Saturday, February 10, 2007

Teologi Konseling Kristen

More than Redemption : Theology of Christian Counselling

Taurat Tuhan sempurna, memulihkan ( restore ) jiwa

Dalam kaitan antara doktrin dengan konseling
Ada kaitan antara doktrin2

Contohnya : Doktrin Doa dengan Doktrin Allah
Allah harus maha tahu untuk mengetahui setiap asepk dari situasi untuk menjawab doa
Allah harus maha hadir untuk mendengar semua doa yang diajukan dalam setiap waktu dan setiap tempat
Allah harus maha kuasa untuk berespon terhadap setiap situasi di dalam segala jalan yang Dia inginkan
Begitu juga dengan implikasi doktrin untuk konseling

Introduksi

Setiap konselor mempunyai satu tujuan yang umum : perubahan.
Banyak system konseling mereka semua
(1) Melihat kebutuhan untuk perubahan
(2) Menggunakan cara kata-kata untuk membawa perubahan
(3) Ditujukan untuk faedah dari konsele
Semua prinsip ini ada di dalam prinsip Biblical Counselling
Alkitab menyediakan prinsip untuk mengerti dan untuk terlibat di dalam Biblical Counselling.

Dasar Konseling Kristen : Alkitab perjanjian lama dan baru. Alkitab adalah textbook konseling.
Mengapa ? Karena berkenaan dengan isu yang sama dengan semua konseling.
Alkitab diberikan untuk menolong orang kepada iman yang menyelamatkan di dalam Kristus dan kemudian mentransform orang percaya ke dalam gambar dan rupaNya.
Roh Kudus menggunakan Alkitab sebagai sarana yang cukup dimana apa yang Dia katakan mempunyai kekuatan untuk melakukannya.

Transforming lives by the WORD to the man of God
Konseling adalah pelayanan Firman

Mengapa ? Karena apa yang berkenaan dengan konseling ( mengubah hidup dengan mengubah nilai-nilai, kepercayaan-kepercayaan, relasi-relasi, tingkah laku-tingkah laku, sikap-sikap ).

Jadi fondasi lain selain Bible harus ditolak…
Sumber air hidup vs penampungan bocor dari sistem konseling modern



Bab 1. Kebutuhan Teologi di dalam Konseling

Manusia diciptakan sebagai keberadaannya bergantung dari pada pencipta dimana dia mendapatkan pengetahuan dan bijaksana melalui wahyu. Tujuan dan arti hidupnya dan keberadaannya dari Tuhan dan bergantung. Bukan autonomous

Manusia membutuhkan Firman sejak semula bahkan sebelum kejatuhan. Wahyu FirmanNya adalah diperlukan manusia untuk mengerti Allah, ciptaan, diri sendiri dan relasi yang benar dengan orang lain, tempat dia, fungsi dia di dalam ciptaan dan keterbatasannya.
Hidup tanpa Firman Allah adalah tanpa makna. Makna, tujuan dan fungsi bergantung kepada Firman yang diinterpretasikan.

Manusia diciptakan baik secara fisik dan moral tetapi perkembangannya belum sempurna. Kemudian relasi manusia dengan Allah berkembang.
Perkembangan pengetahuan, pengalaman ada di dalam perintah “Beranak cucu dan penuhi bumi.”. Bagaimana perintah pertama diikui dan menaklukan bumi akan menghasilkan perkembangan di dalam aktivitas ilmu pengetahuan dan politik bergantung pada interpretasi Firman Allah. Jadi perubahan bahkan perkembangan di dalam manusia sempurna selalu bergantung kepada Konsel Allah.
Dengan konsel Adam menamai binatang. Dengan konsel dia menghiasi taman. Dengan konsel dia mengerti pohon2 di taman dan penggunakan yang benar. Manusia bergantung pada konsel Allah di dalam hidupnya untuk berubah dan berkembang.
Jika taat kepada Konsel Allah dengan setia, manusia akan diubahkan dan memiliki hidup yang kekal yang ada di dalam pohon kehidupan ( disimbolkan ) .
TRAGEDY

Tetapi ada tragedy yang terjadi dimana manusia meninggalkan konsel Allah dan mendengarkan konsel Setan. Dengan melakukan ini, Adam berubaha menjadi tidak bergantung dari Allah dan menekankan otonominya.
Dengan mengikuti konsel dari Setan, manusia kehilangan kebebasan dan kapasitas untuk melakukan kebaikan dan mengikuti konsel Allah. Dia menjadi hamba dosa dan setan.
Jadi jelas ada 2 konsel di dalam dunia ini : konsel Ilahi dan konsel setan yang berkompetisi.
Posisi Alkitab adalah semua konsel yang bukan wahyu dan tidak berdasarkan wahyu adalah satanic
Gereka seperti Adam dan Hawa adalah menemukan dirinya ditipu dengan konsel setan atau menemukan dirinya konflik dengannya. Tidak ada tanah netral.
Secara intelektual menerima konsel setan akan memimpin hidup yang menurutnya. Ini dosa dan mengambil jalan berdosa. Dia berdiri di jalan orang berdosa, percaya apa yang mereka percayai dan melakukan apa yang mereka lakukan dan berkata apa yang mereka katakan
Tidak ada netral ground. Slogan semua kebenaran adalah kebenaran Allah harus hati-hati.
Sewaktu mengatakan ini berkata anugerah umum. Mereka berkata ada wahyu umum di dalam ajaran Rogers, Freud, Skinner.
Allah tidak pernah memasang system competivive terhadap Alkitab.
Freud mengajarkan -> manusia tidak bertanggung jawab atas dosanya
Rogers -> manusia pada dasarnya baik dan tidak memerlukan pertolongan dari luar
Skinner -> Manusia adalah hanya binatang belaka yang tanpa nilai, kebebasan atau dignitas.
Sangat menghujat berkata bahwa system yang penuh dengan kesalahan dan anti Kristen ini adalah produk dari anugerah umum. Ini adalah distorsi setan.

Orang-orang kompromi yang menghabiskan waktu menyelidiki pandangan Freud terhadap kemalangan manusia daripada Alkitab akan menempatkan batu sandungan. Hanya mereka yang merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam yang mampu menahan godaan untuk kompromi. Konselor Kristen harus secara radikal belajar Alkitab atau akan tertipu.

Kesimpulan : Orang Kristen akan masuk ke dalam menerima pikiran dan praktik kafir di dalam konseling ketika tidak berpikir secara teologis.
Theology – dosis besar yang sungguh-sungguh dari exegetical, biblical, dan sistematik teologi – dapat merubah situasi ini.

BAB 2. Teologi dan Konseling

Apa itu teologi dan relasinya

Teologi -> Pengertian sistematik dari apa yang Alkitab ajarkan mengenai beberapa subjek.
Teologi -> Berusaha untuk membawa semua doktrin yang Alkitab katakan

Biblical Theology -> Perkembangan wahyu khusus dengan relasi dengan pekerjaan penebusan Kristus

Contoh relasi Teologi dengan Konseling
“Jika kamu meminta sesuatu apapun, Aku akan melakukannya”: ( Yoh 14 )
Banyak orang Kristen salah arah dan kecewa ketika mereka menggunakan doa untuk menyelesaikan permasalahan mereka dan memuaskan keinginan mereka.
Teologi doa dan konseling

Karena konsel bergantung pada prinsip Biblical maka Konselor Kristen harus mengerti semua apa yang Alkitab katakan dalam topic tertentu untuk memberi arah biblical penuh kepada konsele mereka.

Di dalam proses konseling, perlu untuk mempunyai orientasi teologis kepada Alkitab untuk menghindari konsele yang tersesat dan untuk memperbaiki kesalahan di dalam pemikiran dan praktik dari konsele tetapi juga vital untuk mempunyai orientasi ini untuk mengkomunikasikan kebenaran secara otoritatif.

Proklamasi otoritatif dari Firman di dalam kotbah dan konseling berkembang hanya melalui pengetahuan teologi yang harmonis.

Konselor Kristen sekarang kekurangan otoritas karena hanya banyak spekulasi dan sedikit kedalaman teologi di antara mereka.

Semua konseling, naturnya ( berusaha menjelaskan dan mengarahkan manusia di dalam kehidupan mereka dihadapan Allah dan dihadapan manusia di dalam dunia yang jatuh ) mengimplikasikan komitmen teologis oleh konselor.

Relasi antara konseling dengan teologi adalah organic. Konseling tidak dapat dilakukan terlepas dari komitmen teologis. Setiap tindakan, perkataan mengimplikasikan komitment teologis.
Pembelajaran teologis memimpin kepada aplikasi konseling.

Konseling tanpa teologis adalah mati

Di dalam beberapa waktu ke depan kita akan belajar teologi Kristen Konseling. Mengkaitkan semua teologi ke praktikal Teologi -> Konseling.
Biblical Theology, Systematic Theology, Historical Theology, Practical Theology.

Bab. 3. Konseling dan Wahyu Khusus
Doktrin Alkitab

Apakah konseling gereja itu tanpa harapan, primitive dan aktivitas jaman batu yang harus hilang bersamaan dengan pisau batu ? Apakah orang Kristen tutup mulut terhadap hidup yang rusak dan berdosa sampai kedatangan psikoterapi ? Apakah Allah menahan kebenaran untuk hidup sampai waktu sekarang ?

Pertimbangkan hal ini : Bagaimana Kristus menjadi konselor yang sempurna dimana Alkitab melaporkan mengenaiNya terlepas dari pengetahuan :”clinical psychology dan psychiatry” yang diyakinkan oleh orang tidak percaya ( bahkan banyak orang Kristen yang mengikutinya ) adalah esensial untuk konseling yang efektif ?

Alkitab mengajarkan bahwa Mesias adalah Wondeful Counsellor dan Yesus sendiri disupply oleh Perjanjian Lama dengan segala segala pengetahuan yang diperlukan untuk mengkonseling orang lain tanpa salah. Yesus diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik ( 2 Tim 3:16 ). Jadi Mengikuti Tuhan, Alkitab menjadi sumber yang kaya dan limpah serta tidak habis-habis di dalam pelayanan konseling.
Roh Kudus juga adalah Konselor yang lain. Dia mengajarkan kita semua menuju ke dalam seluruh kebenaran. Dia mengajarkan Firman Allah, membawa kita mengenai PL dan PB dengan iluminasiNya.

Firman Allah sebagai Konsel. Dan Daud sendiri mengatakan bahwa Alkitab adalah konselornya, penasihat-penasihatnya. Tidak heran kontras dengan apa yang dia pelajari dari bijaksana manusia, dia mengatkaan bahwa konsel Alkitab membuat dia bijaksana dari semua pengajarnya.

Kita hidup melayani dan bagian dari pelayanan Firman adalah pelayanan konseling.

Relasi antara Doktrin Alkitab dengan pelayanan konseling.

Implikasi Biblical Inerrancy, Biblical Inspirasi dan Biblical Authority terhadap konseling

Konselor Kristen mempunyai buku yaitu Firman Allah yang hidup yang bebas dari segala error dan berisi apa yang Allah ingin katakana.
Alkitab adalah buku yang dinafaskan Allah.
Konseling dari buku seperti ini mempunyai otoritas konseling.
Pelayanan konseling Firman tidak seperti konseling system lain mempunyai dasar otoritas. Karakteristik otoritatif berasal dari doktrin inerrancy.
Ada prinsip pengarahan Firman tetapi tidak berbicara secara langsung dari Alkitab.
Faktor penting di dalam penggunaan Alkitab adalah membedakan antara perintah langsung dari Allah dengan aplikasi dan inferensi yang valid dari perintah itu. Beberapa kasus adalah langsung terkait atau langsung dilarang. Tetapi yang lain adalah keputusan harus dibuat dengan prinsip yang ditarik dari Alkitab.
Misalnya :
Biblical Command : Kamu harus belajar Alkitab
Saran konselor : Baca Amsal 10

Biblical Command : Jangan mencuri
Saran konselor : Stop menyontek

Otoritas untuk Konseling Alkitabiah tidak datang dari diri sendiri tetapi otoritas konsel adalah ilahi.

Tidak ada system konseling lain yang mempunyai otoritas karena tidak ada system lain yang mempunyai dasar otoritas. Hanya standard Firman Tuhan yang memberikan jalan keluar dari relativisme, subjektivisme, skeptisisme.

Kuasa Firman

Ada kuasa di dalam Firman Tuhan. Oleh Firman dunia dijadikan. Yesus Kristus sendiri dipanggil Firman. Dan Alkitab juga bukan kurang kuasa. Alkitab bukan buka lain sebab itu unik karena Firman Allah.

Firman Allah mempunyai kuasa performative. Allah berkata dan jadilah. Tidak heran kata Ibrani “Dabar” bukan hanya “perkataan” tetapi “sesuatu”. Ketika Allah berkata maka itu terjadi. PerkataanNya sepasti benda.
2 Tim 3:15,16 -> Piunya kuasa untuk membuat kamu bijaksana mengenai keselamatan melalui iman di dlaam Kristus Yesus.
Firman Tuhan mempunyai kuasa untuk membawa orang kepada iman di dalam Kristus dan kuasa membentuk dia sesosok pribadi yang Allah inginkan.
Ini kuasa yang dunia cari tetapi tidak temukan. Banyak Konselor sudah menemukan system yang mempunyai kuasa untuk merubah hidup manusia tetapi gagal menemukannya.
Kuasa ini ditemukan di dalam Firman yang bukan saja membawa segala sesuatu teratur dan bermakna keluar dari chaos tetapi hanya Firman saja yang dapat memberikan meaning dan order dari chaos yang dibawa oleh kegagalan psikoterapi.

Konseling system manakah yang bisa menjamin akan buah-buah roh ?
Buah ini tidak datang dari cara lain tetapi dari Roh yang menghasilkan di dalam umatNya oleh FirmanNya. Firman Allah mempunyai kuasa karena Roh Kudus menulisnya dan mengurapinya.

Konsel dari orang tidak percaya tidak punya kuasa untuk memampukan manusia hidup harmonis dengan Allah, dengan sesama atau dengan dunia ini.
Harmonis dengan orang lain dan dunia ini ditemukan hanya melalui Firman Allah.

Menurut 2 Tim 3:15-17, Firman didesign untuk mentransform karakter…. Transformasi ini ada 2 fase :
Cara instant dimana yang mati diberikan hidup oleh Roh Kudus. Kelahiran baru adalah perubahan instant, tanpa jasa dari seluruh hidup, membawa orang berdosa kepada Allah. Lahir baru adalah aspek dari pertobatan dan aspek lain adalah justifikasi yaitu sebuah deklarasi Allah menghapuskan semua dosa dari catatan seseorang dan memperhitungkan kebenaran Kristus kepadanya dan mendeklarasikan dia benar karena ketaatan Kristus yang aktif dan pasif. Justifikasi adalah tindakan instant.
Cara proses dimana transformasi berlanjur melalui seluruh hidup orang Kristen. Ini adalah sanctification yang terdiri dari proses gradual dimana Roh memampukan orang percaya untuk mematikan pola hidup yang berdosa dengan pola hidup yang kudus.

Jadi Alkitab punya kuasa untuk mentransform kita dihadapan Allah ( justifikasi ) dan keberadaan kita (sanctifikasi )..
Karena itu Alkitab menjadi musuh stean untuk dihancurkan dan digagalkan sebab ini adalah sumber kesalehan.
Konseling yang berdasar Alkitab adalah Biblical Konseling
Jeffrey Lim

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG