Wednesday, May 15, 2013

Inti kesembuhan : Bukan hanya menghadapi realitas tapi menghadapinya di dalam kasih dan pengampunan

Judul perenungan ini cukup panjang. Dan di dalam judul ini saya ingin membukakan satu kebenaran Firman Tuhan yang sungguh indah luar biasa. Yaitu bahwa kalau kita mau sembuh secara rohani maka kita harus menghadapi realitas dan menghadapinya di dalam kasih dan pengampunan. Apa maksudnya ?

Sebelum kita berbicara mengenai apa itu realitas maka kita harus terbuka bahwa realitas itu adalah Allah, Firman dan Roh Kudus dengan dunia ciptaanNya. Realitas adalah Allah Tritunggal yang menyatakan diriNya kepada manusia melalui FirmanNya. Di dalam kehidupan ini waktu seseorang mengatakan bahwa seseorang harus menghadapi realitas maka seringkali mereka hanya berbicara soal prinsip impersonal. Kamu harus menghadapi realitas bahwa kamu sakit karena kamu hujan-hujanan. Kamu harus menghadapi realitas bahwa kamu itu dihukum guru karena kamu tidak buat PR. Kamu harus menghadapi realitas bahwa kamu itu dihina orang karena kamu hidup sembarangan. Kamu harus menghadapi realitas bahwa kamu sakit karena itu kamu perlu makan obat. Semua yang manusia pikirkan mengenai realitas adalah prinsip impersonal yang sifatnya good / evil.

Tetapi sebenarnya realitas adalah Allah Tritunggal yang adalah kasih. Realitas juga adalah Allah Tritunggal yang adalah adil. Di dalam hidup ini sebenarnya Alkitab mengatakan bahwa kita semua orang-orang berdosa melarikan diri dari realitas yaitu melarikan diri dari Allah dan penghakimanNya. Kita semua memakai baju-baju buatan kita masing-masing. Kita rajin mencari nafkah supaya kita bisa dapat uang dan mempunyai kuasa. Kita beragama dan mengatakan kita religius supaya kita bisa berkata bahwa kita orang baik. Kita sekolah tinggi-tinggi supaya kita bisa ada penghargaan dari masyarakat. Semua dari kita mengejar nilai dunia. Dan waktu kita melihat orang yang miskin, orang yang bodoh, orang yang hidupnya rusak, kita mengatakan bahwa mereka orang-orang yang hina dan bersalah. Tetapi marilah kita menyadari satu hal bahwa “Semua manusia sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah”.

Baik orang yang religius ataupun rusak kafir. Kita semua berdosa. Dan kita melarikan diri dari realita. Dengan giat beragama atau dengan hidup seenaknya. Kita lari dari Tuhan dan FirmanNya. Baik orang yang kaya atau miskin. Kita semua berdosa. Dan kita melarikan diri dengan sibuk dalam pekerjaan kita dan ataupun sibuk meminta-minta.

Dan ada satu prinsip unik di dalam hidup ini yaitu ukuran dan takaran. Waktu kita melihat orang lain ada yang tidak sesuai dengan standard tertentu dan kemudian kita melihat orang itu lari tidak menghadapi standard itu. Maka kita menuntut orang itu. Hai teman, hadapilah realita ! Anehnya waktu kita menuntut orang lain untuk melakukan standard ideal tertentu maka sebenarnya kita sekaligus dituntut untuk memenuhi standard yang sama. Ini adalah hidup di dalam Taurat. Hidup di dalam Taurat berarti adalah kita hidup supaya ok dan cukup baik serta dipandang manusia kita perlu memenuhi standard tertentu. Waktu kita menuntut orang lain dengan taurat maka kita pun dituntut oleh Taurat. Jadi lain kali waktu kita mengatakan kepada orang lain untuk menghadapi realita maka kitapun harus intropeksi diri kita apakah benar-benar menghadapi realitas yaitu Tuhan dan FirmanNya.

Dan sebenarnya inti dari supaya kita sembuh dari penyakit dosa itu adalah hidup menghadapi Tuhan bukan dengan pemenuhan kinerja di dalam standard apapun. Namun hidup menghadapi Tuhan dengan mengandalkan anugerah Tuhan. Apabila kita hidup mengandalkan anugerah Tuhan maka kita sadar kita tidak ada apa-apa. Kita miskin, papa, hina namun kita dikasihi Tuhan. Karena itu kitapun harus menghadapi orang lain dengan anugerah. Orang yang tidak sampai pada standard yang kita anggap baik harus kita ampuni. Mengapa ? Sebab kita sendiri diampuni. Kalau kita saling mengampuni maka berkat kesembuhan Allah itu nyata di dalam diri kita. Bagaimana bila kita tidak mengampuni ? Maka kita akan munafik dan menganggap orang lain lebih buruk dari kita. Kita sendiri akan tidak diampuni.

Ingat bahwa Tuhan memanggil bukan orang benar tapi orang berdosa. Kristus datang ke dunia ini untuk menderita dan mati di kayu salib. Dia melakukannya karena kasihNya kepada kita. Dan Dia mau kita hidup dalam kasihNya dan saling mengasihi.

    Marilah menghadapi realitas bukan dengan Taurat tapi dengan Injil Kasih KaruniaNya.

Jeffrey Lim
www.iccccty.com
24-12-2011

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG