Saturday, November 04, 2006

Who Am I ?

Siapakah Kita ?
Kuasa natur dan Identitas kita di dalam Kristus
- Jeffrey Lim –

A. Pendahuluan mengenai peperangan rohani

Di dalam camp ini kita berbicara mengenai peperangan rohani ketika kita hidup di dalam dunia berdosa ini. Sun Tzu berkata di dalam bukunya War Manual of Sun Tzu bahwa di dalam peperangan harus mengenal diri dan mengenal musuh maka seratus kali peperangan seratus kali menang. Bila mengenal diri tetapi tidak mengenal musuh maka kemungkinan menang 50%. Bila mengenal musuh tetapi tidak mengenal diri maka kemungkinan menang 50%. Bila tidak mengenal diri dan musuh pasti akan kalah.
Karena mengenal diri itu sangat penting, maka di dalam session ini saya ingin membicarakan mengenai siapakah kita sesungguhnya. Memahami diri kita akan menentukan hidup kita di dalam dunia ini, menentukan bagaimana memandang realita dan menentukan bagaimana kita berperang melawan musuh kita : dosa, diri, iblis dan dunia.

B. Siapakah kita ?

Sokrates mengatakan “Kenallah dirimu“. Jadi pada bagian ini kita ingin mengenal diri kita dalam kaitan dengan peperangan rohani. Pengenalan akan diri merupakan hal yang sangat penting sekali. John Calvin mengatakan bahwa :Pengenalan akan diri ini berkaitan dengan pengenalan akan Allah. Dan pengenalan akan Allah ini berkaitan dengan pengenalan akan diri. Ketika seseorang mengenal akan Allah, dia mengenal dirinya dan sebaliknya ketika seseorang mengenal dirinya, dia mengenal Allah. Kedua pengetahuan ini saling berkaitan.
Pengenalan diri seseorang akan menentukan bagaimana dia berpikir, bertindak dan bertingkah laku. Pengenalan diri seseorang menentukan bagaimana dia hidup. Siapa diri kita akan menentukan apa yang kita lakukan. Kunci dari materi ini adalah bahwa di dalam Kristus, ada kuasa natur dan identitas kita yang merupakan jangkar yang kuat yang tidak bisa diganggu gugat oleh musuh kita yaitu dosa, daging, iblis maupun dunia. Kunci lain adalah bahwa natur dan identitas kita di dalam Kristus ini mengisi kebutuhan dasar kita sehingga dia tidak perlu mencari kebutuhan dasar di luar Tuhan. Di dalam Kristus kita puas dan tidak berkekurangan seperti kata Maz 23 : Tuhan adalah gembalaku, aku tidak berkekurangan. Puas ini powerful sekali.

1. Mengenal manusia dan problemanya

Alkitab mengatakan bahwa Tuhan Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah. Alkitab mengajarkan bahwa Allah menciptakan manusia dari debu tanah dan juga dari nafas Allah. Manusia ada bagian tubuh dan juga ada bagian jiwa atau rohani yang dicipta segambar dengan Allah. Reformed percaya akan dikotomi dan melawan trikotomi. Ada tubuh dan jiwa. Roh dan jiwa itu sama. Di dalam roh/ jiwa terdapat hati, pikiran, emosi dan kehendak.
Gambar diagram ! Software dan Hardware !
Kebutuhan dasar manusia disediakan Allah bagi manusia. Kebutuhan dasar manusia adalah kasih , keamanan jiwa dan arti hidup semua terpenuhi dalam Tuhan.
Permulaannya manusia yang hidup di dalam persekutuan dengan Allah itu dimiliki Tuhan. Manusia pertama yaitu Adam dan Hawa ada relasi dengan Allah dan merasa dimiliki oleh Tuhan. Adam dan Hawa juga ada di dalam hubungan saling memiliki dan saling menerima dan saling mengasihi. Hubungan manusia dengan Allah ada di dalam hubungan yang harmonis. Hubungan Adam dan Hawa juga ada di dalam kasih.
Mereka aman jiwanya karena ada di dalam damai dengan Allah. Mereka juga mempunyai hidup yang signifikan dan berarti.
Manusia mempunyai hidup yang berarti karena manusia diciptakan memiliki tujuan yang Allah tetapkan yaitu untuk beranak-cucu dan menguasai bumi. Karena ketetapan Allah bagi hidup manusia maka hidup manusia mempunyai arah dan tujuan yang signifikan dan berarti. Manusia juga diciptakan untuk memuliakan penciptaNya karena itu hidup manusia itu ada di dalam arti hidup yang bermakna yaitu untuk memuliakan Tuhan Allah.
Alkitab kemudian mencatat dosa pertama manusia yaitu Adam dan Hawa melanggar perintah Tuhan. Melanggar Firman Tuhan adalah dosa. Dosa adalah melanggar aturan yang Tuhan sudah tetapkan. Dosa menjadi tragedi terbesar umat manusia dan merupakan problema utama manusia di dalam dunia ini.
Apa pengaruh dosa di dalam pikiran dan jiwa manusia ?
1. Akibat mereka makan pohon pengetahuan baik dan jahat, mereka menjadi mati secara rohani dan akan mati secara fisik.
2. Di dalam pikiran manusia, manusia kehilangan pengenalan akan Allah. Manusia menjadi kehilangan persepsi yang benar mengenai realitas yaitu mengenai Allah, diri mereka sendiri dan juga alam semesta ini. Manusia menjadi bodoh dan gelap pikirannya. Pikiran manusia menjadi sia-sia. Pikiran manusia menjadi gelap karena kehilangan relasi dengan Allah.
3. Ada akibat dosa secara emosi.
a. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, manusia menjadi takut dan kuatir. Emosi pertama yang diekpresikan manusia yang jatuh adalah ketakutan. Ketakutan menjadi emosi yang mendominasi manusia..
b. Emosi yang dihasilkan oleh manusia yang berdosa juga adalah malu. Sebelum Adam dan Hawa jatuh dalam dosa mereka telanjang dan tidak malu namun setelah jatuh dalam dosa mereka merasa malu dan menutupi ketelanjangan mereka. Banyak orang menutupi diri mereka yang paling dalam karena takut orang lain melihat diri mereka sebagaimana mereka ada. Karena itu banyak manusia yang memakai topeng-topeng untuk menutupi rasa malu ini. Manusia merasa kuatir, gelisah, curiga, takut bila dirinya diketahui orang lain karena mereka takut dilukai dan tidak diterima. Di dalam psikologi modern dikenal dengan istilah mekanisme pertahanan ( defense mechanism ) yaitu upaya manusia untuk mempertahankan dirinya dari pada orang lain supaya dia aman.
c. Emosi negatif lainnya yang manusia berdosa alami adalah rasa bersalah. Adam dan Hawa ketika berdosa menjadi takut dan bersembunyi. Hatinya merasa tidak tenang. Hatinya dipenuhi takut dan rasa bersalah. Demikianlah orang yang ada di dalam dosa. Iblis dan hati nuraninya selalu menuduh dirinya yang berdosa. Hukum Allah yang ada di dalam hati manusia menghakimi manusia sehingga manusia berdosa merasa bersalah karena dosanya. Karena itu manusia tidak akan bisa merasa tenang sampai dia berdamai dengan Tuhan.

Efek dari manusia yang jatuh dalam dosa adalah rasa tidak berdosa digantikan menjadi rasa bersalah dan malu. Banyak psikolog setuju bahwa manusia pada umumnya sekarang menderita dari rasa nilai diri ( self-worth ) yang miskin. Mungkin kita pernah mendengar seorang artis yang kaya, cantik, banyak digemari orang, terkenal namun ternyata mati bunuh diri. Mengapa begitu ? Sebab rasa nilai diri itu bukan dari talenta, kepintaran, kecantikan/rupa. Rasa nilai diri ini adalah masalah identitas diri.
4. Sebelum jatuh dalam dosa, kebutuhan dasar manusia yaitu diterima/dimiliki, keamanan dan arti hidup dipenuhi di dalam Tuhan. Tetapi setelah jatuh dalam dosa semua ini kebutuhan dasar semua ini menjadi tidak terpenuhi. Kebutuhan untuk diterima dan dimiliki digantikan dengan penolakan.
Sebelum jatuh ke dalam dosa, Adam memiliki kebutuhan untuk dimiliki sebab dia milik Allah dan dipenuhi di dalam persekutuan yang intim dengan Allah dan Hawa di dalam taman. Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, mereka terasing dari Allah dan juga dengan satu sama lain. Relasi harmonis dengan Allah menjadi hilang dan diganti dengan permusuhan. Demikian juga relasi dengan sesama juga menjadi rusak. Manusia menjadi terasing dengan Tuhan dan dengan sesamanya. Manusia bermusuhan dengan Tuhan dan dengan sesamanya. Relasi diri dengan diri juga menjadi tidak harmonis. Di dunia ini begitu banyak orang yang membenci dirinya sendiri. Begitu banyak orang yang tidak menerima dirinya sendiri bahkan sering menghakimi diri. Begitu banyak orang yang menyiksa diri bahkan bisa sampai bunuh diri..
5. Manusia berdosa berusaha memenuhi kebutuhan dasar yaitu penerimaan, keamanan diri dan signifikansi diri/arti diri dengan salah. Manusia berdosa mencari untuk memenuhi kebutuhannya di dalam dunia, daging dan iblis. Ada manusia yang mencari pemenuhan kebutuhan dasarnya di dalam kekayaan, kedudukan, status sosial, kepintaran, talenta, pengetahuan, bijaksana, filsafat, agama, pasangan hidup, seks, kesenangan, obat-obatan dll. Namun di dalam hatinya manusia berdosa tidak puas karena kepenuhan kebutuhan dasar ini hanya ada di dalam Tuhan. Salah satu godaan yang terbesar di dalam diri manusia adalah manusia mengisi kekosongan dirinya dengan daging, dosa, iblis dan dunia. Manusia tidak mencari dirinya di dalam Tuhan. Bila kita tidak mengisi hidup dengan Tuhan maka kita mengisi hidup dengan yang jahat. Karena itu betapa pentingnya berperang menjauhkan diri dari yang jahat dan mengisi hidup di dalam Tuhan.
2. Solusi Problema Manusia : Kristus

Kita sudah membahas mengenai problema dasar semua manusia yaitu dosa. Lalu bagaimana menyelesaikan problema dasar ini yang efeknya mempengaruhi manusia secara hati, pikiran, emosi dan tingkah laku ? Problema dasar yaitu dosa adalah permusuhan dengan Allah. Karena itu perlu adanya pendamaian dengan Allah. Jiwa manusia yang terikat dosa, yang terbelenggu dosa, yang tersiksa dengan dosa perlu diselesaikan. Saya tidak akan menjelaskan mengenai keselamatan di dalam Kristus kembali tetapi hendak menjelaskan aspek keselamatan : Dibenarkan di hadapan Allah dan Natur dan identitas di dalam Kristus

3. Dibenarkan dihadapan Allah oleh Iman

Efek dosa membuat manusia menjadi terasing dengan Allah dan dengan sesama dan dengan dirinya sendiri. Efek dosa membuat manusia menjadi takut dan rasa bersalah di dalam jiwanya. Bagaimana efek dosa akan jiwa manusia ini bisa diselesaikan ?
Ketika manusia berdosa maka dimata Allah yang Maha Tahu dan Maha Hadir, manusia bersalah dan takut akan hukuman. Tetapi Alkitab berkata bahwa tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus ( Roma 8 :1 ). Bagaimana hal ini terjadi ?
Ketika manusia berdosa percaya, beriman dan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat, maka orang berdosa itu dibenarkan dihadapan Allah. Allah yang sebagai Hakim tidak lagi menghukum manusia sebab penghukuman atas dosa sudah ditimpakan kepada Kristus. Lebih dari itu barangsiapa percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dibenarkan di hadapan Allah. Bagaimana hal ini mungkin ? Bagaimana manusia yang berdosa ini dibenarkan di hadapan Allah ?
Manusia yang berdosa tidak bisa dibenarkan di hadapan Allah oleh perbuatan baiknya. Tetapi semua kebaikan manusia di hadapan Allah adalah seperti kain yang kotor dan menjijikkan ( Yes 64:6 ). Perbuatan manusia yang tidak sempurna tidak bisa dibenarkan di hadapan Allah yang menuntut kesempurnaan. Pelanggaran terhadap satu hukum Allah mengakibatkan pelanggaran terhadap semua hukum Allah. Alkitab berkata “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya ( Yakobus 2:10 ). Siapakah manusia yang sempurna yang bisa mentaati seluruh hukum Allah ? Karena itu manusia tidak bisa dibenarkan oleh perbuatan baiknya sendiri dan Manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri di hadapan Allah.
Tetapi puji syukur kepada Tuhan bahwa Tuhan Yesus Kristus yang menggantikan manusia untuk hidup sempurna di hadapan Allah. Tuhan Yesus Kristus menjalankan semua hukum Allah secara sempurna. Dia tidak berdosa dan tidak bersalah satu pun. Dan barangsiapa yang percaya kepadaNya maka Dia akan dibenarkan di hadapan Allah. Atas dasar apa manusia yang berdosa dibenarkan dihadapan Allah ? Bukan atas perbuatan baiknya tetapi atas karya Kristus di kayu salib. Manusia yang berdosa dibenarkan bukan oleh kebenaran diri sendiri tetapi oleh kebenarannya Kristus yang diimputasikan kepada manusia. Disini terjadi seperti satu transaksi yaitu dosa manusia yang ditimpakan kepada Kristus yang tidak berdosa tetapi kebenaran Kristus diimputasikan kepada manusia yang berdosa.
Karena itu siapa yang percaya dan menerima Kristus yaitu mereka yang ada di dalam Kristus dibenarkan di hadapan Allah.
Bagaimana untuk mendapatkan pembenaran ini ? Hanya melalui iman. Hanya melalui percaya. Hanya bila manusia berdosa menyadari bahwa dia orang yang berdosa dan melawan Allah dan ia bertobat dan percaya dengan hatinya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya.
Dengan iman ini manusia dibenarkan dihadapan Allah. Iman ini seperti sarana supaya manusia dibenarkan dihadapan Allah. Iman yang menyelamatkan adalah iman yang mengandalkan Tuhan saja. Iman yang mengandalkan kepada karya Tuhan Yesus di kayu salib.
Dampak pembenaran di hadapan Allah adalah bahwa manusia yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus tidak usah berusaha untuk mencari pembenaran diri lagi. Manusia yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus tidak perlu berusaha menutupi kesalahan dan dosanya sendiri. Dia tidak perlu berusaha dengan cara apapun untuk menutupi hatinya yang rasa bersalah dan takut itu dengan berbagai macam cara. Orang percaya punya Kristus untuk menutupi dosa. Kebenaran Kristuslah yang menutupi hati orang percaya seperti baju bersih yang dipakai menutupi tubuh. Kesempurnaan kebenaran Kristus yang menaati seluruh hukum Taurat diberikan kepada orang percaya.
Maka manusia yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus boleh damai hatinya. Mengapa ? Sebab manusia yang percaya kepada Yesus Kristus sudah dibenarkan dihadapan Allah. Allah tidak menghukum mereka lagi. Hati orang percaya boleh damai karena ia sudah berdamai dengan Allah. Tuhan Yesus Kristus juga memberikan kedamaian di dalam hati orang itu. Sebab Tuhan sudah mengampuni dosanya. Karena pengampunan dosa ini manusia boleh tenang dan damai hatinya. Karena pengampunan dosa ini manusia tidak usah merasa bersalah dan takut lagi. Dia sudah diterima menjadi anak Tuhan. Dia aman di dalam Tuhan. Dia dikasihi Tuhan. Karena itu hatinya damai sebab dia sudah berdamai dengan Tuhan.
Mengapa pembenaran oleh iman ini penting bagi peperangan rohani ?
Pembenaran di hadapan Allah adalah salah satu fondasi kerohanian dan kekuatan kerohanian. Luther berkata bahwa doktrin pembenaran oleh iman adalah dasar kerohanian. Dengan doktrin ini maka kita sadar bahwa kita benar di hadapan Allah. Allah adalah dipihak kita.
Bila hati orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus masih merasa bersalah dan takut ? Bila hati nuraninya masih menuduh dia dan membuat rasa bersalah ? Satu hal yang perlu adalah lebih mengenal dan beriman kepada Tuhan. Alkitab mengajarkan bila hati nurani menuduh diri, orang percaya punya keyakinan bahwa Tuhan lebih besar daripada hati nurani ( 1 Yoh 3:20 ). Maka hati nurani tidak berhak menuduh bila Tuhan sudah membenarkan. Apa haknya hati nurani menuduh bila Tuhan sudah membenarkan ?
Selain hati nurani yang menuduh, ada Iblis yang menuduh orang percaya akan dosa yang pernah diperbuat orang percaya. Alkitab mengajarkan bahwa iblis mendakwa manusia siang dan malam ( Wahyu 12:10 ). Namun siapakah iblis yang berhak menuduh hati manusia bila Tuhan sudah membenarkan ? “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis maka ia akan lari dari padamu!” ( Yakobus 4:7 )
Sekali lagi maka orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus memperoleh keyakinan bahwa dia dibenarkan dihadapan Allah. Dia punya keyakinan bahwa Tuhan sudah tidak menghukum lagi untuk selama-lamanya. Karena itu orang percaya boleh punya keyakinan yang teguh untuk datang kehadapan Allah dengan hati nuraninya yang disucikan dari dosa. Berbahagialah orang yang kesalahannya diampuni, yang dosanya ditutupi. ( Mazmur 32:1 )
Dibenarkan dihadapan Allah ini mempunyai dampak besar yang positif bagi orang percaya. Dibenarkan di hadapan Allah sekali dan selamanya ini juga adalah dasar dan kuasa untuk peperangan rohani. Kita sudah benar dan kita ada dipihak Allah.

4. Hidup Baru di dalam Kristus

Ketika orang menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat maka ada perubahan ajaib di dalam dirinya. Alkitab mengajarkan bahwa barangsiapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu tetapi sesungguhnya yang baru sudah datang ( 2 Kor 5:17 ). Apakah hidup baru di dalam Kristus itu ?

Ketika seseorang bertobat dan menerima Yesus Kristus maka sebelumnya dia sudah lahir kembali atau sering juga disebut lahir baru. Dia sudah lahir baru karena Roh Kudus sudah menghidupkan kerohaniannya yang mati, menerangi mata rohaninya. Kemudian Roh Kudus menyadarkan dirinya akan dosanya kepada Allah, membuat dirinya menyesal akan dosanya dan melembutkan hatinya untuk datang kepada Tuhan Yesus Kristus. Roh Kudus membawa dia bertobat dari dosanya dan berpaling kepada Allah.
Pada saat seseorang lahir baru, sebenarnya Tuhan sudah masuk ke dalam hatinya. Roh Kudus sudah tinggal di dalam diri orang itu. Di dalam dirinya ada roh dan hati yang baru dan Taurat baru.
Pada saat seseorang lahir baru, dia mempunyai hidup yang baru yang dari Tuhan. Kerohaniannya yang mati dihidupkan kembali. Apa artinya hidup secara rohani didalam Kristus ? Sewaktu lahir baru maka roh orang percaya menjadi bersatu secara rohani dengan Tuhan yaitu Tuhan tinggal di dalam hati orang percaya. Roh Kudus tinggal di hati orang percaya. Orang percaya menjadi hidup secara rohani. Hidup di dalam Kristus yang dimulai ketika seseorang percaya kepada Kristus akan terus menerus selama-lamanya. Hidup baru ini ada di dalam Kristus.
Hidup baru di dalam Kristus adalah dasar kita berpijak di dalam peperangan rohani juga. Kita hidup baru di dalam Kristus dan melawan daging, iblis dan dunia.
- Natur dan Identitas baru di dalam Kristus
Ada kata yang penting yaitu “Apa yang kita lakukan tidak menentukan siapa kita sebenarnya. Siapakah kita ( natur identitas kita ) yang menentukan apa yang kita lakukan”. Pertanyaannya : Siapakah natur dan identitas orang percaya menurut Firman Tuhan. ?
Berkaitan dengan identitas diri, orang yang percaya kepada Tuhan Yesus diberikan identitas baru. Alkitab mengatakan bahwa “Tetapi semua orang yang menerimaNya ( Kristus ) diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya ( Yohanes 1:12 ). “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita sehingga kita disebut anak-anak Allah” ( 1 Yoh 3:1 ). Orang percaya diberi identitas baru yaitu sebagai anak-anak Allah.
Identitas baru di dalam Kristus ini adalah aspek penting dalam pertumbuhan kerohanian dan juga peperangan rohani. Dalam kaitannya dengan peperangan rohani, identitas adalah satu kekuatan untuk maju dan bertumbuh. Pengenalan akan diri dan identitas diri yang salah dapat mengakibatkan jalan hidup yang salah.
Satu hal yang penting adalah “orang percaya tidak ditentukan oleh keadaannya atau masa lalunya yang buruk, tetapi oleh karya Kristus di dalam hidupnya”. Kita bukan produk masa lalu kita tetapi produk karya Kristus di kayu salib. Ketika seseorang percaya Kristus maka hidupnya adalah karya Kristus dan ia memiliki hidup , natur dan identitas baru yang Kristus berikan.
Di dalam Kristus dan identitasnya yang baru maka semua kebutuhan kita untuk hidup dan peperangan rohani terpenuhi. Kebutuhan akan kasih, kebutuhan akan penerimaan, kebutuhan akan keamanan, kebutuhan akan arti dan makna hidup, semua kebutuhan ini dipenuhi di dalam Kristus. Kita tidak perlu mencari itu di luar Kristus. Kita diperlengkapi oleh kasih, keamanan dan arti hidup dan juga seluruh senjata perlengkapan Allah.
---- Baca Identitas di dalam Kristus
---- Renungkan setiap hari.... Apa yang terjadi kalau kita sadar natur dan identitas kita ?
---- Kuasa identitas di dalam Kristus
1. Natur dan identitas ini tidak bisa berubah
2. Natur dan identitas ini merupakan fondasi dan jangkar yang tetap
3. Natur dan identitas ini tidak bisa dirusak oleh iblis, diri, daging dan dunia
4. Natur dan identitas ini efektif karena Tuhan yang mengerjakannya
5. Natur dan identitas ini adalah anugerah Tuhan yang bekerja di dalam kita

Siapakah Kita sebenarnya di dalam Kristus ?
- Kuasa natur dan identitas kita di dalam Kristus yang tidak bisa hilang selamanya -

Ø Kita diterima dalam Kristus ( dikasihi, dimiliki dan diterima )
- Kita adalah anak Allah ( Yohanes 1:12 )
- Kita adalah sahabat Kristus ( Yohanes 15:15 )
- Kita telah dibenarkan ( Roma 5:1 )
- Kita telah disatukan dengan Tuhan, dan Kita menjadi satu roh dengan Dia ( 1 Korintus 6:17 )
- Kita telah dibeli dengan harga yang mahal; Kita adalah milik Allah ( 1 Korintus 6:19-20 )
- Kita adalah anggota Tubuh Kristus ( 1 Korintus 12:27 )
- Kita adalah seorang kudus, seorang yang suci ( Efesus 1:1 )
- Kita telah diangkat menjadi anak Allah ( Efesus 1:5)
- Kita dapat menghadap Allah melalui Roh Kudus ( Efesus 2:18 )
- Kita telah ditebus dan diampuni dari semua dosa Kita ( Kolose 1:14 )
- Kita dipenuhi di dalam Kristus ( Kolose 2:10 )
Ø Kita aman di dalam Kristus ( keamanan / sekuritas diri )
- Kita bebas selamanya dari penghukuman ( Roma 8:1-2 )
- Kita diyakinkan bahwa segala sesuatu bekerja untuk kebaikan ( Roma 8:28 )
- Kita bebas dari semua tuntutan hukuman terhadapku ( Roma 8:31-34 )
- Kita tidak dapat dipisahkan dari kasih Allah ( Roma 8:35-39 )
- Kita telah diteguhkan ( dimantapkan ), diurapi, dan dimeteraikan oleh Allah ( 2 Kor 1:21-22 )
- Kita yakin bahwa pekerjaan baik yang telah dimulai Allah dalam diri kita akan
disempurnakan ( Filipi 1:6)
- Kita adalah warga negara surga ( Filipi 3:20 )
- Kita tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah ( Kolose 3:3 )
- Kita tidak diberikan roh ketakutan, tetapi roh yang memberikan kekuatan, kasih dan ketertiban ( 2 Timotius 1:7 )
- Kita dapat menemukan anugerah rahmat untuk mendapatkan pertolongan pada waktunya ( Ibrani 4:16 )
- Kita lahir dari Allah, dan si jahat tidak dapat menjamah Kita ( 1 Yohanes 5:18 )
Ø Kita penting di dalam Kristus ( arti dan makna diri )
- Kita adalah garam dan terang dunia ( Matius 5:13-14 )
- Kita adalah carang anggur sejati, Yesus, sebuah saluran kehidupanNya ( Yohanes 15:1,5 )
- Kita telah dipilih dan ditunjuk Allah untuk menghasilkan buah ( Yohanes 15:16 )
- Kita adalah bait Allah ( 1 Korintus 3:16 )
- Kita adalah pelayan pendamaian bagi Allah ( 2 Korintus 5:17-21 )
- Kita adalah teman sekerja Allah ( 2 Korintus 6:1 )
- Kita duduk bersama Kristus di surga ( Efesus 2: 6 )
- Kita adalah buatan Allah, diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik ( Efesus 2:10 )
- Kita dapat mendekati Allah dengan penuh kepercayaan melalui iman ( Efesus 3:12 )
- Kita dapat melakukan segala sesuatu melalui Kristus yang memberikan kekuatan kepada kita ( Filipi 4:13 )
Ø Karena anugerah Allah, Kita adalah sebagaimana Kita ada sekarang ( 1 Korintus 15 :10 )

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG