Wednesday, May 15, 2013

Kasih Ruang

Manusia adalah manusia yang unik. Karena manusia adalah mahluk yang mengerti kesadaran ruang dan waktu baik secara fisik maupun secara rohani. Manusia juga adalah manusia yang diberi kebebasan oleh Tuhan Allah. Kebebasan yang sangat luas yaitu untuk menaklukan alam semesta ini dan untuk membawa semua ini untuk kemuliaan nama Tuhan. Tuhan Allah mempunyai hati yang luas dan ketika di Taman Eden, Tuhan Allah memberikan kebebasan manusia untuk makan semua buah dari pohon. Namun di dalam kebebasannya maka manusia diberi hanya satu limitasi. Hanya satu limitasi yang tidak pernah dijinkan yaitu menjadi Tuhan Allah bagi dirinya sendiri. Ini adalah ujian manusia di dalam pohon pengetahuan baik dan jahat. Dan limitasi ini adalah kasih Allah.

Ketika kita merenungkan mengenai kebebasan maka kita juga merenungkan hal yang sebaliknya yaitu perbudakan. Alkitab mengajarkan bahwa dimana ada Roh Allah disana ada kebebasan. Dan juga kuasa setan, kuasa dosa sering diumpamakan sebagai kuasa yang memperbudak. Bagaimana kita mengetahui bahwa kita dipimpin oleh Roh Tuhan atau dikuasai oleh roh jahat. Yaitu adakah kebebasan untuk melakukan kebenaran  ? ataukah adakah kebebasan liar yang menandakan diri terikat di dalam dosa ?

Dari Alkitab kita tahu bahwa Allah menghendaki manusia bebas di dalam kebenaran dan kasih. Ini adalah kebebasan sejati. Yaitu kebebasan dipimpin oleh Roh Allah untuk melakukan FirmanNya. Ini bertentangan dengan kebebasan berbuat dosa yang membawa manusia terikat di dalam dosa dan maut.

Mengenai kebebasan, manusia diberikan Tuhan fungsi sebagai raja. Dan sebagai raja ini manusia diberikan ruang kebebasan untuk mengatur bawahan di dalam kasih dan kebenaran. Dalam budaya Israel seorang raja adalah juga seorang gembala. Raja Gembala ini menandakan bahwa sebagai seorang raja maka seharusnya seseorang itu menggembalakan orang yang berada di bawah kekuasaannya. Tuhan sendiri sebagai Raja Gembala menggembalakan umatNya Israel. Kalau kita meneliti karakteristik dari Mazmur 23 maka kita akan mengetahui bahwa Allah sebagai Raja adalah Gembala yang baik.

Karena itu marilah kita menggunakan kebebasan kita untuk melakukan perbuatan baik karena anugerahNya !

Sebelum saya tutup renungan sangat singkat ini. Saya ingin kita merenungkan untuk tahun Yobel. Pada tahun Yobel maka semua budak dibebaskan. Dan kemudian ada budak menggunakan kebebasannya dan ada budak yang ingin kembali untuk terikat dengan tuannya seumur hidup. Ini melambangkan bahwa Tuhan memberikan kita kebebasan dan karena kita tahu Tuhan kita itu Tuhan yang sangat baik maka kita ingin terikat dengan Dia. Terikat dengan Dia adalah bebas di dalam kebenaran dan kasih.

Jeffrey Lim ( www.iccccty.com )
12-1-2012

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG