Saturday, November 04, 2006

Pengaturan dan Pemeliharaan Tuhan di dalam Dunia Ini

Pengaturan dan Pemeliharaan Tuhan di dalam Dunia Ini

Daftar isi

I.  Pendahuluan
II. Isi
1. Pandangan Bukan Kristen
2. Pandangan Kristen
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
I. Pendahuluan
Kita mungkin sudah terbiasa melihat kejadian-kejadian alamiah di dunia ini. Kejadian-kejadian ini adalah kejadian yang terjadi secara alamiah di dalam alam semesta ini, seperti : hujan yang membasahi bumi, matahari yang bersinar menghangati bumi, bulan dan bintang yang bersinar pada malam hari, hukum gravitasi yang mengakibatkan benda jatuh ke bawah, angin bertiup, hasil panen di sawah, rumput kecil yang bertumbuh, tumbuhan yang berkembang, tumbuhan yang berbuah, gelombang air laut, burung-burung di udara, binatang-binatang yang mencari makan di hutan, seorang wanita melahirkan seorang bayi, mata air yang mengalir ke dalam lembah-lembah, air yang mengalir di antara gunung-gunung, dan siklus-siklus di dalam alam semesta. Inilah kejadian di dalam hidup kita sehari-hari, bukan ? Kejadian sehari-hari ada juga yang berupa bencana alam seperti banjir, gunung meletus, longsor, hujan es, angin topan, kecelakaan lalu lintas, sakit-penyakit, kematian dan sebagainya.

Dengan adanya kejadian-kejadian sehari-hari ini, pernahkah kita memikirkan dari mana kejadian ini berasal ? Mengapa terjadi hujan yang membasahi bumi ? Mengapa matahari terus setia setiap pagi bersinar sampai pada petang hari ? Mengapa bintang bersinar ? Mengapa bumi terus mengelilingi matahari ? Mengapa sungai mengalir terus dari gunung sampai ke laut ? Mengapa pohon bertumbuh dari biji sampai besar dan akhirnya berbuah ? Atau pernahkah kita berpikir mengapa terjadi banjir ? Mengapa terjadi gunung meletus ? Mengapa ada sakit-penyakit ? Mengapa terjadi SARS ? Mengapa terjadi AIDS ?
Artikel singkat ini ingin mengajak kita merenungkan apa penyebab semua kejadian di alam semesta ini. Sekarang ini, ada banyak pandangan yang sudah mempengaruhi pikiran manusia. Namun artikel ini akan mengajarkan pandangan Alkitab mengenai kejadian di dalam alam semesta ini. Kiranya perenungan ini membuat kita semakin merasakan kasih setia Tuhan di dalam alam semesta ini dan kita semakin mengakui bahwa Dialah Tuhan semesta alam.

II. Isi
1. Pandangan Bukan Kristen mengenai kejadian di alam semesta ini
Ada beberapa pandangan besar dari pandangan non Kristen mengenai kejadian di dalam alam semesta ini. Pertama yaitu pandangan Deisme. Pandangan ini mengajarkan bahwa ada Allah yang menciptakan langit dan bumi. Setelah menciptakan alam semesta ini, Allah meninggalkan alam semesta ini dan alam semesta ini berjalan dengan sendirinya. Ajaran ini mengajarkan bahwa Allah tidak mengontrol alam semesta ini melainkan membiarkan alam semesta ini berjalan dengan sendiri. Allah tidak hadir di dalam ciptaanNya namun Dia tinggal jauh dari ciptaanNya. Seringkali diilustrasikan bahwa Allah adalah seperti pembuat jam. Setelah Allah menciptakan jam itu maka Allah meninggalkan jam itu dan jam itu bekerja sendiri dengan sendirinya diluar kontrol Tuhan yang jauh. Satu saat jam itu akan berhenti karena kehabisan tenaga untuk menjalankan jam itu. Pada saat itu adalah akhir dari jam itu.

Bagi penganut Deisme, mereka percaya bahwa Tuhan adalah Tuhan yang jauh dari ciptaan. Tuhan adalah Tuhan yang transenden, yang terpisah dari ciptaan. Allah adalah Allah yang jauh di sana dan yang meninggalkan ciptaanNya. Allah adalah Allah yang “Wholly Other”. Lalu bagaimana dengan kejadian di alam semesta ini ? Bagaimana nasib dari alam semesta ini ? Bagi mereka alam semesta ini bekerja dengan sendirinya dengan hukum yang diciptakan Tuhan pada alam semesta ini. Alam semesta ini bekerja seperti jam yang mempunyai mesin mekaniknya dan dengan baterai sebagai sumber tenaganya. Suatu saat jam ini akan mati sendiri karena mungkin rusak atau habis baterai. Demikian juga suatu saat alam semesta ini akan berhenti sendiri karena rusak atau kehabisan sumber tenaga.

Lambat-laun pandangan ini berubah sampai pada zaman modern. Manusia modern tidak mengakui Ketuhanan Tuhan. Bagi sebagian orang modern, Tuhan tak mungkin diketahui ( pandangan Agnostis ) sebab Tuhan itu diluar jangkauan pemikiran manusia ( Wholly Other - Barth atau di dunia noumena- Kant ). Tuhan itu transenden dan tidak dapat dijangkau dengan manusia. Tuhan tidak dapat dipahami bahkan tidak dapat diketahui.
Bagi sebagian orang modern lagi Tuhan itu tidak ada ( atheis ). Tuhan itu tidak ada di dalam dunia ini. Kalau Tuhan tidak ada, lalu dari mana alam semesta ini? Alam semesta ini ada bukan karena diciptakan Tuhan melainkan ada karena ada dengan sendirinya. Alam semesta ini kekal. Alam semesta ini ada dari dulu, sekarang sampai selama-lamanya.

Pandangan ateis ini sudah memasuki dunia pendidikan zaman sekarang ini yang tidak mengakui adanya Tuhan di dalam pengajaran ilmu pengetahuannya. Pandangan mengenai adanya Tuhan itu tidak dapat dibuktikan secara metode ilmu pengetahuan maka Tuhan itu tidak ada. Lalu bagaimana dengan alam semesta ? Alam semesta itu ada dengan sendirinya. Bagi orang modern, alam semesta ini adalah seperti sebuah mesin raksasa dan hukum alam yang mengaturnya. Dan alam semesta ini adalah sistem tertutup dimana tidak ada intervensi Tuhan yang mengaturnya. Alam semesta ini berjalan dengan hukum alamnya sendiri.

Pandangan ilmu pengetahuan mengenai hukum alam ini sebenarnya sudah merasuki pikiran orang zaman sekarang. Kembali pada pertanyaan di pendahuluan. Dari mana datangnya hujan ? Hukum alam yang mengakibatkan air menguap karena sinar matahari dan kemudian air yang menguap itu kembali menjadi hujan. Inilah siklus alam. Mengapa matahari terus bersinar ? Karena matahari yang terdiri dari hydrogen memancarkan sinarnya dengan cara reaksi bom hydrogen sehingga pancaran energinya sampai ke bumi. Mengapa rumput bertumbuh ? Karena ada benih yang dibawa burung yang jatuh di tanah yang segar dan kemudian benih ini bertumbuh dengan adanya air dan mineral dari tanah. Mengapa ada sakit-penyakit ? Mengapa ada SARS ? Mengapa ada AIDS ? Karena adanya virus atau bakteri yang jahat yang masuk ke dalam tubuh manusia dan merusak tubuh manusia. Mengapa adanya gempa bumi ? Karena adanya gerakan tektonik di dalam bawah bumi yang mengakibatkan pergeseran-persegeran di dalam tanah. Mengapa bumi terus mengelilingi matahari ? Karena adanya gaya yang membuat bumi memutari matahari secara elips. Dan kemudian semua pertanyaan mengenai alam semesta ini dijawab oleh ilmu pengetahuan baik dari ilmu biologi, geologi, kosmologi, astronomi, fisika, dan ilmu pengetahuan lainnya.

Apa akibat dari pandangan ilmu pengetahuan modern kepada kita? Kita akan terbiasa untuk menganalisa gejala alam semesta ini berdasarkan ilmu pengetahuan. Bila kita mendengar berita koran terjadinya tsunami di Aceh, kita berpikir bahwa itu terjadi karena sekedar hukum alam yaitu letusan gunung berapi di bawah laut. Pandangan sekular modern ini mengakibatkan kita tidak pernah mengaitkan semua kejadian alam semesta ini pada maksud kehendak Tuhan dan rencanaNya. Pandangan ini adalah pandangan yang tidak bertuhan.

2. Pandangan Kristen mengenai kejadian di alam semesta ini
Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah Allah yang menciptakan alam semesta ini. Alkitab berkata,“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” ( Kej 1:1 ). Bumi ini diciptakan Allah dalam enam hari. Pada hari keenam Allah menciptakan mansuai menurut gambar dan rupaNya. Kemudian pada hari yang ketujuh Allah beristiharat. Alkitab berkata,“Ia ( Kristus ) adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firmanNya yang penuh kekuasaan” ( Ibrani 1:3 )

Setelah mencipta, Alkitab juga mengajarkan bahwa Tuhan itu menopang alam semesta ini dengan FirmanNya. Mengapa alam semesta itu teratur dan berjalan dengan baik dan setia ? Karena ditopang oleh Firman Tuhan. Pengertian Firman ini membuat kita mengerti bahwa Allah itu bukan seperti pandangan kaum Deisme yang mengatakan Allah itu meninggalkan ciptaanNya. Alkitab mengajarkan bahwa Allah terus bekerja di dalam alam semesta ini. Allah hadir di dalam alam semesta ini. Allah bukan hanya Allah yang transenden tetapi juga yang imanen yaitu Allah yang hadir di dalam ciptaanNya. Bukan saja Allah hadir dalam ciptaanNya tetapi juga Allah mengontrol dan memelihara semua ciptaanNya sesuai kehendakNya.

“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia” ( Roma 11:36 )
“Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendakNya kepada kita sesuai dengan rencana kerelaanNya yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah di tetapkanNya didalam Kristus sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang dibumi. Aku katakan ‘Di Dalam Kristus’ karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan – kami yang semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendakNya” ( Efesus 1:9-11)
Jadi Tuhan Allah kita adalah Tuhan yang bekerja dalam segala sesuatu di dalam alam semesta ini. Dia menciptakan dan juga menopang dan memelihara alam semesta ini.

Pengakuan Iman Wesminster mengajarkan bahwa“Allah Pencipta ajaib segala sesuatu, menopang, mengarahkan, menghilangkan, memerintah segala mahluk, tindakan-tindakan, dan segala sesuatu dari yang terbesar sampai yang terkecil dengan kebijasanaan dan pemeliharannya yang kudus menurut pengetahuanNya yang tidak akan gagal dan menurut kehendakNya yang bebas dan kekal untuk puji-pujian kepada kemuliaan hikmatNya, kuasaNya, keadilanNya, kebaikanNya, dan kemurahanNya.”

Kembali kepada pengertian dan pertanyaan mengenai kejadian di alam semesta. Kejadian-kejadian di alam semesta ini terjadi karena tangan Tuhan yang langsung mengatur dan memelihara alam semesta ini. Tuhan adalah Tuhan yang langsung mengatur alam semesta ini tanpa melalui yang orang modern katakan “hukum alam” yang berdiri sendiri tanpa tangan Tuhan. Jadi semua kejadian di alam semesta ini adalah pekerjaan Tuhan. Kitab Mazmur mengajarkan :
“Tuhan melakukan apa yang dikehendakiNya, di langit dan di bumi, di laut dan di segenap samudera. Ia menaikkan kabut dari ujung bumi, Ia membuat kilat mengikuti hujan, Ia mengeluarkan angin dari dalam perbendaharaanNya” ( Mazmur 135:6-7 )
“Dia yang menutupi langit dengan awan-awan, yang menyediakan hujan bagi bumi, yang membuat gunung-gunung menumbuhkan rumput. Dia yang memberi makanan kepada hewan, kepada anak-anak burung gagak yang memanggil manggil.” ( Mazmur 147:8-9 )
“Pujilah Tuhan, hai jiwaku ! Tuhan, Allahku, Engkau sangat besar ! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak, yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda, yang mendirikan kamar-kamar lotengMu di air, yang menjadikan awan-awan sebagai kendaraanMu, yang bergerak di atas sayap angin, yang membuat angin sebagai suruhan-suruhanMu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayanMu, yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya.
Dengan samudera raya Engkau telah menyelubunginya; air telah naik melalui gunung-gunung. Tetapi hardikMu air itu melarikan, lari kebingungan terhadap suara gunturMu, naik gunung, turun lembah ke tempat yang Kau tetapkan bagi mereka. Batas Kau tentukan, takkan mereka lewati, takkan kembali mereka menyelubungi bumi. Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung, memberi minum segala binatang di padang, memuaskan haus keledai-keledai hutan; di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan. Engkau yang memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar lotengMu, bumi kenyang dari buah pekerjaanMu.
Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyenangkan hati manusia.
Kenyang pohon-pohon Tuhan, pohon-pohon aras di Libanon yang ditanamNya, dimana burung-burung bersarang, burung ranggung yang rumahnya di pohon-pohon sanobar; gunung-gunung tinggi adalah bagi kambing-kambing hutan, bukit-bukit batu adalah perlindungan bagi pelanduk.
Engkau yang telah membuat bulan menjadi penentu waktu, matahari yang tahu akan saat terbenamnya. Apabila Engkau mendatangkan gelap, maka haripun malamlah; ketika itu bergerak segala binang hutan. Sinag-singa muda mengaum-aum akan mangsa, dan menuntut makanannya dari Allah. Apabila matahari terbit, berkumpullah semuanya dan berbaring di tempat perteduhannya; manusiapun keluar ke pekerjaannya, dan ke usahanya sampai petang.
Betapa banyak perbuatanMu, ya Tuhan, sekaliannya Kau jadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaanMu. Lihatlah laut itu, besar dan luas wilayahnya, disitu bergerak, tidak terbilang banyaknya, binatang-binatang yang kecil dan besar. Disitu kapal-kapal berlayar dan Lewiatan yang telah Kau bentuk untuk bermain dengannya. Semuanya menantikan Engkau supaya diberikan makanan pada waktunya. Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tanganMu, mereka kenyang oleh kebaikan. Apabila Engkau menyembunyikan wajahMu, mereka terkejut; apabila Engaku mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu. Apabila Engkau mengirim rohMu mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.” ( Mazmur 104:1-30 )

Jadi mengapa ada kejadian di alam semesta ini ? Semuanya karena Tuhan. Penyebab utama terjadinya semua ini adalah Tuhan. Semua ini dikendalikan oleh Tuhan. Betapa indahnya bila kita menyadari hal ini. Ketika kita mendapat makanan, kita mengerti itu adalah karena Tuhan yang memberi kita makan. Ketika hujan menyirami bumi, itu adalah karena Tuhan yang menyegarkan bumi dengan air untuk memberi hidup. Ketika matahari bersinar, itu adalah karena Tuhan yang menetapkan matahari sebagai penentu hari dan juga matahari sebagai yang memberi kehangatan bagi manusia. Ketika kita melihat alam semesta yang teratur, bumi yang berputar pada matahari dengan teratur, bulan yang muncul setiap malam, semuanya karena Tuhan yang mengatur dan menopang. Hal ini membuat kita harus mengakui dan memuji bahwa Dialah Tuhan semesta alam.

Lalu bagaimana bila terjadi bencana alam, sakit penyakit dan kejadian buruk lainnya? Apakah Tuhan yang mengatur semua ini ? Ini adalah pertanyaan sulit yang tetap harus kita renungkan dan pikirkan. Alkitab mengajarkan bahwa semua kejadian di alam semesta ini karena Tuhan. Bila terjadi sesuatu yang buruk, manusia yang kecil ini harus kembali merenung dan mengintropeksi diri apakah maksud Tuhan menjadikan semua ini. Apakah karena dosa manusia ? Apakah semua ini seijin Tuhan supaya kita semua diuji ? Apakah maksud Tuhan dalam kejadian-kejadian buruk.ini ? Janganlah kita menyalahkan Tuhan untuk semua ini sebab Dia punya maksud yang baik bagi orang percaya.

Satu hal yang harus diingat oleh orang percaya yaitu :
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” ( Roma 8:28 )
Marilah kita merenungkan ayat penutup ini. Marilah kita memuji Tuhan!
“Oh, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah ! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusanNya dan sungguh tak terselami jalan-jalanNya ! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan ? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihatNya ? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepadaNya sehingga Ia harus menggantikannya ?”
“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.” ( Roma 11:33-36 ).

Soli Deo Gloria
Jeffrey Lim
email : limpingen@gmail.com

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG