Wednesday, May 15, 2013

Melihat permasalahan dan problema tubuh dan jiwa manusia dari doktrin dosa

Mengapa ada ADHD ? Mengapa ada anxiety disorder? Mengapa ada social phobia ? Mengapa ada Schizophrenia ? Mengapa ada bipolar disorder ( dahulu dikenal sebagai manic depression ) ? Mengapa ada Multiple Personality Disorder ? Mengapa ada halusinasi ? Mengapa ada delusi ?  Mengapa ada Obsessive Compulsive Disorder ? Mengapa ada Sexual Addiction ? Mengapa ada homoseksual ? Mengapa ada penyakit baik secara fisik, psikis, emosional, spiritual ini dan itu ?

Jawaban sederhana ini adalah karena manusia sudah jatuh dalam dosa. Segala ketidaksempurnaan dan penyelewengan manusia dari aspek fisik, emosional, rasionalitas, moralitas, spiritualitas adalah semua karena dosa. Sakit penyakit secara fisik, emosional, moral-spiritual semua karena fakta kejatuhan. Di dalam teologi disebutkan bahwa manusia sudah rusak total ( total depravity ). Rusak total berarti seluruh aspek manusia sudah tercemar oleh dosa baik secara tubuh dan jiwa dan di dalam semua elemennya dari rasio, emosi, kehendak, tingkah laku, dsb. Rusak total bukan berarti manusia seburuk-buruknya dan sejahat-jahatnya. Rusak total secara sederhana adalah manusia di dalam seluruh keberadaan dan aspeknya tercemar oleh dosa dan tidak ada bagian yang steril dimana bagian itu tidak tersentuh oleh dosa. Permasalahan tubuh dan jiwa manusia terjadi karena akibat kejatuhan manusia secara umum atau dapat juga karena dosa aktif secara individu.

Ketika kita sedang berbicara bahwa masalah tubuh jiwa manusia karena akibat kejatuhan doa secara umum maka kita akan dibawa ke dalam pemahaman realita bahwa  seluruh penderitaan manusia di dalam dunia ini karena kejatuhan manusia dalam dosa. Dan ketika kita berbicara bahwa masalah tubuh jiwa seseorang karena akibat dosanya aktif secara individu maka manusia tidak bisa berdalih dan melarikan tanggung jawab pribadinya. Seseorang homoseksual tidak bisa mengatakan bahwa dia mempunyai gen homoseksual dan menyalahkan gen-nya yang membuat dia berdosa. Seseorang pembunuh dan pezinah tidak dapat mengatakan bahwa masalah moral spiritual dia karena ketidakseimbangan kimiawinya di otak dan sama sekali bukan tanggung jawabnya. Manusia memang mahluk kompleks yang terdiri aspek tubuh dan aspek jiwa. Tubuh adalah aspek fisik yang kelihatan dan jiwa adalah aspek yang bukan materi. Tubuh manusia dapat rusak karena kejatuhan manusia dalam dosa. Dan tubuh yang rusak ini dapat merangsang perbuatan dosa dengan lebih kuat. Tetapi kita tidak boleh mengatakan bahwa tindakan perbuatan yang bermasalah secara moral spiritual karena masalah tubuh belaka. Kita harus melihat bahwa tindakan berdosa yang aktif manusia adalah karena keingingan hatinya yang berdosa yang dijalankan. Doktrin dosa membuat kita melihat perspektif masalah manusia dengan akurat dan benar.

Permasalahannya adalah ketika kita mengatakan bahwa seluruh masalah manusia ini akibat dosa apakah kita sedang pesimis dan tidak mempunyai pengharapan ? Justru tidak ! Sebaliknya ada harapan sebab anugerah Tuhan di dalam Yesus Kristus mengatasi permasalahan dosa. Dosa tidak bisa menyebar serusak-rusaknya karena anugerah umum. Manusia dapat dipulihkan dari akibat dosa karena anugerah khusus. Anugerah Tuhan selain menahan dosa ( common grace ) juga menyelamatkan manusia dari dosa ( special grace ). Karya Kristus di kayu salib mengalahkan kuasa maut. Upah dosa ialah maut. Karena dosa maka manusia akan mati secara tubuh fisik. Namun lebih dari itu yang mengerikan adalah akibat dosa manusia mati secara rohani yaitu terpisah dengan  Tuhan Allah sebagai sumber hidup. Tetapi anugerah Tuhan di dalam Yesus Kristus mengalahkan kuasa maut dan mendamaikan kita dengan Tuhan Allah. Kematian Kristus di kayu salib mematikan dan mematahkan kuasa dosa. Karena itu orang yang percaya pada Kristus satu saat akan mengalami kematian fisik tetapi tidak akan mengalami kematian rohani. Mengapa ? sebab  maut sudah dikalahkan dan orang percaya yang berada di dalam Kristus Yesus diampuni dan dibenarkan di hadapan Allah. Mereka sudah diselamatkan dari murka Allah dan satu saat pada kedatangan Yesus kedua akan masuk ke dalam surga bersama Tuhan Allah.

Ketika kita sedang berbicara tentang keselamatan di masa depan maka bagaimana dengan masa kini ? Pengampunan dosa dari Tuhan Allah di dalam Kristus menyelamatkan kita dari dosa masa lalu, masa kini dan masa depan. Tetapi bagaimana dengan hidup kita di dalam dunia ini ? Ketika dosa merusak segala aspek kehidupan manusia bagaimana di dalam hidup ini dapat terjadi pemulihan dari dosa? Jawaban dari pertanyaan ini ada di dalam doktrin pengudusan.  Anugerah Tuhan di dalam Yesus Kristus selain mengampuni dosa dan membenarkan manusia dihadapan Allah maka juga menguduskan anak-anak Allah untuk semakin serupa dengan Tuhan Yesus. Roh Kudus sebagai materai keselamatan orang percaya, tinggal diam di dalam diri orang percaya ketika mereka lahir baru. Tidak hanya tinggal diam untuk selama-lamanya tetapi Roh Kudus terus bekerja untuk menguduskan orang percaya. Pengudusan ini melalui sarana anugerah yaitu Firman Tuhan, doa, persekutuan orang kudus dan sakramen. Saya percaya sarana anugerah ini bukan hanya hanya di bagian yang bersifat rohaniah tetapi juga diperluas di bagian yang bersifat jasmaniah seperti obat, nutrisi, vitamin, olah raga, dsb.

Orang-orang yang mengalami permasalahan psikis seperti bipolar disorder, ADHD, Obsessive Compulsive Disorder, Anxiety Disorder, dsb bukan tanpa harapan. Pengudusan di dalam anugerah Tuhan dapat terjadi. Roh Kudus mampu menguduskan penderita. Ini bukan berarti satu hal yang mudah dan bukan berarti akan sempurna total. Kesempurnaan hanya ada di dalam kemuliaan ketika kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Di dalam dunia ini penderita tidak bisa mencapai sempurna. Penderita dapat jatuh bangun. Tetapi seperti kata Alkitab bahwa orang benar jatuh tujuh kali dan bangun kembali. Anugerah Tuhan selain menahan dosa juga menguduskan karakter anak-anak Tuhan untuk semakin lebih menyerupai Kristus.

Jeffrey Lim
11-12-2012
www.iccccty.com

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG