Tuesday, November 07, 2006

Kita dipanggil untuk menjadi saluran berkat

Renungan mengenai Saluran berkat

Kita dipanggil untuk menjadi saluran berkat
- By Jeffrey Lim -

“Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!”
( Roma 12:14 )

“kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;” ( 1 Korintus 4:12 )

“dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. ( 1 Petrus 3:9 )

Alkitab mengajarkan bahwa kita sebagai orang percaya dipanggil untuk menjadi saluran berkat. Seperti lagu “Jadikan aku saluran berkat” kita dipanggil untuk memberkati. Apa artinya memberkati ? Mari kita melihat apa artinya memberkati !
Tuhan kita adalah Tuhan yang memberkati umatNya. Tuhan memberkati berarti Tuhan berkenan dan memberi keuntungan bagi yang diberkatinya. Di perjanjian lama, Tuhan menjanjikan berkat kepada manusia yang taat kepadaNya namun kutuk kepada manusia yang melanggar FirmanNya. Ketika manusia pertama jatuh ke dalam dosa, Tuhan mengutuk manusia dan alam semesta. Karena dosa manusia maka Allah mengutuk manusia. Karena dosa maka manusia hidup di dalam kemalangan, penderitaan, kekosongan, kesia-siaan terutama karena keterpisahan dari Allah.
Bersyukur kepada Tuhan bahwa Tuhan menjanjikan kepada Abraham untuk membuat Abraham akan menjadi bangsa yang besar dan menjadi berkat ( Kej 12:2 ). Alkitab menceritakan bahwa dari keturunan Abraham yaitu Kristus, bangsa-bangsa akan mendapatkan berkat. Kitab Galatia 3:14 mengatakan bahwa di dalam Kristus berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain. Hidup Kristus menjadi berkat bagi banyak orang. Kristus mati supaya orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal dan hidup yang berkelimpahan.
Kita sebagai orang Kristen dipanggil untuk meneladani Kristus. Kita dipanggil untuk mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Dalam Lukas 6:38 Tuhan Yesus mengajarkan “mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.”. Tuhan Yesus ingin supaya kita memberkati orang yang mengutuk kita. Bagaimana kita memberkati orang ?
Berkat dan kutuk itu keluar dari kata-kata atau firman yang tentunya keluar dari hati yang paling dalam. Ketika Allah memberkati, Dia menggunakan Firman yang keluar dari mulutNya untuk memberkati. Ketika perkataan Allah dikeluarkan, keluar juga kuasa yang mengikuti perkataan itu. Seperti perkataan Allah adalah penting maka perkataan yang keluar dari mulut manusia itu juga sesuatu yang penting. Kitab Amsal mengajarkan bahwa “Hidup mati dikuasai lidah. Siapa yang sering menggemakannya akan memakan buahnya”. Demikian mulut kita juga harus dipakai untuk Tuhan. Kitab Yakobus mengatakan dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Kitab Yakobus mengajarkan bahwa mulut yang mengeluarkan perkataan tidak benar adalah dosa. Jadi kita harus memakai mulut kita untuk memberkati bukan mengutuk. Memberkati juga dapat berarti kita berdoa meminta berkat kepada Tuhan bagi orang lain.
Kita memberkati sesama manusia karena Allah terlebih dahulu memberkati kita. Paulus berkata “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga” ( Efesus 1:3 ). Kristus memberikan diriNya menjadi berkat bagi banyak orang baik Yahudi maupun orang kafir sehingga mereka mengenal Allah. Demikian juga kita harus menjadi saluran berkat, jadi garam dan terang dunia sehingga orang sekitar kita mengenal Allah. Yesus mengajarkan supaya terang kita bercahaya di depan orang supaya mereka melihat perbuatan kita dan memuliakan Bapa di sorga. ( Matius 5:16 ). Tuhan Yesus mengajarkan yaitu :”Kasihilah musuhmu dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kamu”. Dalam hal ini hidup Tuhan Yesus memberikan contoh yang sempurna. Ketika orang-orang menyalibkan Dia dan membenci Dia, Tuhan Yesus berdoa kepada Bapa di sorga bagi mereka supaya dosa mereka diampuni.
Kita dipanggil untuk menjadi berkat baik bagi orang percaya maupun bagi orang yang belum percaya Tuhan. Dan terutama kita harus memberikan berkat kepada saudara-saudara seiman kita. Ketika kita hidup saling mengasihi, saling rukun dan saling memberkati satu sama lain diantara saudara seiman, disanalah berkat-berkat Tuhan dicurahkan. Alkitab mengajarkan
“Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik diatas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya” ( Mazmur 133 )

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG