Friday, November 03, 2006

Filsafat Alam dan Filsafat Pecinta Alam - Bagian 1

Filsafat Alam dan Filsafat Pecinta Alam
Dari perpektif Kristen
- by Jeffrey Lim –
Email : limpingen@gmail.com

A. Introduksi

B. Isi

I. Filsafat Alam

a. Dasar Teologia mengenai Alam
1. Asal mula alam
2. Fungsi Alam semesta
3. Wahyu Allah di dalam alam semesta
4. Pemeliharaan Allah bagi alam semesta
5. Relasi Allah, manusia dan alam
6. Akibat kejatuhan manusia dalam dosa terhadap alam semesta
7. Penebusan alam semesta melalui Kristus
8. Relasi Pengetahuan akan Allah, Diri, dan Alam
9. Mandat budaya

b. Sifat-sifat Alam dan pelajarannya
10. Hukum alam
11. Teratur
12. Adanya tujuan
13. Adanya sebab akibat
14. Kesatuan di dalam kemajemukan
15. Tetap dan berubah
16. Proses
17. Siklus alam dan waktu
18. Relasi Organis

c. Struktur alam semesta
19. Aspek-aspek realita di dalam alam semesta












II. Filsafat Pecinta Alam

a. Siapakah Pecinta Alam ?
1. Dasar teologi : Antropology

b. Nilai Kebajikan-kebajikan pecinta alam : Pribadi
2. Kasih sayang
i. Terhadap Tuhan
ii. Terhadap Sesama
iii. Terhadap Diri
iv. Terhadap Alam
3. Keberanian
4. Kesetiaan
5. Ketabahan
6. Pengendalian diri
7. Peningkatan diri

c. Nilai Kebajikan-kebajikan pecinta alam : Sosial
8. Persatuan
i. Satu visi dan tujuan
ii. Satu iman
9. Kekompakan
10. Persaudaraan
11. Kebersamaan
12. Kemanusiaan

d. Etika pecinta alam
13. Terhadap Tuhan
14. Terhadap Sesama
15. Terhadap Diri
16. Terhadap Alam

e. Pandangan kerohanian mengenai alam
17. Langit
18. Gunung
19. Daratan
20. Pantai dan laut

C. Penutup






Filsafat Alam dan Filsafat Pecinta Alam ( Bagian Satu )
Dari perpektif Kristen
- by Jeffrey Lim –



A. Introduksi
Refleksi Alam untuk pecinta alam
– By Jeffrey Lim

Alam merupakan bagian dari hidup kita
Diciptakan Tuhan untuk kita hidup
Menyediakan sebagian kebutuhan kita
Sungguh puji Tuhan !
Alam semestanya sungguh indah
Mengandung banyak pengetahuan
Mengandung banyak bijaksana
Menyatakan kebesaran kuasaNya
Menyatakan hikmatNya
Dalam alam ini banyak pelajaran
Alam ini tidak memihak
Memberi hujan kepada orang baik dan orang jahat
Belajarlah dari alam ini
Belajarlah menjadi seperti air
Air itu mengalir dari tempat tinggi
Ke tempat rendah dan ke laut
Laut yang rendah itu menerima kelimpahan
Belajar menjadi rendah itu menjadi besar
Air itu memberi hidup pada banyak mahluk hidup
Air itu lembut
Mengikuti bentuk wadahnya
Belajarlah seperti udara
Udara itu tidak kelihatan namun berfungsi
Udara itu ringan
Udara itu mengisi kekosongan
Memberi kehidupan bagi banyak mahluk hidup
Lembut dan mengisi setiap wadah
Pandanglah alam semesta ini
Maka engkau akan memahami
Betapa bijaksana Penciptanya
Pandanglah burung
Apakah pesawat dapat seanggun burung ?
Pandanglah Semut yang kecil
Dapatkah robot seluwesnya ?
Berapa banyak uang dihabiskan,
Bila ingin meniru robot seperti semut ?
Puji Tuhan buat alam ini !
Apa yang diceritakan alam ini kepada kita ?
Langit menceritakan kemuliaan Tuhan
Cakrawala memberitakan pekerjaan tanganNya
Hari meneruskan berita ini kepada hari
Dan malam kepada malam
Suaranya tidak terdengar
Namun gemanya sampai ke seluruh dunia
Mari kita mengasihi memelihara alam ini
Bukan mengekploitasinya
Tetapi memeliharanya
Inilah mandat langit
Alam ini untuk kita
Dan kita ini untuk Tuhan

Salah satu bahaya besar yang dihadapi oleh manusia modern saat ini adalah keterpisahan hidup dengan alam yang Tuhan ciptakan. Manusia modern senang dengan kemajuan teknologi dan kehidupan maju yang dipenuhi dengan alat-alat teknologi. Di dalam sejarah ini hal ini mulai marak ketika setelah jaman pencerahan dan memasuki jaman modern. Pada saat itu terjadi revolusi industri dimana dunia pertanian mulai ditinggalkan dan memasuki dunia industri. Kehidupan alam mulai ditinggalkan. Hutan-hutan mulai digunduli. Daerah hijau diratakan dan dijadikan lahan industri dan perkotaan. Sampai dengan jaman modern sekarang ini penggudulan hutan makin cepat. Sawah-sawah mulai dibeli orang-orang berduit untuk membangun kota, perumahan-perumahan, mall-mall dan juga industri. Dengan bertambahnya jumlah manusia maka sedikit demi sedikit kehidupan alam mulai makin terkikis. Manusia modern juga lebih menyukai kehidupan perkotaan yang metropolitan dibandingkan dengan kehidupan di perdesaan yang sederhana. Jaman sudah beralih dari jaman agraris ke jaman industri dan ke jaman informasi.
Jaman modern yang mengutamakan materi dan teknologi ini sebenarnya mulai kehilangan sentuhan dengan alam dan sebenarnya ada kehilangan kelimpahan hidup yang Tuhan ciptakan. Manusia tidak bisa dipisahkan dengan alam. Karena Manusia hidup di dalam alam dan merupakan bagian dari alam semesta yang Tuhan ciptakan walaupun menduduki peringkat tertinggi sebagai gambar dan rupa Allah.
Adapun tujuan penulisan ini adalah untuk menyadarkan pembaca bahwa alam semesta itu sesuatu yang penting bagi manusia dan tidak boleh ditiadakan. Alam semesta ini bagian kehidupan manusia yang limpah yang Tuhan berikan. Saya sendiri sebagai penulis adalah seorang pecinta alam. Saya pernah mengikuti organisasi pecinta alam dan saya seorang yang mencintai kehidupan alam yang indah. Karena itu saya sendiri menggumuli mengenai bagaimana seharusnya kita sebagai manusia hidup terhadap alam yang Tuhan ciptakan ini terutama di jaman modern yang tidak mementingkan alam. Sebagai seorang pecinta alam, saya memikirkan mengenai filsafat alam. Filsafat alam ini yaitu bagaimana sebagai manusia kita boleh mengerti dan mempunyai wawasan mengenai alam sesuai dengan Firman Tuhan.
Selain itu saya juga mengembangkan filsafat pecinta alam. Saya ingin memaparkan apa itu cara hidup seorang pecinta alam. Bila pembaca adalah seorang pecinta alam juga saya berharap saudara akan lebih mencintai alam dan lebih memahami betapa alam ciptaan Tuhan ini begitu indah dan banyak pelajaran bijaksana yang bisa kita pelajari. Alam ini berisi banyak pengetahuan dan bijaksana yang Tuhan wahyukan. Selain lebih mencintai alam, saya berharap supaya pembaca menjadi bertumbuh kerohanian di dalam alam ciptaan yang limpah dengan menjadi lebih dekat dengan Tuhan sang pencipta alam. Tujuan tulisan ini bukan supaya lari dari Tuhan dan beralih kepada hikmat filsafat manusia di dalam alam atau kepada spiritualitas dalam alam seperti yang dilakukan oleh orang-orang kebatinan dan New Age. Tetapi tujuannya adalah supaya lebih mengagumi dan mengasihi Tuhan yang menciptakan alam yang indah ini. Semuanya untuk Tuhan. Manusia dipanggil untuk menyerupai Tuhan dan bukan menyerupai alam. Walaupun fokus kerohanian kita kepada Tuhan pencipta alam, kita tetap bisa belajar dari alam mengenai kebenaran Allah. Tuhan Yesus pun sering mengambil ilustrasi dari alam untuk menyatakan kebenaran Alkitab seperti biji sesawi, pokok anggur, air hidup, biji yang tumbuh, kotbah di bukit mengenai jangan kuatir, burung pipit, bunga bakung, dll. Kitab Mazmur banyak mengemukakan pelajaran Firman dari kejadian-kejadian di alam semesta. Raja Salomo pun di dalam Amsal mengajarkan hikmat yang dapat diambil dari alam seperti dari semut, binatang-binatang lainnya. Pengetahuan akan alam semesta ini akan mempeluas pengetahuan akan Firman Tuhan. Karena itu di dalam tulisan ini saya akan mengajak pembaca memahami sifat-sifat alam dan unsur-unsur alam dan pelajaran hikmat kebenaran yang dapat diambil darinya dilihat dari Firman Tuhan. Kemudian bila pembaca seorang pecinta alam, saya berharap pembaca mempunyai wawasan hidup bagaimana seharusnya pecinta alam ini hidup. Filsafat seorang pecinta alam akan dibahas yaitu bagaimana dia memandang Tuhan, sesama, diri dan alam serta bagaimana etika yang perlu dilakukan dan juga mengerti nilai-nilai kebajikan dari seorang pecinta alam.
Bila pembaca seorang manusia modern atau seorang manusia yang kurang peduli terhadap alam, saya berharap pembaca dapat mulai mencintai alam ini dan belajar banyak hal dari alam ciptaan Tuhan yang berisi banyak pengetahuan dan hikmat kebijaksanaan. Pembaca juga diharapkan mengerti pandangan seorang pecinta alam.
Kiranya tulisan ini boleh menjadi berkat.

B. Isi

I. Filsafat Alam

a. Dasar teologia mengenai alam

Tulisan mengenai filsafat alam ini dimulai dari dasar teologia. Mengapa harus dari teologia ? Saya pribadi adalah seorang Kristen dan saya percaya bahwa untuk memahami realita yang sesungguhnya maka manusia harus melihat dari Firman Tuhan. Tulisan filsafat alam ini akan dilihat dari pandangan Kristiani.






1. Asal mula alam semesta

Alkitab mengatakan bahwa “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” ( Kejadian 1:1 ). Firman Tuhan ini mengajarkan bahwa alam semesta ini ada permulaannya dan permulaannya adalah Tuhan Allah yang menciptakan. Alam semesta ini tidak ada begitu saja. Alam semesta ini tidak ada dari kekal tanpa penyebabnya.
Ilmu pengetahuan alam menemukan bahwa alam semesta ini mengembang terus. Makin lama alam semesta itu semakin lebar dan luas. Kalau alam semesta mengembang terus berarti ada posisi dimana alam semesta ini sebelumnya lebih menyusut. Dan bila alam semesta sebelumnya menyusut maka sebelum sebelumnya lebih menyusut. Kalau begitu maka alam semesta pada mulanya menempel satu sama lain. Maka ilmuwan modern mengatakan bahwa alam semesta mengajarkan bahwa alam semesta itu dari dentuman besar ( big bang). Mereka berpendapat bahwa pada mulanya ada satu titik yang meledak membentuk alam semesta. Tetapi pandangan big bang ini tidak bisa menjawab pertanyaan filosofis yaitu dari mana asal titik itu ? Mungkin ada yang berpendapat titik itu berasal dari ketidakadaan. Tetapi ada pertanyaan lagi yaitu bagaimana mungkin sesuatu yang ada keluar dari ketidakadaan ? Ini tidak mungkin. Sesuatu yang ada harus keluar dari sesuatu yang ada. Yang tidak ada tidak mungkin menjadi ada.
Alkitab mengajarkan bahwa alam semesta ini ada yang menciptakanNya dan Alkitab mengajarkan bahwa yang menciptakannya adalah Tuhan Allah. Tuhan Allah menciptakan alam semesta dari yang tidak ada menjadi ada. Ini disebut juga creation ex nihilo ( penciptaan dari yang tidak ada ). Sebelumnya alam semesta ini tidak ada dan pada mulanya yang ada hanya Allah. Tetapi kemudian Allah menciptakan langit dan bumi. Saat itu adalah permulaan dari alam semesta ini. Allah menciptakan semuanya di dalam wadah ruang dan waktu. Tuhan menciptakan ruang dan Tuhan menciptakan waktu. Waktu sendiri adalah ciptaan Tuhan karena Tuhan tidak terikat waktu sebab Dia di atas waktu. Alam semesta ini diciptakan oleh Allah berarti keberadaan alam semesta ini bergantung. Alam semesta tidak berdiri sendiri melainkan bergantung kepada Allah. Satu-satunya yang tidak bergantung kepada apapun adalah Allah sendiri.
Alkitab mengajarkan urutan penciptaan oleh Tuhan Allah yaitu :
Ø Hari pertama : Tuhan Allah menciptakan terang dan memisahkan terang dari gelap
Ø Hari kedua : Tuhan Allah menciptakan cakrawala dan memisahkan air dari air. Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Allah menamakan cakrawala itu langit
Ø Hari ketiga : Tuhan Allah memisahkan air dan darat. Kemudian Ia menciptakan tumbuh-tumbuhan di atas tanah
Ø Hari keempat : Tuhan Allah menciptakan benda-benda penerang pada langit untuk memisahkan siang dan malam. Tuhan menciptakan matahari, bulan dan bintang.
Ø Hari kelima : Tuhan Allah menciptakan mahluk-mahluk di air dan burung-burung di udara.
Ø Hari keenam : Tuhan Allah menciptakan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar dan pada puncaknya Tuhan Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupaNya
Ø Hari ketujuh : Tuhan Allah beristirahat dan menikmati pekerjaanNya
Ketika Tuhan Allah menciptakan alam semesta ini Tuhan mengatakan bahwa semua ini baik dan ketika terakhir manusia diciptakan, Tuhan mengatakan bahwa semua ciptaanNya ini sungguh amat baik.
Alkitab kemudian lebih jauh menceritakan bahwa Tuhan Allah yang menciptakan alam semesta adalah Tuhan Allah Tritunggal. Allah Tritunggal adalah Allah yang esa dan mempunyai 3 pribadi yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Allah Tritunggal merupakan misteri yang tidak bisa dipahami sepenuhnya oleh manusia yang terbatas. Ketiga pribadi Allah Tritunggal ini bersama-sama menciptakan alam semesta ini. Allah Bapa mencipta. Allah Anak ( Yesus Kristus ) mencipta dan Allah Roh Kudus mencipta. Semua kebenaran ini dicatat dalam ayat-ayat Alkitab :
“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air”. ( Kejadian 1:1-2 )
“Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.” ( Mazmur 33:6 )
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” ( Yohanes 1:1-3 )
“Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.” ( Kisah Para Rasul 4:24 )
“Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.” ( Ibrani 11:3 )

2. Fungsi Alam semesta

Semua yang diciptakan Tuhan Allah pasti ada fungsinya. Apa fungsi alam semesta yang Tuhan ciptakan ini ?
Alkitab mengatakan : “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. ( Mazmur 19:1-5a )
Firman Tuhan dari Mazmur ini mengemukakan pengertian yang indah yaitu bahwa alam semesta ini menyatakan kemuliaan Allah. Semua ciptaan Tuhan yang indah ini menyatakan pekerjaan tanganNya. Di dalam alam semesta manusia dapat belajar hikmat Tuhan yang menciptakan alam ini. Alkitab berkata :
“Dengan hikmat TUHAN telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkan-Nya langit, dengan pengetahuan-Nya air samudera raya berpencaran dan awan menitikkan embun. ( Amsal 3:19-20 )
Perhatikan alam semesta ini ! Perhatikanlah dan amati alam semesta ini ! Maka kita akan terkagum-kagum akan hikmat penciptanya. Alkitab mengajarkan “Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya” ( Amsal 1:20 ), “Bukankah hikmat berseru-seru, dan kepandaian memperdengarkan suaranya?” ( Amsal 8:1 )
Perhatikan dan amatilah alam semesta ini ! Seorang ilmuwan yang menyelidiki alam semesta ini seharusnya semakin rendah hati dan mengagumi kehebatan Tuhan. Namun banyak ilmuwan yang tidak percaya Tuhan karena pikiran mereka sungguh bodoh. Manusia modern mengagung-agungkan rasio, ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka begitu optimis kepada rasio manusia dan meninggikan kepandaian manusia. Manusia modern begitu bangga ketika bisa membikin kapal terbang. Dengan kapal terbang manusia dapat dengan mudah berpergian ke luar negeri dengan cepat. Kapal terbang dulu dianggap sesuatu penemuan yang hebat. Tetapi pernahkah manusia memikirkan betapa burung di udara yang begitu kecil yang Tuhan ciptakan itu lebih hebat dari karya manusia ? Dapatkah kapal terbang meniru burung yang begitu lincah dan ringan ? Bahkan serangga yang paling kecilpun begitu lincah dan anggun melebihi kapal terbang. Ciptaan Tuhan benar-benar luar biasa.
Manusia modern di jaman informasi ini sangat meninggikan teknologi informasi. Informasi dianggap sebagai sesuatu kekuatan. Data sangat dipentingkan. Dan di jaman informasi ini komputer dianggap sebagai alat untuk menyimpan dan memproses data. Data banyak buku-buku di perpustakaan dapat dimasukan ke dalam bentuk data digital sehingga mengirit banyak tempat. Data-data banyak buku encyclopedia hanya dimuat dalam bentuk kepingan CD. Data-data informasi seluruh dunia bahkan dimuat di dalam Internet. Perusahaan-perusahaan yang menengah dan besar menggunakan sistem informasi untuk menyimpan dan mengolah data informasi perusahaannya. Program-program komputer pun banyak dibuat untuk mengefisiensikan sistem informasi di dalam perusahaan. Informasi begitu mudah diolah dan didapat. Dari kemajuan di dunia komputer ini manusia modern begitu bangga dan merasa hebat. Komputer dianggap sebagai karya manusia yang mengagumkan. Tetapi pernahkah kita membandingkan komputer di dalam sistem informasi dengan ciptaan Tuhan ? Benarkah komputer begitu hebat ? Biologi modern menemukan bahwa di dalam sel manusia yang begitu kecil terdapat apa yang dinamakan DNA. Penemuan mengenai DNA ini mengagumkan manusia karena di dalam DNA yang begitu kecil mengandung sistem informasi yang begitu rumit bahkan jauh lebih rumit daripada sistem informasi komputer yang sangat besar. Satu sel saja dapat memuat dan mengolah informasi lebih daripada jaringan telekomunikasi yang manusia buat. Lebih dari itu tingkat penyimpanan dan pengolahan datanya lebih tinggi dari pada computer. Bila komputer hanya menggunakan 1 bit yang berisi dua yaitu 0 dan 1 maka system DNA menggunakan 4 unsur. Sistem informasi ciptaan Tuhan jauh lebih tinggi daripada buatan manusia.
Di dalam dunia teknologi ini manusia modern juga membuat banyak robot. Robot dibuat memiliki kecerdasan buatan ( artificial intelligence ). Saya pernah melihat robot seekor anjing yang dapat bergerak-gerak seperti anjing benaran. Robot yang menggunakan baterai yang sebesar kucing dewasa ini mempunyai sensor sehingga robot anjing ini dapat mengenali bola dan dapat menendangnya. Namun bila dibandingkan dengan anjing benaran sungguh jauh sekali. Anjing benaran dapat makan, minum, kawin, buang air, tidur, marah, senang, menangis, kesakitan, lari, berjalan, duduk, berguling-guling, melotot, menggonggong, melahirkan, mempunyai keturunan dan lain-lain. Kemudian sekarang saya mendengar ada robot seperti ikan yang bisa bergerak-gerak di dalam air. Tetapi dapatkah menyaingi keindahan seekor ikan benaran. Ambil contoh lain yaitu seekor semut. Bagi kita semut itu begitu kecil dan remeh. Semut itu sepertinya tidak ada artinya bagi manusia. Tetapi dapatkah manusia menciptakan robot semut yang mempunyai banyak fungsi seperti semut benaran ? Andaikata banyak uang di dunia ini dikumpulkan dan dihabiskan tidak dapat membuat robot semut yang mirip semut benaran. Raja Salomo seorang raja yang berhikmat mengajarkan mengenai semut:
“Hai pemalas, pergilah kepada semut perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. ( Amsal 6:6-8 )
Semut yang kecil itu berisi hikmat Allah. Semut dapat mengumpulkan makanan, berkomunikasi dengan sesamanya, bergotong-royong bahkan ilmu pengetahuan alam menemukan bahwa semut dapat berpikir sehingga ketika mencari makanan menggunakan jalan terpintas. Pikiran semut yang kecil itu berisi pengetahuan matematis. Semut yang kecil ini menyatakan kehebatan pekerjaan Tuhan.
Perbandingan antara buatan manusia dan ciptaan Tuhan ini seharusnya membuat manusia berpikir betapa hebatnya ciptaan Tuhan itu dan betapa hebat Allah yang menciptakannya. Manusia yang menganggap dirinya hebat seharusnya menjadi rendah hati ketika melihat hikmat Tuhan di dalam alam semesta ini. Alam semesta ini menyatakan kemuliaan Tuhan. Baiklah manusia yang melihat kemuliaan Tuhan di dalam alam ini memuji Tuhan beserta seluruh malaikat dan mengatakan :
“Haleluya! Pujilah TUHAN di sorga, pujilah Dia di tempat tinggi! Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, pujilah Dia, hai segala tentara-Nya! Pujilah Dia, hai matahari dan bulan, pujilah Dia, hai segala bintang terang! Pujilah Dia, hai langit yang mengatasi segala langit, hai air yang di atas langit! Baiklah semuanya memuji nama TUHAN, sebab Dia memberi perintah, maka semuanya tercipta. Dia mendirikan semuanya untuk seterusnya dan selamanya, dan memberi ketetapan yang tidak dapat dilanggar. Pujilah TUHAN di bumi, hai ular-ular naga dan segenap samudera raya; hai api dan hujan es, salju dan kabut, angin badai yang melakukan firman-Nya; hai gunung-gunung dan segala bukit, pohon buah-buahan dan segala pohon aras: hai binatang-binatang liar dan segala hewan, binatang melata dan burung-burung yang bersayap; hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia; hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda! Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit. Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat“ ( Mazmur 148 )

3. Wahyu Tuhan di dalam alam

Tuhan Allah menyatakan diriNya kepada manusia melalui wahyuNya. Wahyu berarti Allah yang mutlak dan tidak terbatas menyatakan diriNya kepada manusia yang terbatas. Hanya melalui Wahyu manusia dapat mengenal kebenaran. Wahyu Allah dapat kita mengerti menjadi 2 yaitu Wahyu Umum dan Wahyu Khusus. Wahyu umum adalah kebenaran Allah yang dinyatakan di dalam alam semesta sedangkan wahyu khusus adalah kebenaran Allah yang dinyatakan di dalam Alkitab. Segala kebenaran di dalam dunia kita sekarang ini adalah kebenaran yang berasal dari wahyu Allah baik secara umum maupun khusus. Segala kebenaran adalah kebenaran Allah.
Pada bagian ini kita akan belajar mengenai wahyu umum yaitu wahyu Tuhan di dalam alam semesta. Alkitab mengatakan “Langit menceritakan kemuliaan Allah dan cakrawala memberitakan pekerjaan tanganNya” ( Mazmur 19:2 ). Alam semesta ini menceritakan tentang kebenaran umum mengenai Allah dan perbuatanNya. Pada bab ketiga mengenai fungsi alam semesta sudah dibahas betapa alam semesta ini menceritakan kehebatan dan kebesaran Tuhan.
Alkitab berkata bahwa
“Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.”
( Roma 1:19-20 )
Firman ini mengajarkan bahwa Allah sudah menyatakan diriNya kepada manusia melalui alam semesta ini sehingga manusia tahu mengenai Tuhan melalui alam. Tetapi Alkitab mengajarkan bahwa manusia menindas kebenaran ini dengan kelaliman ( Roma 1:18 ). Pikiran manusia menjadi gelap dan bodoh sehingga mereka kehilangan pengenalan akan Allah. Pengenalan akan Allah hilang karena relasi manusia dengan Allah sudah menjadi bermusuhan. Karena itu Wahyu Allah di dalam alam semesta ini tidak menyelamatkan manusia karena manusia membutuhkan wahyu khusus yaitu Alkitab. Tetapi Wahyu Allah di alam alam semesta ini masih berguna bagi hidup manusia walaupun tidak menyelamat jiwa manusia dari dosa dan maut. Apa gunanya wahyu umum ? Kebenaran Allah di dalam alam semesta ini mengakibatkan manusia mengenal ilmu dan pengetahuan. Ilmu dan pengetahuan ini berguna bagi hidup manusia.
Apa natur dari ilmu itu ?. Di dalam ilmu-ilmu kita mengenal ada biologi, antropologi, sosiologi, teologi, geologi, dll. Di belakang akhirannya ada kata “logi” yang berarti ilmu. Bila kita melihat asal kata logi itu berasal dari Logos yang berarti Firman. Logic ( logika ) juga berasal dari Logos. Di dalam Yohanes 1 dikatakan “Pada mulanya adalah Logos ( Firman )” ( Yoh 1:1 ). Dari makna kata logi, logic dan Logos ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa setiap ilmu itu berasal dari Firman. Segala ilmu itu berasal dari Wahyu Tuhan. Segala kebenaran adalah kebenaran Allah. Jadi baik ilmu komputer, sosial, politik, ekonomi, musik, budaya, seni, filsafat, agama, ilmu pengetahuan ( science ) adalah kebenaran Allah yang ditemukan di dalam wahyu umum. Demikian juga dengan tulisan saya ini yang membahas mengenai alam dan pelajaran kebenaran dari alam juga merupakan adalah kebenaran wahyu umum di dalam alam. Segala pelajaran kebenaran di dalam alam adalah kebenaran Allah.
Di dalam wahyu umum ini kita sebagai manusia bisa belajar banyak hal yang baik untuk hidup. Di dalam tulisan saya mengenai alam ini juga kita bisa belajar banyak hal positif yang bisa diterapkan untuk membuat hidup lebih baik dan berhikmat. Tetapi satu hal yang perlu diingat yaitu setelah manusia jatuh ke dalam dosa maka manusia tidak bisa mengenal Allah dengan benar dari alam ( wahyu umum ). Sebab itu diperlukan wahyu khusus yaitu Alkitab. Pengenalan manusia mengenai realita di dalam wahyu umum tanpa wahyu khusus adalah tidak sesuai dengan realita yang benar. Mengapa agama, filsafat dan pengetahuan lain yang manusia temukan ada yang sama dengan Alkitab tetapi ada yang bertentangan ? Bukankah kebenaran seharusnya tidak saling bertentangan ? Sebab agama, filsafat, dan pengetahuan sendiri bukan wahyu umum itu sendiri tetapi merupakan respon manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa terhadap wahyu umum di dalam alam semesta. Kebenaran yang manusia temukan di dalam responnya terhadap wahyu umum tetap ada benarnya walaupun terfragmen dari kebenaran total. Wahyu umum dan respon manusia terhadap wahyu umum perlu dibedakan. Wahyu umum sendiri tidak bertentangan dengan wahyu khusus. Semua wahyu Allah sinkron satu sama lain. Namun pengertian wahyu umum hanya dapat dimengerti dengan benar hanya melalui wahyu khusus yaitu Alkitab.

4. Pemeliharaan Allah bagi Alam semesta

Para ilmuwan memperkirakan bahwa umur bumi dimana kita hidup ini sudah tua. Ada yang berpendapat lebih dari jutaan tahun dan yang paling pendek berkata mungkin hanya 6000 tahun. Pernahkah kita berpikir mengapa bumi bisa bertahan hidup dengan waktu yang lama ini ? Mengapa bulan dan planet-planet lain bisa ada sampai sekarang ? Mengapa tidak ada meteor besar yang menghantam bumi ini sampai sekarang ? Mengapa mahluk-mahluk hidup di bumi ini bisa hidup dari jaman dulu dan terus mempunyai keturunan sampai jaman sekarang ? Mengapa ikan-ikan di laut bisa hidup sampai sekarang ? Mengapa bumi ada sampai sekarang ? Bila kita merenungkan pertanyaan-pertanyaan ini maka ini akan membuat kita heran mengapa alam semesta bisa berada sampai sekarang ! Apakah ada yang mengaturnya dan memeliharanya ?
Tetapi Alkitab Firman Tuhan berkata:
“Ia ( Kristus ) adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firmanNya yang penuh kekuasaan” ( Ibrani 1:3 )
Setelah mencipta, Alkitab juga mengajarkan bahwa Tuhan itu menopang alam semesta ini dengan FirmanNya. Mengapa alam semesta itu teratur dan berjalan dengan baik ? Karena di topang oleh Firman Tuhan. Firman atau Logos itu yang menopang alam semesta sehingga alam semesta boleh teratur dan hidup sampai sekarang.
Alkitab mengajarkan bahwa Allah terus bekerja di dalam alam semesta ini. Allah hadir di dalam alam semesta ini. Dia menciptakan dan juga menopang dan memelihara alam semesta ini dengan FirmanNya.Pengakuan Iman Wesminster mengajarkan bahwa
“Allah pencipta ajaib segala sesuatu menopang, mengarahkan, menghilangkan, memerintah segala mahluk, tindakan-tindakan, dan segala sesuatu dari yang terbesar sampai yang terkecil dengan kebijasanaan dan pemeliharannya yang kudus menurut pengetahuannya yang tidak akan gagal dan menurut kehendakNya yang bebas dan kekal untuk puji-pujian kepada kemuliaan hikmatNya, kuasaNya, keadilanNya, KebaikanNya, dan KemurahanNya.”
Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan Allah memelihara ciptaanNya bahkan burung pipit yang begitu kecil dan lemah tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendakNya ( Matius 10:29 ).



5. Relasi Allah, Manusia dan alam

Ketika Tuhan menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah ini manusia diciptakan untuk kemuliaan Tuhan. Alkitab berkata :”semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!”( Yesaya 43:7 ). Manusia diciptakan untuk Tuhan. Karena itu posisi Tuhan adalah di atas manusia dan manusia dibawah Tuhan Allah sebagai hamba-hambaNya.
Tuhan menjadi penguasa alam semesta ini dan segala sesuatu untuk Dia. “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! “ ( Roma 11:36 ).
Lalu bagaimana relasi dan posisi manusia dengan alam ?
Alkitab mengajarkan bahwa alam diciptakan untuk manusia yaitu untuk dikuasai manusia dan diolah manusia. Pemazmur menuliskan Firman yang sangat indah mengenai relasi manusia dan alam.
“Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.” ( Mazmur 8:4-8 )
Alkitab mengajarkan juga bahwa ketika Allah menciptakan manusia, Allah mempunyai rencana agar manusia berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. ( Kejadian 1:26). Allah memberikan perintah kepada manusia pertama ( Adam dan Hawa ) untuk mengusahakan dan memelihara taman Eden ( Kejadian 2:15 ). Jadi relasi antara Tuhan Allah, manusia dan alam adalah : alam diciptakan untuk manusia, manusia diciptakan untuk Tuhan, manusia diciptakan oleh Allah untuk menaklukan dan memelihara alam. Bila digambarkan dengan diagram adalah seperti ini :



Allah

Manusia

Alam

Dengan pengertian bahwa Tuhan Allah di atas manusia dan manusia diatas alam semesta melawan beberapa pandangan yang keliru mengenai relasi Allah, manusia dan alam yaitu :
a. Ajaran Filsafat Tao ( dari Lao Tze )
Ajaran Tao mengajarkan bahwa paling tinggi adalah Tao ( Firman ) dan kemudian dibawah Tao adalah alam semesta dan kemudian di dalam alam semesta ada manusia. Manusia harus mengikuti alam dan alam mengikuti Tao. Kalimat dari Tao Te Cing adalah :
Man follows the earth.Earth follows heaven.Heaven follows the Tao.Tao follows Itself
Ajaran Taoisme ini mengajarkan bahwa manusia merupakan bagian dari alam semesta ( ini ok ) tetapi alam semesta ini di atas manusia. Kemudian Tao ini di atas alam semesta karena alam semesta mengikuti hukum Tao.
Ajaran Tao ini tidak benar dan tidak sesuai dengan Alkitab. Walaupun demikian ajaran Tao ini mengajarkan satu prinsip bahwa yang tertinggi adalah Firman. Namun orang Tao tidak mengetahui siapa Firman itu. Alkitab mengetahui bahwa Firman itu adalah Kristus dan Firman itu adalah Allah sendiri ( Yoh 1:1-3 ). Alkitab bahasa China menterjemahkan Firman itu menjadi huruf Tao. Firman atau Tao ini harus diberi makna kebenaran sesuai dengan Alkitab bukan seperti filsafat Tao.

b. Ajaran pantheisme
Ajaran pantheisme mengajarkan bahwa semua adalah Allah. Alam adalah Allah. Manusia adalah Allah. Semua adalah Allah. Allah di dalam alam. Allah di dalam manusia. Realita adalah semuanya adalah Allah.
Ajaran ini tidak sesuai dengan Firman Tuhan yang mengajarkan bahwa realita adalah pada mulanya hanya Allah dan kemudian Allah menciptakan alam semesta dan terakhir menciptakan manusia menurut gambar dan rupaNya. Alam semesta ini bukan Allah dan Alam semesta ini tidak berpribadi.



Pantheisme
Semua
= Allah
Manusia
= Allah
Alam
= Allah
c. Ajaran monisme
Ajaran ini mengajarkan bahwa semuanya adalah satu. Allah, manusia dan alam semuanya adalah satu. Realita ini semuanya satu. Tidak ada perbedaan diantara Allah, manusia dan alam. Semuanya sama dan semuanya satu.
Ajaran ini juga tidak sesuai dengan Firman Tuhan sebab ada perbedaan antara Allah, manusia dan alam. Allah berbeda dengan manusia dan alam. Mengapa ? Sebab:
1. Allah adalah pencipta yang kekal yang tidak bergantung pada apapun
2. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan yang berbeda dari ciptaan lainnya. Manusia mempunyai pribadi dan keberadaan manusia bergantung kepada Allah.
3. Alam semesta yang diciptakan Allah yang bergantung kepada Allah. Alam semesta bukan Allah dan tidak berpribadi.

Alam
=
Manusia
=
Allah
=
Satu ( Unity )
Monisme

6. Akibat kejatuhan manusia dalam dosa terhadap alam

Ajaran Tao dan ajaran alam lainnya mengatakan bahwa alam semesta itu harmonis. Alam semesta ini berjalan dengan teratur dan harmonis dan tidak ada sesuatu yang salah di dalam alam semesta ini. Pandangan ini memang benar sebab pada mulanya ketika Allah menciptakan alam semesta ini memang alam semesta ini harmonis dan Tuhan Allah sendiri mengatakan bahwa semuanya ini baik adanya. Tetapi ternyata sejarah manusia dan alam semesta tidak berhenti sampai disini. Setelah penciptaan alam semesta, ada peristiwa tragedi yang mengakibatkan masalah di dalam dunia ini. Tragedi itu adalah kejatuhan manusia ke dalam dosa.
Alkitab mencatat mengenai kehidupan manusia pertama. Tuhan Allah menetapkan manusia pertama di taman Eden untuk mengusahakannya dan memelihara taman itu. Tuhan Allah memerintahkan manusia supaya mereka boleh makan semua pohon yang di taman ini namun mereka tidak boleh memakan buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat karena bila mereka makan maka mereka akan mati. Namun Alkitab mencatat bahwa manusia ternyata melanggar Firman Tuhan ini. Iblis yang menyamar sebagai ular menggoda Hawa. Iblis menggoda Hawa untuk makan buah pengetahuan baik dan jahat karena bila manusia memakan buah itu maka manusia akan terbuka matanya dan menjadi seperti Allah. Hawa ternyata tergoda oleh bujukan iblis dan ketika ia melihat buah itu hatinya tertarik dan ia mengambil buah itu beberapa dan makan. Kemudian Hawa juga memberikan buah itu kepada Adam yang kemudian makan juga. Inilah dosa pertama manusia yaitu Adam dan Hawa melanggar perintah Tuhan.
Melanggar Firman Tuhan adalah dosa. Dosa adalah melanggar aturan yang Tuhan sudah tetapkan. Dosa menjadi tragedi terbesar umat manusia dan merupakan problema utama manusia di dalam dunia ini. Firman Allah berkata bahwa bila manusia pertama makan buah pohon pengetahuan baik dan jahat mereka akan mati. Akibat mereka makan yaitu mereka menjadi mati. Secara fisik mereka akan mati secara proses. Sekarang mereka hidup secara fisik tetapi mati secara rohani. Setiap manusia yang lahir di dalam dunia ini adalah lahir secara fisik tetapi sudah mati secara rohani. Mati secara rohani berarti manusia kehilangan hidup dari sumber hidup yaitu Tuhan Allah. Manusia kehilangan persekutuan dengan Allah. Karena itu Allah mengusir manusia dari taman Eden. Terjadilah permusuhan antara manusia dengan Allah. Akibat dari dosa maka Tuhan menghukum manusia dan manusia menderita. Perempuan akan sangat susah payah saat mengandung dan dengan kesakitan saat melahirkan sedangkan laki-laki akan mencari rejeki dengan susah payah dari tanah seumur hidupnya. Dosa manusia pertama ini diwariskan kepada keturunannya. Akibat dari dosa maka manusia terasing dengan Allah dan sesamanya.
Lalu apa efek dosa kepada alam semesta ini ?
Alkitab mencatat hukuman Allah kepada manusia dan bagaimana Allah mengutuk alam semesta ini yaitu :
“Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” ( Kejadian 3:17-19 )
Efek dosa di dalam alam semesta ini adalah terjadi ketidakharmonisan di dalam alam semesta. Karena dosa maka ada permusuhan antara manusia dengan alam semesta ini. Seharusnya relasi manusia dengan alam semesta adalah
1. Manusia memelihara dan mengusahakan alam semesta
2. Alam semesta memberikan makan dan hidup kepada manusia.
3. Manusia hidup harmonis di dalam alam semesta ini.
4. Alam semesta harmonis di dalam dirinya.
Relasi ini sebelumnya harmonis namun karena dosa maka terjadi ketidakharmonisan. Dosa mengakibatkan hidup manusia harus bersusah payah untuk bertahan hidup di dalam alam semesta ini. Manusia menjadi terasing dengan alam ini. Alam menjadi sesuatu yang tidak bersahabat bagi manusia. Manusiapun menjadi tidak bersahabat dengan alam. Salah satu contoh permusuhan dengan alam adalah dilakukan manusia modern dengan mengekploitasi alam. Dunia modern ini banyak merusak dan mencemari alam semesta.
Alam semesta juga menjadi tidak harmonis di dalam dirinya sendiri. Pada mulanya binatang-binatang pemakan daging yang kita kenal sekarang seharusnya tidak saling memangsa satu sama lain. Pada mulanya semua binatang memakan tanaman. Tetapi akibat dari dosa terjadi saling memangsa di antara binatang. Kemudian mulai terjadi bencana-bencana alam seperti banjir, gunung meletus, angin topan, gempa bumi.
Semua ketidakharmonisan ini terjadi karena dosa.
Puji Syukur kepada Tuhan Allah bahwa Tuhan tidak membiarkan alam semesta ini menjadi chaos. Tuhan Allah tetap berdaulat dan memelihara alam semesta ini sehingga alam semesta ini boleh berada sampai sekarang ini. Alam semesta masih ada keharmonisan yang Tuhan pelihara. Tuhan masih menopang dengan FirmanNya.

7. Penebusan Alam semesta melalui Kristus

Akibat kejatuhan manusia di dalam dosa mengakibatkan alam dikutuk dan menjadi tidak harmonis. Tetapi alam yang sudah ada di dalam kutuk dosa ini ada pengharapan di dalam Kristus. Selain datang untuk menyelamatkan manusia berdosa, Yesus Kristus datang untuk mempersatukan dunia ini dengan diriNya. Alkitab berkata
“Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.” ( Kolose 1:19-20)
“Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.” ( Efesus 1:9-10)
Karena penebusan di dalam Yesus Kristus maka alam semesta ini ada pengharapan. Yesus Kristus menebus kosmos ( dunia ) dengan darahNya. Penebusan di dalam alam semesta ini terutama karena Yesus Kristus menebus manusia berdosa yang menguasai alam semesta. Manusia berdosalah yang terutama perlu ditebus. Penebusan alam semesta ini akan final di akhir jaman dimana saat itu adalah saat Kristus Yesus datang ke dalam dunia ini. Pada saat itu ada kedamaian penuh di bumi. Alam semesta akan kembali harmonis dan damai. Pada saat itu :
“Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. 8 Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak.” ( Yesaya 11:6-8 )
“Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput, singa akan makan jerami seperti lembu dan ular akan hidup dari debu. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunung-Ku yang kudus," firman TUHAN.” ( Yesaya 65:25)

8. Relasi Pengetahuan akan Allah, Diri dan Alam

John Calvin mengatakan di dalam pembukaan buku Institutio bahwa bijaksana adalah mengenal Allah dan mengenal Diri. Pengenalan Allah ini simultan dengan pengenalan akan diri. Pada saat manusia mengenal Allah maka manusia mengenal diri. Sebaliknya pada saat manusia mengenal diri maka manusia mengenal Allah. Pengetahuan Allah dan pengetahuan akan diri ini tidak dapat dipisahkan. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah dan maka pengenalan akan Allah dan pengenalan akan diri saling berkait.
John Frame di dalam bukunya “Doctrine of Knowledge of God” mengembangkan teologi Calvin dan mengatakan bahwa pengetahuan akan Allah dan pengetahuan akan diri ini berkaitan juga dengan pengetahuan akan alam. Pengenalan akan Allah, Diri dan Alam saling berkaitan. Mengapa ? Sebab manusia hidup di dalam alam semesta ini. Ketika manusia mengenal Allah, dia mengenal Allah yang menyatakan diriNya di dalam alam semesta ini. Allah tidak menyatakan dirinya di luar alam semesta ini. Ketika membaca Alkitab maka kita akan menemukan bahwa Tuhan Allah menyatakan diriNya di dalam berbagai hal dalam alam semesta dan melalui alam semesta ini. Peristiwa-peristiwa tulah-tulah di Mesir, mujizat-mujizat, peperangan, sakit penyakit, dan banyak peristiwa lainnya di dalam Alkitab menyatakan siapa Allah dan apa yang Dia lakukan.
Ketika manusia mengenal diri, dia mengenal dirinya di dalam alam semesta ini. Manusia mengenal dirinya melalui alam sekitarnya, melalui lingkungan, melalui masyarakat. Manusia mengenal talentanya ketika dia hidup di dalam alam semesta ini. Pengetahuan akan diri berkaitan dengan pengetahuan akan alam semesta.
Sebaliknya pada saat seseorang mengetahui mengenai alam semesta maka dia akan semakin lebih memahami dirinya dan Allah. Semakin kita mengerti ilmu pengetahuan alam membuat kita semakin mengerti Firman Tuhan. Semakin mengerti sejarah, ilmu penafsiran, bahasa asli, geografi, ilmu-ilmu lain maka semakin kita mengerti Alkitab.

9. Mandat budaya

Kitab Kejadian 1:28 mengajarkan “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi”.
Bagian ini mengajarkan kepada kita bahwa pada setelah penciptaan manusia, Tuhan memberikan mandat kepada manusia untuk menguasai bumi ini dan mengaturnya. Alam semesta ini adalah diberikan sebagai wadah bagi manusia untuk dikuasai, diatur dan diusahakan. Binatang dan tumbuhan dan segala yang ada di dalam bumi ini adalah untuk manusia. Hal yang serupa di ajarkan di dalam Mazmur 8.
“Jika aku melihat langitMu, buatan jariMu, bulan dan bintang-bintang yang Kau tempatkan. Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya ? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya ?.Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tanganMu; Segala-galanya telah Kau letakkan di bawah kakinya :kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.” ( Mazmur 8:4-9)
Firman Tuhan mengajarkan bahwa manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan dan mempunyai sifat menguasai. Manusia adalah wakil Tuhan untuk mengatur alam semesta ini untuk Tuhan. Mandat Tuhan ini sering disebut juga mandat budaya. Manusia yang segambar dengan Allah ini adalah mahluk yang berpikir dan menganalisa. Manusia diciptakan dengan kemampuan untuk mengerti pengetahuan dan kebenaran dan juga bersifat moral. Ini mengakibatkan manusia adalah mahluk yang berbudaya. Di dalam hidup manusia ini manusia secara otomatis akan membentuk budaya sesuai dengan sifatnya. Di dalam budaya ini manusia mengembangkan cara mengatur cara hidup di dalam dunia ini supaya hidup menjadi lebih baik, lebih indah, lebih bertanggung jawab.
Di dalam bagian sebelumnya kita melihat bahwa alam semesta itu menceritakan kemuliaan Allah dan Tuhan mewahyukan diriNya melalui alam. Wahyu Tuhan di dalam alam ini disebut wahyu umum. Karena kebenaran umum ini maka manusia yang bersifat budaya dapat mengerti kebenaran untuk hidup berbudaya. Segala kebenaran adalah kebenaran Allah dan kebenaran Allah ini untuk manusia hidup didalam dunia ini. Respon manusia terhadap kebenaran umum yang diwahyukan Allah ini menimbulkan budaya.
Mandat Tuhan kepada manusia ini adalah mandat yang penting selain mandat Penginjilan. Di dalam dunia yang berdosa ini Tuhan memanggil kita untuk menjadi terang di dalam segala bidang. Alkitab mengatakan kita adalah garam dunia dan harus menggarami dunia ini. Bila kita mengerti arti mandat budaya maka kita mengerti bahwa kekristenan itu bukan hanya masalah Injil Keselamatan saja ( walaupun ini yang terpenting ) namun juga bagaimana membangun dunia ini supaya lebih baik. Jadi orang Kristen itu dipanggil untuk memperkembangkan dunia. Bagaimana kita bisa menjadi saksi Tuhan bila kita hanya diam di gereja dan mengatakan kamu harus bertobat namun tidak perduli dengan masalah-masalah yang terjadi dengan dunia ini ? Orang Kristen di panggil untuk memperhatikan masalah-masalah di dalam alam semesta ini seperti masalah lingkungan, sosial, kesehatan, politik, teknologi, etika, ekonomi, pendidikan, agama, dll. Orang Kristen dipanggil untuk membawa seluruh aspek kehidupan manusia untuk kembali takluk kepada Kristus. Inilah mandat Tuhan di dalam budaya bagi kita semua. Semua aspek di dalam ciptaan dan alam semesta ini harus di bawa kepada Kristus. Alam semesta ini harus ditebus dan dipersatukan kepada Kristus.

b. Sifat-sifat alam dan pelajarannya

Alam semesta yang Tuhan ciptakan ini mempunyai sifat-sifatnya. Semua sifat ini bisa manusia pelajari dan sifat-sifat alam ini mempunyai banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari padanya. Ada hikmat bijaksana yang bisa diambil dari kebenaran Allah di dalam alam semesta ini. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah tujuan manusia ini untuk menyerupai Tuhan dan bukan menyerupai alam. Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah supaya mengikuti sifat penciptaNya seperti kasih, bijaksana, adil, kudus, dll. Maka tujuan pelajaran dari alam ini bukan bermaksud seperti ajaran Taoisme yaitu supaya manusia mengikuti prinsip alam ini. ( Man follows the earth. Earth follows heaven. Heaven follows the Tao. Tao follows Itself ). Tetapi tujuan pelajaran dari alam ini adalah untuk belajar kebenaran Allah di dalam alam semesta dan mengambil kebenaran ini untuk memperkaya hidup. Sifat-sifat alam semesta yang Tuhan ciptakan ini mengandung bijaksana untuk hidup. Kebenaran Allah di dalam alam semesta ini adalah kebenaran Allah juga. Wahyu Umum adalah Wahyu Allah juga.

10. Hukum alam

Kita mungkin sudah terbiasa melihat mengenai kejadian-kejadian alamiah di dunia ini. Kejadian-kejadian ini adalah kejadian yang terjadi secara alamiah di dalam alam semesta ini seperti : hujan yang membasahi bumi, matahari yang bersinar menghangati bumi, bulan dan bintang yang bersinar pada malam hari, hukum gravitasi yang mengakibatkan benda jauh ke bawah, angin bertiup, hasil panen di sawah, rumput kecil yang bertumbuh, tumbuhan yang berkembang, tumbuhan yang berbuah, gelombang air di laut, burung-burung udara, binatang-binatang yang mencari makan di hutan, seorang wanita melahirkan seorang bayi, mata air yang mengalir ke dalam lembah-lembah, air yang mengalir di antara gunung-gunung, dan siklus-siklus di dalam alam semesta. Inilah kejadian di dalam hidup kita sehari-hari, bukan ? Kejadian-kejadian sehari-hari ada juga yang berupa bencana alam seperti banjir, gunung meletus, longsor, hujan es, angin topan, kecelakaan lalu lintas, sakit-penyakit, kematian dan sebagainya.
Dengan adanya kejadian-kejadian sehari-hari ini, pernahkah kita memikirkan dari mana kejadian ini berasal ? Mengapa terjadi hujan yang membasahi bumi ? Mengapa matahari terus setia setiap pagi bersinar sampai pada petang hari ? Mengapa bintang bersinar ? Mengapa bumi terus mengelilingi matahari ? Mengapa sungai mengalir terus dari gunung sampai ke laut ? Mengapa pohon bertumbuh dari biji sampai besar dan akhirnya berbuah ? Atau juga kita berpikir mengapa terjadi banjir ? Mengapa terjadi gunung meletus ? Mengapa ada sakit-penyakit ? Mengapa terjadi SARS ? Mengapa terjadi AIDS ?
Ada beberapa pandangan besar dari pandangan non Kristen mengenai kejadian di dalam alam semesta ini. Pertama yaitu pandangan Deisme. Pandangan ini mengajarkan bahwa ada Allah yang menciptakan langit dan bumi. Setelah menciptakan alam semesta ini, Allah meninggalkan alam semesta ini dan alam semesta ini berjalan dengan sendirinya. Ajaran ini mengajarkan bahwa Allah tidak mengontrol alam semesta ini melainkan membiarkan alam semesta ini berjalan dengan sendiri. Allah tidak hadir di dalam ciptaanNya namun Dia tinggal jauh dari ciptaanNya. Seringkali diilustrasikan bahwa Allah adalah seperti pembuat jam. Setelah Allah menciptakan jam itu maka Allah meninggalkan jam itu dan Jam itu bekerja sendiri dengan sendirinya di luar kontrol Tuhan yang jauh. Satu saat jam itu akan berhenti karena kehabisan tenaga untuk menjalankan jam itu. Pada saat itu adalah akhir dari jam itu.
Bagi penganut Deisme, mereka percaya bahwa Tuhan itu adalah Tuhan yang jauh dari ciptaan. Tuhan adalah Tuhan yang transenden, yang terpisah dari ciptaan. Allah adalah Allah yang jauh disana dan yang meninggalkan ciptaanNya. Allah adalah Allah yang “Wholly Oher”. Lalu bagaimana dengan kejadian di alam semesta ini ? Bagaimana nasib dari alam semesta ini ? Bagi mereka alam semesta ini bekerja dengan sendirinya dengan hukum yang diciptakan Tuhan pada alam semesta ini. Alam semesta bekerja berdasarkan hukum Alam. Alam semesta ini bekerja seperti jam yang mempunyai mesin mekaniknya dan dengan baterai sebagai sumber tenaganya. Satu saat jam ini akan mati sendiri karena mungkin rusak atau karena habis baterai. Demikian juga satu saat alam semesta ini akan berhenti sendiri karena kerusakan atau kehabisan sumber tenaga.
Kemudian lambat-laun pandangan ini berubah sampai pada jaman modern. Manusia modern tidak mengakui keTuhanan Tuhan. Bagi sebagian orang modern itu Tuhan itu adalah tidak mungkin diketahui ( pandangan Agnostis ) sebab Tuhan itu diluar jangkauan pemikiran manusia ( Wholly Other - Barth atau di dunia noumena- Kant ). Tuhan itu transenden dan tidak dapat dijangkau dengan manusia. Tuhan tidak dapat dipahami bahkan tidak dapat diketahui.
Bagi sebagian orang modern lagi Tuhan itu tidak ada ( atheis ). Tuhan itu tidak ada di dalam dunia ini. Kalau Tuhan tidak ada, lalu dari mana alam semesta ini. Alam semesta ini ada bukan karena diciptakan Tuhan melainkan ada karena ada dengan sendirinya. Alam semesta ini merupakan kekal. Alam semesta ini ada terus dari dulu sekarang sampai selama-lamanya.
Pandangan ateis ini sudah memasuki dunia pendidikan jaman sekarang ini. Dunia pendidikan jaman sekarang ini tidak mengakui adanya Tuhan di dalam pengajaran ilmu pengetahuannya. Pandangan mengenai adanya Tuhan itu tidak dapat dibuktikan secara metode ilmu pengetahuan maka Tuhan itu tidak ada. Lalu bagaimana dengan alam semesta ? Alam semesta itu ada dengan sendirinya. Alam semesta ini bagi orang modern adalah seperti sebuah mesin raksasa di mana ada hukum alam yang mengaturnya. Yang mengatur alam semesta adalah hukum alam. Dan alam semesta ini adalah sistem tertutup dimana tidak ada intervensi Tuhan yang mengaturnya. Alam semesta ini berjalan dengan hukum alamnya sendiri.
Pandangan ilmu pengetahuan mengenai hukum alam ini sebenarnya sudah merasuki pikiran orang jaman sekarang. Kembali pada pertanyaan pada pendahuluan. Dari mana datangnya hujan ? Hukum alam yang mengakibatkan air menguap karena sinar matahari dan kemudian air yang menguap itu kembali menjadi hujan. Inilah siklus alam. Mengapa matahari terus bersinar ? Karena matahari yang terdiri dari hydrogen memancarkan sinarnya dengan cara reaksi bom hydrogen sehingga pancaran energinya sampai ke bumi. Mengapa rumput bertumbuh ? Karena ada benih yang dibawa burung yang jatuh di tanah yang segar dan kemudian benih ini bertumbuh dengan adanya air dan mineral dari tanah. Mengapa ada sakit-penyakit ? Mengapa ada SARS ? Mengapa ada AIDS ? Karena adanya virus atau bakteri yang jahat yang masuk ke dalam tubuh manusia dan merusak tubuh manusia. Mengapa adanya gempa bumi ? Karena adanya gerakan tektonik di dalam bawah bumi yang mengakibatkan pergeseran-persegeran di dalam tanah. Mengapa bumi terus mengelilingi matahari ? Karena adanya gaya yang membuat bumi memutari matahari secara elips. Dan kemudian semua pertanyaan mengenai alam semesta ini dijawab oleh ilmu pengetahuan baik dari ilmu biologi, geologi, kosmologi, astronomi, fisika, dan ilmu pengetahuan lainnya.
Lalu apa pandangan Alkitab mengenai kejadian-kejadian di alam semesta ? Adakah hukum alam itu ?
Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah Allah yang menciptakan alam semesta ini. Alkitab berkata “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” ( Kej 1:1 ). Bumi ini diciptakan Allah dalam enam hari. Pada hari ke enam Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupaNya. Kemudian pada hari yang ke tujuh Allah beristiharat. Alkitab berkata: “Ia ( Kristus ) adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firmanNya yang penuh kekuasaan” ( Ibrani 1:3a )
Setelah mencipta, Alkitab juga mengajarkan bahwa Tuhan itu menopang alam semesta ini dengan FirmanNya. Mengapa alam semesta itu teratur dan berjalan dengan baik dan setia ? Karena di topang oleh Firman Tuhan.
Pengertian Firman ini membuat kita mengerti bahwa Allah itu bukan seperti pandangan kaum Deisme yang mengatakan Allah itu meninggalkan ciptaanNya. Alkitab mengajarkan bahwa Allah terus bekerja di dalam alam semesta ini. Allah hadir di dalam alam semesta ini. Allah bukan hanya Allah yang transenden tetapi yang juga imanen yaitu Allah yang hadir di dalam ciptaanNya. Bukan saja Allah hadir dalam ciptaanNya tetapi juga Allah mengontrol dan memelihara semua ciptaanNya sesuai kehendakNya.
“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia” ( Roma 11:36 )
“Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendakNya kepada kita sesuai dengan rencana kerelaanNya yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah di tetapkanNya didalam Kristus sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang dibumi. Aku katakan ‘Di Dalam Kristus’ karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan – kami yang semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendakNya” ( Efesus 1:9-11)
Jadi Tuhan Allah kita adalah Tuhan yang bekerja dalam segala sesuatu di dalam alam semesta ini. Dia menciptakan dan juga menopang dan memelihara alam semesta ini.
Kembali kepada pengertian dan pertanyaan-pertanyaan mengenai kejadian di alam semesta. Kejadian-kejadian di alam semesta ini terjadi karena tangan Tuhan yang langsung mengatur dan memelihara alam semesta ini. Tuhan adalah Tuhan yang langsung mengatur alam semesta ini tanpa melalui yang orang modern katakan “hukum alam” yang berdiri sendiri tanpa tangan Tuhan. Jadi semua kejadian di alam semesta ini adalah pekerjaan Tuhan. Kitab Mazmur mengajarkan :
“Tuhan melakukan apa yang dikehendakiNya, di langit dan di bumi, di laut dan di segenap samudera. Ia menaikkan kabut dari ujung bumi, Ia membuat kilat mengikuti hujan, Ia mengeluarkan angin dari dalam perbendaharaanNya” ( Mazmur 135:6-7 )
“Dia yang menutupi langit dengan awan-awan, yang menyediakan hujan bagi bumi, yang membuat gunung-gunung menumbuhkan rumput. Dia yang memberi makanan kepada hewan, kepada anak-anak burung gagak yang memanggil manggil.” ( Mazmur 147:8-9 )
Jadi mengapa ada kejadian di alam semesta ini ? Semuanya karena Tuhan. Penyebab utama terjadinya semua ini adalah Tuhan. Semua ini dikendalikan oleh Tuhan. Memang Tuhan juga menggunakan “hukum alam” sebagai cara kerja Tuhan yang biasa untuk mengendalikan bumi. Tetapi kita harus mengerti bahwa hukum alam sendiri adalah pekerjaan Tuhan secara langsung melalui cara biasa. Tuhan juga dapat menggunakan cara yang luar biasa untuk bekerja mengendalikan alam semesta seperti melalui mujizat-mujizat. Semua yang terjadi di dalam semesta ini baik secara biasa ( hukum alam ) maupun luar biasa ( mujizat ) adalah pekerjaan Tuhan secara langsung.
Betapa indahnya bila kita menyadari hal ini. Ketika kita mendapat makanan kita mengerti itu adalah karena Tuhan yang memberi kita makan. Ketika hujan menyirami bumi, itu adalah karena Tuhan yang menyegarkan bumi dengan air untuk memberi hidup. Ketika matahari bersinar itu adalah karena Tuhan yang menetapkan matahari sebagai penentu hari dan juga matahari sebagai yang memberi kehangatan bagi manusia. Ketika kita melihat alam semesta yang teratur, bumi yang berputar pada matahari dengan teratur, bulan yang muncul setiap malam, semuanya karena Tuhan yang mengatur dan menopang. Hal ini membuat kita harus mengakui dan memuji bahwa Dialah Tuhan semesta alam.

11. Teratur

Alam semesta yang Tuhan ciptakan ini bisa mempunyai keteraturan. Alam semesta ini tidak chaos. Semua ada aturannya. Di dalam keteraturan alam semesta ini kita bisa melihat keindahan. Alam semesta ini teratur karena Tuhan adalah Tuhan Allah yang teratur. Alam semesta ini teratur karena alam semesta diciptakan oleh Firman ( Logos ) yang teratur. Alam semesta ini diciptakan dengan hikmat Allah. Sifat alam yang teratur ini yang memungkinkan manusia menyelidiki alam semesta ini dan menemukan ilmu pengetahuan alam ( science of nature ). Kalau alam semesta tidak teratur manusia tidak mungkin menyelidiki alam semesta ini.
Alam semesta adalah alam semesta yang teratur. Setiap pagi matahari pasti terbit. Setiap hari bumi pasti berputar. Bumi berputar pada porosnya dalam 24 jam dan berputar mengelilingi matahari di dalam 1 tahun ( 365 hari ). Bulan pun memutari bumi dengan teratur. Planet-planet lain juga memutari matahari dalam periode masing-masing. Semua berjalan dalam keteraturan. Planet tidak berputar seenaknya sebab bila begitu maka semuanya akan chaos.
Dari sifat keteraturan alam semesta ini kita manusia bisa belajar hidup di dalam keteraturan. Hidup yang teratur ini hidup yang indah. Sifat teratur ini adalah sifat Allah juga. Allah yang teratur. Allah yang teratur menciptakan alam semesta yang teratur. Kita manusia sebagai gambar dan rupa Allah juga harus mengikuti sifat Allah yang teratur. Hidup kita manusia harus disiplin dan teratur.

12. Adanya rancangan dan tujuan

Alam semesta yang Tuhan ciptakan ini mempunyai rancangan dan tujuannya. Bila kita mengamati tubuh manusia maka kita akan terkagum-kagum oleh rancangan tubuh manusia ini. Manusia mempunyai banyak organ tubuh yang mempunyai fungsinya masing-masing : Jantung mempunyai fungsi untuk memompa darah dan mengalirkannya ke seluruh tubuh; paru-paru mempunyai fungsi untuk pernafasan; hati mempunyai fungsi untuk menetralkan racun; mulut untuk makan, berbicara; kaki untuk berjalan; darah putih untuk melawan bakteri asing yang masuk ke dalam tubuh; gigi untuk mengunyah makanan; pita suara untuk berkata-kata dan bernyanyi; jari-jari tangan untuk melakukan banyak hal; dll. Bila kita mengamati semua ini maka semua organ tubuh manusia bekerja sama membentuk kesatuan organis yang hidup. Semuanya ini ada rancangan dan fungsi tujuannya.
Alam semesta ini mempunyai banyak contoh yang menyatakan bahwa alam semesta ini mempunyai rancangan dan fungsi tujuannya. Contoh lain adalah tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan memerlukan gas CO2 untuk bernafas dan mengubah gas CO2 menjadi gas O2 sehingga mahluk hidup bisa hidup dan bernafas. Tumbuhan juga mempunyai fungsi untuk menjaga suhu supaya tetap sejuk. Burung-burung di udara dan binatang-binatang berlindung di bawah pohon yang rindang. Tumbuhan juga berfungsi agar hewan pemakan tumbuhan bisa hidup.
Semua yang ada di dalam semesta ini mempunyai rancangan dan fungsi serta tujuannya masing-masing. Ada yang mempunyai fungsi yang besar seperti matahari untuk menyinari bumi, udara untuk memberi hidup, air untuk memberi minum, tanah untuk berpijak dan tempat tumbuhan hidup namun ada yang fungsinya terlihat lebih kecil. Tetapi yang perlu diperhatikan yaitu bahwa di dalam alam semesta ini terlihat adanya rancangan. Bila ada rancangan pasti ada perancangnya bukan ? Sebab tidak mungkin bila ada satu rancangan tetapi tidak ada yang merancangnya. Dengan adanya rancangan sebenarnya menyatakan bahwa adanya satu intelegensia. Sebab di dalam rancangan ada pola, logika, hikmat dan kepandaian. Tidak mungkin suatu rancangan yang mengandung kepandaian tetapi tidak ada perancangnya. Ini mustahil. Dan tidak mungkin pula bila perancangnya tidak berintelegensia. Bila alam semesta ini berisi rancangan yang mengandung hikmat maka pasti ada perancang yang berintelegensia. Siapakah perancang ini ? Para filsuf tidak mengetahuinya dengan jelas siapa perancang ini tetapi Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Tuhan Allah yang merancang dan membuat alam semesta ini. Alam semesta dirancang oleh Tuhan Allah dan alam semesta ini mempunyai rancangan dan tujuannya. Alkitab juga mengajarkan bahwa semua rancangan alam semesta ini mempunyai tujuan final yaitu untuk menyatakan kemuliaan Tuhan Allah.
Tuhan Allah yang mempunyai hikmat merancang alam semesta ini dengan hikmatNya. Manusia yang Tuhan ciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan Allah juga mempunyai sifat untuk merancang. Manusia mempunyai kemampuan untuk menciptakan. Hanya manusia bisa merancang dan menciptakan dari apa yang ada yang Tuhan ciptakan. Manusia tidak bisa merancang dan menciptakan dari yang tidak ada ( creation ex nihilo ) sebab hanya Allah yang bisa menciptakan demikian. Sebagai manusia yang diberi potensi untuk merancang maka kita harus menggunakan potensi ini untuk menjalankan mandat Tuhan di dalam budaya ( lihat bagian mandat Allah di dalam budaya ).

13. Adanya Sebab Akibat

Segala sesuatu di dalam alam semesta ini ada sebabnya. Semua akibat yang terjadi pasti ada penyebabnya. Batu yang jatuh dari atas bisa jatuh karena adanya hukum gravitasi. Angin bertiup karena adanya perbedaan tekanan. Gempa bumi terjadi karena ada pergeseran di bawah bumi. Arus di laut karena adanya perbedaan tekanan di dalam air. Sungai yang mengalir dari gunung bisa turun karena adanya hukum gravitasi sehingga air turun ke bawah. Maka segala sesuatu di dalam alam semesta ini pasti ada penyebabnya.
Segala penyebab juga ada penyebab yang mengakibatkannya. Jadi segala penyebab adalah akibat dari penyebab lainnya. Namun di dalam alam semesta ini tidak mungkin bila adanya penyebab terus-menerus dan tidak terbatas. Bila setiap penyeban ada penyebab. Maka hal ini akan menjadi ada penyebab terus sampai tidak terhingga. Hal ini tidak mungkin .Maka Aristoteles berpikir bahwa ada penyebab pertama yang dirinya tidak disebabkan oleh apapun juga. Aristoteles menyebut penyebab utama itu adalah Allah.
Alkitab juga mengajarkan bahwa yang menyebabkan semua alam semesta ini terjadi adalah Tuhan Allah. Allah yang pertama menciptakan alam semesta ini beserta dengan isinya. Allah adalah penyebab pertama yang tidak disebabkan. Lalu bagaimana halnya dengan hukum alam ? Hukum alam adalah penyebab kedua di dalam alam semesta ini. Tetapi hukum alam berjalan parallel sesuai dengan penyebab pertama yaitu Allah.

14. Kesatuan di dalam kemajemukan

Alam semesta ini adalah beragam. Banyak macam di dalam alam semesta ini. Di dalam alam semesta ini terdapat mahluk hidup, benda mati, tumbuhan, dll. Mahluk hidup juga beragam. Ada amphibi, reptil, mamalia, pisces, dll. Setiap spesies juga beragam. Begitu juga dengan benda mati itu begitu beragam. Ada batu, air, udara. Batu juga begitu beragam. Ada granit, marmer, batu kali, dll. Air juga banyak ragamnya. Ada soda, air biasa, minyak, dll. Ciptaan Tuhan ini begitu luas, kaya, dan limpah. Seorang ilmuwanpun tidak mungkin bisa mempelajari seluruh ciptaan yang begitu kaya dan limpah ini.
Alam semesta ini majemuk. Tetapi apakah ada kesatuan ? Bila tidak ada kesatuan di dalam alam semesta ini maka kita tidak bisa mengkaitkan dan mengelompokkan isi alam semesta ini satu sama lain. Ketika kita bilang bahwa mahluk hidup adalah sesuatu yang ada di dalam alam semesta, demikian juga tumbuhan, demikian juga benda mati. Maka semua ini dikategorikan sebagai sesuatu di dalam alam semesta. Berarti ada kesatuan bukan ?
Mari lihat diagram ini !

Alam Ciptaan Tuhan
Hewan
Tumbuhan
Benda Mati
Vertebrata
Avertebrata
Mamalia
Reptil
Unggas
Anjing
Kucing
Anjing Pudel
Anjing Bulldog
Anjing Herder
Paus


Dari diagram ini kita mempelajari sesuatu mengenai alam ciptaan Tuhan. Alam semesta ciptaan Tuhan adalah satu dan banyak. Alam semesta kita satu dan beragam. Ambil contoh mengenai anjing. Kita tahu bahwa anjing ada bermacam-macam yaitu anjing pudel, anjing bulldog, anjing herder. Setiap jenis anjing mempunyai karakteristik yang khusus misalnya pudel berbulu panjang dan keriting. Setiap jenis anjing mempunyai ciri khusus yang membedakan dia dengan jenis yang lain. Ini menandakan bahwa anjing itu beraneka-ragam dan majemuk. Namun di dalam keragaman ini tetap ada satu kesatuan yaitu satu kelas anjing. Kelas anjing adalah super kelas dari anjing pudel, bulldog dan herder. Nah, Diatas kelas anjing ada kelas mamalia. Dan di kelas mamalia ini mempunyai sub kelas yaitu anjing, kucing dan paus. Demikian seterusnya di atas kelas mamalia ini ada super kelas vertebrata. Di atas kelas vertebrata ada super kelas mahluk hidup dan terakhir di atas kelas mahluk hidup ada super kelas yaitu alam semesta ciptaan Tuhan. Di dalam alam semesta ini semuanya dikategorikan satu yaitu ciptaan Tuhan. Ketika kita naik ke kelas yang lebih tinggi ( super kelas ), kita akan menemukan kesatuan tetapi kehilangan detail. Ketika kita turun ke kelas yang lebih rendah ( sub kelas), kita kehilangan kesatuan namun mendapat data yang lebih detail mengenai kelas.
Orang monisme menekankan kesatuan. Semuanya adalah satu. Tetapi dengan semuanya satu maka ini tidak sesuai dengan fenomena yang ada. Sebab di dalam fenomena alam semesta ini semuanya juga majemuk. Ketika menekankan kesatuan maka kehilangan kemajemukan dan detail. Sebaliknya orang postmodern yang menekankan partikular akhirnya kehilangan universal yang menyatukan semuanya.
Pelajaran bahwa realita ciptaan itu satu dan banyak, satu dan majemuk ini banyak dipikirkan oleh filsuf alam. Realita ciptaaan ini sebenarnya satu atau banyak ? Jawabannya adalah kedua-duanya. Bagaimana hal ini mungkin ? Mana mungkin alam semesta ini bisa satu dan banyak pada saat yang bersamaan ? Sepertinya ini melanggar hukum logika. Hukum logika yang diajarkan Aristoteles mengatakan bahwa sesuatu tidak bisa A dan non A pada saat yang bersamaan. Ini adalah hukum non kontradiksi. Lingkaran tidak bisa lingkaran dan bukan lingkaran ( kotak ) pada saat yang bersamaan. Bentuk meja tidak mungkin lingkaran dan kotak pada saat yang bersamaan. Ini tidak masuk akal dan tidak masuk logika. Demikian juga halnya dengan ciptaan. Ciptaan tidak mungkin satu dan bukan satu ( banyak ) pada saat yang bersamaan. Ini adalah kontradiksi. Bagaimana hal ini mungkin ?
Jawaban untuk pertanyaan ini sebenarnya ada di dalam Allah Tritunggal. Allah Tritunggal adalah satu dan tiga pada saat yang bersamaan. Allah Tritunggal adalah satu dan banyak pada saat yang bersamaan. Allah Tritunggal adalah Allah yang esa tetapi mempunyai tiga pribadi yaitu Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Kita tidak bisa bilang Allah itu tiga sebab Allah itu esa. Tetapi tidak bisa bilang juga Allah itu esa dan tidak ada kemajemukan. Ini adalah misteri bagi kita manusia. Ini adalah luar pikiran manusia. Ini diluar logika manusia yaitu supra logika. Demikian juga Allah Tritunggal menciptakan dunia ini yang mempunyai realita satu dan banyak. Realita ini mempunyai universal dan partikular.

15. Tetap dan Berubah

Di dalam alam semesta ini terlihat banyak hal sepertinya berubah. Rumput yang tumbuh akan menjadi layu dan mati. Begitu juga dengan hewan yang lahir kemudian akan mati. Perhatikanlah fenomena alam ini ! Alam semesta ini banyak hal yang berubah. Air di sungai mengalir terus dan berubah. Seorang filsuf alam bernama Heraklitus mengatakan kita tidak bisa menginjak sungai pada tempat yang sama dalam keberadaan yang sama. Mengapa ? Sebab air itu sudah mengalir dan tanah sudah bergerak. Begitu juga dengan api. Api terus bergerak-gerak dan tidak pernah api diam pada bentuk yang sama. Kayu yang dibakar dengan api ini akan menjadi arang dan asap. Kayu yang dibakar menjadi berubah. Alam semesta ini dinamis, berubah.
Namun ada pandangan filsuf alam yang lain yang mengatakan bahwa alam semesta ini adalah statis dan tidak berubah. Yang kelihatan berubah ini adalah ilusi dan sebenarnya semuanya tidak berubah. Hukum gravitasi selama berabad-abad tidak akan berubah. Air mendidih pada suhu 100 derajat celcius tidak akan berubah dari dulu sampai sekarang. Unsur unsur atom di dalam alam semesta ini juga tidak berubah. Memang unsur bisa menjadi senyawa tetapi unsur O2 ( oksigen ) tidak akan berubah menjadi unsur H2 ( Hidrogen ).
Timbul pertanyaan yaitu apakah alam semesta itu tetap atau berubah ? Statis atau dinamis ? Bila semuanya statis tetapi mengapa ada fenomena yang berubah ? Bila semuanya berubah mengapa ada prinsip-prinsip yang tetap ? Jadi bagaimana menjawab hal ini ?
Plato mencoba mensintesiskan kedua hal ini yaitu segala sesuatu yang berada di dalam dunia ini adalah fenomena yang berubah tetapi segala sesuatu yang berada di dunia ide ( form ) adalah tidak berubah. Plato membagi realitas menjadi dua yaitu dunia idea dan dunia materi. Dunia ide ini adalah dunia yang berada di atas dan dunia materi ini adalah dunia yang berada di bawah. Dunia ide ini adalah dunia yang berisi dengan kesempurnaan dan dunia materi adalah dunia yang tidak sempurna yang mengikuti bentuk dari dunia ide. Pandangan Plato ini adalah dualisme. Realita menjadi 2 wilayah.
Bagaimana dari pandangan Kristen ?
Kita menolak pandangan Plato mengenai realitas. Namun kita tetap masih bisa belajar dan ada sedikit analogi kemiripan dengan Alkitab. Alkitab mengajarkan bahwa realita itu adalah Allah sendiri kemudian Allah menciptakan alam semesta ini. Alam semesta diciptakan oleh Firman Allah yang tidak berubah. Alam semesta ini kontigen dan bergantung pada Allah. Alam semesta ini berubah tetapi Firman Allah tidak berubah. Logos tidak berubah. Logika tidak berubah. Kebenaran tidak berubah. Tetapi materi berubah. Dunia ini berubah tetapi Allah dan FirmanNya tidak berubah. Sangat sederhana bukan ?

16. Proses

Di dalam alam semesta ini semuanya berjalan melalui proses alam. Proses pembentukan minyak bumi berasal dari fosil selama ribuan tahun. Proses pembentukan mutiara di dalam kerang. Proses pertumbuhan pohon dari biji menjadi pohon besar. Proses panen di sawah setelah beberapa waktu. Proses pertumbuhan ayam dari telur sampai menjadi ayam dewasa. Proses penguraian sampah dan daur ulang di dalam alam semesta.
Proses alam semesta ada yang berlangsung dengan lama tetapi ada yang relatif lebih singkat. Namun diatas semuanya ini adalah bahwa semua proses yang terjadi tidak bisa melewati jalan pintas dan instan. Di jaman modern yang ingin serba cepat ini manusia ingin hasil yang cepat dengan cara yang cepat. Ini semua sebenarnya tidak sesuai dengan hukum alam. Bisakah seseorang ingin belajar dengan cepat tanpa melewati proses ? Alam mengajarkan bahwa seseorang harus lulus SD kemudian SMP kemudian SMU kemudian universitas. Semuanya proses ! Demikian juga pembentukan kepribadian juga tidak bisa berjalan satu hari. Perubahan karakter tidak bisa berubah satu hari. Semua ini perlu ketekunan, perubahan pikiran, kemauan, disiplin dan membentuk kebiasaan-kebiasaan baru yang akhirnya menjadi bagian dari hidup. Pendidikan tidak bisa instant ! Dalam hal ekonomi juga tidak bisa instant. Cara yang instant seperti berjudi hanya menghasilkan kemalangan belaka. Manusia yang ingin mendapatkan kekayaan harus berusaha keras dan terus berjuang. Semuanya proses berjuang dari kecil sampai besar. Demikian juga dalam hal olah raga. Seorang atlit tidak bisa hanya makan obat kuat maka menjadi atlit yang baik. Dia perlu berlatih dan melatih tubuhnya sehingga makin lama makin mahir.
Ada yang bisa dipelajari dari hukum alam mengenai proses ini ? Yaitu untuk mendapatkan hasil musti ada proses, ketekunan, kesabaran. Dalam semua ini berlaku hukum tabur dan tuai. Bila ingin maju di kemudian hari maka kita harus menabur hal yang baik dan terus setia menabur. Seiring dengan waktu maka semua kebaikan yang ditabur akan menghasilkan tuaian. Tidak ada jalan instant ! Kesetiaan, ketekunan, kesabaran, keteguhan, perjuangan, usaha semuanya menentukan masa depan kita.

Belajar dari alam : Proses

Lihatlah alam ini !
Begitu tenang dan teratur.
Pandanglah alam ciptaan Tuhan ini !
Semuanya berjalan diatur Tuhan
Ada hikmat yang tersembunyi
Di dalam alam semesta ini
Hikmat berseru-seru
Marilah kita belajar !
Pelajaran dari alam yang penting
Adalah belajar untuk melewati proses
Perhatikanlah pohon beringin !
Dia bertumbuh dari kecil sampai besar
Pertumbuhannya lambat dan perlu waktu
Simaklah hasil panen di sawah !
Petani memerlukan waktu menabur
Dia harus sabar menunggu
Dan pada waktunya ia akan menuai
Perhatikanlah seekor ayam dewasa !
Dia berasal dari telur
Melewati penghangatan dari induknya sampai menetas
Lalu hidup sebagai anak ayam
Dilindungi ibunya sampai menjadi mandiri
Oh, betapa Tuhan menciptakan alam ini
Semuanya melewati proses alam
Dari pertumbuhan binatang-binatang
Dari tumbuh-tumbuhan
Sampai kepada manusia, gambar dan rupaNya
Hai kawan, Marilah kita manusia belajar
Untuk sabar melewati proses
Mengapa kita mau semuanya cepat ?
Mengapa kita mau cepat-cepat jadi orang ?
Mengapa kita mau cepat sukses ?
Mengapa kita mau semuanya instan ?
Karena kita tidak mau melewati proses
Proses itu lambat namun pasti
Stabil, mantap dan perlahan
Proses itu kadang membosankan
Proses itu melatih kesabaran
Dan proses itu membentuk karakter



17. Siklus Alam dan Waktu

Bila kita mengamati alam maka kita mendapati adanya siklus alam. Bumi mengelilingi matahari dalam 365 hari. Bumi berputar pada porosnya dalam 24 jam. Bulan mengelilingi bumi dan juga matahari. Musim terus berputar dari musim panas menjadi musim hujan di daerah 2 musim. Musim berputar dari musim panas menjadi musim gugur menjadi musim dingin menjadi musim semi dan kembali menjadi musim panas di dalam daerah 4 musim. Air dari gunung mengalir turun, ke sungai dan kembali ke laut. Dari laut air menguap dan menjadi embun kemudian hujan di gunung. Semua ini siklus alam yang berulang-ulang.
Ketika mengamati siklus alam yang berulang-ulang maka orang Hindu dan Budha mengambil kesimpulan bahwa waktu di dunia ini adalah seperti siklus. Semuanya akan berulang. Seperti halnya musim maka waktu kehidupan di dunia ini terus berulang. Mereka memahami arah waktu di dalam sejarah seperti siklus. Hidup manusia juga akan kembali berputar seperti halnya musim. Mereka memanggilnya reinkarnasi.
Tetapi Bapa gereja Agustinus setelah mempelajari Alkitab mempunyai pandangan yang lain mengenai waktu. Agustinus memandang waktu itu linier dan sejarah berjalan dari titik awal ( alpha ) sampai titik akhir ( omega ). Waktu itu tidak berulang. Walaupun musim berulang tetapi waktu itu tidak berulang. Semua manusia berjalan dari titik lahir sampai titik mati. Sejarah tidak bisa diulang. Ini adalah ajaran Alkitab. Akibat dari pengajaran ini adalah kita sebagai manusia harus bertanggung jawab di dalam mengisi waktu ini. Musa mengatakan „Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sehingga kami memperoleh hati yang berbijaksana!“ ( Maz 90 ). Rasul Paulus mengatakan „tebuslah waktumyu !“ „Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.“ ( Efesus 5:15-17 )
Karena waktu tidak berulang maka setiap saat adalah kesempatan J

18. Relasi Organis

Bila kita memahami alam semesta, maka ada prinsip yang mendasari ciptaan Tuhan ini yaitu relasi organis. Di dalam ekosistem kehidupan alam, setiap peristiwa mempunyai relasi terhadap peristiwa lainnya. Setiap perubahan di dalam ekosistem dapat mempengaruhi dan merubah hal yang berkaitan dengan perubahan ini. Semua alam ini berada di dalam siklus dan permainan yang sudah di tetapkan yang saling berelasi satu sama lain. Ambil contoh : Dengan mewabahnya hama tanaman dapat mengakibatkan hasil tanaman menjadi berkurang. Bila hasil berkurang maka manusia akan kekurangan hasil makanan. Dan ini mempengaruhi sistem alam secara keseluruhan. Contoh lain adalah : bila terjadi perubahan cuaca dan ternyata kurang hujan akan mengakibatkan kekeringan. Kekeringan akan membuat banyak spesies dan tumbuhan menjadi mati. Tumbuhan yang mati secara banyak dapat mengakibatkan padang gurun. Dan padang gurun dapat membuat cuaca semakin panas. Jadi semua di alam semesta ini saling berkaitan dan berelasi secara organik.
Dengan memahami relasi organik ini adalah kita harus sadar bahwa kita adalah bagian dari alam semesta ini. Kita hidup di dalam alam semesta ini dan harus menjaga alam semesta ini. Tindakan yang merusak alam ini sebenarnya merugikan kita sendiri sebab alam ini diciptakan untuk kita manusia. Maka ini para pecinta alam dan lingkungan harus terus mengumandangkan dan mengajarkan masyarakat untuk juga mencintai alam ciptaan Tuhan. Ini demi kebaikan manusia sendiri dan juga terutama sebagai panggilan mandat budaya untuk memuliakan nama Tuhan

c. Struktur alam semesta

19. Aspek-aspek realita di dalam alam semesta

Ketika Tuhan Allah menciptakan alam semesta ini, Ia menciptakan dengan hikmat. Alam semesta ini bersifat rasional dan dapat di mengerti. Alam semesta ini berstruktur dan ada aspek-aspeknya serta ada logikanya. Herman Dooyeweerd seorang Filsuf Kristen ( Reformed) membagi aspek-aspek di dalam alam semesta ini menjadi 15 aspek yang disebut modal of aspects

Aspek-aspek realitas adalah :
Quantitative
Spatial
Kinematic
Physical (energy + mass)
Biotic (life functions)
Sensitive (sense, feeling, emotion)
Analytical (distinction)
Formative (deliberate shaping: history, culture, technology, goals and creativity)
Lingual (meaning carried by symbolic)
Social (social interaction)
Economic (frugal use of resources)
Aesthetic (harmony, surprise, fun)
Juridical (due) ( Hukum )
Ethical (self-giving love, generosity)
Pistic (vision, aspiration, commitment, creed)








Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia : Aspek-aspek realitas :
1. Angka
2. Ruang
3. Gerak
4. Fisik
5. Kehidupan
6. Jiwa
7. Analitik
8. Formal
9. Bahasa
10. Sosial
11. Ekonomi
12. Keindahan
13. Hukum
14. Etika
15. Iman
Manusia, hewan, tumbuhan dan benda-benda mempunyai aspek-aspek ini tetapi manusia lebih limpah kemudian baru hewan lalu tumbuhan dan terakhir benda-benda. Benda-benda mempunyai aspek realitas dari no. 1-4. Tumbuhan mempunyai aspek realitas dari no. 1-5. Hewan mempunyai aspek realitas dari no. 1-6. Sedangkan manusia mempunyai aspek realitas dari no. 1-15. Semua inilah struktur alam ciptaan Tuhan.
Ada pelajaran dari struktur alam semesta ini. Aspek yang paling bawah adalah paling dasar. Aspek berikutnya misalnya ruang memiliki aspek yang paling bawah ( angka ) tetapi aspek angka belum tentu ada aspek ruang. Demikian juga kalau ada aspek gerak berarti harus ada aspek ruang karena setiap gerakan harus dilakukan di dalam ruang. Kemudian aspek fisik pasti ada aspek gerak, ruang dan angka. Kemudian seterusnya
Kesimpulannya aspek yang lebih bawah adalah aspek yang mendasari aspek yang lebih atas. Ini seperti bangunan hirarki. Dengan memahami filsafat aspek ini dapat membuat kita lebih mudah memahami dan menganalisa sesuatu. Untuk lebih jelas mengenai aspek-aspek realitas ini, silahkan baca buku-buku yang mengajarkan filsafat Herman Dooyeweerd seperti“Pattern of Western Mind“ dan “Contour of Christian Philosophy“ oleh L Kalsbeek dan karya Dooyeweerd sendiri : “The new critique of theoretical thought”


Bagian Satu Tamat !
Bersambung ke bagian Dua : Filsafat Pencinta Alam

KEYWORD : Filsafat pecinta alam, Filsafat alam, Filsafat pecinta alam reformed

Jeffrey Lim
Email : limpingen@gmail.com

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG