Wednesday, February 21, 2007

Bangkitnya sang kura-kura

Bangkitnya sang kura-kura
Seri cerita

Adik-adik, di suatu negeri yang jauh di negeri kosmos hidup seekor kura-kura yang masih berusia muda. Kura-kura ini bernama Husin. Husin si kura-kura ini berwarna hijau bercorak dengan coklat. Jalannya sangat lambat dan lucunya kepalanya bisa keluar masuk batoknya. Husin ini walaupun jalannya pelan tapi senang berpetualang.
Satu hari Husin pergi berpetualang ke daerah hutan disana. Disini ada sesuatu kejadian yang menyakitkan hati Husin. Ceritanya begini adik-adik. Ketika Husin sedang memasuki daerah hutan yang lebat, disana Husin bertemu dengan seekor simpanse yang besar yang sedang memegang palu. Simpanse ini bernama Libra. Libra ini kebetulan sedang marah dan pada saat itu Husin sedang sial deh. Husin yang bertanya kepada sang simpanse pak , “Hai pak simpanse Libra sedang apa ?”. Karena sang simpanse sedang kesal maka kepala Husin digetok oleh palu dengan bentakan keras “kura-kura bodoh ! pergi !”. Getokan dan teriakan itu begitu keras sampai-sampai Husin kaget setengah mati. Jantungnya bergetap cepat, perasaannya takut, kepalanya pening. Sebenarnya peristiwa ini biasa saja tapi Husin yang penakut ini menjadi terguncang. Hal ini merubah hidup Husin. Husin begitu shock digetok pakai palu dan diteriakin.
Sejak saat ini Husin selalu memasukkan kepalanya ke dalam batok. Dia berjalan dengan pelan-pelan dan berjaga-jaga. Husin begitu takut dengan semua binatang lainnya. Dia takut digetok lagi. Dia bersembunyi di dalam batoknya. Sewaktu sang singa sedang menyapanya, Husin cepat-cepat berlari karena takut digetok dan diteriakin. Ketika sang jerapah memanggil dia, Husin cepat menghindar. Hidup Husin dipenuhi dengan ketakutan yang sebenarnya tidak ada. Husin merasa bahwa semua binatang mau menggetok dia.
Adik-adik, suatu saat Husin sedang sekolah. Teman-teman kura-kura yang lain semua senang di dalam kelas belajar dan juga bermain. Tetapi si Husin ini selalu berjaga-jaga dan tidak mau bergaul dengan mereka. Husin kesepian. Husin sedih. Kasian si Husin. Husin yang malang.
Tetapi satu hari, Husin bertemu dengan seorang Bapak kura-kura yang memperhatikan hidup Husin. Bapak kura-kura ini bernama Big Brother. Big Brother itu mengasihi Husin. Big Brother ini sering memperhatikan Husin dan melayani Husin. Tapi Husin agak sering menjauh dari Bapak ini karena tidak percaya dengan Bapak Big Brother ini. Tetapi karena kasihnya bapak ini terus-menerus melayani Husin. Bapak ini menyapa, menghibur, bercerita wah pokonya semua yang baik-baik diceritakan kepada Husin. Maka sedikit-sedikit Husin mulai percaya dengan Big Brother ini. Bapak Big Brother ini membawa Husin ke dalam keluarga besarnya. Keluarga ini keluarga kura-kura Big Brother. Disana Husin bertemu dengan Anton, Harianto, Alfred yang merupakan sanak keluarga Bapak Big Brother. Ada juga Nancy, Mariana, Dancy saudari-saudari perempuan dari keluarga Big Brother.
Nah adik-adik, disinilah hidup Husin berubah.
Anggota di dalam keluarga kura-kura ini saling mengasihi. Mereka sering bercanda, tertawa, bercerita dan saling memperhatikan sama lain. Keluarga kura-kura ini mengasihi Husin juga dan Bapak Big Brother memperhatikan mereka semua. Husin pada mulanya takut-takut dan masih sering memasukkan kepalanya ke dalam batok. Tapi lama-kelamaan Husin mulai tertarik juga dengan keluarga Big Brother ini. Hanya adik-adik, Husin bergumul dengan dan mencurigari kebaikan semua anggota keluarga kura-kura ini baik. Tapi waktu bersama merubah semuanya.
Satu hari Bapak Big Brother mendekati Husin dan berkata
“Husin, kamu harus mengeluarkan kepala kamu!”.
Husin menjawb “Tidak mau Bapak saya takut !”.
“Kenapa takut ?” Bapak Big Brother bertanya.
“Saya takut dipukul dengan palu” kata Husin.
Tapi Bapak Big Brother yang memahaminya dengan kasih berkata „Husin, disini semua ini aman. Di dalam keluarga kita semua aman. Dunia ini semuanya aman. Tidak ada yang melukai kamu. Dan juga saya menjaga semuanya sehingga semuanya aman“.
Adik-adik. Perkataan dan kasih Bapak Big Brother ini menguatkan hati Husin. Husin mulai percaya perkataan Bapak Big Brother ini. Husin mulai mengeluarkan kepalanya sedikit. Wah ada terang ! Wah ada kura-kura lain sedang bermain. Pada mulanya Husin belum terbiasa dengan semua dunia ini. Husin masih curiga takut digetok kepalanya dan diteriakin oleh orang lain. Tapi Husin mulai beriman bahwa ternyata pikiran Husin salah. Husin mulai terus melihat dekat kepala lebih keluar. “Wah dunia ini ternyata indah juga yah” kata Husin. Terus teman-teman kura-kura lain senang dengan perubahan dalam diri Husin dan mereka mendekati Husin dan ingin bermain dengan Husin. Harianto suka menggoda Husin. Mariana sering menguatkan Husin. Teman-teman mendukung Husin dan mengasihi Husin. Husin merasa aman dan kepalanya mulai keluar. Husin sadar bahwa dia tidak usah masuk ke dalam batok kepala lagi untuk berlindung. Husin merasa sukacita. Husin terus menyanyi. Husin merdeka.
Sejak saat ini karena kasih Bapak Big Brother dan keluarganya, Husin yang penakut ini menjadi bangkit. Sejak saat ini Husin boleh menjadi kura-kura yang seperti yang lain. Husin bisa tertawa, bergembira, bermain, belajar dan menikmati dunia yang aman di dalam keluarga Bapak Big Brother. Husin belajar bahwa di dalam dunia keluarga Big Brother semuanya aman dan tidak ada yang menggetok lagi.

Oleh Kak Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG