Wednesday, May 15, 2013

Manusia takut kalau dia salah ( atau ketahuan bersalah )

Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa respon pertama setelah manusia  pertama jatuh dalam dosa adalah takut. Mengapa mereka takut ? Mereka takut karena merasa bersalah dan juga karena ketahuan mereka bersalah. Kalau kita merenungkan apa itu takut ? What is fear ? Alkitab di bagian lain mengatakan barangsiapa takut dia tidak sempurna dalam kasih. Di dalam kasih tidak ada ketakutan. Namun di dalam takut ada penghukuman.
Mengapa manusia menjadi takut ? Ini pertanyaan eksitensial yang sangat mendalam ! Mengapa kita seringkali merasa takut ?

Jawabannya karena kita bersalah dan sudah kehilangan kasih dan sumber kasih. Kita sudah kehilangan relasi dengan sang kasih. Kita hidup terputus dari relasi dan kita menjadi individu yang otonomi.

Setelah manusia jatuh dalam dosa, kemudian di dalam Kejadian 3 dilukiskan bahwa Adam dan Hawa menjadi takut dan mereka bersembunyi. Ini respon mereka. Pada umumnya manusia kalau ketahuan bersalah maka akan bersembunyi. Mengapa demikian ? Sebab bersalah mengandung hukuman dan hukuman itu harus dijalankan. Maka manusia menghindari penghukuman dan ingin selamat dari penghukuman. Mereka hendak melarikan diri dari penghukuman.

Di dalam realitas dunia yang sudah jatuh dalam dosa ini maka kita melihat bahwa manusia yang berdosa itu melakukan banyak cara untuk menyembunyikan diri dari takut dan penghukuman. Roma 1 menggambarkan hal ini dengan mengatakan bahwa manusia menekan kebenaran dengan kelaliman. Suppress the truth. Kalau kita melihat dunia psikologi sekuler kita dapat menemukan cara-cara manusia untuk bersembunyi yang disebut defense mechanism.

Manusia bisa bersembunyi dengan berbohong, dengan represi, dengan projeksi, dengan penolakan, dan banyak cara lain yang dilakukan manusia untuk bersembunyi. Ada banyak cara bahwa sampai mencapai problema mekanisme yang lebih kompleks. Misalnya obssesive compulsif disorder ( OCD ) adalah salah satu cara yang dilakukan manusia berdosa untuk menebus dirinya. Orang-orang seperti ini seringkali melakukan ritual misalnya membersihkan diri terus menerus supaya dirinya merasa diri baik padahal sebenarnya sedang menutupi bagian lain yang salah. Selain OCD, ada bentuk-bentuk mekanisme pertahanan lain dari manusia untuk melarikan diri dari realitas bahwa dia ada di dalam penghukuman. Ada satu jenis sakit kejiwaan yang disebut multiple personality disorder dimana seseorang berubah menjadi personalitas yang lain. Dalam kasus yang lebih ringan bisa dikategorikan sebagai borderline personality disorder. Mekanisme ini adalah mekanisme bertahan hidup terhadap trauma. Dan harus diakui bahwa manusia yang bersembunyi adalah manusia yang hidup dalam kebohongan dan ketidakjujuran baik terhadap Tuhan, sesama dan diri sendiri.

Kalau kita kembali kepada Kejadian 3.  Disana kita melihat ketika Tuhan Allah berjalan-jalan di taman Eden. Coba perhatikan bagian itu. Drama itu semua itu dilukiskan dengan sangat tenang dan wajar. Allah tidak terburu-buru ritmenya dan berjalan di kedinginan pagi. Dan Allah sangat anggun. Allah tidak tergesa-gesa.

Sebaliknya manusia yang berdosa ritme detak di dalam hatinya sudah cepat dan ketakutan dan merasa mungkinaAllah akan menghakimi dan menteror mereka. Alkitab jelas memaparkan bahwa tujuan Allah berjalan di dalam taman itu adalah untuk memberikan satu pengampunan. Dan Allah memulai dengan dialog dengan manusia.Tujuan dialog itu adalah untuk membawa keselamatan.

Tetapi respon Adam yang berdosa dan ketakutan langsung menuduh hawa. Hawa yang sebelumnya di dalam Kejadian 2 dipuji-puji sekarang dituduh. Kemudian Hawa langsung menuduh ular. Intinya mereka semua hendak membenarkan diri. Mereka memakai baju mereka sendiri untuk menebus salah mereka. Mereka kehilangan pandangan yang benar akan realitas.

Satu realitas di dalam dunia ini bahwa kita sangat takut untuk diketahui masalah kita. Kita  sangat takut untuk dihukum. Kita sangat takut untuk ditelanjangi. Kita sangat takut untuk dikenal siapa diri kita yang sangat rentan. Karena itu sudahlah lazim bahwa mekanisme yang biasa adalah dengan berpura-pura. Tetapi ketika manusia memakai topeng untuk menutupi kesalahan dirinya maka mungkin dia bisa aman sementara. Tetapi satu hal yang jelas bahwa manusia akan terpenjara jiwanya di dalam ketidak benaran dan kebohongan.

Kalau kita bandingkan dengan Daud maka sungguh sangat unik Daud ini. Ketika Nabi Nathan menegur dosa Daud maka respon Daud adalah langsung bertobat.  Mazmur 32 dan Mazmur 51 melukiskan bahwa pertobatan Daud. Daud mengaku dosa. Ini sangat unik. Mengapa ? Daud tidak mempersalahkan Barsheba yang mandi terbuka. Daud juga tidak mempersalahkan dia yang mungkin kebawa hawa nafsu insting dia. Tetapi Daud sadar dia berdosa dihadapan Allah.

Kejujuran dan mengaku dosa. Dan inilah respon yang Tuhan ingin ketika kita ada di dalam dosa. Jujur dan mengaku bahwa saya berdosa dan menerima pertolonganNya.  Tidak perlu memakai baju-baju buatan sendiri. Tetapi di dalam telanjang memakai jubah yang Allah sediakan yaitu pengampunan di dalam AnakNya Tuhan Yesus Kristus.

Dari renungan singkat ini saya mengajak kita semua untuk sama-sama belajar di dalam keterbatasan manusia kita untuk mengaku dosa dan menerima pengampunanNya.

Jika kita mengaku dosa kita, maka Dia adalah setia dan adil, sehingga Dia akan mengampunkan segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan ( 1 Yoh 1:9 )

Tuhan berkati
Jeffrey Lim
www.iccccty.com

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG