Wednesday, May 15, 2013

Ada waktu dan tempat untuk meratap di dalam anugerahNya

Kitab mazmur merupakan satu kitab yang indah. Pribadi-pribadi pemazmur di dalam kitab mazmur bergumul dengan Tuhan Allah. Kitab mazmur merupakan pergumulan orang-orang kudus di dalam iman mereka. John Calvin mengatakan bahwa kitab mazmur adalah anatomy of the whole soul. Di dalamnya terkandung seluruh emosi orang-orang kudus. Kita dapat melihat adanya doa, permohonan, ratapan, teriakan, kesedihan, sakit penyakit, depresi, puji-pujian, bersyukur, keberanian, keyakinan, iman, komitmen, pengakuan, dan masih banyak hal-hal lain di dalam kitab ini. Kalau kita mempelajari secara genre maka kitab mazmur juga terdiri dari banyak jenisnya. Ada mazmur hikmat seperti mazmur 1,19,119. Ada mazmur raja. Mazmur mesianik seperti mazmur 2. Ada mazmur ucapan syukur. Ada mazmur puji-pujian. Ada mazmur ratapan. Ada mazmur sejarah dan mengingat masa lalu. Dsb. Jadi kitab ini kaya dengan pengalaman orang kudus di berbagai situasi dan emosi.

Satu hal yang unik dari kitab ini adalah penulis terbuka apa adanya dan jujur bergumul dihadapan Allah. Dan dari kekayaan kitab mazmur ini kita bisa lihat bahwa ratapan di dalam hidup kita ada tempatnya. Bahkan kalau kita memperhatikan dalam kitab mazmur ternyata ratapan itu sangat banyak. Pemazmur seringkali meratap karena musuh dan juga ada kalanya karena dosanya. Pemazmur meminta tolong kepada Allah dan juga pemazmur mengaku dosa.

Kita orang Kristen biasanya punya mood dan tone lagu adalah monoton yaitu kemenangan, sukacita, dan perayaan. Orang-orang Injili dan terutama orang-orang karismatik tone lagunya hamper semuanya adalah bergembira. Tetapi ini tidak realitis bahkan sempit sebab ini hanya parsial di dalam pengalaman orang kudus. Bagaimana kita membawakan lagu pujian di dalam kedukaan akan orang yang ditinggalkan adalah tidak mungkin dengan lagu Allah bangkit ! musuh dikalahkan !. Ketika orang sedang depresi berat diajak lagu yang bersukacita tanpa ada ruang mengekpresikan pergumulan sesesungguhnya bukan hal yang menolong. Bahkan satu hal dapat membuat kita semakin down bila ternyata di dalam mengekspresikan suasana hati di dalam lagu tidak ada lagu yang sesuai dengan keadaan batin kita. Kita tidak bisa memaksakan diri terus harus bergembira. Selain tidak jujur dan munafik itu juga tidak baik bagi kita. Kita perlu apa adanya tetapi bergumul dihadapan Allah. Kita perlu jujur mengakui diri kita dihadapan Allah yang mengasihi kita.

Bersyukur kepada Tuhan ! Di dalam gudang lagu-lagu orang Kristen sepanjang sejarah ternyata sebenarnya banyak kekayaan mood dan tone sesuai dengan pergumulan-pergumulan orang kudus. Ada kalanya kita bisa menyanyikan It is well with my soul. Atau Be still my soul. Atau lagu Aku berserah. Dsb. Di dalam lagu yang sifatnya lebih klasik kita bukan hanya menemukan Hallelujah Chorus oleh Handel misalnya tetapi juga ada kalanya kita perlu merenungkan lagu Hear my prayer dari Mendelssohn.

Kitab Pengkotbah mengajarkan bahwa segala sesuatu ada waktunya di bawah kolong langit.
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya
Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;
ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun;
ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;
ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk;
ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang;
ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara;
ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.

Menyimpulkan dari kitab pengkotbah maka kita bisa melihat adanya keragaman di dalam hidup. Jadi kita dapat simpulkan bahwa ada tempatnya untuk meratap. Bila kita sedang bergumul dan sulit di dalam kehidupan. Merataplah di dalam Tuhan. Dan bergumul untuk setia di dalam menjalankan FirmanNya. Dan pengharapan kita adalah ratapan kita akan diganti dengan penghiburan dari Tuhan.

Jeffrey Lim
26-4-2013
www.iccccty.com

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG