Tuesday, November 07, 2006

Tenang di dalam Tuhan

Tenang di dalam Tuhan
- By Jeffrey Lim –

“Hanya dekat Allah saja aku tenang, daripada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah” ( Mazmur 62:2-3 )

Hidup di dalam dunia yang penuh dengan kesulitan ini membuat manusia menjadi tidak tenang. Manusia memikirkan bagaimana masa depannya, memikirkan keamanan jiwanya. Di dalam dosa manusia menjadi tidak aman jiwanya, merasa taku, rasa bersalah dan kuatir. Di dalam dosa manusia hidup di dalam kesia-siaan belaka. Karena dosa maka manusia bermusuhan dengan Allah. Ketika Adam pertama jatuh ke dalam dosa, dia menjadi takut kepada Allah. Manusia takut kepada Allah karena takut dihukum dan dihakimi. Manusia merasa bersalah karena dosanya dan takut dihakimi oleh Allah. Akibat dosa juga manusia menjadi bermusuhan dengan sesamanya. Manusia yang seharusnya hidup di dalam kasih persaudaraan menjadi saling curiga, saling menuduh, saling melukai, saling menguasai. Maka hidup manusia di dalam dunia ini adalah pergumulan dan pengembaraan di padang gurun sebelum manusia bertemu dengan Tuhan. Agustinus seorang Bapa gereja mengatakan bahwa manusia tidak akan merasa damai jiwanya sampai bertemu dengan Tuhan.
Bersyukur kepada Allah bahwa manusia yang percaya kepada Tuhan berada di dalam anugerah Tuhan. Manusia yang percaya kepada Tuhan boleh tenang jiwanya. Mengapa demikian ? Sebab manusia yang percaya kepada Kristus menjadi anak-anak Allah. Mereka hidup di dalam kasih dan persekutuan dengan Tuhan. Mereka sudah berdamai dengan Allah karena Kristus mendamaikan mereka dengan Allah. Mereka tidak lagi merasa bersalah, kuatir, dan takut karena Allah membenarkan mereka. Alkitab mengatakan bahwa tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus ( Roma 8:1 ). Karena Allah membenarkan mereka maka mereka memperoleh keyakinan bahwa Allah tidak menghukum mereka lagi dan mereka merasa aman jiwanya. Mereka sudah diselamatkan dari dosa yang merupakan masalah utama manusia. Sebagai anak-anak Allah mereka hidup di dalam kasih Allah. Alkitab mengatakan bahwa tidak ada yang dapat memisahkan orang percaya dari kasih Kristus. Inilah jaminan yang memberikan ketenangan bagi orang percaya.
Kedamaian jiwa memang diberikan kepada orang percaya. Tuhan Yesus berkata “Damai sejahtera kuberikan kepadamu. Damai sejahtera yang bukan dari dunia”. Namun mengapa hidup kita merasa tidak damai dan tidak tenang ? Mengapa hidup kita masih kuatir ?
Permasalahannya karena kita sebagai orang percaya tidak beriman kepada Tuhan yang memelihara hidup kita. Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan memelihara dan memberi makan burung-burung di udara; Tuhan menghiasi bunga di padang; Lebih dari itu Tuhan memelihara umatNya. Karena itu Tuhan Yesus mengajarkan supaya kita jangan kuatir akan hidup ini karena ada Bapa surgawi yang memelihara. Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan adalah Allah yang mencukupi. Dia adalah Allah yang mencukupi setiap kebutuhan kita di dalam kekayaan dan kemuliaanNya di dalam Yesus Kristus.
Lalu mengapa kita masih merasa tidak tenang dan kuatir ? Karena mungkin kita tidak beriman bahwa Tuhan beserta dengan umatNya. Tuhan Yesus adalah Allah Immanuel yang bersama dengan anak-anakNya. Allah memberikan Roh Kudus yang tinggal di dalam hati orang percaya. Karena Tuhan Allah Tritunggal beserta kita baik dalam susah maupun duka memberikan ketenangan bagi kita. Alkitab juga mengajarkan bahwa Tuhan Yesus ikut merasakan pergumulan kita. Tuhan Yesus dapat bersimpati kepada kita karena Ia juga dicobai dalam segala hal namun tidak berdosa. Tuhan Yesus mendoakan kita kepada Allah. Roh Kudus juga berdoa kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Hidup kita menjadi tenang bila kita sadar bahwa Allah beserta kita bahkan membantu kita dalam hidup ini.
Permasalahan lain mengapa kita merasa tidak tenang adalah karena kita masih terikat dosa. Orang percaya yang berbuat dosa akan merasa tidak tenang di dalam jiwanya. Karena naturnya yang baru adalah kudus dan juga Roh Kudus tinggal di dalam diri orang percaya. Maka itu bila orang percaya masih terikat dengan dosa, Roh Kudus yang di dalam dirinya menjadi berduka dan terus menegur. Orang itu akan merasa bersalah dan tidak tenang. Roh Kudus datang ke dunia ini untuk meyakinkan orang mengenai dosa, kebenaran dan penghakiman. Jadi supaya jiwa seseorang bisa tenang, dia perlu bertobat dan kembali kepada pemelihara jiwa.
Ada juga kasus dimana orang yang sudah mengenal Kristus dan percaya kepada Tuhan namun hati nuraninya masih merasa bersalah. Orang ini sering merasa bersalah mungkin karena dituduh oleh perbuatan dosa masa lalunya. Atau juga mungkin orang ini merasa bersalah karena tidak mampu untuk hidup sesuai dengan standard yang Tuhan tetapkan. Dia merasa berdosa dan tidak layak di hadapan Allah yang Maha Kudus. Bapak gereja bapak reformasi yaitu Martin Luther juga pernah bergumul dengan hal ini. Orang seperti ini perlu merasakan bagaimana dibenarkan di hadapan Allah. Alkitab mengajarkan bahwa orang percaya dibenarkan karena iman kepada Yesus Kristus. Orang percaya dibenarkan bukan oleh perbuatannya namun karena imannya kepada Kristus. Sebab tidak ada seorangpun yang sanggup melakukan hukum Tuhan dengan perbuatannya dan dibenarkan di hadapan Allah. Perbuatan baik manusia tidak bisa menyelamatkannya. Hanya karena karya Kristus di kayu salib manusia dapat diselamatkan. Siapa yang beriman kepada Kristus akan diampuni dosanya dan dibenarkan dihadapan Allah. Dan karena seseorang benar dihadapan Allah akan membuat dirinya menjadi tenang sebab dia sadar bahwa dosanya sudah diampuni. Dia tidak usah mencari kebenarannya dengan perbuatan baiknya namun dengan iman percaya bahwa karena Kristus ia dibenarkan dihadapan Allah. Orang yang dibenarkan di hadapan Allah merasa tenang. Bahkan ketika hati nuraninya menuduh dia, dia mempunyai keyakinan di hadapan Allah yang lebih besar daripada hati nuraninya. Siapakah yang bisa menghakimi kita bila Tuhan mengatakan bahwa kita ini benar dihadapanNya ?
Bagaimana kita bisa merasa tenang di dalam hidup ini ? Yaitu kalau kita dekat dengan Allah. Bila kita damai dan dekat Allah yang mengasihi kita maka kita tenang dan tidak takut. Apapun yang terjadi di dalam dunia ini semuanya ada di dalam pemerintahan dan pengaturan Tuhan. Juga Alkitab mengatakan bahwa segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Tuhan. Hidup kita menjadi tenang bila kita ada disisi Tuhan. Tidak ada sesuatupun di dalam dunia ini yang bisa membikin kita takut karena Allah pencipta langit dan bumi yang Maha Kuasa beserta dengan kita. Pemazmur berkata “Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut ?. Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar” ( Mazmur 27:1-2). Manusia tidak bisa membikin kita takut karena ada Tuhan. Manusia dapat membunuh tubuh tetapi tidak bisa membunuh jiwa yang kekal.
Karena dekat Tuhan maka kita tenang. Kita tenang dan mempunyai keyakinan bahwa apa Tuhan sanggup memelihara apa yang telah kita serahkan kepadanya. Kita tenang karena hidup kita ada di tangannya. Hidup kita dipelihara, dijaga dan dipimpinNya pulang. Iman kita yang kecil terus dipelihara dan dipimpin kepada iman yang lebih. Anugerah Tuhan terus dicurahkan kepada kita yaitu anugerah demi anugerah. Kekuatan dan penghiburan diberikan terus kepada kita. Setiap pagi ada rahmat baru untuk hidup kita. Dan nanti satu saat kita akan bertemu dengan Dia muka demi muka. Pada saat itu kedamaian dan ketenangan yang sempurna akan kita alami. Pada saat itu tidak ada lagi air mata dan kesusahan. Yang ada hanyalah sukacita.

Soli Deo Gloria

Jakarta, 19 September 2005

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG