Wednesday, February 21, 2007

Kesaksian panggilanku

Kesaksian panggilan menjadi hamba Tuhan
Seri Kesaksian
Jeffrey Lim

Saya bersyukur boleh menyaksikan panggilan dan anugerah Tuhan dalam hidup saya. Saya perkenalkan nama saya : Jeffrey Lim. Pergumulan saya menjawab panggilan Tuhan sungguh tidak gampang dan mengalami banyak pergumulan. Latar belakangnya Sewaktu aku belum lahir, ibuku belum punya anak laki-laki dan meminta anak kepada Tuhan serta menyerahkannya kepada Tuhan. Maka lahirlah saya dan diberi nama “En” yang artinya anugerah.
Saya mengikuti KKR anak-anak oleh Pdt. Stephen Tong dan disana saya menerima Tuhan Yesus sebagai juru selamat pribadi. Kembali sewaktu remaja, di retreat oleh Pak Benny Solihin saya menangis akan dosa saya dan berdoa untuk mau menyenangkan hati Tuhan seumur hidup saya. Setelah disidi dewasa, saya melayani di sekolah minggu.
Panggilan Tuhan dimulai dari saat :
Sewaktu mendengar SPIK pendeta Stephen Tong tahun 1996, saya tergerak hatinya dan terpanggil menjadi hamba Tuhan. Namun saya belum tahu bagaimana dan saya masih kecil saat itu. Sebenarnya saya bergumul berat dalam diri saya. Saya haus akan kebenaran dan merasa diri krisis. Saya juga menghadapi stress di dalam diri saya yang mulai menghantui kehidupan saya dengan segala cara. Depresi dalam ada di dalam hati pikiran saya yang tidak pernah saya kemukakan kepada siapapun. Saya cari jalan keluar dengan banyak baca buku dari teologi, filsafat, psikologi, dll. Saya merasa diri saya kosong dan juga ingin mengisi diri dengan banyak hal.
Di dalam satu pembinaan intensif oleh Pdt. Joshua Lie saya merasakan panggilan Tuhan kembali dan melihat visi menjadi hamba Tuhan secara samar-samar. Saya mulai menginjili teman-teman untuk percaya Tuhan.
Saya bergumul untuk masuk sekolah teologi dan Pdt. Hanna Tjahja mengarahkan saya untuk sekolah. Maka saya menyerahkan diri saya untuk menjadi hamba Tuhan. Ayah saya tidak setuju saya masuk sekolah teologi dan setiap hari beliau memarahi saya dan membuat saya begitu tertekan. Saya adalah seorang yang tidak begitu kuat untuk menerima tekanan dan juga saya mengalami trauma masa kecil. Jiwa saya merasa tidak aman. Akibatnya saya makin depresi berat.
Saya masuk sekolah teologi di Institut Reformed dengan kondisi depresi namun Tuhan memakai teman-teman dan saudara-saudara seiman untuk mengasihi saya sehingga saya merasa aman di dalam persekutuan. Dengan depresi saya menjalani 1 tahun sekolah teologi.
Kemudian saya diarahkan orang tua saya untuk sekolah ke Sydney dan cuti akademis . Di Sydney saya sekolah komputer dan 1 semester berjalan dengan baik. Namun karena berhenti pengobatan saya depresi dan terganggu mentalnya sehingga harus istirahat dan makan obat. Saya merasa tertekan dan kehilangan arah dan penuh ketakutan. Saya berdoa kepada Tuhan dan berjanji kalau saya sembuh saya mau menjadi hamba Tuhan. Kemudian setelah 4 bulan menjalani terapi dan makan obat, saya kembali melanjutkan sekolah. Di Sydney saya haus untuk mengenal lebih jauh kebenaran dan saya mengisi diri saya dengan membaca banyak buku teologi dan filsafat.
Di Sydney, seiring dengan kerinduan untuk mengenal Tuhan, saya tergerak untuk menginjili orang. Saya dan Alfred adik angkat saya sering menginjili ke gembel-gembel dan orang-orang dibus. Kami sering membagikan traktat dan juga selembaran-selembaran injil.
Akhirnya masa tiba saya selesai sekolah dan saya kembali ingin masuk sekolah teologi. Saya merasa hidup ini kosong dan kembali panggilan itu ada di dalam hati. Saya kembali ke indo. Di Indonesia, saya melayani di gereja di bidang komputer. Saya tergerak untuk kembali penginjilan dan saya menginjili di penjara-penjara selama 2-3 bulan.
Kemudian karena stop obat secara mendadak, di dalam 6 bulan pikiran saya kembali terganggu. Karena itu saya diistirahatkan dari sekolah teologi SAAT.
Pada saat ini di rumah saya mengalami masa-masa paling gelap dalam kehidupan saya. Pikiran dan emosi saya tidak terkontrol dan merasa tertekan sekali di dalam batin. Saya merasa jauh dari Tuhan. Saya berdoa jika Tuhan menyembuhkan saya maka saya akan melayani Tuhan dan menjadi hamba Tuhan.
Kemudian saya dipanggil Pdt. Stephen Tong ke Jakarta. Disini saya melayani di bidang komputer. Setelah kondisi saya baikan saya mengajukan permohonan untuk sekolah teologi kembali dan akhirnya saya diterima. Saya kembali mengingat doa saya untuk menjadi hamba Tuhan bila saya sembuh. Saya beriman mengenai hal ini.
Dari kesaksian ini saya ingin menceritakan anugerah Tuhan dalam hidup saya. Memang banyak kelemahan dan kesulitan yang saya hadapi tetapi anugerah Tuhan cukup. Adapun beban pelayanan di masa depan adalah menyaksikan kepada orang-orang bahwa Firman Tuhan sanggup merubah hidup manusia dan merupakan jalan keluar bagi pergumulan manusia. Saya terbeban mempelajari Firman dan juga filsafat untuk mengerti pergumulan manusia dan membawa orang mengerti kebenaran. Saya belum tahu jelasnya bagaimana tetapi saya akan berjalan ke arah sana. Baik dengan menulis maupun pemberitaan lisan.
Sekian kesaksian saya.
Soli Deo Gloria

Read More ....

Kesaksianku di Sydney

Kesaksianku di Sydney
Seri Kesaksian

Saya bersyukur kepada Tuhan boleh pergi sekolah ke Sydney. Dia mengisi hidupku sehingga saya boleh belajar bahasa Inggris, Komputer dan juga teologi. Puji syukur kepada Tuhan ketika saya kembali merenungkan apa yang Tuhan sudah lakukan dengan hidup saya selama di Sydney. Banyak suka duka, pergumulan, sukacita yang saya alami di negeri kanguru itu.
Saya bersyukur bahwa saya boleh sekolah ke luar negeri. Siapakah saya ini yang boleh mendapat kasih karunia Tuhan untuk sekolah ke Australia ? Pertama-tama saya hendak menceritakan latar belakang saya bisa sekolah di Australia. Saya akan menceritakan pergumulan saya sewaktu SMA sampai ke sekolah teologi dan sampai ke Sydney.

Di Indonesia

Dulu sewaktu SMA, saya memang pernah berharap satu saat boleh sekolah ke Amerika. Saya berharap bila saya sekolah ke Amerika saya boleh diisi kepandaiannya dan hidup menjadi lebih kaya dan limpah. Saya berpikir waktu dulu itu bahwa bila belajar ilmu pengetahuan akan memuaskan jiwa dan juga mengisi kelimpahan hidup. Maka sejak SMA saya punya pengharapan untuk sekolah ke luar negeri satu saat. Hanya saya belum tahu mau masuk bidang apa sebab saya belum tahu visi hidup saya.
Ternyata Tuhan punya jalan lain untuk hidup saya. Hati saya sewaktu SMA itu saya bergumul mencari identitas. Saya merasa hidup saya ini kosong dan saya rindu mencari sesuatu untuk mengisi hidup ini . Saya bergumul mencari arti hidup di dunia ini. Kekosongan diri ini membuat saya banyak menghabiskan diri di dalam membaca buku-buku baik buku teologi, filsafat, psikologi, managemen. Pengertian-pengertian dalam buku-buku ini memang sepertinya memberikan arah dan jalan mengenai hidup ini tapi tidak memuaskan hidupku. Dan sebenarnya saya sudah mengalami masa-masa stress di dalam mencari arti hidup, nilai hidup, tujuan hidup. Saya berharap bisa menemukan sesuatu yang memuaskan jiwa, sesuatu yang damai, sesuatu yang mantap dan pasti. Saya merasakan sesuatu di dalam diri saya ada kekosongan yang perlu diisi dengan sesuatu yang mengisi.
Didalam kekosongan saya, Tuhan oleh kasih karuniaNya menyatakan kebenaran melalui FirmanNya baik melalui kotbah, buku-buku rohani ataupun terutama dari seminar-seminar Teologi. Kebenaran ini memberikan visi kepada saya mengenai hidup. Terutama hidup itu untuk mengenal Tuhan dan melaksanakan kehendakNya. Saya merasakan bahwa hidup tanpa kebenaran Tuhan itu sia-sia. Karena itu saya makin giat belajar teologi dan juga belajar filsafat dari sudut pandang Kristen. Seminar-seminar Iman dan pembinaan iman intensif setiap bulan membuat hati saya menggebu-gebu mencari Kebenaran Tuhan. Maka saya makin rajin baca Firman dan buku rohani. Di gereja juga saya melayani sebagai guru sekolah minggu. Di pelayanan ini Tuhan mengajarkan saya untuk berdoa untuk anak-anak dan untuk melayani anak-anak. Saya juga belajar untuk banyak baca Alkitab karena saya harus mengajar anak-anak. Bersyukur kepada Tuhan bahwa saya boleh melayani anak-anak sekolah minggu dan dapat banyak berkat dari Tuhan. Sungguh sukacita ketika boleh mengenal Tuhan dan melayaniNya. Tidak ada sukacita yang lebih besar daripada ini.
Di dalam sukacita saya mencari kebenaran, saya merasakan kembali panggilan Tuhan untuk belajar teologi. Saya merasakan kehausan akan kebenaran dan melihat visi di masa depan untuk membagikan kebenaran kepada orang lain. Setelah lulus SMA, Tuhan menggerakkan hati Pdt. Hanna Tjahya untuk menawarkan saya sekolah teologi.
Dengan doa dan dukungan ibu rohani saya Pdt. Hanna Tjahya, saya kemudian memutuskan untuk sekolah teologi di Institut Reformed.
Akhirnya saya diterima di Institut Reformed sebagai mahasiswa. Namun perjalanan tidak semulus yang dibayangkan. Saya bergumul dengan stress yang saya alami sebelumnya dan juga dengan ketidak setujuan ayah saya mengenai sekolah teologi. Karena mendapat tekanan baik dari luar maupun dari dalam (diri sendiri )membuat saya menjadi depresi. Pikiran dan emosi saya mulai kacau. Namun oleh anugerah Tuhan melalui teman-teman seangkatan di Institut Reformed, saya boleh menjalani hidup dan sekolah sampai 1 tahun. Di Institut Reformed ini saya belajar banyak hal, baik secara teologi dan terutama dari persekutuan teman seiman. Saya mengalami sukacita dalam persekutuan teman seiman. Tuhan membuat teman-teman seangkatan mengasihi saya yang sedang dalam keadaan depresi.
Setelah satu tahun belajar di Institut Reformed ini, orang tua saya membawa saya untuk belajar di Australia. Sebelumnya saya bertemu dengan Pdt.Stephen Tong dan berbicara mengenai saya yang cuti sekolah teologi untuk sekolah sekular di luar negeri. Pak Stephen Tong mengatakan bahwa saya ada di dalam pencarian identitas diri. Pak Stephen Tong akhirnya menyetujui dengan memberikan nasihat bahwa di luar negeri harus berhati-hati dan menjaga hidup kudus.
Maka pergilah saya ke Australia.

Di Sydney.
Ketika tiba di Sydney ini saya mencari sekolah dengan bantuan bibi saya. Pertama-tama saya mencari sekolah filsafat karena mengerti filsafat dan kebenaran merupakan kerinduan saya. Namun akhirnya saya sekolah komputer dan mengambil diploma yang bisa diteruskan langsung ke universitas. Hati saya saat itu sangat menggebu-gebu. Saya merasa sukacita boleh sekolah di luar negeri dan ini adalah anugerah Tuhan. Maka itu saya berpetualang menjejalah tempat-tempat di Australia dan akhirnya saya menemukan gereja yaitu IPC ( Indonesian Presybiterian Church )
Saya sangat bersyukur saya boleh bertemu gereja disini dan saya bersukacita bertemu dengan saudara-saudari seiman. Saya merasa Tuhan sudah mengisi hidup saya selama 1 tahun di sekolah teologi dan saya mendapat sesuatu “pengetahuan Firman” maka saya ingin melayani. Ketika ada penataran pemimpin belajar Alkitab ( PA ), saya mendaftarkan diri dan akhirnya diterima. Hati saya sangat senang sebab kerinduan saya adalah membagikan pengertian Firman. Dan dengan menjadi pemimpin PA ini saya jadi lebih giat membaca buku rohani dan Firman.
Namun ternyata pada saat ini saya menemukan pergumulan yaitu ternyata saya ada kelemahan dalam hal bersekutu, bergaul dan sosialisasi terutama di dalam membagikan hidup. Di dalam kejiwaan saya terdapat rasa takut, kuatir, minder yang berlebihan. Tanpa disadari saya kembali stress karena saya menuntut diri saya sempurna namun saya tidak bisa secara natural membagikan diri saya kepada saudara-saudari yang mengikuti PA. Ditambah dengan ketidak bijaksanaan saya memberhentikan obat yang saya konsumsikan untuk menenangkan pikiran dengan sekaligus berhenti. Pada saat itu saya terus menuntut diri saya secara berlebihan dan mengambil banyak sekali pelajaran di luar pelajaran sekolah. Semua ketidak bijaksanaan saya dalam menuntut diri, bersekutu dan memberhentikan obat sekaligus mengakibatkan saya semakin lama semakin stress dan depresi saya kembali muncul sedikit demi sedikit dan akhirnya menjadi berat. Akhirnya kondisi mental saya menjadi tidak terkontrol dan saya terpaksa menjalani pengobatan psikiatrik.
Saya terpaksa harus cuti akademis selama 4 bulan. Disaat ini saya benar-benar merasa tidak bisa apa-apa. Saya merasa lemas, letih lesu. Obat yang dimakan membuat saya menjadi lemas dan banyak tidur, keinginan menjadi lemah dan tidak banyak aktivitas. Hidup merasa tidak berguna. Kerinduan untuk menjadi hamba Tuhan menjadi sirna. Semuanya jadi gelap. Di dalam kondisi jiwa yang tertekan dan terafliksi, saya tidak pergi ke gereja. Iman menjadi lemah dan jatuh. Tetapi Tuhan menopang hidup saya. “Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadanya. Apabila ia jatuh tak sampai tergeletak sebab Tuhan menopang tangannya”
Puji syukur kepada Tuhan setelah melewati perawatan 4 bulan dan terutama oleh karena dukungan spiritual dari teman-teman, saya mulai sedikit-sedikit bangkit. Ada saudari yang mendoakan saya. Teman yang tidak bisa saya lupakan adalah Paul Wirjawan. Dia banyak bersekutu dengan saya dan mendoakan serta berbagi Firman. Paul Wirjawan adalah saudara seiman yang membentuk hidup saya. Sekolahpun dijalani kembali. Disini saya mulai melayani di perpustakaan gereja sebagai anggota dan setia disana. Di dalam masa ini saya sering baca buku rohani dan mengisi diri kembali. Kekuatan demi kekuatan saya alami. Dan dalam semester ini ternyata hasil nilai pelajaran saya baik sekali. Seiring dengan pulihnya kesehatan saya maka saya makin giat melayani di perpustakaan.
Kemudian ketua perpustakaan pergi meninggalkan Sydney dan kerja di Singapura. Dan sebagai gantinya saya diangkat menjadi ketua perpustakaan. Pada saat itu saya merasa sukacita luarbiasa. Siapakah saya ini yang boleh melayani sebagai ketua perpustakaan ? Saya seorang yang lemah secara mental namun diipercaya dan diberi tanggung jawab sebagai ketua perpustakan. Karena kepercayaan ini maka semangat pelayanan saya semakin bangkit. Saya mensortir buku-buku yang ada dan membuat program komputer untuk perpustakaan. Saya membuat website perpustakaan. Dan terutama buku-buku lama yang sudah jelek dan tidak menarik boleh diganti dengan buku yang bermutu dan baru. Saya bersama dengan anggota perpustakaan yang lain sama-sama membangun perpustakaan ini. Buku-buku baru disampulkan dan diberi kode baru sesuai dengan kategori buku.
Saya merasakan Tuhan membentuk saya melalui pelayanan perpustakaan ini. Saya mengkonsentrasikan diri saya di pelayanan ini. Bahkan banyak uang saya yang saya persembahkan kepada Tuhan untuk mendukung pelayanan ini : Untuk membeli buku-buku dan keperluannya. Buku-buku yang bermutu dari Indonesia dikirimkan ke sini. Kaset-kaset kotbah dari Indonesia yang bermutu juga dikirimkan. Selain itu CD-CD rohani baru ditambahkan. Jadi isi perpustakaan kita menjadi baru dan menarik.
Dengan giatnya saya melayani sebagai ketua perpustakaan makin dan makin mendorong saya untuk banyak baca buku. Dan kerinduan saya untuk membagi-bagikan kebenaran semakin besar. Hampir setiap minggu saya presentasi isi buku dan memberikan reviewnya dengan print komputer. Kemudian saya juga mempresentasikan di depan gereja lagi-lagu klasik yang baik seperti Handel’Messiah dan juga Vivaldi’ Gloria. Lagu-lagu ini agung ini boleh dikumandangkan dan ada beberapa orang yang membeli lagu-lagu ini yang juga tersedia di perpustakaan kami. Karena Tuhan memberkati pelayanan ini maka makin lama perpustakaan kami semakin maju dan menarik banyak orang untuk meminjam buku, kaset kotbah dan membaca. Statistik peminjaman terus meningkat. Banyak teman yang mensharingkan boleh mendapat berkat rohani dari perpustakaan ini. Kemudian perpustakaan ini akhirnya bekerja sama dengan toko buku rohani yang besar dan akhirnya menjual buku-buku rohani dengan tidak mengambil laba.
Disamping pelayanan perpustakaan gereja, saya mulai juga menulis tulisan-tulisan rohani yang dimuat di buku majalah gereja. Pertamanya karena saya didorong oleh penatua yang mendukung saya. Dan setiap bulan didalam buku majalah gereja memuat artikel-artikel singkat yang saya tulis. Dengan adanya dorongan dan pujian membuat saya lebih serius untuk menulis. Disini Tuhan membentuk saya untuk belajar mengajarkan kebenaran melalui karya tulisan.
Karena kemajuan serta giatnya saya melayani maka saya semakin dipercaya oleh Pendeta dan penatua. Dan akhirnya saya diberikan tugas menjabat sebagai ketua camp. Saya membuat tema dan isi kamp ini yang berjudul “Reformation and Revival”. Namun di pelayanan ini saya kembali mengalami stress. Di dalam pelayanan ini saya semakin menyadari keterbatasan saya di dalam berhubungan langsung dengan orang lain. Terutama di dalam pelayanan ini yang sifatnya banyak berupa tim, saya harus banyak berkomunikasi. Dan saya menyadari kelemahan saya di dalam menyampaikan ide. Saya cenderung bersifat memaksakan ide dan bukan diskusi dan kerja tim. Sekarang saya menyadari kesombongan saya di dalam pelayanan Tuhan. Di dalam pelayanan Tuhan itu seharusnya kita saling melayani dengan rendah hati bukan memaksakan ide dengan keras. Memang Tuhan memberikan saya pengertian Firman tetapi saya harus bisa memasukkan pengertian ini dengan kasih kepada sesama pekerja lainnya. Akhirnya kamp boleh berjalan dengan baik walaupun demikian saya merasa saya tidak bekerja dengan baik secara tim yang saling mengasihi. Namun pengalaman kegagalan ini adalah pengalaman yang Tuhan berikan supaya saya belajar untuk melayani orang dan bukan memimpin. Saya harus belajar peka kepada orang lain.
Ada juga pengalaman-pengalaman rohani yang mendalam yang saya alami di Sydney. Pertama-tama adalah persahabatan saya dengan saudara angkat saya yang bernama Alfred. Kami berdua saling memgasihi dan saling mendoakan. Kami berdua mempunyai kelemahan mental. Alfred, saudara angkat saya menderita Attention Deficit Hyperactive Disorder ( ADHD ) yang membuat dia kurang fokus dalam konsentrasi. Dia bergumul di dalam dirinya. Saya bersyukur boleh bersama-sama dengan dia saling melayani dan mengasihi. Kami sering bersekutu bersama, mincing bersama, makan bersama, berdoa bersama, sharing hidup bersama. Alfred sering tinggal di rumah saya pada waktu itu dan juga sering membawa makanan atau memasak di tempat saya. Dan juga yang sangat mengesankan adalah kita kadang-kadang memberitakan injil sama-sama. Inilah pengalaman rohani yang sangat membangun. Permulaan saya sering membuat traktat atau tulisan yang berisi pesan rohani singkat yang dibagi-bagikan di jalan di kota Sydney. Sehari kita dapat membagikan ratusan tulisan itu dan kita sama-sama berdoa supaya Tuhan bekerja melalui tulisan itu. Sebab Firman yang Allah tidak akan kembali sia-sia.
Kerinduan saya untuk membagikan Firman dan menginjili makin terus membakar di dalam hati saya. Saya sering mendoakan hal ini di dalam doa-doa. Dan Tuhan menggerakkan saya untuk menginjili gembel-gembel. Alfred juga banyak membantu dalam hal ini. Doa kami Tuhan jawab dan Tuhan memberikan kami kerinduan lebih untuk memberitakan injil. Kami setiap hari minggu turun ke jalan dan memberitakan injil. Kami membeli makan ( biasanya berupa roti ) dan minum untuk dibagikan ke gembel-gembel dan disana membawakan Firman Tuhan. Kemudian saya mengajak mereka terima Tuhan dan berdoa. Puji Syukur ada orang yang percaya dan ada juga orang-orang yang dikuatkan. Walaupun jumlahnya sangat sedikit tapi pengalaman ini membentuk rohani saya. Dikemudian hari saya lebih berani membawakan Firman di penjara-penjara karena pengalaman rohani ini. Sungguh sukacita rasanya memberitakan kabar baik ini. Kemudian ada saudari seiman yang mendukung di dalam doa pelayanan ini dan dia yang membuatkan makanan untuk para gembel. Setiap minggu saudari ini membuatkan makanan yang kita bagikan kepada gembel.
Saya pertama-tama bersyukur karena saya boleh pergi ke Australia dan saya sekolah di sana. Saya berterima kasih buat mamah saya yang mendukung saya baik secara material maupun spiritual. Mamah saya bekerja keras supaya boleh sekolah sampai selesai dan mamah giat rajin mendoakan saya. Saya juga berterima kasih buat Pdt. Hanna Tjahya yang terus mendukung serta mendoakan saya. Saya mendapatkan kekuatan rohani melalui beliau. Ibu Hanna ini seperti ibu rohani di mata saya yang memberi makanan rohani supaya saya bertumbuh. Saya bersyukur untuk semua pengalaman yang saya boleh alami di Sydney ini. Untuk setiap kesulitan, pergumulan, depresi yang dialami dan juga kekuatan, Firman, dukungan doa, kasih dari Tuhan dan saudara-saudari seiman. Semua ini mendatangkan kebaikan bagi saya.seperti janji Firman Tuhan “Sebab kita tahu bahwa segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Tuhan.”. Saya mau bersaksi bahwa Tuhan itu baik. Tuhan itu setia dan Tuhan itu menyertai kita semua. Terpujilah Allah Immanuel Allah beserta kita semua.

Soli Deo Gloria – Jeffrey Lim, 06- Agustus-2005

Read More ....

Tuhan memberikan kepadaku talenta

Tuhan memberikan kepadaku talenta
Seri Kesaksian – Jeffrey Lim

“Kepada mempunyai, makin ditambahkan “

Puji syukur kepada Tuhan, karena anugerahNya yang besar. Dia mendengar doaku. Pernah satu kali aku berdoa kepada Tuhan supaya aku dapat menulis artikel atau buku atau puisi rohani untuk kemuliaan nama Tuhan. Pada mulanya aku belum terbiasa untuk menulis banyak dan sampai sekarang pun masih belajar. Puji Tuhan !, akibat doa itu, aku merasa adanya kekuatan dan pencerahan-pencerahan yang Roh Tuhan berikan sehingga aku dapat menulis. Mulai jadi satu artikel, dua artikel dan mulai jadi renungan-renungan harian. Pernah aku berpikir bagaimana seseorang bisa membikin renungan harian yang pendek setiap hari. Aku merasa luar biasa ketika seseorang dapat menulis banyak renungan singkat 1 saja setiap hari. Sebab tulisan singkat itu bagiku sangat luar biasa. Karena satu Firman yang sederhana bila dikumpulkan selama 365 menjadi 365 Firman dan bila dihidupi walaupun benih yang kecil dan bila jatuh ketanah yang subur maka akan berbuah adanya.
Puji syukur kepada Tuhan, karena anugerahNya yang besar. Sekarang sudah 3 tahun aku sudah menulis dengan rutin. Memang masih banyak kekurangan dan masih kurang produktif. Tetapi ada tangan Tuhan yang menuntun. Adanya kekuatan yang memimpin. Tulisan-tulisan mulai mengalir. Aku teringat pada ayat yang mengatakan bahwa yang mempunyai akan semakin ditambah. Karena aku meminta kepada Tuhan maka Dia memberikan dan menambahkannya terus. Dan juga karena anugerah Tuhan, aku juga melatih diriku menulis dan akhirnya karunia ini ditambahkan lagi.
Memang aku bukan penulis yang handai. Tetapi puji Tuhan ! Aku sudah menulis bagi Tuhan. Adapun aku mempunyai Blog yaitu http://limpingen.blogspot.com . Disana banyak terdapat tulisan-tulisanku. Semoga semuanya boleh menjadi berkat bagi kemuliaan nama Tuhan

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
21 Februari 2007Guang Zhou

Read More ....

Bersyukur membuat hidup menjadi limpah

Bersyukur membuat hidup menjadi limpah
Seri renungan singkat
Jeffrey Lim

Bagaimana kunci hidup yang sukacita ? Yaitu bersyukur ! Mengapa tiap hari kita berdoa hanya meminta-meminta dan meminta lagi. Kita meminta dan merasa butuh sesuatu itu baik. Tetapi bila kita tidak pernah merasa puas atas berkat yang Tuhan berikan maka kurang beres. Coba hitung berkat Tuhan satu persatu setiap hari. Maka engkau akan terkagum-kagum oleh kasih karunianya.
Mengapa kita hanya memikirkan hal-hal yang negatif saja. Memikirkan sakit penyakit kita ? Memikirkan kelemahan kita ? Memikirkan dosa kita ? Memikirkan kepentingan kita ?
Mengapa kita tidak menghitung berkat dan mengucap syukur ? Mengapa kita tidak berterima kasih karena anugerah Tuhan yang melimpah ?
Satu hal yaitu bahwa hidup yang limpah adalah hidup yang penuh ucapan syukur. Ucapan syukur adalah sesuatu yang dikehendaki Tuhan. Karena itu marilah kita mengucap syukur. Mengucap syukur buat :
1. Kesehatan atau pun sakit penyakit
2. Kekayaan ataupun kemiskinan
3. Untuk orang tua
4. Untuk teman-teman
5. Untuk saudara-saudari seiman
6. Untuk kecukupan
7. Untuk pemeliharaan Tuhan
8. Untuk pimpinan Tuhan
9. Untuk talenta
10. Untuk berkat jasmani
11. Untuk berkat rohani
12. Untuk Firman
13. Untuk gereja Tuhan
14. Untuk perbuatan baik yang boleh dilakukan
15. Untuk setiap kegagalan dimana kita boleh belajar
16. Untuk hal yang baik dan hal yang pahit
17. Untuk hikmat
18. Untuk kepandaian
19. Dan masih banyak lagi
Marilah kita terbiasa untuk mengucap syukur dan memuliakan nama Tuhan

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
21 Februari 2007
Guang Zhou


Read More ....

Bangkitnya sang kura-kura

Bangkitnya sang kura-kura
Seri cerita

Adik-adik, di suatu negeri yang jauh di negeri kosmos hidup seekor kura-kura yang masih berusia muda. Kura-kura ini bernama Husin. Husin si kura-kura ini berwarna hijau bercorak dengan coklat. Jalannya sangat lambat dan lucunya kepalanya bisa keluar masuk batoknya. Husin ini walaupun jalannya pelan tapi senang berpetualang.
Satu hari Husin pergi berpetualang ke daerah hutan disana. Disini ada sesuatu kejadian yang menyakitkan hati Husin. Ceritanya begini adik-adik. Ketika Husin sedang memasuki daerah hutan yang lebat, disana Husin bertemu dengan seekor simpanse yang besar yang sedang memegang palu. Simpanse ini bernama Libra. Libra ini kebetulan sedang marah dan pada saat itu Husin sedang sial deh. Husin yang bertanya kepada sang simpanse pak , “Hai pak simpanse Libra sedang apa ?”. Karena sang simpanse sedang kesal maka kepala Husin digetok oleh palu dengan bentakan keras “kura-kura bodoh ! pergi !”. Getokan dan teriakan itu begitu keras sampai-sampai Husin kaget setengah mati. Jantungnya bergetap cepat, perasaannya takut, kepalanya pening. Sebenarnya peristiwa ini biasa saja tapi Husin yang penakut ini menjadi terguncang. Hal ini merubah hidup Husin. Husin begitu shock digetok pakai palu dan diteriakin.
Sejak saat ini Husin selalu memasukkan kepalanya ke dalam batok. Dia berjalan dengan pelan-pelan dan berjaga-jaga. Husin begitu takut dengan semua binatang lainnya. Dia takut digetok lagi. Dia bersembunyi di dalam batoknya. Sewaktu sang singa sedang menyapanya, Husin cepat-cepat berlari karena takut digetok dan diteriakin. Ketika sang jerapah memanggil dia, Husin cepat menghindar. Hidup Husin dipenuhi dengan ketakutan yang sebenarnya tidak ada. Husin merasa bahwa semua binatang mau menggetok dia.
Adik-adik, suatu saat Husin sedang sekolah. Teman-teman kura-kura yang lain semua senang di dalam kelas belajar dan juga bermain. Tetapi si Husin ini selalu berjaga-jaga dan tidak mau bergaul dengan mereka. Husin kesepian. Husin sedih. Kasian si Husin. Husin yang malang.
Tetapi satu hari, Husin bertemu dengan seorang Bapak kura-kura yang memperhatikan hidup Husin. Bapak kura-kura ini bernama Big Brother. Big Brother itu mengasihi Husin. Big Brother ini sering memperhatikan Husin dan melayani Husin. Tapi Husin agak sering menjauh dari Bapak ini karena tidak percaya dengan Bapak Big Brother ini. Tetapi karena kasihnya bapak ini terus-menerus melayani Husin. Bapak ini menyapa, menghibur, bercerita wah pokonya semua yang baik-baik diceritakan kepada Husin. Maka sedikit-sedikit Husin mulai percaya dengan Big Brother ini. Bapak Big Brother ini membawa Husin ke dalam keluarga besarnya. Keluarga ini keluarga kura-kura Big Brother. Disana Husin bertemu dengan Anton, Harianto, Alfred yang merupakan sanak keluarga Bapak Big Brother. Ada juga Nancy, Mariana, Dancy saudari-saudari perempuan dari keluarga Big Brother.
Nah adik-adik, disinilah hidup Husin berubah.
Anggota di dalam keluarga kura-kura ini saling mengasihi. Mereka sering bercanda, tertawa, bercerita dan saling memperhatikan sama lain. Keluarga kura-kura ini mengasihi Husin juga dan Bapak Big Brother memperhatikan mereka semua. Husin pada mulanya takut-takut dan masih sering memasukkan kepalanya ke dalam batok. Tapi lama-kelamaan Husin mulai tertarik juga dengan keluarga Big Brother ini. Hanya adik-adik, Husin bergumul dengan dan mencurigari kebaikan semua anggota keluarga kura-kura ini baik. Tapi waktu bersama merubah semuanya.
Satu hari Bapak Big Brother mendekati Husin dan berkata
“Husin, kamu harus mengeluarkan kepala kamu!”.
Husin menjawb “Tidak mau Bapak saya takut !”.
“Kenapa takut ?” Bapak Big Brother bertanya.
“Saya takut dipukul dengan palu” kata Husin.
Tapi Bapak Big Brother yang memahaminya dengan kasih berkata „Husin, disini semua ini aman. Di dalam keluarga kita semua aman. Dunia ini semuanya aman. Tidak ada yang melukai kamu. Dan juga saya menjaga semuanya sehingga semuanya aman“.
Adik-adik. Perkataan dan kasih Bapak Big Brother ini menguatkan hati Husin. Husin mulai percaya perkataan Bapak Big Brother ini. Husin mulai mengeluarkan kepalanya sedikit. Wah ada terang ! Wah ada kura-kura lain sedang bermain. Pada mulanya Husin belum terbiasa dengan semua dunia ini. Husin masih curiga takut digetok kepalanya dan diteriakin oleh orang lain. Tapi Husin mulai beriman bahwa ternyata pikiran Husin salah. Husin mulai terus melihat dekat kepala lebih keluar. “Wah dunia ini ternyata indah juga yah” kata Husin. Terus teman-teman kura-kura lain senang dengan perubahan dalam diri Husin dan mereka mendekati Husin dan ingin bermain dengan Husin. Harianto suka menggoda Husin. Mariana sering menguatkan Husin. Teman-teman mendukung Husin dan mengasihi Husin. Husin merasa aman dan kepalanya mulai keluar. Husin sadar bahwa dia tidak usah masuk ke dalam batok kepala lagi untuk berlindung. Husin merasa sukacita. Husin terus menyanyi. Husin merdeka.
Sejak saat ini karena kasih Bapak Big Brother dan keluarganya, Husin yang penakut ini menjadi bangkit. Sejak saat ini Husin boleh menjadi kura-kura yang seperti yang lain. Husin bisa tertawa, bergembira, bermain, belajar dan menikmati dunia yang aman di dalam keluarga Bapak Big Brother. Husin belajar bahwa di dalam dunia keluarga Big Brother semuanya aman dan tidak ada yang menggetok lagi.

Oleh Kak Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com

Read More ....

Burung Kakak tua keluargaku

Burung Kakak tua keluargaku
- Jeffrey Lim –


Seringkali kita memikirkan arti di dalam hidup ini
Dan manusia mencari arti di dalam perkara besar dan tinggi
Tetapi kali ini hendak kurenungkan satu arti
Di dalam burung kakak tua keluargaku yang kita kasihi

Burung ini berwarna putih dan berjambul merah
Burung ini ciptaan Tuhan yang sederhana dan tidak mewah
Tetapi burung ini bersahabat dan ramah
Menciptakan hangat suasana rumah

Kakak tua keluargaku yang menyenangkan hati
Setiap hari tidak lupa menyapa kami
Baik ketika matahari bersinar di pagi
Maupun ketika pulang disore hari

Ketika memikirkan burung kakak tua keluargaku
Ini mengingatkanku kepada pemberian cihuku
Hadiah manis di saat pacaran dengan ciciku
Yang menjadi berkat bagi keluargaku

Oh burung kakak tuaku yang terkasih
Mungkin engkau tidak mengerti puisi dan percakapan
Tetapi ku tahu engkau mengenal kasih
Yang terlukis pada kelembutan dan persahabatan

Kami semua ingin berterima kasih kepada kakak tua
Untuk kau yang menemani kami selama ini
Engkau seperti sahabat kami yang setia
Baik saat susah atau senang hati

Terlebih itu kami ingin berterima kasih kepada Tuhan Allah
Yang menciptakan alam semesta yang indah
Memberikan kepada kami berkat anugerah
Dan hidup yang berlimpah

Jeffrey Lim,
Jakarta, 20 Mei 2006
Di waktu mau ujian

Read More ....

Sakit Psikis dan Pembuangan di Babilonia

Sakit psikis dan Pembuangan di Babilonia
Seri renungan singkat
Jeffrey Lim

Bila kita membandingkan, ada kemiripan antara penderitaan sakit yang dialami secara psikis dengan penderitaan karena pembuangan di Babilonia. Karena ini marilah kita bandingkan kedua hal ini.
Pertama-tama, penyebabnya juga sama yaitu dosa. Memang ada sakit psikis yang adalah biologis tetapi biologis manusia yang terganggu juga akibat dari keadaan manusia yang jatuh dalam dosa. Karena manusia jatuh dalam dosa maka penderitaan dan kejahatan itu masuk ke dalam dunia. Dosa ini diwarisi dari Adam dan disebut dosa awal. Tetapi ada juga dosa yang diperbuat oleh setiap individu. Dosa ini mengakibatkan penghakiman dari Tuhan Allah.
Kedua, keadaan penderitaan yang dialami dan kerusakan yang dialami ada kemiripan. Orang yang dibuang seperti dipukul dan sudah luka ( Yes 1:5-6 ). Keadaan negaranya seperti ditinggalkan dan kotanya seperti dibakar dengan api ( Yes 1:7 ). Kemudian karena dosa maka Tuhan Allah tidak mendengar doa mereka ( Yes 1:14 ). Keadaan orang-orang yang dibuang itu seperti ditinggalkan Tuhan dan dibuang oleh Tuhan. Ini juga keadaan yang dialami oleh penderita psikis yaitu seperti diisolasi dan dibuang oleh Tuhan sendiri.
Ketiga, keadaan tidak ada harapan. Orang yang dibuang merasa tidak ada harapan dan depresi. Mereka sudah putus asa. Yesaya juga melihat ketika Tuhan hendak memberikan penghiburan dan jaminan untuk menolong mereka tapi keadaan mereka sudah putus asa ( Yes 40-:6-7 ). Seringkali orang yang mengalami sakit psikis juga merasa tidak ada harapan dan putus asa.
Tetapi puji Tuhan ! Bila orang yang dibuang di Babilonia mendapatkan pertolongan dari Tuhan dan diselamatkan Tuhan maka penderita sakit psikis pun dapat diselamatkan dan ditolong oleh Tuhan. Pembuangan secara fisik melambangkan pembuangan secara rohani. Penyelamatan secara fisik juga melambangkan penyelamatan secara rohani.
Bila kita membandingkan dengan ketiga point kemiripan kedua hal di atas, kita menemukan penyelesaiannya yaitu :
Pertama, di dalam Yesaya 40 dikatakan : “Hiburkanlah ! Hiburkanlah !”. Mengapa adanya penghiburan ? Karena Tuhan sudah mengampuni dosa mereka. Demikian juga di dalam Yesaya 1:18 dikatakan “Marilah kita berperkara. Sekalipun dosamu merah seperti kermizi kain kesumba akan menjadi putih seperti salju”. Ini adalah janji pengampunan. Masalah nomor satu beres. Tuhan juga tidak menghukum mereka lagi tetapi menghibur mereka.
Kedua, adanya pemulihan kembali dari keadaan yang dibuang. Tuhan sendiri akan datang dan menggembalakan umatNya ( Yes 10-11 ). Dia memperhatikan dan memelihara mereka. Ingat bahwa gembala ini dikaitkan dengan Mazmur 23. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan. Tuhan juga membawa umatNya ke padang rumput yang hijau dan air yang tenang.
Ketiga, adanya harapan. Mungkin orang-orang yang dibuang sudah depresi dan sudah tidak ada harapan. Mereka sudah tidak ada kekuatan. Tetapi Tuhan memberikan jaminan bahwa orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mendapatkan kekuatan baru. Mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; Mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereja berjalan dan tidak menjadi lelah ( Yes 40:31 )
Orang-orang yang dibuang menemukan pengharapan di dalam Tuhan karena Tuhan sendiri yang berinisiatif hendak menolong mereka. Demikian juga orang-orang yang menderita secara psikis dapat menemukan pengharapannya di dalam Tuhan. Orang-orang menderita secara psikis itu mengalami pembuangan secara rohani. Tetapi Tuhan akan menolong umatNya. Amin !

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
Seri renungan singkat
Jumat 16 Februari 2007
Guang Zhou

Read More ....

Kerja itu Suci

Kerja itu Suci adanya, Kerja itu rohani adanya
Seri kesaksian
By Jeffrey Lim

Tuhan Yesus berkata bahwa “Dia datang supaya orang boleh mendapat hidup, Hidup yang berkelimpahan”. Kedatangan Yesus adalah supaya orang percaya boleh mendapatkan hidup yang limpah. Hidup yang limpah adalah hidup yang berbuah. Firman Tuhan juga menjanjikan bahwa orang yang merenungkan Firman akan berbuah ( Maz 1 ). Firman Tuhan juga menjanjikan bahwa jika kita tetap dalam FirmanNya maka kita benar-benar murid Tuhan, kita akan mengetahui kebenaran dan kebenaran akan memerderkakan kita. Jadi hidup yang limpah adalah hidup yang berbuah, hidup yang dimerdekakan dan hidup yang berarti. Hidup yang bermakna. Hidup yang bisa puas adanya. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan.
Saya pribadi mulai senang merenungkan apa makna, apa arti, apa nilai dari sesuatu. Semua ini karena saya pernah mengalami apa yang dinamakan kekosongan makna di dalam hidup. Semua seperti hampa, semua seperti kosong, semua seperti sia-sia. Tetapi sekarang oleh anugerah Tuhan, banyak hal menjadi indah. Sebelumnya ada pikiran dan ide-ide yang membuat saya tidak bebas dan tidak bermakna tetapi Firman Tuhan membebaskannya. Dan di dalam renungan pada hari ini saya ingin kita merenungkan sedikit bagian dari Firman Tuhan dari Kitab Kejadian 1:26-30 yang mempunyai makna besar bagi hidup kita.
Di dalam bagian ini dijelaskan bahwa kita sebagai manusia adalah gambar dan rupa Allah. Arti gambar dan rupa Allah itu begitu luas dan kita hanya membahas satu aspek yaitu manusia sebagai mahluk yang bekerja. Manusia sebagai working being. Tuhan Allah setelah menciptakan manusia, Dia memerintahkan manusia untuk beranak-cucu dan penuhi bumi dan taklukankah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi. Di dalam Kejadian 2 dikatakan Tuhan menempatkan manusia dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Perintah ini adalah mandat dari Tuhan. Dan Mandat dari Tuhan itu berotoritas. Mandat ini adalah mandat penciptaan. Dan mandat ini bersifat universal dan masih berlaku sampai sekarang ini. Mandat ini sering disebut mandat budaya.
Kita mungkin sering mendengar kata mandat budaya. Tetapi artinya apakah kita sungguh-sungguh menyadarinya dengan bahasa sehari-hari. Bahasa sehari-harinya adalah kita harus bekerja dan mengembangkan budaya. Karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, manusia adalah mahluk sosial, mahluk religius, mahluk berbudaya, mahluk berkomunitas, mahluk berpikir, mahluk kreatif, mahluk berpribadi. Manusia sebagai gambar Allah adalah yang mengakibatkan manusia berbudaya. Lebih singkatnya kita sebagai manusia adalah harus bekerja dan mengembangkan dunia ini. Bukan saja untuk mencari uang untuk hidup tetapi untuk mengelola dunia ini. Ini adalah makna sesungguhnya dari ekonomi yaitu rumah tangga. Untuk mengelola alam semesta.
Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya bahwa Firman Tuhan itu membebaskan dan Firman Tuhan itu membuat hidup menjadi limpah. Apakah kita sadar kelimpahan akan Firman Tuhan di dalam ayat ini ? Mungkin kita anggap biasa. Tetapi marilah kita merenungkan sesuatu yang pernah menjadi pergumulan saya yang ingin saya sharingkan dan semoga menjadi berkat. Saya ingin mencoba menjelaskan pergumulan ide yang sulit dengan sesuatu yang sederhana yaitu pengalaman hidup sehari-hari. Ingat bahwa ide mempunyai konsekuensi. Ide yang salah mengakibatkan aplikasi yang salah. Ide komunis mengakibatkan Negara hancur. Ide Darwinis mengakibatkan manusia jadi ateis. Ide Sigmund Freud bisa mengakibatkan orang yang sakit mental tidak bertanggung jawab. Ide mempunyai konsekuensi dan ide Firman Tuhan mengakibatkan kelimpahan hidup.
Saya dulu tidak sempat menganalisa pikiran saya dan saya di sekolah di sekolah Katolik. Saya tidak tahu ide apa yang pernah masuk di dalam hidup saya. Satu hal ini adalah belajar dari kesalahan saya. Yang jelas setelah saya besar saya mempunyai pandangan bahwa kehidupan pelayanan gerejawi adalah lebih suci daripada pekerjaan di dunia sekular. Bahkan di dalam ekstrimnya saya menganggap bahwa pekerjaan di dunia sekular, cari uang dan berdagang dan bekerja adalah kurang suci. Ingat kata suci ini digunakan untuk pemisahan antara yang suci dengan yang najis seperti pemisahan di dalam Imamat yaitu binatang yang haram dan suci, orang yang dikuduskan seperti imam dan orang biasa, dll. Saya terbelenggu oleh ide seperti ini. Jadi pedagang tidak suci, yang suci adalah yang hamba Tuhan atau jadi guru atau pekerja sosial atau dokter. Tetapi yang cari uang itu saya dengar di dalam dunia itu banyak tipu-tipu. Sejak kelas 1 SMA, setiap hari pulang sekolah suka bantu kerja di toko mamah dan bawa mobil juga antar-antar mamah dalam pekerjaan dagang. Tetapi tetap punya pikiran bahwa pedagang kurang suci.
Ini mengakibatkan saya mempunyai pikiran yang selalu mau bekerja di gereja. Contohnya adalah 3 hal. Sewaktu di Australia, teman-teman biasanya sambil sekolah sambil bekerja sampingan. Tetapi saya tidak. Tetapi apakah saya bekerja. Saya bekerja dalam pengertian tidak bekerja di dunia sekular. Saya saat itu sebagai coordinator utama perpustakaan. Dan saya yang membuatkan program perpustakaan, memesan buku2 momentum dari Indonesia, menyumbangkan banyak buku dari indo, dan juga membuat website untuk perpustakaan dimana orang bisa lihat buku apa yang ada diperpustakaan dan bisa lihat rangkumannya di internet. Setiap minggu saya pasti promosikan review 1 buku di depan mimbar dan kadang buat ringkasannya dan dibagikan. Dan yang kemudian sampai menjual buku di gereja bekerja sama dengan toko buku Koorong dan menjualnya di gereja. Bila penjualan sampai AUD $10.000 maka setiap pembelian buku akan mendapat diskon 10%. Dan puji Tuhan pada jaman saya, penjualan sudah sampai AUD $6.000.
Kemudian setelah pulang dari Indonesia, saya sudah lulus dari Sarjana Ilmu Komputer dan ketika berpikir untuk bekerja, saya bekerja di gereja. Jadi gereja adalah rumah Bapaku dan tempat kerjaku. Saya masih anti bekerja di sekular. Beberapa kali selama hidup saya selalu bekerja dan hidup di gereja. Dan pikiran seperti ini adalah dualisme yang mengakibatkan hidup menjadi sempit. Ide seperti ini adalah ide yang berasal dari Teologi Abad pertengahan yang dianut oleh orang Katolik yang membagi antara imam dan orang awam. Imam adalah orang yang suci dan awam adalah orang biasa. Pekerjaan imam adalah suci tetapi pekerjaan awam adalah lebih kotor.
Tetapi puji Tuhan, saudara-saudari bahwa Luther mendobrak dan mengajarkan “Keimaman semua orang percaya”. Luther mengajarkan bahwa semua orang percaya adalah imam dan pekerjaan mereka adalah suci adanya. Para reformator dengan semangat mau kembali ke Firman Tuhan sudah menemukan kebenaran Firman Tuhan yang membebaskan. Terutama sumbangsih dari Kekristenan dari para reformator terhadap dunia ini adalah salah satunya memandang pekerjaan sebagai panggilan. Ini sesuatu yang powerful dan meaningful.
Pekerjaan adalah panggilan. Pekerjaan adalah satu vocation. Panggilan hidup bagi orang percaya bukan saja hanya jadi panggilan hamba Tuhan secara full timer tetapi juga adalah pekerjaan sehari-hari. Panggilan untuk menjadi dokter, guru, pedagang, pekerja, restoran seperti ko Yongsun yang memberi makan banyak orang, dll. Kehidupan pekerjaan adalah suci adanya. Pekerjaan tidak adanya yang lebih suci atau lebih sekular. Semua baik adanya. Kecuali yang berhubungan dengan dosa seperti menjual obat, prostitusi, teroris, bajak laut, perampok. Ini pekerjaan jahat. Tetapi semua pekerjaan yang halal adalah baik adanya dan suci adanya. Dan bekerja adalah panggilan hidup.
Di dalam buku 8 habits dari Stephen Covey dikatakan bahwa yang penting di dalam pekerjaan adalah menemukan pemenuhan diri. Di jaman industri, pekerja dianggap menjadi cost dan pekerja dipandang sebagai sesuatu yang menghabiskan biaya. Maka pekerja tidak menemukan pemenuhan dirinya. Tetapi Stephen Covey mengganggap setelah abad industri adalah abad informasi kemudian abad kebijaksanaan dimana orang dianggap sebagai asset. Pekerja dianggap sebagai sesuatu yang berharga. Pekerja diharapkan menemukan pemenuhan dirinya. Wah ini suatu pengajaran humanis yang menganggap manusia itu berharga. Tetapi pengajaran menganggap pekerja sebagai orang yang berharga adalah ada dengan Kekristenan. Bahkan kekristenan adalah humanisme yang sejati yang berpusat bukan kepada manusia tetapi kepada Allah. Karena manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah dan sebagai mahluk yang bekerja, maka manusia itu berharga dan di dalam bekerja itu orang menemukan pemenuhan dirinya.
Mengapa di dalam bekerja orang menemukan pemenuhan dirinya ? Karena ini sudah ditetapkan Allah di dalam mandat penciptaan. Coba saja kalau anda tidak bekerja, anda merasa diri anda kosong dan tidak berarti. Tetapi di dalam bekerja manusia menemukan meaningnya. Karena manusia diciptakan untuk bekerja dan bekerja adalah mulia adanya.
Marilah bekerja untuk Tuhan. Karena itu apapun yang perbuat, perbuatlah untuk nama Tuhan dipermuliakan.

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
Jumat, 9 Februari 2007
Taipei

Read More ....

Sunday, February 11, 2007

Blog Tutorial

Paduan supaya BLOG anda banyak di hits

Mengapa perlu banyak di hits ? Supaya di Google page anda ada di atas !

Untuk supaya website anda banyak di hits, register di :
AutoSurfPro

dan
Auto Hits

dan
Christian Auto Surf

dan
Christian Auto Surf 4 Christ

dan
Easy Hits

dan

PS Chaecker

Selamat mencoba !
Christian Auto Surf

Auto Hits

Auto Surf

FastFreeway

PSChaecker

My Traffic Exchange

This Blog is A personal Blog of limpingen / Jeffrey Lim. The contents are about personal writings, articles, devotionals, poems, lecturers, books, sermons, etc. Most of them are from Christianity perpective

Who links to me?

Read More ....

Saturday, February 10, 2007

Arti di dalam Kesia-siaan

Arti di dalam Kesia-siaan 

“Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia” (Pengkhotbah 1:2)

Salah satu kitab yang paling aneh di dalam Alkitab adalah Kitab Pengkotbah. Dan yang kedua adalah Kidung Agung. Mengapa Kitab Pengkotbah begitu aneh ? Karena isinya sepertinya pesimis dan berisi hal yang bersifat sia-sia. Bukankah Alkitab seharusnya optimis ? Bukankah Alkitab seharusnya memberikan pengharapan ? Bukankah iman itu didasarkan kepada pengharapan ? Bukankah Alkitab seharusnya juga memberikan arti ? Tetapi Kitab Pengkotbah mengatakan sia-sia. Bukankah hal ini aneh ?

Pertanyaan berikutnya adalah siapa yang menulis kitab Pengkotbah ? Dikatakan di dalam ayat 1 bahwa “Inilah perkataan Pengkotbah, anak Daud, raja di Yerusalem” ( Pengkhotbah 1:1 ). Berarti Pengkotbah adalah anak Daud. Siapakah dia ? Anak Daud begitu banyak. Pengkotbah sendiri tidak menyebutkan namanya. Dia menyembunyikan namanya. Di dalam tradisi mengatakan dia adalah Raja Solomo. Dan saya juga berpendapat bahwa dia adalah Raja Salomo. Mengapa ?
1. Dikatakan bahwa Raja ini adalah anak Daud.
2. Dikatakan bahwa Raja ini adalah Raja yang berhikmat. Di dalam ayat 16 dikatakan bahwa “Lihatlah, aku telah memperbesar dan menambah hikmat lebih dari semua orang yang memerintah Yerusalem sebelum aku, dan hatiku telah banyak memperoleh banyak hikmat dan pengetahuan.” Bila kita mengingat mengenai hikmat maka kita mengkaitkan hal ini dengan Raja Salomo yang pernah meminta hikmat kepada Tuhan. Salomo juga diberi anugerah hikmat karena dia mampu menulis Amsal dengan begitu limpah, mengerti hewan, tumbuhan, etika, sosial, kerajaan, pemerintahan, hubungan dengan Allah, hukum di dalam kehidupan, dan sebagainya.
3. Dikatakan bahwa Raja ini adalah Anak Daud dan Raja di Yerusalem dan Raja Israel. “Inilah perkataan pengkotbah, anak Daud di Yerusalem” ( Pengkhotbah 1:1 ) “Aku , Pengkotbah adalah raja atas Israel” ( Pengkhotbah 1:12 ) . Ini petunjuk yang menentukan. Mengapa ? Sebab setelah Raja Rehabeam, Israel pecah menjadi kerajaan utara dan kerajaan selatan. Kerajaan Utara disebut kerajaan Israel dan Selatan disebut Yehuda. Ibu kota Yehuda adalah Yerusalem sedangkan Ibukota Israel adalah Samaria. Tetapi dikatakan bahwa Raja ini adalah Anak Daud, Raja di Yerusalem, dan Raja Israel. Bila kita melihat bahwa periode ketika ibukota  Israel adalah Yerusalem adalah periode di zaman Saul, Daud dan Salomo dan Rehabeam. Saul tidak mungkin dan Rehabeam tidak mungkin. Apalagi Daud. Maka hal yang paling pasti adalah Raja Salomo.
4. Raja Solomo dilukiskan di dalam Kitab ini bahwa dia sudah pernah mencoba banyak hal di dalam dunia ini. Dia sudah memperdalam hikmat bahkan sampai tingkat yang tinggi sekali. Dia mencoba kesenangan dan kegirangan di dalam hidup ini. Dia melakukan pekerjaan yang besar dan mendirikan rumah-rumah, menanami kebun-kebun anggur dan taman-taman. Dia menjadi terkenal dan menjadi tuan atas budak-budak. Dia mengumpulkan banyak harta . Dia ditemani oleh banyak perempuan. Bila kita merenungkan hidup Salomo, dia pernah masuk ke dalam hedonisme, ke dalam cinta filsafat dan hikmat, ke dalam kemewahan, ke dalam materialisme, dan ke dalam banyak filsafat dan ide. Dia benar-benar bukan saja mengetahui secara teori tetapi mempraktekkannya. Dia orang yang berpikir dan melakukan. Kuasanya begitu besar.

Tetapi akhirnya Salomo menyimpulkan bahwa semuanya adalah sia-sia. Semua ini tidak berarti. Semua yang dia kejar adalah kosong adanya. Ini sungguh mengejutkan. Dan Kitab Pengkhotbah ini berisi hikmat yang luar biasa  tinggi. Ini menjelaskan bahwa usaha manusia di dalam dunia ini untuk mencari sesuatu apapun yang hebat, mewah dan luar biasa, namun di luar Tuhan Allah adalah kesia-siaan belaka. Ini menjelaskan bahwa setelah manusia jatuh di dalam dosa maka kehidupan manusia ada di dalam kesia-siaan. Semua kosong, tidak berarti, sia-sia. Sungguh pesimis, sungguh nihilis, zero dan void.

Jadi, apakah hikmat, materi, nama baik, kekayaan, kenikmatan, semuanya sia-sia? Apakah Pengkhotbah mau mengajarkan demikian ? Bila Pengkhotbah mengatakan semua sia-sia dan tidak berarti atau kosong, mengapa Pengkhotbah mengatakan semua itu sia-sia? Bukankah kalau semua sia-sia maka sia-siapun adalah sia-sia ? Bukankah Pengkhotbah sedang berkontradiksi dengan pernyataannya sendiri ? Bukankah kalau semuanya kosong, mengapa berbicara mengenai kekosongan seolah-olah kekosongan itu ada ? Bukankah kalau kosong, tidak dapat dibicarakan ? Bukankah kalau sia-sia maka tidak bisa mengatakan sia-sia ? Karena ketika seseorang mengatakan sesuatu sia-sia maka sebenarnya ada makna bahwa segala sesuatu sia-sia. Maka masih ada makna. Masih ada arti.

Pengkhotbah tidak berkontradiksi dengan dirinya sendiri. Pengkhotbah tidak berkontradiksi dengan pernyataannya. Bahkan di dalam pernyataannya terkandung paradoks yang dalam. Sia-sia ! Itu adalah arti. Tetapi kalau membicarakan mengenai arti, arti ini harus dikaitkan pada sumber arti. Di dalam hal ini, Pengkhotbah hendak mengkaitkan arti dengan Tuhan sendiri. Arti adalah di dalam Tuhan. Segala sesuatu ada artinya. Ini adalah pernyataan yang saya mau tekankan. Bahkan kesia-siaan pun ada artinya. Tetapi arti ini ada karena dikaitkan dengan Tuhan Allah. Mengapa semuanya ada arti ? Saya berpendapat semuanya ada arti karena sejarah hidup manusia ada di dalam Sejarahnya Tuhan. History adalah HIS Story. Semua sejarah ini ada maknanya karena Tuhan Allah adalah sumber makna. Karena itu sejarah ada artinya. Apakah penderitaan ada artinya ? Ada artinya ! Apakah sakit penyakit ada artinya ? Ada artinya ! Apakah kematian ada artinya ? Ada artinya ! Apakah bahkan dosapun ada artinya ? Ada artinya ! Lebih ekstrim lagi adalah apakah orang tidak percaya dan berdosa yang berada di dalam kesia-siaan ini ada artinya ? Mungkin kita berpikir tidak ada artinya. Tetapi bukankah semua ini ditulis ? Bukankah kalau begitu ada artinya ? Paling sedikit adalah mengajarkan orang untuk takut akan Tuhan. Mengajarkan orang untuk gentar terhadap hidup dan mencari arti di dalam Tuhan. Lebih jauh apakah Kitab Pengkhotbah ada maknanya ? Kalau Kitab Pengkhotbah yang berbicara mengenai kesia-siaan tidak ada maknanya, mengapa kitab ini ditulis dan bahkan ada di dalam Alkitab ?

Jadi kesimpulannya adalah segala sesuatu ada maknanya dan semuanya dikaitkan dengan sumber makna yaitu Tuhan Allah sendiri. Renungan ini sampai disini dan marilah kita mencoba merenungkan banyak makna di dalam banyak hal. Ada baiknya anda pernah mengalami kekosongan makna supaya menyadari bahwa ketika mengalami kekosongan makna, berarti anda sedang mengalami arti hidup. Tetapi yang lebih penting, ada baiknya anda yang mengalami kekosongan makna, bertemu dengan Kristus yang adalah sumber hidup yang akan membawamu kepada hidup yang berkelimpahan.

Pergumulan dari nihilisme → eksistensialisme → Meaning in Christ Jesus
Taipei, 11 Februari 2007
Jeffrey Lim
email: limpingen@gmail.com

Read More ....

Belajar Menulis Renungan Singkat di BLOG Anda

Belajar menulis renungan singkat di BLOG anda

Kehidupan kita dipenuhi dengan kata-kata. Dan kata-kata itu bisa dikatakan dan bisa ditulis. Kata-kata itu mempunyai kuasa. Dan kata-kata itu hidup. Bila kita sering menggunakan kata-kata, kita akan memakan buahnya, seperti kata Amsal. Selain kata-kata ucapan, kata-kata tulisan juga sesuatu hal yang indah yang Tuhan berikan bagi kita. Menulis adalah sesuatu hal kreatifitas yang Tuhan berikan kepada kita.

Cobalah anda menulis mengenai renungan singkat di BLOG anda! Setiap hari luangkan waktu untuk  merenungkan Firman Tuhan dan menulisnya. Mazmur 1 mengatakan bahwa berbahagialah yang kesukaannya adalah merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam. Ia akan berbuah bila melakukan hal ini. Penuhilah blog anda dengan renungan yang anda dapat setiap hari. Supaya hidup anda merenungkan Firman, menulisnya, mengingatnya, mencatatnya dan membagikannya kepada orang lain.

Sulitkah menulis itu ? Mungkin kelihatannya seperti sulit kalau belum terbiasa. Tetapi bila sudah terbiasa akan lebih mengalir. Ingat, semakin diasah semakin tajam ! Dan sebagai pemula, jangan cepat-cepat berpikir untuk menulis yang panjang. Ingat renungan Our Daily Bread ? Bisakah menulis yang pendek seperti itu ? Cobalah dan kumpulkanlah semua itu ! Bila dalam lima hari anda membuat renungan singkat, dalam waktu seratus lima puluh hari sudah menjadi satu renungan ODB untuk satu bulan. Bila dalam tiga hari anda membuat renungan singkat maka di dalam waktu sembilan puluh hari sudah menjadi satu renungan ODB untuk satu bulan. Tapi tidak perlu memikirkan membuat ODB. Yang penting adalah merenungkan Firman dan mengingatnya. Bila anda mengingat satu hari satu ayat maka dalam 365 hari anda ingat 365 ayat. Dan Firman Tuhan adalah berkuasa adanya.

Satu prinsip supaya banyak keluar air sejuk yang mengalir di dalam diri anda yaitu isilah diri dengan kebenaran dan bagikanlah kebenaran itu kepada orang lain. Isilah hidup anda dengan anugerah Tuhan dan bagikan kepada orang lain. Belajarlah merefleksi setiap hari. Ada satu ayat yaitu,“Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan” ( Ul 30:14 ). Firman Tuhan itu dekat dengan kita dan karena itu belajar peka untuk mendengarkannya.

Bila anda ingin membuat blog, anda bisa melakukan :
1. Register di http://blogger.com
2. Atau register di http://friendster.com

Silakan mencoba dan menulis !
Kembangkan kreatifitas anda dan talenta yang Tuhan berikan kepada anda !
Jia You !

Jeffrey Lim
email: limpingen@gmail.com
Renungan singkat
Rabu, 7 Februari 2007
Taipei

Read More ....

Kecemasan dan Damai Sejahtera

Kecemasan dan Damai Sejahtera

Zaman ini adalah abad kecemasan ( Age of Anxiety ). Banyak orang yang hidupnya dipenuhi dengan ketakutan dan kekuatiran. Kekuatiran ini bermacam-macam yaitu dari yang ringan sampai berat. Dari kuatir akan hidup sampai kuatir karena kekosongan eksistensi. Ketakutan juga bermacam-macam yaitu dari dari takut akan manusia, takut gagal, takut dilukai, takut diteror. Manusia merasakan hidup tidak aman, tidak damai, tidak tenang.

Tetapi Yesus Kristus memberikan FirmanNya,“Damai sejahtera kuberikan kepadamu...” dan“ Jangan kamu kuatir....”Karena itu mengapa kita gelisah ? Mengapa kita kuatir ? Pemazmur mengatakan, “Mengapa gelisah hai jiwaku dan tertekan di dalam diriku ? Berharaplah kepada Allah maka aku akan bersyukur kepadaNya Tuhanku dan Allahku”Damai sejahtera diberikan Tuhan kepada kita tetapi bukanlah damai yang tanpa masalah. Walaupun banyak pergumulan, namun kita percaya bahwa Tuhan memegang pimpinan dan Tuhan membuat segala sesuatu mendatangkan kebaikan. Karena itu marilah jiwa kita beristirahat di dalam Dia yang menjaga dan memelihara kita.

Renungan harian Singkat
Taipei,Rabu, 7 Februari 2007
Jeffrey Lim
email: limpingen@gmail.com

Read More ....

Doktrin Allah dan Konseling

Doktrin Allah dan Konseling

Doktrin keberadaan Allah dan Konseling

Mazmur 139

Mazmur ini ditulis oleh anak Allah tetapi isinya benar juga bagi orang tidak percaya ( di dalam sebuah jalan yang menganggu daripada yang menghibur ).
Allah adalah lingkungan / environment manusia. Dan sewaktu mereka yang berdosa tidak harmonis dengan Dia adalah tidak sinkron dengan lingkungan mereka.
Dia ada di dalam belakdang, depan, gelap, terang dan tidak bisa melarikan diri dari Allah. Bahkan pohon, langit, tanah tidak netral, semua adalah ciptaanNya.
Setiap orang berdosa merasakan tidak nyaman di dalam lingkungannya. Kesadaran ini oleh orang psikologis dan eksistensialis dinamakan alienasi. Tetapi orang tidak percaya gagal mengerti nature masalahnya yaitu keterpisahan dengan Allah.

Orang yang belum lahir baru adalah orang yang tidak yakin. Dia tidak ada absolute, tidak ada standard di luar dirinya dan opininya yang selalu berubah. Di dalam yang terdalam, dia tidak pernah yakin mengenai hidup yang dia hidupi karena pertentangan dasar dengan lingkungannya secara constant mengganggu dia.
Dia tidak bahagia dan tidak nyaman di dalam lingkungannya karena dia menemukan dirinya di dalam keanehan dengannya.
Ketika berdosa, orang Kristen juga berbagian di dalam ketidaknyamanan ini tetapi dia tahu apa yang harus diperbuat -> 1 Yoh 1:9

Allah itu disekitar kita, di dalam kita dan bersama dengan kita. Dia mengetahui dan peduli bahkan setiap kata-kata di bibir dan setiap pikiran kita. Allah yang maha tahu dan maha hadir adalah lingkungan kita yang tidak dapat dihindarkan.

Ini menjawab pertanyaan : what is reality ? Reality adalah God dan ciptaanNya.
Bagaimana mengerti realitas ? Bagaimana menolong konsele untuk sesuai dengan realitas ?

Alkitab mengajarkan bahwa semua kehidupan adalah suci. Tidak ada yang sekular. Semua hidup adalah berkaitan dengan Allah, tidak ada yang netral. Sistem, metode, konsep semua adalah baik berorientasi kepada Allah atau berdosa. Ini direksi / arah. Tidak ada yang netral. Ciptaan adalah tidak netral. Ciptaan adalah berkaitan dengan Allah.

Jadi konseling adalah aktivitas yang harus menpresuposisikan Allah bukan hanya Dia adalah pencipta tetapi juga Dia adalah penopang dunia ini. Tidak ada yang paling penting di dalam konseling untuk menolong konsele mengenali ini dan menemukan pengharapan.
Jadi kebenaran yang sangat penting yang membuat banyak perbedaan yaitu masalah manusia adalah tidak netral. Allah ada di dalam masalah kita.
Karena ada Allah maka hidup jadi ada arti, tidak absurd. Apalagi yang paling penting adalah setiap peristiwa mempunyai tujuan yang berarti. ( Rom 8:28 ).

Dalam kaitannya dengan konseling, kebahagian datang bagi mereka yang mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya. Ini kondisi bagi semua konseling.

Implikasi fakta keberadaan Allah

Karena Allah berada maka konseling yang ilahi harus ada. Konseling menempatkan Allah di pusat. Allah adalah pusatnya. Yang terutama bukan kebahagian manusia. Tetapi memuliakan Allah dan kebahagian akan muncul dari sana.
Tujuan dari konseling adalah untuk memuliakan nama Allah dan membawa konsele ke dalam relasi yang dalam denganNya.
Rom 11:36
Konseling Alkitabiah akan mengenali Allah sebagai pemberi prinsip dan karena itu merupakan sebuah system yang berorientasi Allah yang diturunkan dari WahyuNya mengenai dunia, manusia dan terutama DiriNya sendiri.
Konseling yang alkitabiah dilakukan dibawah Allah dan Dia tidak diacuhkan tetapi menjadi setiap pertolongan di waktu permasalahan.

Hubungan Doktrin sovereignty of God, Providence of God and konseling

Jika Allah mengontrol alam semesta maka masalah konsele mungkin sulit tetapi tidak diluar control. TIdak diluar solusi. Bahkan sesungguhnya di dalam beberapa pengertian, masalah-masalah ini adalah bagian dari rencana Allah dan tujuan untuk konsele. Mereka tidak terjadi begitu saja. Mereka ada meaning. Mereka mempunyai tujuan di dalam pikiran Allah untuk membawa kemuliaan bagi namaNya dan berkat untuk konsele.
Orang Kristen percaya bahwa segala sesuatu ada di dalam rencana Allah dan dibawah control Allah dan melaluinya Dia akan bekerja untuk kebaikanNya dan kebaikan umatNya.

Hubungan Doktrin Transendesi Allah dan Immanensi Allah

Tuhan terlibat di dalam Konseling Kristen.
Allah adalah pribadi. Bukan hokum yang tidak berpribadi atau prinsip abstrak yang tidak berpribadi.
Dia adalah pribadi yang menciptakan segala sesuatu dan providence / pemeliharaanNya menolon g dan mengatur ciptaan untuk tujuan akhirNya. Jadi Allah adalah person in charge.
Dia adalah pribadi yang berdaulat tetapi juga terlibat di dalam kehidupan manusia.
Allah selain transendense dan jauh di sana juga terlibat di dalam kehidupan umatNya.
Jadi di dalam konseling ada konseling segitiga.

Hubungan Keadilan Allah dan konseling

Baca Maz 37 dan 73

Sering di dalam konseling kita mendengar kata “Tidak adil”. Di dalam Mazmur 37 dan 73, baik Daud maupun Asaf mengakui pikiran seperti ini. Tema setiap mazmur ini adalah keadilan Allah ditengah dunia yang kelihatan tidak adil dimana orang saleh menderita dan orang fasik berhasil dan sukses. Tetapi akhir dari merek dikontraskan ditambahkan keuntungan dari orang setia yang bernilai kekal. Kekekalan dikontraskan dengan kesementaraan.
Jadi : Allah ada di dalam control dan ketidak adilan yang kelihatan dari situasi hanya permukaan. Ketidak seimbangan yang dialami hanya sementara. Picturenya lebih besar daripada yang kelihatannya. Sesungguhnya ini adalah prinsip tema salib.

Kesaksian Asaf adalah masalah kelihatan tidak adil yang membuat dia hampir membuang imannya. Tetapi ketika ia pergi ke rumah Allah dan mendengar mengenai Allah dan berpikir lebih dalam mengenai picture yang lebih besar, dia menyadari kesalahan ini. Jadi konsele yang terperangkap di dalam masalah ini harus mendengar pesan dari mazmur-mazmur ini :
Jangan iri kepada orang fasik
Jangan marah mengenai ketidakseimbangan di dalam hidup
Ambil pandangan jauh
Kenali bahwa Dia adil dan memelihara

“Teriakan berapa lama lagi ?”
Keadilan Allah tidak muncul segera. Seringkali ketidakadilan menang untuk beberapa waktu.
Tetapi ini mengenai apa itu iman. Iman adalah melihat kepada masa depan. Iman mengambil pandangan jauh di dalam bergantung kepada Firman Allah.
Semua umat Allah harus belajar hal ini.

Allah itu adil
Orang benar akan dipelihara dan Allah di dalam waktuNya dan jalanNya akan meluruskan semua yang bengkok.

Hubungan Trinitas dan konseling
Hubungan misteri Allah dan konseling

Ulangan 29:29 “Hal-hal yang tersembunyi adalah bagi Tuhan, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya:”
Arti :
Ada area pengetahuan yang Allah sembunyikan
Ada area pengetahuan yang Allah nyatakan melalui Alkitab
Yang permulaan adalah bukan milik kita tetapi milik Allah. Dan spekulasi adalah dosa
Pengetahuan Allah yang diberikan kepada kita harus diketahui dan ini sukup ( sufficiency of Scripture )
Pengetahuan ini dinyatakan bukan untuk tujuan akademik atau spekulatif tetapi untuk tujuan praktis supaya kita dapat melakukan semua hukum”. Alkitab terdiri dari kebenaran yang diwahukan yang memampukan aplikasi terhadap hidup.
Hidup ada wilayah misterius.

Fakta kita mempunyai Allah Tritunggal mempunyai banyak implikasi terhadap keselamatans kita dan proses penyucian kita. Pengorbanan Kristus yang tidak terbatas dan kecukupan untuk menebus dosa dari semua umat pilihan Allah. Transendensi Allah Bapa diseimbangkan dengan imanensi dari Allah Roh Kudus. Kemuliaan keilahian Yesus Kristus dengan kemanusiaan Yesus Kristus.

Implikasi dua nature Kristus adalah _______ Dengan Natur manusia dia dapat bersimpati dengan kita. Tetapi karena Kristus tidak berdosa maka dia mampu mengintruksikan kepada kita dan menolong kita bagaimana harus bertindak
Imam besar agung.


Relasi antara doktrin Allah dan Konseling

Nama Allah

Relasi nama Allah dan konseling

Nama Allah adalah menara yang kuat

Pribadi-pribadi yang ada di dalam keadaan yang malang memerlukan sesuatu dimana mereka harus berpijak dari waktu ke waktu selama menghadapi pencobaan.

Melalui ALkitab, Allah sudah secara beranugeah menyatakan diriNya kepada orang-orang di waktu-waktu sulit dengan nama yang dengan situasi.

Ketika Abraham dihadapi ketidak yakinan mengenai janji Allah di usianya yang tua, Allah menyatakan diriNya sebagai “I am El-Shaddai ( Kej 17:1 )”.
El Shaddai ! Kata ini harusnya meyakinkan Abraham bahwa di dalam kelemahan dan ketidakmampuan ada Satu yang mampu melaksanakan janjiNya.
El Shaddai diterjemahkan “God Almighty” tetapi sebenarnya lebih daripada itu maknanya yaitu “The Mighty Provider” “Yang mahakuasa penyedia”. Ini adalah nama Allah yang maha kuasa dan mempunyai kuasa untuk memelihara, memuaskan dan menyuplai.
Jadi Abraham tidak perlu bergantung kepada dirinya atau keadaan hidup yang biasa. Bahkan hukum alam.
El Shaddai yaitu nama yang Allah nyatakan dalam periode patriak mengekpresikan apa yang Abraham dan Bapa-bapa patriak lainnya perlu untuk tahu : Allah mereka memelihara dan mempunyai kemauan dan kuasa untuk mendukung pemeliharaannya dengan tindakan yang mahakuasa.
Ketika konselor menghadapi konsele yang mengatakan ia menghadapi kesulitan yang tidak mungkin dihadapi. Ada El-Shaddai

Bagi orang yang lemah imannya, memerlukan untuk bepikir mengenai Allah. Yang paling tepat adalah nama Allah yang unik yaitu Jehovah ( Yahweh ).
Benar bahwa Allah adalah Mighty Provider ElShaddai tetapi konsep ini tidak selalu memenuhi pusat masalah di dalam orang percaya yang lemah dan penuh ketakutan.
Orang ini perlu diyakinkan bahwa Dia adakah Allah yang menjaga perjanjian.

Yahweh adalah nama yang secara khusus diasosiasikan dengan Allah di dalam perjanjian dengan umatNya.
Dengan nama ini Allah menyatakan diriNya kepada Musa dan melaluinya kepada Israel ( Kel 3:15 ). Ini digunakan 6800 kali di dalam OT dan di dalam NT diaplikasikan kepada Yesus dalam kata Kurios atau the LORD.
Nama ini adalah hangat dan pribadi di dalam penggunaannya. Ini adalah bentuk dari kata kerja to be dari “Aku adalah Aku” “I am that I am” “I am because I am” “I will be that I will be”.
Karena ada beberapa kemungkinan makannya penulis ini merujuk nama ini dengan arti dibawah frase “Who was, who is and who is to be”. Yahweh adalah Pribadi yang sama dulu, sekarang dam selamanya.
Karena itu boleh diandalkan dan boleh bergantung.
Nama diatas segalanya yang menekankan orang percaya bahwa Dia memegang janjiNya. Dapatkah konsele mempercaya Allah untuk melakukan apa yang Dia katakana di dalam FirmanNya ? Tentu karena Yahweh adlaah Allah dari perjanjian dan kasih setiaNya untuk selama-lamanya.

Nama Allah adalah wahyu dari Allah. Dan nama ini menjadi sandaran di dalam konseling
Di dalam nama Yahweh ada beberapa nama yang ditambahkan yang dapat digunakan oleh konselor untuk konseling
Jehovah Shammah = “Yahweh is there” ( Yehz 48:30-35 )
Orang buangan yang kembali akan menemukan Yehovah disana di kota yang akan mereka buat. Kapanpun kita berpindah menurut kehendak Allah yang dinyatakan kepada kita, kita menemukan bahwa Dia disana – memimpin, memberkati dan menunggu kita di tempat tjuan yang kita cari untuk jangkau

Jehovah Jireh = “Jehovah will provide” ( Gen 22:1-19 )
Baca Abraham
Konsele mungkin menghadapi takut untuk maju di arah yang penuh pertanyaan, terlalu sulit dan mengancam.
Allah yang menyediakan kambing untuk Abraham, yang menyediakan domba di Kalvari untuk mereka untuk penebusan dosa, juga akan menyediakan kebutuhan ini.
Jehovah Jireh… My provider… His grace is sufficient for me….

El- Roy = “God that seeth” ( Kej 16:13 )
Ini cerita yang menguatkan bahwa nama ini memberikan pengharapan kepada Hagar modern yang berkelana sendiri. Pernahkah berkelana ? Atau survival di hutan ? Saya dulu pecinta alam….
Dimana ada tempat tersendiri yang ada bahaya dan resiko yang tidak meyakinkan disetiap sudut maka anak Allah tidak sendiri. Allah melihat semua

The Rock – Ul 32:1-43
Kokoh dan bertahan dam melindungi seperti gunung-gunug di Yerusalem.
Allah adalah batu karang. Waktu dan kekacauan tidak dapat merubah Dia. MenaraNya diatas semua. Seringkali diam dan tenang tetapi selalu kuat dan Dia selalu menjadi tempat perlindungan yang tidak pernah gagal. Ini yang konsele butuhkan… Batu karang tempat perlindungan. Jika konsele mengetahui Kristus sebagai juruselamatnya, dia mempunyai Kristus sebagai batu karang

Jehovah Nissi = “Jehovah our Banner” – Kel 17
Kemenangan adalah apa yang konsele perlukan. Kemenangan atas musuh, pencobaan dan ujian-ujian. Bagaimana mereka dapat memenangkan perang ? Satu jalan dan hanya maju melalkui peperangan dibawah bendera Allah. Ini berarti secara berani maju untuk menghadapi musuh kapan, diaman dan ketika Allah mengatakan dan menggunakan senjata dan strategi yang Dia perintahkan. Allah maju ketika benderaNya berkibar. BenderaNya berkibar ketika Firman dari perintahNya ditaati….

Peperangan di dalam pikiran
Allah mengetahui pikiran
Allah hadir di dalam pikiran
The Battle belongs to the LORD
This is the Lord’s battle

Nama-nama lain :

The LORD is my Shepherd -> Shepherd and lambs….
Jehovah our righteousness ( Yer 23:6 )
Lord God of Sabaoth
LORD of hosts ( or armies )
Father ( LORD prayer ) -> Father and sons
God the Warrior -> War

Baca Mazmur 27 => God is the light and salvation
Genre : Mazmur Confidence

Konseling dan Doa

Tempat doa di dalam konseling

Dunia sekarang adalah dunia sekular dimana doa adalah wilayah private dan bukan public……. Di dalam dunia sekular ini orang memerlukan hal-hal spiritual kalau tidak kosong….. Doa adalah diperlukan di dunia sekular ini.

Doa mempunyai tempat yang sentral di dalam konseling baik untuk konselor maupun untuk konsele.
Setiap konseling yang tidak didasarkan pada ide bahwa kuasa Allah yang merubah konsele adalah secara esensial bukan Kristen.
Doa harus mempunyai tempat yang penting karena baik konselor maupun konsele harus meminta kepada Allah untuk pertolongan dan bergantung kepada Dia untuk memberikannya. Jelas ini memerlukan doa.
Konseling yang humanistic punya kelemahan dasar di dalam hal ini sebab tidak adanya doa membuktikan bahwa konseling itu adalah man-centered karena di dalam praktek konselor gagal untuk memanggil nama Allah dan bergantung kepada bijaksana dan kekuatan manusia untuk mencapai tujuan dan sasaran itu.
Doa adalah meminta kepada Allah untuk bijaksana, kekuatan, pembenaran, dan berkat diatas kita.
Aspek pertama dari doa adalah konselor harus berdoa untuk dirinya sendiri dan konsele , meminta Allah untuk menggunakan FirmanNya di dalam pelayanan konseling
2. meminta bijaksana untuk memilih, mengerti, dan menggunakan Alkitab di dalam mengumpulkan dan menganalkisa data menurut norma Alkitab
3. Meminta pertolongan Allah untuk mempersiapkan tanah yang subur di dalam hati konsele untuk menabur bibit Alkitab.

Doa di dalam session

Doa komitmen, ucapan syukur, permintaan, meninggikan dan pengakuan oleh konselor atau konsele adalah respon alamiah dan spontan di dalam konteks konseling Kristen.

Doa oleh konsele

Sangat disarankan bagi konsele Kristen untuk berdoa di dalam periode konseling setiap sesi, untuk konselor dan dirinya sendiri.

Doktrin Kristen mengenai doa

Di dalam dunia yang materialistic, sedikit orang yang diajarkan untuk membawa masalah kepada Allah. Di dalam rumah dan di sekolah, kita terbiasa memegang doktrin self-sufficiency yang memimpin kepada kesombongan dan arogansi self-centered yang radikal atau sebaliknya bergantung secara tidak sehat kepada orang tua atau masyarakat.

Tanpa doa, tidak ada koneksi dengan Allah, tidak ada pengakuan, tidak adsa pemujaan, tidak ada ucapan syukur, tidak ada permintaan, atau dapat dikatakan tidak ada komunikasi yang dibangun dengan Allah sama sekali.

Apa itu doa ?
Tidak semua orang tahu apa itu doa
Doa bukan :
Auto suggestion
The Lord will hear when I call to Him
Doa bukan hanya permintaan. Ini membatasi doa
Doa bukan meditasi walaupun meditasi dapat memimpin kepada doa.

Meditasi yang benar adalah memikirkan Firman mengenai Allah dan relasi kita denganNya bukan meditasi dalam tempat kosong di dalam orang yang meditasi. Ini adalah praktek kafir

Doa katolik juga ditolak
Kita tidak berdoa kepada santo-santa dan Maria

Doktrin Kristen mengenai doa
Doa Bapa kami adalah prinsip dalam doa -> untuk kemuliaan Tuhan dan meminta kebutuhan manusia
Konseling dan Trinitas

Trinitas dan Keluarga
Trinitas dan pemuridan
Trinitas dan komunitas
Trinitas dan gereja
Trinitas dan Ordo
Jeffrey Lim

Read More ....

Teologi Konseling Kristen

More than Redemption : Theology of Christian Counselling

Taurat Tuhan sempurna, memulihkan ( restore ) jiwa

Dalam kaitan antara doktrin dengan konseling
Ada kaitan antara doktrin2

Contohnya : Doktrin Doa dengan Doktrin Allah
Allah harus maha tahu untuk mengetahui setiap asepk dari situasi untuk menjawab doa
Allah harus maha hadir untuk mendengar semua doa yang diajukan dalam setiap waktu dan setiap tempat
Allah harus maha kuasa untuk berespon terhadap setiap situasi di dalam segala jalan yang Dia inginkan
Begitu juga dengan implikasi doktrin untuk konseling

Introduksi

Setiap konselor mempunyai satu tujuan yang umum : perubahan.
Banyak system konseling mereka semua
(1) Melihat kebutuhan untuk perubahan
(2) Menggunakan cara kata-kata untuk membawa perubahan
(3) Ditujukan untuk faedah dari konsele
Semua prinsip ini ada di dalam prinsip Biblical Counselling
Alkitab menyediakan prinsip untuk mengerti dan untuk terlibat di dalam Biblical Counselling.

Dasar Konseling Kristen : Alkitab perjanjian lama dan baru. Alkitab adalah textbook konseling.
Mengapa ? Karena berkenaan dengan isu yang sama dengan semua konseling.
Alkitab diberikan untuk menolong orang kepada iman yang menyelamatkan di dalam Kristus dan kemudian mentransform orang percaya ke dalam gambar dan rupaNya.
Roh Kudus menggunakan Alkitab sebagai sarana yang cukup dimana apa yang Dia katakan mempunyai kekuatan untuk melakukannya.

Transforming lives by the WORD to the man of God
Konseling adalah pelayanan Firman

Mengapa ? Karena apa yang berkenaan dengan konseling ( mengubah hidup dengan mengubah nilai-nilai, kepercayaan-kepercayaan, relasi-relasi, tingkah laku-tingkah laku, sikap-sikap ).

Jadi fondasi lain selain Bible harus ditolak…
Sumber air hidup vs penampungan bocor dari sistem konseling modern



Bab 1. Kebutuhan Teologi di dalam Konseling

Manusia diciptakan sebagai keberadaannya bergantung dari pada pencipta dimana dia mendapatkan pengetahuan dan bijaksana melalui wahyu. Tujuan dan arti hidupnya dan keberadaannya dari Tuhan dan bergantung. Bukan autonomous

Manusia membutuhkan Firman sejak semula bahkan sebelum kejatuhan. Wahyu FirmanNya adalah diperlukan manusia untuk mengerti Allah, ciptaan, diri sendiri dan relasi yang benar dengan orang lain, tempat dia, fungsi dia di dalam ciptaan dan keterbatasannya.
Hidup tanpa Firman Allah adalah tanpa makna. Makna, tujuan dan fungsi bergantung kepada Firman yang diinterpretasikan.

Manusia diciptakan baik secara fisik dan moral tetapi perkembangannya belum sempurna. Kemudian relasi manusia dengan Allah berkembang.
Perkembangan pengetahuan, pengalaman ada di dalam perintah “Beranak cucu dan penuhi bumi.”. Bagaimana perintah pertama diikui dan menaklukan bumi akan menghasilkan perkembangan di dalam aktivitas ilmu pengetahuan dan politik bergantung pada interpretasi Firman Allah. Jadi perubahan bahkan perkembangan di dalam manusia sempurna selalu bergantung kepada Konsel Allah.
Dengan konsel Adam menamai binatang. Dengan konsel dia menghiasi taman. Dengan konsel dia mengerti pohon2 di taman dan penggunakan yang benar. Manusia bergantung pada konsel Allah di dalam hidupnya untuk berubah dan berkembang.
Jika taat kepada Konsel Allah dengan setia, manusia akan diubahkan dan memiliki hidup yang kekal yang ada di dalam pohon kehidupan ( disimbolkan ) .
TRAGEDY

Tetapi ada tragedy yang terjadi dimana manusia meninggalkan konsel Allah dan mendengarkan konsel Setan. Dengan melakukan ini, Adam berubaha menjadi tidak bergantung dari Allah dan menekankan otonominya.
Dengan mengikuti konsel dari Setan, manusia kehilangan kebebasan dan kapasitas untuk melakukan kebaikan dan mengikuti konsel Allah. Dia menjadi hamba dosa dan setan.
Jadi jelas ada 2 konsel di dalam dunia ini : konsel Ilahi dan konsel setan yang berkompetisi.
Posisi Alkitab adalah semua konsel yang bukan wahyu dan tidak berdasarkan wahyu adalah satanic
Gereka seperti Adam dan Hawa adalah menemukan dirinya ditipu dengan konsel setan atau menemukan dirinya konflik dengannya. Tidak ada tanah netral.
Secara intelektual menerima konsel setan akan memimpin hidup yang menurutnya. Ini dosa dan mengambil jalan berdosa. Dia berdiri di jalan orang berdosa, percaya apa yang mereka percayai dan melakukan apa yang mereka lakukan dan berkata apa yang mereka katakan
Tidak ada netral ground. Slogan semua kebenaran adalah kebenaran Allah harus hati-hati.
Sewaktu mengatakan ini berkata anugerah umum. Mereka berkata ada wahyu umum di dalam ajaran Rogers, Freud, Skinner.
Allah tidak pernah memasang system competivive terhadap Alkitab.
Freud mengajarkan -> manusia tidak bertanggung jawab atas dosanya
Rogers -> manusia pada dasarnya baik dan tidak memerlukan pertolongan dari luar
Skinner -> Manusia adalah hanya binatang belaka yang tanpa nilai, kebebasan atau dignitas.
Sangat menghujat berkata bahwa system yang penuh dengan kesalahan dan anti Kristen ini adalah produk dari anugerah umum. Ini adalah distorsi setan.

Orang-orang kompromi yang menghabiskan waktu menyelidiki pandangan Freud terhadap kemalangan manusia daripada Alkitab akan menempatkan batu sandungan. Hanya mereka yang merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam yang mampu menahan godaan untuk kompromi. Konselor Kristen harus secara radikal belajar Alkitab atau akan tertipu.

Kesimpulan : Orang Kristen akan masuk ke dalam menerima pikiran dan praktik kafir di dalam konseling ketika tidak berpikir secara teologis.
Theology – dosis besar yang sungguh-sungguh dari exegetical, biblical, dan sistematik teologi – dapat merubah situasi ini.

BAB 2. Teologi dan Konseling

Apa itu teologi dan relasinya

Teologi -> Pengertian sistematik dari apa yang Alkitab ajarkan mengenai beberapa subjek.
Teologi -> Berusaha untuk membawa semua doktrin yang Alkitab katakan

Biblical Theology -> Perkembangan wahyu khusus dengan relasi dengan pekerjaan penebusan Kristus

Contoh relasi Teologi dengan Konseling
“Jika kamu meminta sesuatu apapun, Aku akan melakukannya”: ( Yoh 14 )
Banyak orang Kristen salah arah dan kecewa ketika mereka menggunakan doa untuk menyelesaikan permasalahan mereka dan memuaskan keinginan mereka.
Teologi doa dan konseling

Karena konsel bergantung pada prinsip Biblical maka Konselor Kristen harus mengerti semua apa yang Alkitab katakan dalam topic tertentu untuk memberi arah biblical penuh kepada konsele mereka.

Di dalam proses konseling, perlu untuk mempunyai orientasi teologis kepada Alkitab untuk menghindari konsele yang tersesat dan untuk memperbaiki kesalahan di dalam pemikiran dan praktik dari konsele tetapi juga vital untuk mempunyai orientasi ini untuk mengkomunikasikan kebenaran secara otoritatif.

Proklamasi otoritatif dari Firman di dalam kotbah dan konseling berkembang hanya melalui pengetahuan teologi yang harmonis.

Konselor Kristen sekarang kekurangan otoritas karena hanya banyak spekulasi dan sedikit kedalaman teologi di antara mereka.

Semua konseling, naturnya ( berusaha menjelaskan dan mengarahkan manusia di dalam kehidupan mereka dihadapan Allah dan dihadapan manusia di dalam dunia yang jatuh ) mengimplikasikan komitmen teologis oleh konselor.

Relasi antara konseling dengan teologi adalah organic. Konseling tidak dapat dilakukan terlepas dari komitmen teologis. Setiap tindakan, perkataan mengimplikasikan komitment teologis.
Pembelajaran teologis memimpin kepada aplikasi konseling.

Konseling tanpa teologis adalah mati

Di dalam beberapa waktu ke depan kita akan belajar teologi Kristen Konseling. Mengkaitkan semua teologi ke praktikal Teologi -> Konseling.
Biblical Theology, Systematic Theology, Historical Theology, Practical Theology.

Bab. 3. Konseling dan Wahyu Khusus
Doktrin Alkitab

Apakah konseling gereja itu tanpa harapan, primitive dan aktivitas jaman batu yang harus hilang bersamaan dengan pisau batu ? Apakah orang Kristen tutup mulut terhadap hidup yang rusak dan berdosa sampai kedatangan psikoterapi ? Apakah Allah menahan kebenaran untuk hidup sampai waktu sekarang ?

Pertimbangkan hal ini : Bagaimana Kristus menjadi konselor yang sempurna dimana Alkitab melaporkan mengenaiNya terlepas dari pengetahuan :”clinical psychology dan psychiatry” yang diyakinkan oleh orang tidak percaya ( bahkan banyak orang Kristen yang mengikutinya ) adalah esensial untuk konseling yang efektif ?

Alkitab mengajarkan bahwa Mesias adalah Wondeful Counsellor dan Yesus sendiri disupply oleh Perjanjian Lama dengan segala segala pengetahuan yang diperlukan untuk mengkonseling orang lain tanpa salah. Yesus diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik ( 2 Tim 3:16 ). Jadi Mengikuti Tuhan, Alkitab menjadi sumber yang kaya dan limpah serta tidak habis-habis di dalam pelayanan konseling.
Roh Kudus juga adalah Konselor yang lain. Dia mengajarkan kita semua menuju ke dalam seluruh kebenaran. Dia mengajarkan Firman Allah, membawa kita mengenai PL dan PB dengan iluminasiNya.

Firman Allah sebagai Konsel. Dan Daud sendiri mengatakan bahwa Alkitab adalah konselornya, penasihat-penasihatnya. Tidak heran kontras dengan apa yang dia pelajari dari bijaksana manusia, dia mengatkaan bahwa konsel Alkitab membuat dia bijaksana dari semua pengajarnya.

Kita hidup melayani dan bagian dari pelayanan Firman adalah pelayanan konseling.

Relasi antara Doktrin Alkitab dengan pelayanan konseling.

Implikasi Biblical Inerrancy, Biblical Inspirasi dan Biblical Authority terhadap konseling

Konselor Kristen mempunyai buku yaitu Firman Allah yang hidup yang bebas dari segala error dan berisi apa yang Allah ingin katakana.
Alkitab adalah buku yang dinafaskan Allah.
Konseling dari buku seperti ini mempunyai otoritas konseling.
Pelayanan konseling Firman tidak seperti konseling system lain mempunyai dasar otoritas. Karakteristik otoritatif berasal dari doktrin inerrancy.
Ada prinsip pengarahan Firman tetapi tidak berbicara secara langsung dari Alkitab.
Faktor penting di dalam penggunaan Alkitab adalah membedakan antara perintah langsung dari Allah dengan aplikasi dan inferensi yang valid dari perintah itu. Beberapa kasus adalah langsung terkait atau langsung dilarang. Tetapi yang lain adalah keputusan harus dibuat dengan prinsip yang ditarik dari Alkitab.
Misalnya :
Biblical Command : Kamu harus belajar Alkitab
Saran konselor : Baca Amsal 10

Biblical Command : Jangan mencuri
Saran konselor : Stop menyontek

Otoritas untuk Konseling Alkitabiah tidak datang dari diri sendiri tetapi otoritas konsel adalah ilahi.

Tidak ada system konseling lain yang mempunyai otoritas karena tidak ada system lain yang mempunyai dasar otoritas. Hanya standard Firman Tuhan yang memberikan jalan keluar dari relativisme, subjektivisme, skeptisisme.

Kuasa Firman

Ada kuasa di dalam Firman Tuhan. Oleh Firman dunia dijadikan. Yesus Kristus sendiri dipanggil Firman. Dan Alkitab juga bukan kurang kuasa. Alkitab bukan buka lain sebab itu unik karena Firman Allah.

Firman Allah mempunyai kuasa performative. Allah berkata dan jadilah. Tidak heran kata Ibrani “Dabar” bukan hanya “perkataan” tetapi “sesuatu”. Ketika Allah berkata maka itu terjadi. PerkataanNya sepasti benda.
2 Tim 3:15,16 -> Piunya kuasa untuk membuat kamu bijaksana mengenai keselamatan melalui iman di dlaam Kristus Yesus.
Firman Tuhan mempunyai kuasa untuk membawa orang kepada iman di dalam Kristus dan kuasa membentuk dia sesosok pribadi yang Allah inginkan.
Ini kuasa yang dunia cari tetapi tidak temukan. Banyak Konselor sudah menemukan system yang mempunyai kuasa untuk merubah hidup manusia tetapi gagal menemukannya.
Kuasa ini ditemukan di dalam Firman yang bukan saja membawa segala sesuatu teratur dan bermakna keluar dari chaos tetapi hanya Firman saja yang dapat memberikan meaning dan order dari chaos yang dibawa oleh kegagalan psikoterapi.

Konseling system manakah yang bisa menjamin akan buah-buah roh ?
Buah ini tidak datang dari cara lain tetapi dari Roh yang menghasilkan di dalam umatNya oleh FirmanNya. Firman Allah mempunyai kuasa karena Roh Kudus menulisnya dan mengurapinya.

Konsel dari orang tidak percaya tidak punya kuasa untuk memampukan manusia hidup harmonis dengan Allah, dengan sesama atau dengan dunia ini.
Harmonis dengan orang lain dan dunia ini ditemukan hanya melalui Firman Allah.

Menurut 2 Tim 3:15-17, Firman didesign untuk mentransform karakter…. Transformasi ini ada 2 fase :
Cara instant dimana yang mati diberikan hidup oleh Roh Kudus. Kelahiran baru adalah perubahan instant, tanpa jasa dari seluruh hidup, membawa orang berdosa kepada Allah. Lahir baru adalah aspek dari pertobatan dan aspek lain adalah justifikasi yaitu sebuah deklarasi Allah menghapuskan semua dosa dari catatan seseorang dan memperhitungkan kebenaran Kristus kepadanya dan mendeklarasikan dia benar karena ketaatan Kristus yang aktif dan pasif. Justifikasi adalah tindakan instant.
Cara proses dimana transformasi berlanjur melalui seluruh hidup orang Kristen. Ini adalah sanctification yang terdiri dari proses gradual dimana Roh memampukan orang percaya untuk mematikan pola hidup yang berdosa dengan pola hidup yang kudus.

Jadi Alkitab punya kuasa untuk mentransform kita dihadapan Allah ( justifikasi ) dan keberadaan kita (sanctifikasi )..
Karena itu Alkitab menjadi musuh stean untuk dihancurkan dan digagalkan sebab ini adalah sumber kesalehan.
Konseling yang berdasar Alkitab adalah Biblical Konseling
Jeffrey Lim

Read More ....

Kuda

KUDA ( HORSE )

Walaupun kuda adalah binatang pekerja dan biasa digunakan untuk membajak ladang dan membawa barang-barang, namun kuda terlalu mahal untuk dimiliki kebanyakan orang. Kuda adalah anggota penting dalam pasukan kerajaan. Raja Salomo memiliki dua belas ribu ekor kuda ! Kuda-kuda itu menarik kereta perang dan penunggangnya ke medan pertempuran dan membawa prajurit-prajurit. Kuda membuat gembira orang-orang yang menonton balapan kereta. Kuda juga biasa memimpin pawai kerajaan.
Dalam kisah Ester, penasihat ratu, Mordekhai, diberi kehormatan karena jasa-jasanya, yaitu dengan diperbolehkan menunggangi salah satu kuda terbaik raja berkeliling kota. Kuda itu memakai mahkota kerajaan di kepalanya ! ( Ester 6:9 )

Read More ....

Bagal

BAGAL ( MULE )
Bagal adalah keturunan persilangan antara keledai jantan dan kuda betina. Bagal dapat mengangkut beban yang berat melalui pegunungan dengan lebih mudah daripada kuda, keledai, atau unta.
Pada masa pemerintahan Raja Daud, bagal terbaik dipilih untuk ditunggangi oleh raja-raja, pejabat-pejabat, dan pemimpin-pemimpin tentara. Bagal juga digunakan sebagai kendaraan dalam peperangan. Sayangnya perilaku binatang ini terkadang tidak dapat diduga.
Absalom memberontak melawan ayahnya, Raja Daud, dan berusaha menjadi raja di istananya. Pada suatu hari, ketika ia sedang menunggangi bagal di hutan, rambutnya yang panjang tersangkut di dahan pohon yang besar. Ia tergantung di dahan itu sementara bagalnya terus berlari. Pasukan tentara Daud menemukan Absalom di sana dan membunuhnya ( 2 Sam 18:9-15 )

Read More ....

Ikan

IKAN ( FISH )

Ikan adalah bahan makanan penting pada zaman Alkitab. Banyak jenis ikan berenang di Danau Galilea di sungai Yordan, dan di Laut Tengah. Nelayan terutama menggunakan jala untuk menangkap ikan pada siang hari. Pada malam hari, obor didekatkan ke atas air dan ketika ikan naik ke permukaan, nelayan menombaknya. Seekor ikan besar menelan Nabi Yunus, dan setidaknya tujuh murid Yesus adalah nelayan.
Ketika Yesus menyuruh murid-muridNya untuk memberi makan kumpulan orang yang jumlahnya beribu-ribu hanya dengan lima potong roti dan dua ekor ikan, murid-murid merasa ragu. Yesus kemudian memecah-mecahkan roti dan bersyukur untuk makanan itu. Ketika makanan dibagikan, setiap orang mendapatkannya dan malah masih banyak tersisa! ( Matius 14:13-21 )

Read More ....

Burung Nazar

BURUNG NAZAR ( VULTURE )

Burung nazar terkenal pada zaman Alkitab. Mereka memakan bangkai binatang dan terlihat terbang berputar-putar di atas medan peperangan. Mereka bukan binatang pemalu, dan mereka sering terbang ke dalam kota untuk mencari makanan. Burung Nazar berwarna abu-abu yang berasal dari Timur Tengah adalah salah satu jenis burung terbesar dan berberat di dunia. Burung Nazar Mesir tidak sekuat burung nazar abu-abu dan disebut “ayam Firaun”
Yesus mengatakan kepada murid-muridNya bahwa tidak seorangpun yang tahu persis waktu kedatanganNya kembali. Guru-guru palsu akan berusaha memperkirakan hari kedatangan Kristus kembali itu, tetapi Yesus memperingatkan para pengikutNya untuk tidak bersikap seperti burung nazar yang berkerumun mengelilingi bangkai. Ketika hari itu tiba, semua orang akan tahu. ( Matius 24:26-28 )

Read More ....

Sunday, February 04, 2007

IPA Lebih Tinggi daripada IPS! Benarkah Itu?

IPA Lebih Tinggi daripada IPS! Benarkah Itu? 

Di sekolah-sekolah Indonesia pada tahun 1990-an, bagian dari bidang studi dibagi menjadi IPA dan IPS. IPA adalah Ilmu Pengetahuan Alam atau Natural Science. IPS adalah Ilmu Pengetahuan Sosial atau Sosial Science. Pada saat itu kita semua mendapatkan kesan dari opini publik bahwa IPA lebih tinggi daripada IPS. Seorang siswa akan bangga bila masuk IPA karena masuk kelas pilihan yang lebih sulit, sedangkan seorang siswa akan merasa malu kalau masuk IPS karena termasuk anak-anak yang kesannya malas, bodoh dan suka hura-hura. Inilah kesan yang didapat dari sekolah pada masa itu. IPA itu tidak banyak hafalan dan hanya pakai logika sedangkan IPS banyak hafalan dan harus mengingat banyak teori. Bagi orang IPS, tidak apa-apa tidak mengerti teorinya sebab di Indonesia yang penting adalah menghafal saja. Pendidikan di Indonesia, seseorang terdidik untuk menghafal banyak hal termasuk hal-hal yang tidak perlu. Opini publik pada saat itu adalah bila seseorang masuk IPA maka prospek kehidupannya lebih cerah. Bila masuk IPS, akan suram. Yang termasuk di dalam jurusan IPA adalah teknik, komputer, matematika, biologi, fisika, kedokteran, dan lain-lain. Sedangkan yang termasuk di dalam jurusan IPS adalah sastra, sosiologi, filsafat, hukum, bahasa, seni, dan lain-lain. Di Indonesia, siswa IPA bisa masuk IPS tetapi yang IPS tidak bisa masuk IPA.

Tetapi bila kita renungkan lebih dalam, apakah IPA itu benar-benar lebih tinggi daripada IPS ? Benarkah IPA lebih sukses daripada IPS ? Tujuan artikel ini bukan untuk membandingkan mana yang lebih tinggi antara IPA dan IPS sebab semua ilmu berasal dari yang Mahakuasa dan sama baik. IPA sama baik dengan IPS. Kemudian pembagian IPA dan IPS juga sebenarnya membagi wilayah ilmu pengetahuan menjadi dua wilayah yang terpisah. Sebenarnya ilmu pengetahuan adalah integrasi menjadi satu kebenaran yang utuh. Tujuan artikel ini adalah membahas kesalahan di masa lalu yang menganggap IPA lebih unggul dan untuk menjelaskan pentingnya IPS di zaman sekarang ini. Akan dijelaskan juga bahwa kebenaran itu utuh, sehingga ilmu pengetahuan jangan dibagi ekstrim menjadi dua wilayah dimana kedua-duanya terpisah secara mutlak. Tidak ada yang lebih tinggi atau rendah.  Baik IPA maupun IPS, semuanya adalah baik dan suci adanya.

Pertama-tama, darimana datangnya opini bahwa IPA itu lebih unggul ? Saya berpendapat adalah karena secara umum memang IPA itu membutuhkan logika yang kuat karena bergerak di bidang teknik dan karena itu kebanyakan orang yang mempunyai IQ serta kemampuan matematika sebagian besar masuk IPA. Sebenarnya IPS juga membutuhkan logika. IPS seperti filsafat yang membutuhkan logika bahkan mempengaruhi IPA. Tetapi opini publik yaitu siswa yang masuk IPA adalah yang mempunyai IQ tinggi. Kemudian mengapa IPS dianggap jurusan yang lebih rendah ? Saya berpendapat, karena sebagian besar orang-orang yang masuk IPS lebih suka bergaul dan bersosialisasi. Mereka cenderung suka bermain. Suka bergaul mempunyai efek, yaitu dapat terpengaruh lingkungan sehingga kelihatannya anak-anak IPS itu anak-anak nakal atau malas. Realita zaman itu secara generalisasi juga berbicara bahwa anak-anak IPS kelihatan lebih “nakal” dan anak-anak IPA lebih “alim”. Tetapi kenyataan ini tidak bisa menjadikan satu kesimpulan bahwa IPS lebih bodoh dan lebih malas. Banyak anak IPS yang juga pandai bahkan definisi pandai juga tidak bisa hanya dibatasi pada IQ saja sebab di zaman ini ada istilah EQ juga ( Emotional Quotient ). Di zaman lalu yang dianggap bisa sukses adalah yang memiliki IQ tinggi. Di zaman sesudahnya, yang dianggap bisa sukses adalah yang memiliki EQ tinggi. Walaupun di zaman sekarang yang dianggap bisa sukses adalah yang memiliki SQ(Spiritual Quotient) tinggi.

Mengapa di Indonesia pada zaman 1990-an IPA dianggap lebih penting daripada IPS? Saya menganalisa karena di Indonesia mulai masuk zaman modern. Sebenarnya perkembangan zaman itu bergerak dari zaman primodern kemudian modern dan postmodern. Di zaman primodern adalah zaman sebelum teknologi dan penemuan-penemuan ilmiah. Pada zaman ini, kebanyakan masyarakat memiliki pandangan yang bersifat mitos. Kepercayaan animisme dan dinamisme masih banyak. Masyarakat juga banyak bergerak di bidang agraris atau pertanian. Kemudian setelah datangnya pandangan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarat mulai masuk ke zaman modern. Pada zaman modern ini, semuanya mulai memakai rasio (IQ). Pada zaman modern ini, masyarakat mementingkan teknologi dan ilmu pengetahuan. Mesin-mesin dan pabrik-pabrik mulai banyak bermunculan. Masyarakat juga mulai bergerak di bidang industri. Bila kita mengingat modern maka kita harus mengingat abad pencerahan yang merupakan awal yang mengakibatkan zaman modern. Dan akhirnya di dunia Barat, zaman sudah bergeser ke zaman postmodern yaitu zaman setelah modern. Zaman ini adalah zaman yang dimulai dengan kekecewaan kepada modern yang mengagungkan teknologi dan ilmu pengetahuan tetapi ternyata banyak membawa kepada masalah sosial. Di zaman postmodern, yang banyak dipentingkan adalah masalah-masalah sosial dan kemanusiaan. Karena Indonesia adalah negara berkembang yang mulai memasuki modern maka yang banyak dipentingkan adalah : a. IQ,  b. Ilmu Pengetahuan Alam, c. Industri, d. Teknik. Karena itu IPA rasanya lebih cocok dan dibutuhkan pada masa itu. Menurut pandangan saya, inilah alasan masyarakat yang menganggap IPA lebih penting.

Pada saat itu di Indonesia, jurusan hukum kurang diminati orang, tetapi di negara maju seperti Amerika, Australia, jurusan hukum adalah salah satu jurusan yang paling top. Mengapa ? Sebab di dalam Negara yang maju, ilmu mengenai sosial dan kemanusiaan sangat penting. IPS adalah ilmu yang penting. Bahkan bahasa yang banyak dianggap sebagai jurusan yang tidak penting di Indonesia pada zaman dulu, sekarang bisa dianggap penting karena di dalam dunia globalisasi harus banyak berkomunikasi dengan banyak orang. Kalau kita selidiki lebih jauh, IPS merangsang IPA. IPS dan IPA ini saling berkaitan, karena itu tidak bisa menganggap IPS lebih inferior.
Kesimpulan saya adalah bahwa IPS adalah ilmu yang penting sekali, apalagi di dalam konteks zaman sekarang. IPS bukanlah ilmu yang tak berguna. IPS penting karena berkaitan dengan kemanusiaan dan kita adalah manusia, sedangkan IPA banyak berkaitan dengan alam. Alam dan manusia tentulah manusia yang lebih penting. Tetapi maksud saya bukan berarti IPS lebih tinggi dari IPA juga. Memang ada opini publik juga yang mengatakan bahwa orang-orang IPA yang pintar pada akhirnya akan dibayar oleh orang IPS yang bisa menggunakan orang-orang IPA tersebut. Orang-orang IPS yang akhirnya menjadi manager-manager yang mengaji orang IPA. Tetapi sesungguhnya pandangan ini juga bisa mengakibatkan kita menilai bahwa IPA lebih rendah daripada IPS. Ini tidak benar. Semua ilmu tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Semua ilmu adalah totalitas dan integrasi yang ada dalam diri manusia. Semua ilmu dari Tuhan dan yang berasal dari Tuhan adalah baik adanya. Ilmu berasal dari LOGOS atau Firman Tuhan. Ilmu adalah baik dan digunakan untuk kemuliaan Sang Pencipta dan untuk kepentingan manusia.

Jangan memandang rendah IPS. IPS itu penting apalagi di zaman sekarang dan jangan memandang rendah IPA. Semua ilmu adalah baik. Semua pekerjaan juga baik. Pekerjaan itu mulia, baik pekerjaan IPA atau IPS. (kecuali pekerja narkoba, penjual perempuan, teroris dan pekerjaan yang jahat lainnya). Pekerjaan itu mulia karena untuk kemuliaan Pencipta kita.

Taipei, Minggu, 4 Februari 2007
Jeffrey Lim
email : limpingen@gmail.com

Read More ....
Powered By Blogger

LIMPINGEN BLOG