Wednesday, May 15, 2013

Bapa yang dari dunia yang berpikir duniawi tidak pernah bisa memuaskan engkau

Kedengarannya judul ini satu judul yang aneh. Bahkan mungkin agak vokal ataupun bernuansa radikal. Tetapi hal yang kedengaran tidak enak ini coba direnungkan maknanya. Sebab seringkali kalimat yang manis bisa menipu dan kadangkala juga kalimat yang keras ada benarnya.

Alkitab mengajarkan kita untuk menghormati orang tua. Perintah ini dicatat sebagai perintah ke 4 dari sepuluh perintah Allah.  Menghormati orang tua dikaitkan dengan berkat. Apa itu menghormati orang tua ? Yaitu sebenarnya intinya kita mengasihi orang tua kita. Inti dari seluruh pengajaran hukum Tuhan adalah kasih.

Seringkali orang menafsirkan perintah menghormati orang tua itu ada nuansa menyembahnya dan menaati apapun auan mereka. Perkataan orang tua itu sepertinya sakral seperti perkaataan Tuhan dan harus ditaati semuanya. Bila kita tidak menaati orang tua maka kita anak durhaka. Dalam hal ini kita harus sadarbahwa kita sebagai orang tua menaati orang tua bukan karena permintaan orang tua tetapi karena kita mengasihi orang tua kita di dalam Tuhan. Menaati orang tua bukan berarti kita selalu mengikuti keinginan dan dambaan orang tua kita. Perintah orang tua yang harus kita taati ialah perintah orang tua yang sesuai dengan Firman Tuhan. Bila keinginan orang tua kita tidak sesuai dengan Firman Tuhan maka kita harus lebih menaati Firman Tuhan. Perintah Tuhan adalah yang tertinggi dan ultimat.

Di dalam budaya Chinese dan yang juga dipengaruhi oleh Kong Hu Cu maka hormat kepada orang tua itu dijunjung tinggi. Alkitab tidak berlawanan dengan hormat ke orang tua tetapi ada yang lebih dari sekedar itu yaitu menyembah Tuhan lebih dari apapun. Penghormatan kepada orang tua bisa menjadi satu berhala bila kita menganggap orang tua kita lebih besar daripada Tuhan dan rencananya.

Banyak kejadian di dalam dunia ini dimana banyak anak muda merasa tertekan dan stress dan depresi karena orang tua mereka seringkali mempunyai keinginan dambaan dimana mereka ingin anaknya jadi sesuai dengan cita-cita mereka. Dan mungkin orang tua mereka sendiri mengalami hal itu dari orang tua mereka juga. Jadi ini adalah siklus yang terus menerus di sepanjang umat manusia.

Bila keinginan orang tua itu sesuai dengan keinginan Tuhan maka itu satu berkat dan anugerah Tuhan. Namun bila keinginan orang tua itu adalah satu keduniawian maka itu akan menjadi kutuk, jerat dan yang mematikan.

Satu realita yang harus dijelaskan bahwa keinginan orang tua yang adalah cita-cita duniawi ini tidak pernah bisa memuaskan kita. Mungkin ayah kita ingin kita sukses di ekonomi, jadi ahli computer, jadi pengusaha, jadi guru, jadi dokter atau jadi apa saja yang mereka inginkan. Tetapi di balik semua itu mungkin sesungguhnya motivasi dibalik itu jauh lebih penting. Dan kedua panggilan Tuhan lebih penting.

Bagaimana bila orang tua kita yang mempunyai keinginan duniawi tidak bisa pernah pernah memuaskan kita ? Sebab nafsu dunia tidak pernah akan memuaskan. Sebab kita hanya bisa mengalami kepuasan secara rohani bila kita ada di dalam Kristus. Bila kita berada di dalam Kristus maka Bapa surgawi puas terhadap kita. Mengapa ? Sebab kebenaran Kristus diberikan kepada kita dan itu bukan hasil usaha kita. Di dalam Alkitab, Allah Bapa berkata tentang Yesus Kristus : “Inilah AnakKu yang kukasihi. KepadaNya lah Aku berkenan”. Jadi bila kita berada di dalam persekutuan dengan Kristus. Allah Bapa puas terhadap kita. Ini adalah kepuasan yang lebih dari apapun. Ini adalah berkat yaitu persekutuan dengan Bapa dan AnakNya dan RohNya yang Kudus.

Ketidakpuasan karena cita-cita orang tua yang duniawi bisa membawa kita kepada hidup yang sesak dan sebenarnya hidup yang penuh hawa kematian. Tetapi bila kita taat kepada Bapa dan mengasihi FirmanNya maka kita ada di dalam hidup dan hidup yang berkelimpahan di dalam Kristus

Marilah kita mengasihi Tuhan lebih dari segalanya. Dan marilah kita mengasihi orang tua kita dengan kasih Kristus.
Semoga perenungan ini boleh menjadi berkat bagi kita semua

Jeffrey Lim
23-12-2011
www.iccccty.com

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG