Tuesday, November 07, 2006

Melayani

Renungan dari Matius 20:20-28

Melayani
“Barangsiapa ingin menjadi besar diantara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambaMu;
Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberi nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” ( Matius 20:26-28 )

Ayat ini menceritakan mengenai Ibu Yakobus dan Yohanes yang datang kepada Tuhan Yesus. Ia sujud di hadapan Tuhan Yesus untuk meminta sesuatu. Ibu ini sujud kepada Tuhan Yesus karena mengetahui bahwa Yesus adalah Tuhan dan memang hanya Tuhan sajalah yang patut disembah. Dalam hal ini sikap sujud merupakan sikap yang benar di hadapan Allah. Allah adalah pencipta dan manusia adalah ciptaan. Tuhan Yesus tidak menolak sujud sembah karena memang Dia adalah Allah. Dia patut disembah.
Kemudian Tuhan Yesus menanyakan kepada ibu :“Apa yang kau kehendaki?”. Tuhan Yesus adalah Tuhan yang penuh kasih rahmat yang ingin memberikan berkat kepada umatNya. Dia adalah Allah yang memberi, Allah pengasih dan penyayang. Ketika orang buta meminta untuk melihat, Tuhan Yesus memberikan kesembuhan dan orang buta itu melihat. Ketika orang-orang membawa yang sakit yang lemah kepada Tuhan dan meminta kesembuhan kepada Tuhan Yesus, Dia dengan sukarela memberikan kesembuhan. Dan Tuhan Yesus juga mengajarkan supaya murid-muridNya meminta kepada Bapa. Yesus mengajarkan bahwa Bapa disorga itu baik dan Dia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNya. Paulus juga mengajarkan bahwa Allah akan memenuhi segala keperluan umatNya menurut kekayaan dan kemulianNya dalam Kristus Yesus.
Kembali kepada ibu Yakobus dan Yohanes. Ibu ini meminta dan Tuhan siap memberi bila itu memang sesuai dengan kehendak dan kerelaan hatiNya. Ia akan memberi bila Tuhan pandang itu baik. Namun ternyata Ibu anak-anak Zebedeus ini meminta kepada Tuhan Yesus supaya kedua anaknya boleh duduk kelak di dalam KerajaanNya, yang seorang di sebelah kanan dan yang seorang disebelah kiri. Ibu ini rindu supaya anak-anaknya dapat dipakai Tuhan dan menjadi alat yang berguna di dalam kerajaan Tuhan. Bahkan lebih jauh, ibu ini meminta supaya anak-anaknya yang dikasihinya dapat menjadi orang besar dan terhormat. Dengan kedudukan yang tinggi maka anak-anaknya akan lebih dapat dipakai Tuhan. Dengan kedudukan yang tinggi maka anak-anaknya akan menjadi pimpinan yang bisa memerintah.
Kemudian Tuhan Yesus menjawab bahwa mereka tidak tahu apa yang mereka minta. Seringkali kita tidak tahu apa yang kita minta kepada Tuhan, maka kita harus minta kepada Tuhan supaya mengajarkan kita untuk berdoa. Tuhan Yesus menanyakan kepada mereka dapatkah mereka meminum cawan yang harus Tuhan Yesus minum ? Yakobus dan Yohanes berkata bahwa mereka dapat. Tuhan Yesus kemudian berkata kepada mereka bahwa cawanNya memang akan mereka minum tetapi duduk di sebelah kanan dan kiri, Tuhan Yesus tidak berhak memberikan sebab itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa di sorga telah menyediakannya.
Karena mendengar permintaan mereka yang dinilai terlalu tinggi, maka murid-murid Tuhan Yesus marah. Murid-murid Tuhan Yesus berpandangan bahwa Yakobus dan Yohanes itu keterlaluan dan mau menjadi orang yang tertinggi disamping Yesus bahkan merekapun akan menjadi dibawah Yakobus dan Yohanes. Ini merupakan permintaan yang keterlaluan. Dengan permintaan seperti itu mengakibatkan merendahkan murid-murid yang lain. Bila ada yang ditinggikan berarti ada yang rendah. Dan dengan permintaan seperti itu mengakibatkan suatu persaingan di dalam murid Tuhan Yesus untuk siapa yang menjadi lebih tinggi. Dengan posisi lebih tinggi maka mereka berpikir bahwa mereka akan lebih dekat dengan Tuhan Yesus dan melayani Tuhan Yesus. Dengan posisi lebih rendah maka mereka akan menjadi tidak dekat dengan Tuhan Yesus dan menjadi seorang yang berposisi rendah atau kurang berguna.
Tetapi Tuhan Yesus memanggil mereka semua dan mengajarkan prinsip yang penting di dalam kerajaan Allah. Kerajaan Tuhan Yesus bukan seperti kerajaan dunia yang dibangun diatas prinsip kepemimpinan yang keras. Prinsip kerajaan dunia adalah barangsiapa yang berposisi tinggi, dialah yang besar dan dia akan memerintah. Dia yang kuat dan besar dialah yang menang. Di dalam kerajaan dunia siapa yang berhasil dengan menjadi tinggi, dilayani oleh banyak orang, menjadi posisi tinggi maka dialah yang sukses. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa itu bukan prinsip kerajaan Allah.
Lalu Tuhan Yesus mengajarkan bahwa barangsiapa ingin menjadi besar dia harus menjadi pelayan dan barang siapa yang menjadi terkemuka hendaklah ia menjadi hamba. Prinsip ini tidak seperti yang dunia ajarkan. Siapa yang ingin menjadi tinggi, dia harus merendah. Merendah dan melayani berarti tidak menginginkan menjadi tinggi dan dilayani bukan ? Dengan merendah dan melayani maka dia akan ditinggikan Tuhan. Kita juga bisa melihat hal ini di dalam alam semesta. Sungai yang berada di gunung yang tinggi akan mengalir ke laut dan laut yang rendah akan menjadi limpah. Yang rendah menerima kelimpahan dari alam.
Ajaran Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri dan ini bukan egois atau berpusat kepada diri sendiri. Tuhan Yesus juga mengajarkan bahwa apa yang kita ingin orang perbuat pada diri kita, perbuatlah kepada orang lain. Tuhan Yesus mengajarkan dalam hukum kasihnya bahwa kita harus memperhatikan dan melayani orang lain. Alkitab juga mengajarkan bahwa kita harus rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari dirinya sendiri. Alkitab mengajarkan supaya kita tidak hanya memperhatikan kepentingan sendiri tetapi juga memperhatikan kepentingan orang lain.
Alkitab juga mengajarkan kepada kita untuk memberi kepada orang lain. Orang yang memberi akan lebih bersukacita daripada yang menerima. Orang dunia berpikir bila saya memberi maka saya rugi dan bila saya menerima maka saya untung. Inilah prinsip untung rugi di dalam dunia. Tetapi justru dari sini terlihatlah kemiskinan hidup.
Mengapa orang dunia berpikir dan ingin menjadi lebih tinggi dan besar ? Karena mereka sebenarnya merasa kurang dalam diri mereka. Mereka ingin mengisi kekurangannya dengan mencari posisi yang tinggi supaya mereka lebih berkecukupan baik secara materi dan kehormatan. Tetapi Alkitab justru mengatakan bahwa supaya kita melayani. Tuhan Yesus mengajarkan murid-muridNya di dalam kitab Yohanes bahwa Ia datang untuk memberi hidup dan memberi hidup yang berkelimpahan. Bagaimana kita bisa hidup berkelimpahan ? Yaitu bila kita bisa membagikan hidup kita, melayani Tuhan dan sesama oleh anugerah Tuhan. Alkitab mengajarkan ketika kita memberi makan makan kita juga diberi makan. Alkitab mengajarkan bahwa kita yang takut akan Tuhan tidak akan kekurangan sesuatu yang baik. Alkitab mengajarkan bahwa jangan kita kuatir akan keperluan hidup kita tetapi cari dahulu kerajaan Allah dan kehendakNya dan semua akan diberikan kepadamu.
Kemudian Tuhan Yesus memberi contoh mengenai diriNya dan berkata “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Marilah kita merenung ayat ini dan hidup Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus adalah Allah yang adalah pencipta langit bumi yang besar. Allah adalah Allah yang berhikmat, Allah yang penuh kasih, Allah yang kudus, Allah yang agung, Allah yang besar , Allah yang mulia. Namun Dia datang ke dalam dunia ini menjadi seorang manusia. Dia yang mulia datang kepada dunia yang berdosa. Dia yang tidak terbatas rela membatasi diri. Bahkan Tuhan Yesus dipanggil anak manusia. Tuhan Yesus hidup di dalam dunia ini bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani bahkan mati di kayu salib untuk menjadi tebusan bagi banyak orang. Tuhan Yesus. Tuhan Yesus bukan saja mengajarkan mengenai hal melayani melainkan dia menjadi contoh dan teladan. Dia seorang yang lemah lembut dan rendah hati dan melayani manusia. Dia tidak meninggikan diri tetapi merendahkan diri. Dia tidak keras memerintah melainkan dengan kasih melayani. Tuhan Yesus mengajak manusia yang berdosa “Marilah kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan”
Marilah kita belajar dari ajaran dan hidup Tuhan Yesus. Yaitu untuk melayani.
Seperti satu lagu yang sangat indah
“Melayani melayani lebih sungguh. Melayani melayani lebih sungguh”
“Tuhan lebih dulu melayani kepadaku”
“Melayani melayani lebih sungguh”

Soli Deo Gloria – Jeffrey Lim, 6-8-2005

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG