Saturday, November 04, 2006

Sola Scriptura

Seminar Sola Scriptura

I. Introduksi Reformasi

Introduksi
“ “Kecuali saya diyakinkan oleh Kitab Suci atau oleh alasan yang nyata, saya tidak dapat menarik diri. Karena hati nurani saya ditawan oleh Firman Allah, maka tidak benar dan tidak aman melawan hati nurani itu. Disini saya berdiri. Saya tidak dapat berbuat lain. Allah menolong saya.” = Martin Luther
- Kata-kata agung ini diucapkan Martin Luther di hadapan otoritas gereja dan Negara dimana dia dituduh dengan tuduhan bidat yang serius. Sewaktu diperintahkan untuk mencabut doktrin pembenaran oleh iman, Luther menekankan bahwa pengajaran ini berasal dari Alkitab.

Martin Luther melihat bahwa keadaan gereja sudah menyeleweng. Pada jaman itu
Moral Kehidupan para Paus dan rohaniawan rusak.
Ajaran gereja sudah tidak sesuai dengan Firman Tuhan.
Terjadinya penjualan surat indulgency untuk menebus dosa dan tujuannya adalah untuk mengumpulkan dana.
Ajaran purgatory -> api penyucian
Ajaran doa-doa kepada orang kudus
Semua ajaran ini tidak sesuai dengan Firman Tuhan…
Ajaran mengenai purgatory dan penjualan surat pengampunan dosa menghadirkan bidat dan mengekploitasi pengharapan dan ketakutan diantara orang biasa….
Martin Luther mulai diberi kesadaran oleh Tuhan dan mulai menyuarakan bahwa keselamatan adalah melalui iman dibenarkan dihadapan Allah….
Ketika Luther menolak untuk menarik perkataannya di Worms maka Sola Scriptura menjadi teriakan untuk protestan.... Dasar dia berpijak adalah Alkitab.

Jadi semangat reformasi adalah -> Semangat mau kembali ke Firman Tuhan

II. Sola Scriptura
Otoritas tertinggi adalah alkitab karena Alkitab berasal dari Allah.
Sola Scriptura berarti -> kebenaran agama dapat diketahui dengan pasti bukan dari paus atau konsili tetapi dari Alkitab saja.

Seminar ini akan membahas mengenai sola scriptura. Mengapa hal ini demikian penting ?
Banyak masalah ajaran dan konsep dan aplikasi hidup yang salah sekarang di dalam Kekristenan ini adalah karena doktrin Bibliologi……… Doktrin mengenai Alkitab…..
Fondasi sebelum belajar sistematik teologi adalah bibliologi dan prolegomena
Bibliologi salah, teologi salah…
Karena Scripture adalah prinsip formal dari teologi
Fondasi -> Bible, Alkitab standard dan sumber kebenaran
Ini berarti sola Scriptura sangat penting ! Pada seminar ini akan dibahas apa aplikasi sola scriptura untuk jaman sekarang
III. Arti Sola Scriptura

A. Introduksi : Ide mempunyai konsekuensi
Sebuah konsep / ide akan menghasilkan konsekuensi ide, konsekuensi logis, konsekuensi praktis dan implikasinya dalam segala hal. Kita akan belajar mengenai ide sola scriptura dan konsekuensi ide dari sana, secara ideologi, logis dan praktis.

B. Artinya

1. Otoritas Alkitab

Dasar ajaran Kekristenan -> Alkitab.....
Pentingnya dasar....
Jika seseorang membangun dasarnya diatas sumber yang tidak dapat dipercaya adalah bodoh, kekanak-kanakan...
Alkitab adalah Wahyu Tuhan
Ajaran reformator percaya bahwa Alkitab adalah kebenaran yang berotoritas. Luther sendiri percaya bahwa setiap kata dari Alkitab adalah Firman Allah

Alkitab berotoritas karena Alkitab adalah Firman Tuhan, perkataan Allah sendiri, wahyu Allah. Alkitab berotoriatas karena Alkitab adalah diinspirasikan oleh Roh Kudus yaitu pribadi ketiga Allah Tritunggal. Ini dinyatakan di dalam Alkitab itu sendiri.
Alkitab mengatakan : “Segala tulisan yang diilhamkan Allah ( God-breathed ) memang bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang di dalam kebenaran” ( 2 Tim 3:16 )….
Karena Alkitab adalah Firman Allah maka tidak mungkin ada otoritas lain yang lebih tinggi.
Alkitab itu : MUTLAK, BENAR, ISINYA SEMPURNA, KEKAL, BAIK, Menyatakan sifat-sifat Allah.
Alkitab itu berotoritas dan menjadi standard untuk mengevaluasi dan memahami segala sesuatu yang lain. Ia berdiri sebagai hakim dari segala sesuatu dan tidak pernah dihakimi oleh sumber lain apapun.
Bagaimana hubungan antara otoritas Alkitab dan gereja ?
1. Roma Katolik : gereja mempunyai otoritas di atas Alkitab
2. Protestan : Alkitab memberi arti pada gereja dan tuntunan

Siapa yang menentukan otoritas Alkitab ? Siapa yang menentukan kanon ? Gereja ?
Salah !
Ilustrasi mutiara…..






Konsekuensi dari otoritas Alkitab
1. Menyingkirkan otoritas semu lainnya :
a. Tradisi ( roma katolik )
b. Mistik spiritual
c. Pengalaman eksistensial ( Schleiermacher )
d. Teologi encounter ( neoortodoks )
2. Semua harus diuji oleh standard ini ( Yes 8:20 )

Inspirasi Alkitab

Mengapa Alkitab disebut Wahyu Allah ?
Seluruh 66 Kitab PL dan PB adalah perkataan Allah yang diinspirasikan kepada kurang lebih 40 penulis dan Allah memampukan penulis Alkitab untuk menjadi agen wahyu sehingga apa yang mereka tulis adalah Firman Tuhan. Asal mula Alkitab adalah Allah sendiri…
2 Tim 3:16
God breathed / theopneust -> berarti Alkitab di keluarkan dari nafas Allah. Jadi asal Alkitab adalah Allah sendiri.
Roh Kudus, penulis Alkitab yang ultimat, memampukan para rasul dan para nabi untuk mencatat wahyu Allah dengan suatu cara yang dapat dipercaya secara mutlak. Mereka dipimpin oleh Roh Kudus sehingga tulisan-tulisan mereka tidak lebih dan tidak kurang sebagai wahyu Allah yang tanpa kesalahan ( 2 Pet 1:20,21 )
Maka Alkitab diberikan oleh Allah melalui manusia. Alkitab merupakan Firman Allah yang diucapkan/ditulis melalui perkataan-perkataan manusia. Penulis menerima wahyu secara langsung dari Allah tanpa perantara. Firman sekarang disampaikan kepada kita melalui sarana kotbah atau tulisan saat Alkitab didengar/dibaca.
Para penulis tidak dipakai sebagai boneka-boneka mekanis. Mereka berbicara dengan kata-kata mereka sendiri dalam Alkitab dimana kepribadia nmereka meresap dalam karya-karya mereka yang bervariasi. Tetapi Allah sendiri berbicara secara kreatif. Ini berarti bahwa perkataan-perkataan Alkitab merupakan perkataan manusia dan perkataan Allah pada waktu yang sama, namun akhirnya berasal dari Allah juga dan bebas dari kesalahan.
Pandangan yang tepat mengenai inspirasi adalah disebut sebagai organis. Organis berarti para penulis digerakkan oleh Roh Kudus melalui suatu cara yang organis, sesuai dengan kepribadian, karakter, temperamen, karunia dan talenta mereka masing-masing. Roh Allah menggerakkan mereka secara terus menerus sehingga mereka menuliskan kebenaran yang sempurna ( 2 Pet 1:20-21 ), pengaruh dosa dihilangkan secara sempurna dari penulis dan teks. Roh Allah memberi kepada manusia jangkauan yang bebas untuk menulis tetapi semuanya berasal dari Tuhan yang maha kuasa.







> Hubungan antara inspirasi Alkitab dengan epistemology ?

Epistemology
Epistemology adalah ilmu mengenai ilmu
Pengetahuan mengenai pengetahuan
Bagaimana saya tahu saya tahu
Apa itu tahu
Apa itu pengetahuan
Ini merupakan cabang filsafat yang mencoba mencari tahu apa itu tahu.
How know we know
How we know the truth ?
Bagaimana kita mengetahui aspek-aspek pengetahuan....
Pengetahuan tentang pengetahuan.....

Misalnya : Perang dunia 2 terjadi.... Tahu dari mana ? Tahu dari sejarah ... Sejarah dari mana ? Ditulis oleh orang ..... Tahu dari mana kalau tulisan orang itu benar.... Dari pengamatan orang....
Misalnya lagi : Hari ini hujan..... Tahu dari mana hari ini hujan ? Langit meneteskan air....
Tahu dari mana kalau langit meneteskan air ? Mata saya melihat....
Misalnya lagi : 2+2 = 4... Tahu dari mana 2+2=4.... Dari rasio....

Dalam sejarah epistemology ada 2 metode dasar yang dicoba oleh manusia yang sudah jatuh dalam dosa.
Rasionalisme
Meninggikan pikiran ke tempat yang tertinggi.
Rasio dan logika menjadi sumber yang utama dan satu-satunya untuk mendapatkan pengetahuan yang benar.
Indera tidak dapat dipercaya dan pengetahuan apriori ( yang kita miliki sebelum melakukan penelitian ) kita harus diterapkan pada pengalaman-pengalaman kita dan bukan sebaliknya.
Contoh rasionalisme : 2+2 = 4.... Tahu dari mana ? Tahu dari rasio.....
Masalah dengan rasionalisme : Manusia sudah jatuh dalam dosa dapat salah dalam pemikirannya.

Empirisme
Meninggikan pengalaman inderawi dan metode ilmiah untuk memperoleh kepastian
Metode ini berdasarkan penelitian.
Logika yuang digunakan dalam science adalah induktif. Seseorang mengumpulkan data dan menarik kesimpulan dan konklusi2.
Pengetahuan ini disebut aposteriori, pengetahuan yang terjadi setelah dan melalui pengalaman.
Seseorang harus dapat mencium, merasakan, mencicipi, mendengar, melihat ... sesuatu untuk mengetahuinya....
Empirisme berhadapan dengan dunia nyata diluar diri seseorang.
Masalah dengan empirisme : Indera dapat menipu
Data baru dapat menggantikan kesimpulan data yang lama

Bagaimana orang Kristen mendapatkan kepastian akan pengetahuan ?

Artikel dari Time dari kacamata humanis memandang agama itu membawa masalah. Agama Islam, Yahudi, dan Kristen itu berperang terus. Kemudian penulis mempertanyakan bahwa agama itu membawa masalah. Dan juga mempertanyakan apakah manusia benar-benar bisa mengenal Allah ?
Kalau manusia itu benar-benar Allah, maka Alah dengan definisi melampaui pengertian manusia. Tidak secara keseluruhan. Kita memiliki Alkitab, memiliki akal budi, memiliki otoritas agama, memiliki pengalaman rohani kita yang ilahi. Tetapi ada sesuatu yang kita tidak pernah pegang yaitu sesuatu yang tidak pernah kita tahu – karena Allah adalah diatas kategori pikiran manusia. Dan jika Allah diatas kategori pikiran kita maka Allah tidak bisa ditangkap secara pasti. Kita tidak dapat mengetahui dengan pasti. Kita tidak dapat mengetahui kdengan pasti apa yang mengijinkan kita memberitakan kebenaran dengan KEBENARAN yang besar. Ada selalu sesuatu yang di luar pengertian kita. Jika tidak demikian maka bukan Allah.
Kesimpulannya : Jangan fundamentalis dan terlalu bilang tahu akan Allah... Jalankan saja kehidupan yang etis dan politis yang baik..... Toleransi.... dll

Apakah pengetahuan akan Allah tidak pasti ?

Epistemology Kristen

Selain dari rasio dan pengalaman, yang terutama bagi orang Kristen, pengetahuan didapat dari wahyu Allah. Wahyu Allah adalah Allah yang menyatakan diriNya kepada manusia akan kebenaran mengenai diriNya, diri kita dan alam semesta.
Allah menyatakan diri melalui : wahyu umum, wahyu khusus -> Alkitab’
Allah yang utama memberikan wahyuNya kepada kita sehingga kita bisa mengenalnya…. Wahyu itu adalah wahyu umun di dalam alam semesta dan wahyu khusus di dalam Alkitab…. Wahyu umum diberikan untuk semua orang dan sifatnya universal… Wahyu khusus diberikan untuk orang pilihan….. Wahyu umum berisi pengetahuan umum mengenai Allah dan wahyu khusus berisi pengehtauan khusus mengenai Allah dan rencana keselamatan…..
Jadi Alkitab adalah wahyu Allah sehingga manusia dapat mengerti kebenaran mengenai Allah secara khusus dan dapat meninterpretasikan
Aplikasi epistemologi Kristen terhadap hidup
Tidak skeptis
Tidak agnostik
Melainkan Allah dapat dikenal.... pengetahuan akan Allah
Satu privilege dan anugerah

Pengetahuan akan Allah yang menyelamatkan
- Noticia
- Accensus
- Fiducia ****
3. Inerrancy Alkitab

Luther berkata “Setiap orang sesungguhnya mengetahui bahwa paus sudah salah sebagai manusia. KArena itu saya siap untuk percaya mereka ketika opini mereka dari Alkitab yang tidak pernah salah” “Firman Allah adalah sempurna dan berharga dan kebenarannya murni. Tidak ada kesalahan di dalamnya” - Luther
Karena Allah menginspirasikan Alkitab dan karena Alkitab berasal dari Allah maka Alkitab tidak mungkin salah dan tidak ada salahnya. Sebab bila Alkitab salah maka Allah yang menginspirasikan salah. Kita percaya di dalam pengetahuan akan Allah bahwa Allah tidak pernah salah maka apa yang Dia katakan dan wahyukan adalah tidak ada salahnya.
Doktrin inerrancy Alkitab juga berasal dari doktrin otoritas Alkitab. Tetapi sebaliknya doktrin otoritas Alkitab juga kembali didukung oleh doktrin ketidakbersalahan Alkitab. Semua ini relasi organis.

Apa konsekuensi logis dan aplikatif dengan pengertian otoritas Alkitab dan ketidak bersalahan Alkitab ?.

Dengan adanya otoritas bahwa Alkitab merupakan wahyu Allah maka kita mempunyai keyakinan di dalam hidup ini. Kita mempunyai pegangan di dalam hidup ini. Alkitab itu Firman Allah dan yang dikatakannya adalah benar dan tidak ada salahnya. Alkitab berisi mengenai banyak janji-janji Allah. Alkitab juga mengatakan bahwa ada jalan menuju hidup yang kekal dan kelimpahan di dalam Tuhan. Alkitab juga mengatakan bahwa ada pengharapan bagi manusia yang berdosa. Karena Alkitab adalah wahyu Allah yang berotoritas dan benar maka kita percaya bahwa semua janji Allah itu adalah benar adanya.
Maka ketika kita menghadap Alkitab dan membacanya, kita mempunyai keyakinan dan iman yang kokoh karena kita sedang berhadapan dengan perkataan Allah yang benar. Ini menambah iman kita. Alkitab mengatakan bahwa iman timbul dari pendengaran. Pendengaran akan Firman Kristus

Necessity of Scripture

Alkitab diperlukan untuk mengenal Injil, untuk menjaga kehidupan rohani, dan mengetahui kehendak Allah.
Untuk mengetahui Injil untuk keselamatan
Rm 10:13-17 -> Iman timbul dari pendengaran. Pendengaran akan Firman Kristus.
Alkitab adalah diperlukan untuk keselamatan. Untuk diselamatkan, Seseorang harus membaca Injil atau mendengar dari orang lain. Bahkan orang percaya yang diselamatkan di PL percaya kepada Firman Allah yang menjanjikan juru selamat.
Tidak ada iman yang menyelamatkan tanpa wahyu khusus
Untuk kepastian pengetahuan akan kehendak Allah
Walaupun seseorang dilahirkan mempunyai beberapa pengetahuan kehendak Allah tetapi tanpa Firman Allah maka seseorang tidak dapat mendapatkan keyakinan yang pasti mengenai kehendak Allah melalui cara lain seperti dari hati nurani, nasihat dari orang lain, kesaksian dari Roh Kudus, lingkungan yang berubah dan penggunaan rasio yang disucikan. Diperlukan Firman Allah, sebab di dalam Alkitab kita menemukan penjelasan yang jelas mengenai kehendak Allah.
Allah tidak menyatakan segala sesuatu kepada kita tetapi apa yang Dia nyatakan cukup bagi kita.
Dengan konsep pengetahuan yang jelas dari Alkitab memberikan kita dasar rasional untuk menyatakan kebenaran dari pengetahuan lain yang kita miliki.
Misalnya dari Alkitab kita menemukan pandangan terjhadap dunia sekitar, mengenai natur manusia, mengenai diri kita yang secara erat berkorespondensi dengan informasi yang kita dapatkan dari pengalaman inderawi di dunia sekitar. Karena itu kita dikuatkan unruk mempercayai pengalaman inderawi mengenai dunia disekitar. ( Epistemologi Kristen terhadap empirisme ). Telinga yang mendengar dan mata yang melihat semuanya Tuhan yang membuatnya.
Pengetahuan Allah dan ciptaan dari Alkitab harus digunakan untuk menginterpretasikan ciptaan di sekitar kita.

Sufficiency of Scripture ( kecukupan Alkitab )

Alkitab mengandung semua perkataan Allah yang Dia maksudkan umatNya miliki dida lam sejarah penebusan dan berisi semua Firman Allah yang diperlukan untuk keselamatan, untuk mempercayai Dia secara sempurna dan mematuhi Dia secara sempurna.

Paulus mengatakan kepada Timotius bahwa sejak kecil Timotius sudah mengenal Alkitab yang membawa dia kepada keselamatan melalui iman di dalam Kristus. Kemudian Paulus melanjutkan 2 Tim 3:16
Setiap perbuatan baik artinya : Allah sudah memberikan FirmanNya untuk melatih orang Kristen di dalamnya. Tidak ada perbuatan baik yang Allah inginkan selain yang berada di dalam Alkitab. Pengajaran yang serupa ada di Maz 119. Berbahagialah orang yang hidup tidak bercela yang berjalan di dalam hukum Allah.


Aplikasi praktis dari doktrin sufficiency of Scripture :
1. Mendorong kita untuk menemukan apa yang Allah ingin kita pikir atau lakukan di dalam hidup melalui Alkitab.
2. Tidak menambah sesuatu ke dalam Alkitab dan kita mempertimbangkan bahwa tidak ada tulisan lain yang bernilai sama dengan Alkitab ( buku Mormon, dll )
3. Tidak ada wahyu baru
4. Semua pengajaran doktrin dan etika harus menekankan apa yang Alkitab tekankan dan cukup dengan apa yang Allah katakan di dalam Alkitab






Aplikasi Sola Scriptura ( Otoritas Alkitab, Inerancy Alkitab, Necessity Alkitab, Sufficiency Alkitab )

Dengan otoritas Alkitab sebagai pegangan hidup dan sebagai kunci untuk keselamatan jiwa, maka hal ini mempengaruhi cara pandang kita mengenai Alkitab dan juga mengenai ajaran di luar Alkitab.

Alkitab adalah absolut dan satu-satunya wahyu Allah untuk mengenal Allah secara khusus.
Maka konsekuensi logis dan praktisnya adalah
Ajaran Roma Katolik mengenai tradisi ditolak

Sola Scriptura
è Para reformator ingin membawa kepercayaan dan praktik gereja kembali kepada masa keemasan Kekristenan ( Abad 1-5 ).
Visi agung dari para reformator abad 16 ada di slogan Chritianismus Renascens – Christianity being born again. Bagaimana kelahiran baru ini terjadi ?
Dengan menunjukkan vitalitas Kekristenan di dalam periode apostolic yang disaksikan oleh Perjanjian Baru dan ingin kembali ke Perjanjian lama dan penafsirnya untuk belajar dari mereka.

Ingin membersihkan ajaran dari unsur-unsur yang menyimpang

Konsep tradisi
Pada mulanya

Tradisi 0 -> Anabaptis
Tradisi 1 -> Alkitab diterjemahkan menurut kontinuitas sejarah dari gereja Kristen ( teologi )
-> Cara tradisional meninterpretasikan di dalam komunitas iman.
-> Single source theory of doctrine
Tradisi 2 -> Tradisi sebagai sumber wahyu yang lain….
-> Double source theory of doctrine
Kita hanya mengenal sumber wahyu yaitu dari Alkitab.


Ajaran Karismatik harus ditolak
Ajaran karismatik mengajarkan mempunyai wahyu baru. Sedangkan kita reformed percaya bahwa wahyu hanya ada di dalam Alkitab. PL dan PB.
Ajaran karismatik ada kekacauan diantara inspirasi Alkitab dan iluminasi Roh Kudus. Bagi orang Karismatik, ada wahyu baru yang merupakan dari Roh Kudus. Padahal kita mengerti bahwa Allah mewahyukan perjanjian Lama dan Baru dan setelah itu tidak ada wahyu lagi. Alkitab sudah cukup dan Allah hanya mengiluminasikan kita supaya mengenal Alkitab.


Ajaran Liberal dan Neo Liberal ditolak
Ajaran Liberal mengajarkan bahwa Alkitab itu harus dihilangkan unsur supranaturalnya dan hanya mengambil mengenai etikanya saja atau ajarannya saja. Atau beberapa pengajaran sejarahnya saja. Ajaran Liberal mengatakan bahwa Alkitab harus di demitologisasi ( yaitu mitos-mitosnya harus dihilangkan )
Ini semua harus ditolak. Sebab Alkitab adalah wahyu Allah

Ajaran Psikologi Kristen harus hati-hati
Misalnya ilmu psikologi mencoba menawarkan cara-cara untuk pemulihan jiwa manusia. Tetapi sesungguhnya karena kita percaya suffiency of Scripture ( kecukupan Alkitab ) dan juga otoritas Alkitab sebagai wahyu Tuhan yang merupakan jawaban terhadap pergumulan jiwa manusia, maka kita memegang Alkitab dan bukan psikologi sebagai jawaban terhadap problema jiwa manusia.

Ajaran pluralisme ditolak
Ajaran yang mengajarkan bahwa semua agama sama adalah harus ditolak, semua ajaran sama. Sebab kita memegang prinsip Sola Scriptura. Hanya Alkitab saja sumber kebenaran.

Jawaban Pencarian manusia akan kebenaran ( walaupun manusia sebenarnya tidak mencari Allah sekaligus haus akan kebenaran ) ditemukan di dalam Alkitab

Dengan otoritas Alkitab sebagai wahyu Allah maka Alkitab merupakan jawaban terhadap pencarian manusia terhadap kebenaran. Alkitab merupakan jawaban yang dicari oleh filsuf-filsuf di luar Tuhan. Sebenarnya filsafat itu mempunyai 3 cabang yaitu :
Epistemology ( Ilmu mengenai pengetahuan )
> Membahas how know we know... What is know ? ... What is knowledge ? What is truth ? How we can know the truth ? What is standard of truth
Metaphysics ( Ilmu mengenai keberadaan )
> What is it ? What is God ? What is man ? What is reality ? What is
Ethics ( Ilmu mengenai tingkah laku )
> What behaviour is appropriate ? What should we live ?
Semua filsafat yang mencari tahu bagaimana seharusnya mengetahui kebenaran dan bagaimana hidup itu semuanya dijawab oleh Alkitab..... Alkitab memberikan jawaban mengenai bagaimana mengenal kebenaran, bagaimana mengenal Allah bahkan mempunyai relasi denganNya, bagaimana mengenal diri, bagaimana seharusnya hidup.
Dengan otoritas Alkitab sebagai wahyu Allah maka Alkitab merupakan jawaban terhadap kebutuhan spiritual manusia. Manusia di dalam dirinya ada kebutuhan untuk beragama. Tetapi bagaimana manusia mengenal dan mempunyai relasi denganNya ? Hanya kalau Allah menyatakan diriNya.

Ajaran relativisme dan postmodern ditolak



Alkitab dan postmodern
Dengan otoritas Alkitab sebagai wahyu Allah berarti adanya kebenaran yang absolute. Di dalam Kekristenan, kebenaran adalah absolute sebab kebenaran adalah kebenaran Allah sendiri dan Allah adalah absolute. Di dalam absolute ada kepastian. Di dalam absolute ada ketetapan yang tidak akan berubah, ada prinsip yang tidak akan berubah. Firman Tuhan kekal untuk selamanya.
Pengertian otoritas Alkitab sebagai kebenaran yang absolute adalah merupakan jawaban di dalam dunia yang penuh dengan relativitas ini.
Di zaman postmodern ini, kebenaran kelihatan seperti relative dan abu-abu. Kalau dulu di jaman modern, kebenaran itu hitam dan putih, sekarang kebenaran itu bisa abu-abu. Kebenaran itu relative. KEbenaran itu mungkin benar bagi kamu dan salah bagiku. Sebaliknya benar bagiku dan salah bagi kamu. Orang postmodern menolak kebenaran yang absolute. Bagi mereka kebenaran adalah relative. Konteks kebudayaan mengapa pikiran ini bisa muncul adalah karena kekecewaan terhadap modern dan orang modern memegang absolut di dalam ilmu pengetahuan.
Tetapi dengan adanya pandangan bahwa kebenaran itu relatif akan mempengaruhi cara hidup. Sebab semua ide mempunyai konsekuensi. Pandangan postmodern akan mempengaruhi pandangan mengenai pengetahuan ( epistemology ), realita ( metafisika ) dan juga etika.
Sekarang banyak orang yang hidup acuh tak acuh terhadap kebenaran. Hidup tidak ada konsep, hidup pragmatis dan praktis, hidup sembarangan, hidup tidak punya arah dan tujuan. Semua ini karena kerelatifitasan. Tetapi di dalam keabsolutan ada standard yang jelas. Dan Alkitab memberikan standard ini.
Tantangan kita hidup di jaman postmodern adalah berat karena di dalam PI, hal ini sulit sekali karena kita menekankan absolut sedangkan mereka menekankan relativitas. Dengan menekankan absolut maka kita akan menjadi musuh banyak orang. Tetapi demikianlah orang Kristen harus hidup. Yaitu untuk menjadi garam dan terang walaupun banyak musuh.
Relativisme adalah self-defeating....

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG