Tuesday, November 07, 2006

Manusia baru di dalam Kristus

Renungan dari 2 Korintus 5:17

Manusia baru di dalam Kristus
- By Jeffrey Lim -

“Jadi barangsiapa ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” ( 2 Korintus 5:17 )

Setiap orang hidup sesuai dengan naturnya. Setiap orang hidup sesuai dengan identitasnya yang dia percayai. Pengenalan akan diri sendiri akan menentukan tingkah laku seseorang. Maka pengenalan akan diri ini sesuatu yang sangat penting. John Calvin mengatakan bahwa bijaksana adalah mengenal Allah dan mengenal diri. Pengenalan Allah dan pengenalan akan diri ini saling berkait. Ketika kita mengenal Allah maka kita mengenal diri dan ketika kita mengenal diri maka kita mengenal Allah. Jadi pengenalan diri ini sangat penting dan mempengaruhi kita hidup untuk mengenal Allah, mengenal kehendakNya dan menjalankan FirmanNya.
Alkitab mengajarkan bahwa sebelum di dalam Kristus kita adalah manusia lama. Dalam manusia lama kita hidup menurut daging dan nafsu duniawi. Kita adalah hamba dosa. Maka sebagai seorang hamba kita akan menuruti tuan yang menyuruh kita. Namun setelah kita mengenal Kristus, ada satu perubahan besar yang Allah kerjakan di dalam diri kita. Allah melahir barukan kita. Allah menghidupkan kerohanian kita. Allah memberikan hati yang baru. Allah memberikan status yang baru. Alkitab mengajarkan bahwa setiap orang yang menerima Kristus di beri kuasa untuk menjadi anak-anak Allah yaitu mereka yang percaya kepada Kristus. Alkitab mengajarkan bahwa kita mempunyai hidup yang baru. Kehidupan lama kita mati bersama Kristus dan kehidupan kita yang baru hidup bersama Kristus.
Namun seringkali orang percaya tidak menyadari akan nature baru yang mereka miliki. Mereka tidak mengenal status baru dan juga identitas baru. Orang percaya yang tidak mengenal nature, status, dan identitas yang baru akan hidup di dalam kekalahan. Seringkali orang Kristen percaya bahwa mereka adalah orang berdosa yang diampuni Tuhan. Ini adalah sesuatu yang benar, namun tidak komplit. Alkitab mengatakan bahwa orang yang percaya Tuhan Yesus disebut orang-orang kudus.
Pengenalan kita terhadap diri kita akan menentukan bagaimana kita bertingkah laku dan berbuat dalam hidup ini. Karena hal ini penting marilah kita memandang diri kita seperti Allah memandang diri kita. Bagaimana supaya kita mengenal diri kita secara benar ? Bacalah Firman Tuhan dan kenallah diri kita dari FirmanNya sebab Firman Tuhan adalah realita yang benar dan sesungguhnya. Kenallah diri kita dengan apa yang Firman Tuhan ajarkan. Pepatah Yunani mengatakan “Kenallah dirimu”dan “Hidup yang tidak dipikirkan adalah hidup yang tidak berarti”. Kenallah dirimu di dalam Tuhan. Amin






Soli Deo Gloria, Jakarta, 26 Agustus 2005

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG