Saturday, February 24, 2007

Hormatilah Ayah dan Ibumu

Orang Tua dan Anak
Jeffrey Lim

Unit dasar dari masyarakat adalah keluarga. Unit dasar dari gereja adalah keluarga, bahkan gereja sendiri adalah keluarga Allah yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak yaitu dari kumpulan keluarga. Bila keluarga hancur maka masyarakat menjadi hancur. Bila keluarga hancur maka gereja menjadi hancur. Sebab keluarga adalah unit dasar sosial. Salah satu cara iblis merusak gereja yaitu dengan merusak keluarga.

Alkitab sudah mencatat bahwa di zaman akhir, anak-anak akan melawan orang tua dan hal ini banyak kita lihat di zaman sekarang. Banyak anak yang membenci orang tuanya. Banyak keluarga yang broken home. Hubungan anak dan orang tua menjadi rapuh. Memang kalau kita sadari, di dalam konteks zaman modern, struktur kehidupan sekarang ini demikian kompleks. Demikian kompleks sampai kehidupan rumah tangga menjadi terganggu. Banyak orang tua harus kerja susah payah seharian karena biaya kehidupan yang semakin tinggi dan kehidupan yang keras sehingga anak-anak diasuh oleh pembantu di rumah. Anak-anak kurang mendapatkan kasih sayang. Ini adalah struktur kehidupan sekarang. Struktur kehidupan ini berkaitan dengan kosmos (dunia) dan memang salah satu musuh orang Kristen adalah dunia.

Tetapi bila kita merenungkan lebih dalam lagi, akar dari penyebab semuanya adalah bukan hanya dunia. Dunia hanya mempengaruhi dari luar ke dalam. Tetapi ada aspek penyebab yang lebih utama yaitu dosa manusia. Dosa manusia adalah masalah utama manusia. Orang Reformed memandang bahwa manusia sudah rusak total ( total depravity ). Lebih daripada itu, kita melihat bahwa hari demi hari manusia makin jahat. Anugerah umum makin ditarik dan manusia menjadi lebih rusak dan inilah zaman kita sekarang ini. Dosa sudah semakin menguasai manusia.

Sungguh menyedihkan sendiri bila kita melihat bahwa dosa merusak keluarga dan hubungan antara anak dan orang tua. Alkitab sudah memberikan aturan dan hukumnya tentang relasi orang tua dan anak. Alkitab mengajarkan bahwa anak harus taat dan menghormati orang tua, sedangkan orang tua harus mengasihi anak-anaknya. Ini adalah ordo yang Tuhan Allah tetapkan sejak pada mulanya. Di dalam wahyu umum, kita juga menemukan di dalam ajaran Konfusius bahwa ada aturan antara hubungan orang tua dan anak. Anak-anak harus mentaati orang tua. Ajaran ini yang menjadikan orang Chinese begitu taat kepada orang tua dan ajaran ini yang menjadikan budaya Chinese begitu menganggap ketaatan kepada orang tua adalah hal yang sangat penting. Ini adalah wahyu umum.

Di dalam wahyu khusus, ada pola dasar yang membentuk hubungan antara orang tua dan anak. Pola ini ada di dalam diri Allah Tritunggal sendiri. Allah Bapa mempunyai Allah Anak dan mereka mempunyai relasi Bapa-Anak. Pola Bapa-Anak ini adalah yang menjadikan dasar manusia mempunyai relasi orang tua dan anak. Tetapi jangan dibalik bahwa pola manusia sama dengan Allah sebab Allah adalah Roh dan tidak sama dengan manusia yang adalah daging. Allah tidak ada ibu seperti ajaran Roma Katolik yang mengatakan bahwa Maria adalah Mother (huruf besar) of God. Pola Bapa-Anak di dalam Allah Tritunggal adalah pola ideal dimana manusia harus belajar mengenai relasi orang tua-anak.

Melihat Allah Tritunggal kita dapat memahami relasi orang tua-anak. Allah Anak mentaati Allah Bapa dan Allah Bapa mengasihi Allah Anak. Ketika Yesus Anak Allah di dalam dunia, Allah Bapa juga menetapkan aturan yang harus Yesus Kristus kerjakan. Yesus sendiri taat kepada aturan BapaNya. Dia melakukan hukumNya. Dia memuliakan BapaNya. Tetapi Allah Bapa sendiri berkata dari langit di dalam peristiwa baptisan : “Inilah AnakKu yang kukasihi. Kepadanya lah aku berkenan”. Hubungan Allah Bapa dan Anak adalah hubungan Bapa-Anak yang ideal.
Tetapi manusia jauh dari ideal. Manusia sudah rusak total. Dan banyak keluarga yang berantakan. Bila kita mendengar dan melihat kehidupan sekarang, kita menemukan begitu banyaknya kerusakan yang diakibatkan oleh konflik antara anak dan orang tua.
Saya sendiri ( penulis ) di dalam hidup saya mengalami pergumulan dengan keluarga dan terutama dengan ayah saya. Ayah saya demikian keras sehingga menimbulkan kepahitan di dalam hati saya. Hubungan ayah dan ibu juga kurang baik. Tetapi kalau boleh bersaksi adalah puji syukur kepada Tuhan. Kerusakan akibat dosa manusia boleh besar tetapi anugerah Tuhan melimpah. Setelah mengalami berbagai pergumulan hidup, akhirnya keluarga saya ada rekonsiliasi. Adanya pemulihan keluarga. Dan saya ingin bersaksi satu hal : penebusan Kristus adalah untuk mekonsiliasi keluarga dan hubungan antara anak dan orang tua.
Kristus datang membawa damai ke dunia ini. Kristus datang ke dunia ini supaya manusia berdamai dengan Allah dan manusia berdamai dengan sesama, dengan alam dan dengan diri. Dalam kaitan dengan keluarga, Kristus datang supaya keluarga yang rusak dipulihkan. Kasih Kristus juga mau memulihkan keluarga anda yang rusak. Maukah anda dipulihkan. Pengampunan dan anugerahNya memulihkan hidupku sekeluarga dan juga hidupmu sekeluarga bila kau datang padaNya.
Sebelum menutup tulisan ini saya ingin mengatakan bahwa bila anda mempunyai masalah konflik dengan orang tua sebagai seorang anak maka anda harus menyelesaikannya dengan Tuhan dan dengan orang tua anda. Sebab 10 perintah Allah adalah perintah yang demikian sakral yang meminta kita untuk menghormati orang tua supaya lanjut usia dan panjang umurmu ( dalam arti diberkati ). Anugerah Allah cukup bagimu dan keluargamu.

Soli Deo Gloria

Jeffrey Lim
Taipei,
27 Oktober 2006

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG