Tuesday, November 07, 2006

Merenungkan dan menyimpan hal yang baik

Merenungkan dan menyimpan hal yang baik
- Jeffrey Lim -

“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” ( Fil 4: 8)

Sampah masuk, sampah keluar. Demikianlah pepatah yang terkenal di dunia komputer. Ini berarti bila kita memasukkan sampah sebagai masukan maka pengeluarannya akan sampah lagi. Hal ini berlaku dengan hati dan pikiran kita manusia. Hati dan pikiran yang diisi dengan sampah akan menghasilkan tingkah laku dan karakter yang tidak baik. Tetapi sebaliknya hati dan pikiran yang diisi dengan hal yang baik dan membangun akan menghasilkan hidup yang limpah, kaya rohani dan juga karakter yang baik. Ini hukum alam yang sudah Tuhan tetapkan.
Hukum di dalam psikologi menemukan bahwa apa yang dipikirkan akan mempengaruhi apa yang dirasakan dan apa yang dirasakan akan mengakibatkan apa yang dilakukan. Jadi ini saling mempengaruhi. Psikologi memulai dengan pikiran. Tetapi Alkitab memulai dengan hati. Hati yang baik menghasilkan hidup yang baik. Semua kejahatan juga berasal dari hati. Maka Alkitab mengajarkan "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. ( Amsal 4:23 ). Hati adalah pusat hidup manusia. Pengertian hati di dalam Alkitab juga termasuk dengan pikiran, emosi dan kehendak. Ini adalah satu kesatuan di dalam istilah hati.
Mengetahui dan mengerti hukum alam dan hukum psikologi serta hukum kerohanian yang sudah Tuhan tetapkan ini dapat membawa kepada kebaikan kepada kita bila kita mempunyai hikmat untuk mendengarnya, menyimpannya dalam hati dan melakukannya. Saya percaya bahwa struktur hati dan pikiran manusia itu diisi oleh perkataan / Firman yang tidak kelihatan. Intinya adalah perkataan yang baik yang disimpan di dalam pikiran akan menghasilkan hidup yang baik. Sedangkan perkataan yang buruk yang disimpan di dalam pikiran akan menghasilkan hidup yang jahat. Karena itu ada dua jalan pilihan : yaitu hidup yang baik, hidup yang penuh hikmat, hidup yang benar, hidup yang mulia, hidup yang bajik, hidup yang suci, hidup yang menuju hidup limpah atau hidup yang sempit, hidup yang jahat, hidup yang bodoh, hidup yang cemar. Ini bukan masalah keselamatan sebab keselamatan adalah anugerah Tuhan semata-mata dan bukan pilihan manusia. Tetapi bagi kita orang percaya, Tuhan memberikan tanggung jawab moral untuk mengisi hidup ini demi kemuliaan nama Tuhan. Jadi hidup macam apa yang hendak kita pilih ?
Di dalam tulisan ini saya mengajak saudara-saudari untuk memikirkan betapa dasyat akibat dari "kata-kata" atau "perkataan" ( Firman ) . Perkataan itu mempunyai konsekuensi. Perkataan yang baik menghasilkan sesuatu yang baik dan sebaliknya. Kita hidup di dalam peperangan kata-kata. Perkataan Firman Tuhan dan perkataan yang melawan Firman saling berlawanan. Kita ada di dalam peperangan kata-kata dan juga ada di dalam peperangan budaya.
Selain perkataan yang baik, gambar yang baik juga berpengaruh bagi hidup manusia. Di dalam dunia postmodern sekarang ini, budaya yang ada adalah banyak budaya gambar dibandingkan dengan budaya tulisan. Banyak orang-orang yang masuk ke dalam realitas maya seperti internet, komputer dan juga masuk ke dalam dunia hiburan seperti televisi. Tetapi kita sudah menyaksikan bahwa budaya gambar sekarang banyak budaya yang merusak. Isi film-film di televisi mengandung banyak hal-hal berbau seksual, berbau mistik, dan juga tidak beretika serta tidak bernilai tinggi. Gambar yang buruk akan menghasilkan yang hal buruk. Banyak pembunuh, pemerkosa, orang yang bertindak kekerasan itu dimulai dari pornografi. Pornografi itu sangat merusak moral dan karakter manusia. Banyak orang yang terlibat di dalam okultisme juga karena pengaruh dari permainan komputer dan juga film-film yang berbau mistik. Jadi gambar juga harus ditebus. Gambar yang baik akan menghasilkan nuansa yang baik dan juga membuat perasaan yang baik dan juga mengakibatkan memikirkan hal yang baik.
Selain perkataan yang baik, gambar yang baik, ada juga musik yang baik yang berpengaruh bagi hidup manusia. Musik klasik seperti karya Mozart, Bethoven, Vivaldi, Bach, dll mempunyai struktur rasional dan estetik yang tinggi. Musik yang adalah ekspresi jiwa ini juga akan mempengaruhi jiwa orang yang mendengarkannya. Musik yang baik akan membuat pikiran menjadi aktif dinamis, rasional dan emosi yang mendengarkannya menjadi sejuk. Akhirnya membuat jiwa juga menjadi lebih agung. Tetapi sebaliknya musik rock dapat mengakibatkan mental menjadi terganggu, emosi menjadi cepat meledak dan juga mengakibatkan tawuran. Jadi pemilihan musik juga harus diperhatikan untuk kesehatan jiwa. Penelitian mengatakan bahwa musik karya Mozart dapat membuat bayi menjadi pintar. Penelitian mengatakan bahwa tumbuhan yang didengarkan musik klasik tumbuh dengan lebih subur daripada tumbuhan yang terganggu pertumbuhannya karena didengarkan musik rock.
Saudara-saudari, Baik perkataan, gambar maupun suara mempengaruhi kehidupan manusia dan pertumbuhan jiwa manusia. Maka itu saya memberikan beberapa saran untuk mendapatkan hidup yang bertumbuh yaitu :
1. Isilah hati dan pikiran dengan Firman Tuhan ( ini nomor satu )
Alkitab mengatakan “berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya apa saja yang diperbuatnya pasti berhasil ( Maz 1:1-3 )
2. Isilah hati dan pikiran dengan perkataan yang baik
Amsal mengatakan bahwa setiap orang memakan apa yang menjadi isi hatinya. Isilah hati dan pikiran dengan kelimpahan anugerah Tuhan.
3. Dengarlah nasihat kebijaksanaan
Amsal mengatakan :”Hai anakku, jikalah engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu, sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian, ya, jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan Tuhan dan mendapat pengenalan akan Allah” ( Amsal 2:1-4 )
4. Isilah hati dan pikiran dengan literatur yang baik
Literatur yang baik juga mempengaruhi hidup kita. Bila kita memperhatikan literatur Yunani dan mitologi Yunani berisi banyak hal-hal yang rendah dan berbau seksual. Dewa-dewa Yunani begitu rendah seperti manusia yang rendah. Maka mitologi Yunani jelas mengajarkan hal-hal yang rendah dan tidak membangun. Bandingkan dengan chroniocles of narnia atau cerita-cerita Alkitab yang mengajarkan moral yang tinggi. Ini semua mempengaruhi moral karakter seseorang
5. Renungkanlah segala sesuatu yang baik dan membangun
Segala sesuatu yang membangun tubuh Kristus adalah baik. Pikirkanlah ini sebab Tuhan memanggil kita untuk melayani. Tuhan sendiri datang untuk melayani dan menjadi teladan bagi kita. Lebih indah membangun, memberi daripada menerima.
6. Isilah hidup dengan musik-musik yang membangun
Musik-musik klasik dan lagu-lagu hymne mempengaruhi jiwa menjadi lebih baik dan lagu-lagu yang berestetik dan berasional tinggi membangun jiwa lebih baik.

Dan langkah yang praktis untuk berpikir baik adalah mencoba memikirkan dan mengkaitkan seluruh kehidupan dengan perkataan yang baik. Misal kaitkanlah seluruh hidup dengan :Kasih, Sabar, Murah Hati, Iman, Pengharapan, Kebenaran Sukacita, Damai, Kebaikan, Adil, Lemah lembut, Bajik, Pengendalian diri, Suci, Kudus, Memuliakan Tuhan, Meninggikan nama Tuhan, Tidak berdosa, Anugerah, Kasih Karunia, Pengampunan, Belas kasihan, Simpati, Empati, dan masih banyak kebajikan serta kata-kata baik yang harus dikaitkan dengan hidup
Marilah mulai merenungkan dan memikirkan hal-hal yang baik supaya hidup kita bertumbuh dan berbuah bagi Tuhan !

Taipei, 16 Juni 2006

Soli Deo Gloria

Jeffrey Lim

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG