sebagai daya tarik supaya orang percaya tidak bertumbuh.

Bila kita melihat dengan mata jasmaniah maka daya tarik dunia begitu kuat. Tetapi seharusnya bila kita melihat dari mata rohani, seharusnya kita melihat karya pekerjaan Kristus di kayu salib yang final itu pasti efektif terlaksana. Di dalam ketegangan daya tarik dunia ini ada orang percaya yang berpikir bahwa spiritualitas Kristen seharusnya adalah menjauhkan diri dari dunia. Alasan dibalik ini adalah karena dunia dipandang sebagai negatif, dunia dipandang sebagai jahat, mencobai dan juga merusak. Lebih baik menjauhkan diri dari dunia dan mendirikan dunia sendiri yaitu dunia yang seakan-akan penuh dengan Firman dan kesalehan. Ini adalah reaksi defense terhadap dunia. Tetapi sesungguhnya reaksi ini tidak di dasarkan pada cinta kasih. Sebab spiritualitas Kristen di dalam Tuhan seharusnya adalah spiritualitas inkarnasi. Spiritualitas yang turun ke dalam dunia untuk menjadi berkat.

Mari kita renungkan doa Tuhan Yesus untuk murid-muridNya kepada Allah Bapa di dalam Yohanes 17:14-19
“Aku telah memberikan firmanMu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka daripada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran. FirmanMu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diriKu bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.” ( Yoh 17:14-19 )

Kita murid Kristus dipanggil untuk menjadi garam dunia. Untuk menjadi berkat. Karena itu spiritualitas kita bukan spiritualitas biara tetapi spiritualitas inkarnasi.

Jeffrey Lim
20-4-2013

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG