Wednesday, May 15, 2013

Perspektif Baru melihat diri, sesama dan realitas

Pengenalan akan diri dan realitas adalah satu hal yang sangat penting. Bagaimana kita melihat diri kita, sesama kita dan bagaimana kita melihat realitas akan membawa kepada berkat atau kepada kutuk, membawa kepada kehidupan atau kepada hawa kematian. Bagaimana kita mengenal diri ? Apakah mungkin kita mengenal diri kita dengan benar ? Apakah kita mengenal sesama dengan benar ? Apakah kita melihat realitas dengen tepat ?

Adalah satu realitas bahwa seringkali ketika kita ingin mengenal diri maka kita menemukan kejahatan di dalam diri kita.  Hati nurani kita menegur dan menghakimi kita. Dan adalah satu kenyataan bahwa di dalam hidup ini kita berhadapan dengan realitas yang tidak bersahabat dengan kita.  Segala sesuatu menjadi menakutkan. Bagaikan teror.  Ini fakta sesudah manusia jatuh dalam dosa. Ketika kita di dalam dosa maka pikiran kita menjadi gelap dan buta. Ini keadaan yang sangat mengerikan. Dan ketika kita berhadapan dengan kebenaran Tuhan Allah maka kita lari dan ingin menyembunyikan diri. Kita menekan kebenaran dengan kebohongan. Mengapa ? Karena di dalam setiap titik realitas kita melihat Allah yang murka. Sungguh sangat mengerikan dan mengenaskan keberadaan manusia yang jatuh dalam dosa. Dan akibat logis dari hal ini di dalam memandang sesama adalah seperti yang pernah dipikirkan oleh Jean Paul Satre bahwa keberadaan orang lain di sekitar kita adalah neraka. Mengapa ? Karena orang lain di sekitar kita membawa kepada tuntutan dan tuntutan. Kita tidak bisa lari dari tuntutan dan standar moral kehidupan. Karena itu keberadaan sesama menjadi bahaya bagi kita.

Tetapi puji Tuhan ! Karena Yesus Kristus maka ada jalan keluar. Tuhan Yesus Kristus datang ke dalam dunia ini untuk mati di kayu salib untuk menanggung dosa manusia. Tuhan Yesus sebagai Adam Kedua mewakili orang yang percaya sehingga orang percaya boleh dibenarkan di hadapan Allah. KematianNya menggantikan dosa kita dan kebangkitanNya memberikan kita hidup baru. Dia memuaskan murka Allah dan keadilan Allah di kayu salib.

Apa akibat dari kematian dan kebangkitan Kristus bagi kita yang percaya ?

Kita berdamai dengan Allah, dengan sesama dan dengan diri kita. Kita melihat hidup ini dari perspektif yang baru. Kita bisa melihat sesama kita dari perspektif kasih dan pengampunan. Dan kita dapat melihat diri kita sebagai seseorang yang dikasihi. Apapun yang terjadi di dalam diri kita baik itu penganiayaan, baik itu penderitaan, baik itu mara bahaya dapat kita lihat dari perspektif kasih. Luar biasa bukan ? Roma 8:28 mengatakan bahwa segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Tuhan. Jadi kita tidak perlu takut apapun lagi ? Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Baik kuasa apapun itu. Dan semua hal penderitaan dapat kita lihat dari perspektif Allah yang mengasihi sedang memurnikan kita.  Karena itu kita akan mengalami sukacita dan damai sejahtera. Damai sejahtera yang melampaui akal dan pikiran.  Bagaimana indahnya ketika kita memandang diri kita dan sesama kita sebagai objek kasih Allah ? Ini adalah perspektif baru yang membawa kepada hidup yang kekal.

Marilah kita melihat hidup kita dari perspektif yang baru yang memberkati

Jeffrey Lim
www.iccccty.com
23-1-2012

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG