Wednesday, February 21, 2007

Sakit Psikis dan Pembuangan di Babilonia

Sakit psikis dan Pembuangan di Babilonia
Seri renungan singkat
Jeffrey Lim

Bila kita membandingkan, ada kemiripan antara penderitaan sakit yang dialami secara psikis dengan penderitaan karena pembuangan di Babilonia. Karena ini marilah kita bandingkan kedua hal ini.
Pertama-tama, penyebabnya juga sama yaitu dosa. Memang ada sakit psikis yang adalah biologis tetapi biologis manusia yang terganggu juga akibat dari keadaan manusia yang jatuh dalam dosa. Karena manusia jatuh dalam dosa maka penderitaan dan kejahatan itu masuk ke dalam dunia. Dosa ini diwarisi dari Adam dan disebut dosa awal. Tetapi ada juga dosa yang diperbuat oleh setiap individu. Dosa ini mengakibatkan penghakiman dari Tuhan Allah.
Kedua, keadaan penderitaan yang dialami dan kerusakan yang dialami ada kemiripan. Orang yang dibuang seperti dipukul dan sudah luka ( Yes 1:5-6 ). Keadaan negaranya seperti ditinggalkan dan kotanya seperti dibakar dengan api ( Yes 1:7 ). Kemudian karena dosa maka Tuhan Allah tidak mendengar doa mereka ( Yes 1:14 ). Keadaan orang-orang yang dibuang itu seperti ditinggalkan Tuhan dan dibuang oleh Tuhan. Ini juga keadaan yang dialami oleh penderita psikis yaitu seperti diisolasi dan dibuang oleh Tuhan sendiri.
Ketiga, keadaan tidak ada harapan. Orang yang dibuang merasa tidak ada harapan dan depresi. Mereka sudah putus asa. Yesaya juga melihat ketika Tuhan hendak memberikan penghiburan dan jaminan untuk menolong mereka tapi keadaan mereka sudah putus asa ( Yes 40-:6-7 ). Seringkali orang yang mengalami sakit psikis juga merasa tidak ada harapan dan putus asa.
Tetapi puji Tuhan ! Bila orang yang dibuang di Babilonia mendapatkan pertolongan dari Tuhan dan diselamatkan Tuhan maka penderita sakit psikis pun dapat diselamatkan dan ditolong oleh Tuhan. Pembuangan secara fisik melambangkan pembuangan secara rohani. Penyelamatan secara fisik juga melambangkan penyelamatan secara rohani.
Bila kita membandingkan dengan ketiga point kemiripan kedua hal di atas, kita menemukan penyelesaiannya yaitu :
Pertama, di dalam Yesaya 40 dikatakan : “Hiburkanlah ! Hiburkanlah !”. Mengapa adanya penghiburan ? Karena Tuhan sudah mengampuni dosa mereka. Demikian juga di dalam Yesaya 1:18 dikatakan “Marilah kita berperkara. Sekalipun dosamu merah seperti kermizi kain kesumba akan menjadi putih seperti salju”. Ini adalah janji pengampunan. Masalah nomor satu beres. Tuhan juga tidak menghukum mereka lagi tetapi menghibur mereka.
Kedua, adanya pemulihan kembali dari keadaan yang dibuang. Tuhan sendiri akan datang dan menggembalakan umatNya ( Yes 10-11 ). Dia memperhatikan dan memelihara mereka. Ingat bahwa gembala ini dikaitkan dengan Mazmur 23. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan. Tuhan juga membawa umatNya ke padang rumput yang hijau dan air yang tenang.
Ketiga, adanya harapan. Mungkin orang-orang yang dibuang sudah depresi dan sudah tidak ada harapan. Mereka sudah tidak ada kekuatan. Tetapi Tuhan memberikan jaminan bahwa orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mendapatkan kekuatan baru. Mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; Mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereja berjalan dan tidak menjadi lelah ( Yes 40:31 )
Orang-orang yang dibuang menemukan pengharapan di dalam Tuhan karena Tuhan sendiri yang berinisiatif hendak menolong mereka. Demikian juga orang-orang yang menderita secara psikis dapat menemukan pengharapannya di dalam Tuhan. Orang-orang menderita secara psikis itu mengalami pembuangan secara rohani. Tetapi Tuhan akan menolong umatNya. Amin !

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
Seri renungan singkat
Jumat 16 Februari 2007
Guang Zhou

No comments:

Blog Archive

LIMPINGEN BLOG