Saturday, February 10, 2007

Doktrin Allah dan Konseling

Doktrin Allah dan Konseling

Doktrin keberadaan Allah dan Konseling

Mazmur 139

Mazmur ini ditulis oleh anak Allah tetapi isinya benar juga bagi orang tidak percaya ( di dalam sebuah jalan yang menganggu daripada yang menghibur ).
Allah adalah lingkungan / environment manusia. Dan sewaktu mereka yang berdosa tidak harmonis dengan Dia adalah tidak sinkron dengan lingkungan mereka.
Dia ada di dalam belakdang, depan, gelap, terang dan tidak bisa melarikan diri dari Allah. Bahkan pohon, langit, tanah tidak netral, semua adalah ciptaanNya.
Setiap orang berdosa merasakan tidak nyaman di dalam lingkungannya. Kesadaran ini oleh orang psikologis dan eksistensialis dinamakan alienasi. Tetapi orang tidak percaya gagal mengerti nature masalahnya yaitu keterpisahan dengan Allah.

Orang yang belum lahir baru adalah orang yang tidak yakin. Dia tidak ada absolute, tidak ada standard di luar dirinya dan opininya yang selalu berubah. Di dalam yang terdalam, dia tidak pernah yakin mengenai hidup yang dia hidupi karena pertentangan dasar dengan lingkungannya secara constant mengganggu dia.
Dia tidak bahagia dan tidak nyaman di dalam lingkungannya karena dia menemukan dirinya di dalam keanehan dengannya.
Ketika berdosa, orang Kristen juga berbagian di dalam ketidaknyamanan ini tetapi dia tahu apa yang harus diperbuat -> 1 Yoh 1:9

Allah itu disekitar kita, di dalam kita dan bersama dengan kita. Dia mengetahui dan peduli bahkan setiap kata-kata di bibir dan setiap pikiran kita. Allah yang maha tahu dan maha hadir adalah lingkungan kita yang tidak dapat dihindarkan.

Ini menjawab pertanyaan : what is reality ? Reality adalah God dan ciptaanNya.
Bagaimana mengerti realitas ? Bagaimana menolong konsele untuk sesuai dengan realitas ?

Alkitab mengajarkan bahwa semua kehidupan adalah suci. Tidak ada yang sekular. Semua hidup adalah berkaitan dengan Allah, tidak ada yang netral. Sistem, metode, konsep semua adalah baik berorientasi kepada Allah atau berdosa. Ini direksi / arah. Tidak ada yang netral. Ciptaan adalah tidak netral. Ciptaan adalah berkaitan dengan Allah.

Jadi konseling adalah aktivitas yang harus menpresuposisikan Allah bukan hanya Dia adalah pencipta tetapi juga Dia adalah penopang dunia ini. Tidak ada yang paling penting di dalam konseling untuk menolong konsele mengenali ini dan menemukan pengharapan.
Jadi kebenaran yang sangat penting yang membuat banyak perbedaan yaitu masalah manusia adalah tidak netral. Allah ada di dalam masalah kita.
Karena ada Allah maka hidup jadi ada arti, tidak absurd. Apalagi yang paling penting adalah setiap peristiwa mempunyai tujuan yang berarti. ( Rom 8:28 ).

Dalam kaitannya dengan konseling, kebahagian datang bagi mereka yang mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya. Ini kondisi bagi semua konseling.

Implikasi fakta keberadaan Allah

Karena Allah berada maka konseling yang ilahi harus ada. Konseling menempatkan Allah di pusat. Allah adalah pusatnya. Yang terutama bukan kebahagian manusia. Tetapi memuliakan Allah dan kebahagian akan muncul dari sana.
Tujuan dari konseling adalah untuk memuliakan nama Allah dan membawa konsele ke dalam relasi yang dalam denganNya.
Rom 11:36
Konseling Alkitabiah akan mengenali Allah sebagai pemberi prinsip dan karena itu merupakan sebuah system yang berorientasi Allah yang diturunkan dari WahyuNya mengenai dunia, manusia dan terutama DiriNya sendiri.
Konseling yang alkitabiah dilakukan dibawah Allah dan Dia tidak diacuhkan tetapi menjadi setiap pertolongan di waktu permasalahan.

Hubungan Doktrin sovereignty of God, Providence of God and konseling

Jika Allah mengontrol alam semesta maka masalah konsele mungkin sulit tetapi tidak diluar control. TIdak diluar solusi. Bahkan sesungguhnya di dalam beberapa pengertian, masalah-masalah ini adalah bagian dari rencana Allah dan tujuan untuk konsele. Mereka tidak terjadi begitu saja. Mereka ada meaning. Mereka mempunyai tujuan di dalam pikiran Allah untuk membawa kemuliaan bagi namaNya dan berkat untuk konsele.
Orang Kristen percaya bahwa segala sesuatu ada di dalam rencana Allah dan dibawah control Allah dan melaluinya Dia akan bekerja untuk kebaikanNya dan kebaikan umatNya.

Hubungan Doktrin Transendesi Allah dan Immanensi Allah

Tuhan terlibat di dalam Konseling Kristen.
Allah adalah pribadi. Bukan hokum yang tidak berpribadi atau prinsip abstrak yang tidak berpribadi.
Dia adalah pribadi yang menciptakan segala sesuatu dan providence / pemeliharaanNya menolon g dan mengatur ciptaan untuk tujuan akhirNya. Jadi Allah adalah person in charge.
Dia adalah pribadi yang berdaulat tetapi juga terlibat di dalam kehidupan manusia.
Allah selain transendense dan jauh di sana juga terlibat di dalam kehidupan umatNya.
Jadi di dalam konseling ada konseling segitiga.

Hubungan Keadilan Allah dan konseling

Baca Maz 37 dan 73

Sering di dalam konseling kita mendengar kata “Tidak adil”. Di dalam Mazmur 37 dan 73, baik Daud maupun Asaf mengakui pikiran seperti ini. Tema setiap mazmur ini adalah keadilan Allah ditengah dunia yang kelihatan tidak adil dimana orang saleh menderita dan orang fasik berhasil dan sukses. Tetapi akhir dari merek dikontraskan ditambahkan keuntungan dari orang setia yang bernilai kekal. Kekekalan dikontraskan dengan kesementaraan.
Jadi : Allah ada di dalam control dan ketidak adilan yang kelihatan dari situasi hanya permukaan. Ketidak seimbangan yang dialami hanya sementara. Picturenya lebih besar daripada yang kelihatannya. Sesungguhnya ini adalah prinsip tema salib.

Kesaksian Asaf adalah masalah kelihatan tidak adil yang membuat dia hampir membuang imannya. Tetapi ketika ia pergi ke rumah Allah dan mendengar mengenai Allah dan berpikir lebih dalam mengenai picture yang lebih besar, dia menyadari kesalahan ini. Jadi konsele yang terperangkap di dalam masalah ini harus mendengar pesan dari mazmur-mazmur ini :
Jangan iri kepada orang fasik
Jangan marah mengenai ketidakseimbangan di dalam hidup
Ambil pandangan jauh
Kenali bahwa Dia adil dan memelihara

“Teriakan berapa lama lagi ?”
Keadilan Allah tidak muncul segera. Seringkali ketidakadilan menang untuk beberapa waktu.
Tetapi ini mengenai apa itu iman. Iman adalah melihat kepada masa depan. Iman mengambil pandangan jauh di dalam bergantung kepada Firman Allah.
Semua umat Allah harus belajar hal ini.

Allah itu adil
Orang benar akan dipelihara dan Allah di dalam waktuNya dan jalanNya akan meluruskan semua yang bengkok.

Hubungan Trinitas dan konseling
Hubungan misteri Allah dan konseling

Ulangan 29:29 “Hal-hal yang tersembunyi adalah bagi Tuhan, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya:”
Arti :
Ada area pengetahuan yang Allah sembunyikan
Ada area pengetahuan yang Allah nyatakan melalui Alkitab
Yang permulaan adalah bukan milik kita tetapi milik Allah. Dan spekulasi adalah dosa
Pengetahuan Allah yang diberikan kepada kita harus diketahui dan ini sukup ( sufficiency of Scripture )
Pengetahuan ini dinyatakan bukan untuk tujuan akademik atau spekulatif tetapi untuk tujuan praktis supaya kita dapat melakukan semua hukum”. Alkitab terdiri dari kebenaran yang diwahukan yang memampukan aplikasi terhadap hidup.
Hidup ada wilayah misterius.

Fakta kita mempunyai Allah Tritunggal mempunyai banyak implikasi terhadap keselamatans kita dan proses penyucian kita. Pengorbanan Kristus yang tidak terbatas dan kecukupan untuk menebus dosa dari semua umat pilihan Allah. Transendensi Allah Bapa diseimbangkan dengan imanensi dari Allah Roh Kudus. Kemuliaan keilahian Yesus Kristus dengan kemanusiaan Yesus Kristus.

Implikasi dua nature Kristus adalah _______ Dengan Natur manusia dia dapat bersimpati dengan kita. Tetapi karena Kristus tidak berdosa maka dia mampu mengintruksikan kepada kita dan menolong kita bagaimana harus bertindak
Imam besar agung.


Relasi antara doktrin Allah dan Konseling

Nama Allah

Relasi nama Allah dan konseling

Nama Allah adalah menara yang kuat

Pribadi-pribadi yang ada di dalam keadaan yang malang memerlukan sesuatu dimana mereka harus berpijak dari waktu ke waktu selama menghadapi pencobaan.

Melalui ALkitab, Allah sudah secara beranugeah menyatakan diriNya kepada orang-orang di waktu-waktu sulit dengan nama yang dengan situasi.

Ketika Abraham dihadapi ketidak yakinan mengenai janji Allah di usianya yang tua, Allah menyatakan diriNya sebagai “I am El-Shaddai ( Kej 17:1 )”.
El Shaddai ! Kata ini harusnya meyakinkan Abraham bahwa di dalam kelemahan dan ketidakmampuan ada Satu yang mampu melaksanakan janjiNya.
El Shaddai diterjemahkan “God Almighty” tetapi sebenarnya lebih daripada itu maknanya yaitu “The Mighty Provider” “Yang mahakuasa penyedia”. Ini adalah nama Allah yang maha kuasa dan mempunyai kuasa untuk memelihara, memuaskan dan menyuplai.
Jadi Abraham tidak perlu bergantung kepada dirinya atau keadaan hidup yang biasa. Bahkan hukum alam.
El Shaddai yaitu nama yang Allah nyatakan dalam periode patriak mengekpresikan apa yang Abraham dan Bapa-bapa patriak lainnya perlu untuk tahu : Allah mereka memelihara dan mempunyai kemauan dan kuasa untuk mendukung pemeliharaannya dengan tindakan yang mahakuasa.
Ketika konselor menghadapi konsele yang mengatakan ia menghadapi kesulitan yang tidak mungkin dihadapi. Ada El-Shaddai

Bagi orang yang lemah imannya, memerlukan untuk bepikir mengenai Allah. Yang paling tepat adalah nama Allah yang unik yaitu Jehovah ( Yahweh ).
Benar bahwa Allah adalah Mighty Provider ElShaddai tetapi konsep ini tidak selalu memenuhi pusat masalah di dalam orang percaya yang lemah dan penuh ketakutan.
Orang ini perlu diyakinkan bahwa Dia adakah Allah yang menjaga perjanjian.

Yahweh adalah nama yang secara khusus diasosiasikan dengan Allah di dalam perjanjian dengan umatNya.
Dengan nama ini Allah menyatakan diriNya kepada Musa dan melaluinya kepada Israel ( Kel 3:15 ). Ini digunakan 6800 kali di dalam OT dan di dalam NT diaplikasikan kepada Yesus dalam kata Kurios atau the LORD.
Nama ini adalah hangat dan pribadi di dalam penggunaannya. Ini adalah bentuk dari kata kerja to be dari “Aku adalah Aku” “I am that I am” “I am because I am” “I will be that I will be”.
Karena ada beberapa kemungkinan makannya penulis ini merujuk nama ini dengan arti dibawah frase “Who was, who is and who is to be”. Yahweh adalah Pribadi yang sama dulu, sekarang dam selamanya.
Karena itu boleh diandalkan dan boleh bergantung.
Nama diatas segalanya yang menekankan orang percaya bahwa Dia memegang janjiNya. Dapatkah konsele mempercaya Allah untuk melakukan apa yang Dia katakana di dalam FirmanNya ? Tentu karena Yahweh adlaah Allah dari perjanjian dan kasih setiaNya untuk selama-lamanya.

Nama Allah adalah wahyu dari Allah. Dan nama ini menjadi sandaran di dalam konseling
Di dalam nama Yahweh ada beberapa nama yang ditambahkan yang dapat digunakan oleh konselor untuk konseling
Jehovah Shammah = “Yahweh is there” ( Yehz 48:30-35 )
Orang buangan yang kembali akan menemukan Yehovah disana di kota yang akan mereka buat. Kapanpun kita berpindah menurut kehendak Allah yang dinyatakan kepada kita, kita menemukan bahwa Dia disana – memimpin, memberkati dan menunggu kita di tempat tjuan yang kita cari untuk jangkau

Jehovah Jireh = “Jehovah will provide” ( Gen 22:1-19 )
Baca Abraham
Konsele mungkin menghadapi takut untuk maju di arah yang penuh pertanyaan, terlalu sulit dan mengancam.
Allah yang menyediakan kambing untuk Abraham, yang menyediakan domba di Kalvari untuk mereka untuk penebusan dosa, juga akan menyediakan kebutuhan ini.
Jehovah Jireh… My provider… His grace is sufficient for me….

El- Roy = “God that seeth” ( Kej 16:13 )
Ini cerita yang menguatkan bahwa nama ini memberikan pengharapan kepada Hagar modern yang berkelana sendiri. Pernahkah berkelana ? Atau survival di hutan ? Saya dulu pecinta alam….
Dimana ada tempat tersendiri yang ada bahaya dan resiko yang tidak meyakinkan disetiap sudut maka anak Allah tidak sendiri. Allah melihat semua

The Rock – Ul 32:1-43
Kokoh dan bertahan dam melindungi seperti gunung-gunug di Yerusalem.
Allah adalah batu karang. Waktu dan kekacauan tidak dapat merubah Dia. MenaraNya diatas semua. Seringkali diam dan tenang tetapi selalu kuat dan Dia selalu menjadi tempat perlindungan yang tidak pernah gagal. Ini yang konsele butuhkan… Batu karang tempat perlindungan. Jika konsele mengetahui Kristus sebagai juruselamatnya, dia mempunyai Kristus sebagai batu karang

Jehovah Nissi = “Jehovah our Banner” – Kel 17
Kemenangan adalah apa yang konsele perlukan. Kemenangan atas musuh, pencobaan dan ujian-ujian. Bagaimana mereka dapat memenangkan perang ? Satu jalan dan hanya maju melalkui peperangan dibawah bendera Allah. Ini berarti secara berani maju untuk menghadapi musuh kapan, diaman dan ketika Allah mengatakan dan menggunakan senjata dan strategi yang Dia perintahkan. Allah maju ketika benderaNya berkibar. BenderaNya berkibar ketika Firman dari perintahNya ditaati….

Peperangan di dalam pikiran
Allah mengetahui pikiran
Allah hadir di dalam pikiran
The Battle belongs to the LORD
This is the Lord’s battle

Nama-nama lain :

The LORD is my Shepherd -> Shepherd and lambs….
Jehovah our righteousness ( Yer 23:6 )
Lord God of Sabaoth
LORD of hosts ( or armies )
Father ( LORD prayer ) -> Father and sons
God the Warrior -> War

Baca Mazmur 27 => God is the light and salvation
Genre : Mazmur Confidence

Konseling dan Doa

Tempat doa di dalam konseling

Dunia sekarang adalah dunia sekular dimana doa adalah wilayah private dan bukan public……. Di dalam dunia sekular ini orang memerlukan hal-hal spiritual kalau tidak kosong….. Doa adalah diperlukan di dunia sekular ini.

Doa mempunyai tempat yang sentral di dalam konseling baik untuk konselor maupun untuk konsele.
Setiap konseling yang tidak didasarkan pada ide bahwa kuasa Allah yang merubah konsele adalah secara esensial bukan Kristen.
Doa harus mempunyai tempat yang penting karena baik konselor maupun konsele harus meminta kepada Allah untuk pertolongan dan bergantung kepada Dia untuk memberikannya. Jelas ini memerlukan doa.
Konseling yang humanistic punya kelemahan dasar di dalam hal ini sebab tidak adanya doa membuktikan bahwa konseling itu adalah man-centered karena di dalam praktek konselor gagal untuk memanggil nama Allah dan bergantung kepada bijaksana dan kekuatan manusia untuk mencapai tujuan dan sasaran itu.
Doa adalah meminta kepada Allah untuk bijaksana, kekuatan, pembenaran, dan berkat diatas kita.
Aspek pertama dari doa adalah konselor harus berdoa untuk dirinya sendiri dan konsele , meminta Allah untuk menggunakan FirmanNya di dalam pelayanan konseling
2. meminta bijaksana untuk memilih, mengerti, dan menggunakan Alkitab di dalam mengumpulkan dan menganalkisa data menurut norma Alkitab
3. Meminta pertolongan Allah untuk mempersiapkan tanah yang subur di dalam hati konsele untuk menabur bibit Alkitab.

Doa di dalam session

Doa komitmen, ucapan syukur, permintaan, meninggikan dan pengakuan oleh konselor atau konsele adalah respon alamiah dan spontan di dalam konteks konseling Kristen.

Doa oleh konsele

Sangat disarankan bagi konsele Kristen untuk berdoa di dalam periode konseling setiap sesi, untuk konselor dan dirinya sendiri.

Doktrin Kristen mengenai doa

Di dalam dunia yang materialistic, sedikit orang yang diajarkan untuk membawa masalah kepada Allah. Di dalam rumah dan di sekolah, kita terbiasa memegang doktrin self-sufficiency yang memimpin kepada kesombongan dan arogansi self-centered yang radikal atau sebaliknya bergantung secara tidak sehat kepada orang tua atau masyarakat.

Tanpa doa, tidak ada koneksi dengan Allah, tidak ada pengakuan, tidak adsa pemujaan, tidak ada ucapan syukur, tidak ada permintaan, atau dapat dikatakan tidak ada komunikasi yang dibangun dengan Allah sama sekali.

Apa itu doa ?
Tidak semua orang tahu apa itu doa
Doa bukan :
Auto suggestion
The Lord will hear when I call to Him
Doa bukan hanya permintaan. Ini membatasi doa
Doa bukan meditasi walaupun meditasi dapat memimpin kepada doa.

Meditasi yang benar adalah memikirkan Firman mengenai Allah dan relasi kita denganNya bukan meditasi dalam tempat kosong di dalam orang yang meditasi. Ini adalah praktek kafir

Doa katolik juga ditolak
Kita tidak berdoa kepada santo-santa dan Maria

Doktrin Kristen mengenai doa
Doa Bapa kami adalah prinsip dalam doa -> untuk kemuliaan Tuhan dan meminta kebutuhan manusia
Konseling dan Trinitas

Trinitas dan Keluarga
Trinitas dan pemuridan
Trinitas dan komunitas
Trinitas dan gereja
Trinitas dan Ordo
Jeffrey Lim

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG