Tuesday, November 07, 2006

Renungan dari kitab Yosua

Renungan dari kitab Yosua
Tuhan menyertai Yosua sesuai dengan janjiNya
- By Jeffrey Lim -

“Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau ( Yosua ) seumur hidupmu; Seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan meninggalkan engkau dan tidak akan membiarkan engkau.” ( Yosua 1: 5)
Yosua menanggung tugas yang sangat besar yaitu dia harus menjadi pemimpin bangsa Israel menggantikan Musa. Musa membawa Bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir dan Musa sebelumnya yang memimpin bangsa Israel. Dari pengalaman hidup Musa memimpin bangsa Israel, dia mengalami banyak pergumulan, kesulitan, kesedihan. Sebab Bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk dan mereka sering tidak taat dan bersungut-sungut kepada Tuhan. Bangsa ini juga bangsa yang terdiri dari 12 suku yang beragam.
Siapakah Yosua yang dapat memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan ? Yosua tidak berpengalaman seperti Musa. Dia tidak sehebat Musa dalam kepandaian dan kecerdasan. Yosua tidak seperti Musa yang mempunyai pendidikan tinggi. Yosua tidak seperti Musa yang melakukan 10 tulah dan membelah laut Teberau dengan tongkatnya. Yosua tidak seperti Musa yang bertemu dengan Tuhan secara intim dan mendapatkan 10 perintah Allah.
Tapi Alkitab mencatat bahwa Yosua adalah seorang yang setia kepada Tuhan. Dia seorang yang beriman kepada Tuhan dan ketika dia menjadi pengintai tanah Kanaan, dia beriman kepada Tuhan walaupun melihat bahwa penduduk tanah Kanaan sangat besar dan kuat. Yosua beriman bahwa Tuhan sanggup melakukan hal yang sulit sesuai dengan janjiNya. Karena itu Tuhan mengatakan bahwa Yosua dan Kaleb akan memasuki tanah Kanaan. Inilah janji Tuhan.
Ketika Musa meninggal, Tuhan berfirman kepada Yosua bahwa Yosua akan memimpin bangsa Israel memasuki bangsa Israel. Dan Yosua menuruti perkataan Tuhan dengan tidak gentar melawan musuh, menghadapi bangsa sendiri yang tegar tengkuk, dan kemampuannya yang terbatas. Dia percaya bahwa Tuhan akan melaksanakan FirmanNya.
Tuhan berkata kepada Yosua “Pada hari inilah Aku mulai membesarkan namamu di mata seluruh orang Israel, supaya mereka tahu, bahwa seperti dahulu Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau” ( Yosua 3:7 ) Alkitab mencatat bahwa Tuhan menyertai Yosua. Ketika menyebrangi sungai Yordan, sungai itu menjadi berhenti sehingga para iman pengangkat Tabut perjanjian Tuhan berdiri di tanah yang kering di tengah sungai Yordan dan bangsa Israel menyeberang di tanah yang kering sampai seluruh bangsa selesai menyebrang.Kemudian Alkitab mencatat
“Pada waktu itulah Tuhan membesarkan nama Yosua di mata seluruh orang Israel, sehingga mereka takut kepadanya, seperti mereka takut kepada Musa seumur hidupnya” ( Yosua 4:14 )
Yosua belajar bahwa Allahnya Musa adalah Allahnya Yosua. Tuhan sanggup melakukan hal yang besar seperti yang dilakukanNya melalui Musa. Sebab Allah tidak berubah, tetap sama dan terutama Allah menyertai Yosua. Allah sanggup melakukan mujizat seperti membelah laut teberau dan Yosua melihat sendiri mujizat ini ketika menyeberangi sungai Yordan. Yosua belajar bersandar pada Tuhan yang mahakuasa, pada janjiNya yang tidak akan salah.
Renungan dari kitab Yosua
Anugerah Tuhan terhadap Rahab orang berdosa
- By Jeffrey Lim –

“Tetapi perempuan ( Rahab ) itu telah menyuruh keduanya ( orang Israel ) naik ke sotoh rumah dan menyembunyikan mereka di bawah timbunan batang rami, yang ditebarkan di atas sotoh itu.” ( Yosua 2:6)
“Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi Tuhan, bahwa karena aku ( Rahab ) telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya.” ( Yosua 2:12 )
Sesuai dengan janjiNya kepada Yosua, Tuhan akan memimpin bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan, tanah yang berlimpah susu madu. Tuhan juga memerintahkan bangsa Israel untuk memusnahkan semua orang di tanah Kanaan itu sebab bangsa yang kafir itu akan membawa bangsa Israel menjadi tidak kudus dan menyeleweng dari Tuhan. Maka siap-siaplah orang Israel untuk berperang merebut tanah Kanaan.
Yosua kemudian memerintahkan dua orang untuk mengintai kota Yerikho. Para pengintai itu pergi sampai di kota itu dan bermalam di rumah Rahab, seorang pelacur. Ternyata berita kedatangan pengintai itu diketahui raja Yerikho dan ia menyuruh bawahannya mencari pengintai itu. Bawahan itu menanyakan kepada Rahab mengenai para pengintai itu namun Rahab tidak memberi tahu. Rahab menyembunyikan pengintai itu karena Rahab berharap kepada keselamatan dirinya dan keluarganya. Para pengintai akhirnya boleh selamat dan mereka mengadakan perjanjian agar Rahab dan keluarganya boleh selamat.
Rahab percaya bahwa Allah Israel itu Allah yang hidup. Allah Israel akan melaksanakan janjiNya untuk memberikan negeri Kanaan ini kepada bangsa Israel. Dia begitu gentar dan takut kepada Tuhan Allah Israel yang akan membinasakan bangsa Kanaan. Maka Rahab berharap akan kasih setiaNya. Rahab sadar bahwa dia bangsa kafir yang akan dibinasakan tetapi Rahab berharap kemurahan dari Tuhan. Karena Rahab itu menyelamatkan para pengintai dari Israel. Alkitab mencatat kemudian bahwa Rahab diselamatkan dari kebinasaan dan tinggal bersama Israel bangsa pilihan Allah. Rahab yang seorang kafir boleh hidup menjadi sama dengan bangsa pilihan Allah.
Siapakah Rahab ? Dia adalah seorang berdosa dan terutama seorang pelacur. Dia juga adalah seorang bangsa kafir yang tidak mengenal Allah. Rahab seharusnya dibinasakan Tuhan karena dosanya namun Tuhan mengasihani dia dan memberikan anugerah keselamatan. Rahab diselamatkan karena iman dan perbuatannya kepada Tuhan. Alkitab berkata :”Dan bukankah demikian Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruhnya itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain ? ( Yakobus 2:25 )
Rahab dibenarkan oleh Tuhan dan Alkitab mencatat imannya kepada Tuhan. Walaupun dia seorang berdosa dan pelacur tetapi Tuhan melihat imannya yang tertuju pada belas kasihanNya.





Renungan dari kitab Yosua
Dosa, ketidak kudusan hati mengakibatkan kekalahan
- By Jeffrey Lim –

“Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka Tuhan terhadap orang Israel.” ( Yosua 7:1)
“Sebab orang-orang Ai menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang dari mereka; orang-orang Israel itu dikerjar dari depan pintu gerbang kota itu sampai ke Syebarim dan dipukul kalah di lereng. Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat.” ( Yosua 7:5)

Tuhan terus melaksanakan janjiNya kepada bangsa Israel untuk memasuki tanah Kanaan dimana Yosua dipanggil Tuhan sebagai komandan perangnya. Bangsa Israel terus-menerus merasakan kehadiran Tuhan dan penyertaan Tuhan di dalam peperangan. Mereka melihat keajaiban-keajaiban pekerjaan Tuhan. Mereka boleh melintasi sungai Yordan yang menjadi kering. Ini mengingatkan mereka akan peristiwa dimana Tuhan menyelamatkan bangsa Israel dari orang Mesir yang mengejar mereka dengan membelah laut Teberau. Peristiwa membelah laut Teberau ini menyatakan bahwa Tuhan Allah Israel menyertai dan berperang bagi bangsa Israel. Dengan peristiwa sungai Yordan menjadi kering, orang Israel percaya bahwa Tuhan kembali menyertai bangsa Israel dengan tanganNya yang mahakuasa.
Kemudian bangsa Israel berhasil merebut kota Yerikho. Didalam merebut kota Yerikho ini mereka menyaksikan kembali perkerjaan Tuhan yang ajaib. Tembok kota itu menjadi runtuh setelah dikelilingi 7 kali disertai dengan teriakan pada hari terakhir. Dan dengan penuh semangat dan terbakar hatinya mereka berperang dan menang. Mereka menang sebab Tuhan menyertai mereka. Bangsa Israel percaya bila Tuhan berperang bagi umatNya, mereka pasti menang.
Namun Alkitab mencatat bangsa Israel berubah setia dan melakukan dosa yang tidak dikenan Tuhan. Akhan mengambil barang-barang yang dikhususkan dan ini melanggar perintah Tuhan. Karena dosa seorang Israel, Tuhan menjadi marah. Bagi Tuhan dosa sekecil apapun adalah dosa. Dan dosa ini melanggar kekudusan Tuhan. Tuhan ingin bangsa Israel kudus sebab Tuhan adalah Kudus.
Sewaktu bangsa Israel melawan bangsa Ai yang jumlahnya sedikit, maka orang Israel menjadi kalah dan dipukul mundur. Mereka menjadi tawar hati. Lalu Yosua berseru kepada Tuhan mengapa Tuhan membiarkan bangsa Israel kalah dalam perang. Yosua berkata yaitu bila hal ini terdengar oleh penduduk Kanaan maka mereka akan mengepung bangsa Israel dan melenyapkan mereka. Kemudian Tuhan menjawab bahwa hal ini karena orang Israel telah berbuat dosa dengan mencuri barang yang dikhususkan karena itu orang Israel tidak akan bertahan menghadapi musuhnya. Dengan adanya dosa mengakibatkan peperangan melawan musuh menjadi kalah. Sebab bila Tuhan tidak berkenan dan menyertai dalam peperangan maka peperangan itu akan kalah. Namun bila Tuhan berkenan dan menyertai dalam peperangan maka akan menang.
“Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan Tuhan.” ( Amsal 21:31 )

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG