Tuesday, June 19, 2007

Doktrin Manusia

Doktrin Manusia
Jeffrey Lim

Pertanyaan filosofis : Who am I ?
Jawaban mengenai manusia : Psikologi ada didalam Doktrin Manusia

Manusia diciptakan Tuhan segambar dan serupa denganNya

Kenapa manusia diciptakan ?
Allah tidak memerlukan untuk menciptakan manusia tetapi Dia menciptakan manusia untuk kemuliaanNya

Semenjak adanya kasih dari Tritunggal satu sama lain, Allah tidak memerlukan kita dan ciptaan. Allah bukan kesepian atau dia memerlukan persekutuan dari yang lain. Allah tidak memerlukan kita untuk alasan apapun.
Allah menciptakan kita untuk kemuliaanNya.
“whom I created for my glory” ( Yes 43:7, Ef 1:11-12 )
Karena itu kita harus melakukan semua untuk kemuliaan nama Allah ( 1 Kor 10:31 )

Fakta ini menunjukkan bahwa hidup kita berarti. Kita diciptakan untuk kemuliaan nama Tuhan mengindikasikan bahwa kita penting untuk Allah sendiri. Ini adalah arti hidup kita. Jika kita sungguh sungguh penting bagi Allah untuk segala kekekalan, kemudian ukuran kepentingan apa yang kita inginkan ?

Apa tujuan hidup manusia ?
Untuk memuliakan Dia. Ini ketika berbicara mengenai Allah
Tetapi ketika berbicara mengenai kita bagaimana ? Untuk menikmati Dia dan bersukacita di dalam Dia dan didalam hubungan dengan Dia.
Yesus berkata “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yoh 10:10 )

Daud mengatakan “Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.” ( Maz 16:11 ). Dia menceritakan mengenai Allah “menyaksikan kemurahan TUHAN” ( Maz 27:4 ). Asaf berseru di dalam Mazmur 73:25-26
Kepenuhan sukacita ditemukan di dalam mengetahui kita dan menikmati karakter Dia yang luar biasa. Untuk berada di hadiratNya, menikmati persekutuan dengan Dia adalah berkat yang lebih besar daripada apapun yang dapat dibandingkan.
Baca Maz 84
Karena itu sikap hati orang Kristen adalah bersukacita di dalam Tuhan dan didalam pelajaran hidup yang Dia berikan kepada kita ( Rm 5:2-3, Fil 4:4, 1 Tes 5:16-18; Yak 1:2; 1 Pet 1:6,8 )
Ketika kita memuliakan Allah dan menikmati Dia, Alkitab mengatakan bahwa Dia bersukacita di dalam kita. “Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu. ” ( Yes 62:5 ) dan Zefanya bernubuat bahwa “TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai, seperti pada hari pertemuan raya." ( Zef 3:17-18 )

Manusia di dalam gambar Allah

Arti gambar Allah ( Kej 1:26-27 )
Manusia seperti Allah dan mewakilkan Allah.
Gambar dan rupa itu artinya sama. Gambar berasal dari bahasa Ibrani tselem dan
istilah rupa dari kata demut.
Lihat Kej 5:3 “Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan
seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.”

Sifat gambar dan rupa Allah
1. Sifat rohani
Allah adalah Roh, maka ketika manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, berarti manusia adalah makhluk yang bersifat rohaniah. Manusia mempunyai bagian yang tidak kelihatan yang mirip dengan Tuhan Allah. Manusia adalah makhluk rohani, sehingga manusia dapat berkomunikasi dengan makhluk rohani lainnya, manusia dapat berkomunikasi dengan dunia yang tidak kelihatan. Hal ini tidak dimiliki oleh makhluk-mahluk lainnya, seperti binatang.
2. Sifat moral
Karena Allah adalah suci adanya, maka ketika Ia menciptakan manusia, Ia menciptakannya dengan sifat moralitas. Manusia adalah makhluk bermoral, sehingga tidak mungkin manusia mempunyai sejahtera yang sejati jika ia berbuat segala kejahatan. Ini disebabkan karena Allah menciptakan manusia dengan suatu mandat berkewajiban moral.
3. Sifat Rasional
Allah adalah kebenaran adanya, maka manusia diciptakan dengan sifat rasio.
Ini adalah bagian yang ketiga mengapa kita disebut sebagai gambar dan rupa Allah, yaitu karena mempunyai rasio, pemikiran, dan kemungkinan mengerti kebenaran.
4. Sifat kekal
Allah itu kekal adanya, maka manusia juga bersifat kekekalan.
Jika kekekalan tidak dikaitkan dengan moral, maka tidak ada artinya, dan jika moral tidak dikaitkan dengan kekekalan, juga tidak ada artinya. Dan jika kekekalan dan moral tidak dikaitkan dengan unsur rohaniah, juga tidak ada artinya.
5. Sifat penguasaan
Allah itu adalah Tuhan. Waktu Allah, yang adalah Tuhan, menentukan untuk menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah, manusia bersifat ke-tuan-an (The Mastership). Setiap manusia diberi potensi yang berbeda dari segala macam binatang, yang diantaranya: manusia mau menjadi tuan, menjadi pengatur.
6. Sifat kreatif
Allah adalah pencipta, maka Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah, berarti Allah memberikan daya cipta kepada manusia. Pada waktu manusia, yang diberi daya cipta oleh Allah, salah menggunakan daya cipta untuk menciptakan hal yang melawan prinsip ciptaan Allah, disitu potensi menjadi krisis yang paling besar. Daya cipta digunakan untuk menyatakan bahwa manusia diciptakan oleh Allah dengan daya cipta seperti Allah mencipta.
7. Sifat kesempurnaan
Allah adalah Allah yang sempurna, sehingga Ia menciptakan manusia dengan konsep kesempurnaan. Konsep kesempurnaan mengandung bahagia karena mendorong kita untuk maju, yang memungkinkan kita terus berkembang dan bertumbuh.
8. Sifat Relasi
Allah itu kasih adanya, maka manusia dicipta dengan kemungkinan berelasi.
Kalau Allah itu kasih, dan manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, berarti manusia adalah satu-satunya makhluk yang dapat berkomunikasi, bersekutu di dalam kasih yang sungguh-sungguh. Kita harus berbicara secara jujur baru ada kemungkinan terbentuknya komunikasi yang sesungguhnya.
9. Sifat persekutuan
Allah itu terang adanya, maka manusia dimungkinkan bisa berjalan di dalam suatu persekutuan yang sehat. Kalau Allah adalah terang, kita bisa mempunyai persekutuan yang bertanggung jawab.
10. Sifat Pengharapan
Allah itu hidup adanya, maka manusia diciptakan dengan satu harapan mendapatkan satu hidup yang kekal dari Allah.

Gambar dan Rupa Allah terdistorsi karena kejatuhan manusia
Apakah manusia masih gambar dan rupa Allah setelah dosa ?
Baca Kej 9:6.
Tetapi terdistorsi.
Kemurnian moral hilang dan karakter yang berdosa tidak merefleksikan
kekudusan Allah. Intelek dikorupsikan dengan kesalahan. Perkataannya tidak memuliakan Tuhan. Relasinya seringkali digantikan dengan egois daripada kasih.

Penebusan di dalam Kristus
Penebusan di dalam Kristus adalah perubahan secara progresif untuk menjadi
lebih serupa dengan Allah. Baca Kol 3:10 bahwa orang Kristen mempunyai natur baru yang “terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” Paulus mengatakan bahwa orang Kristen “diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” ( 2 Kor 3:18 )
Tujuan dari Allah menebus kita adalah kita menjadi “serupa dengan gambaran
Anak-Nya” (Rom 8:29 ) Di dalam Kristus kita adalah ciptaan baru. Yang lama sudah berlalu tetapi
sesungguhnya yang baru itu sudah datang.

Identitas baru di dalam Kristus
Manusia pertama hidup juga secara rohani. Hidup secara rohani berarti manusia hidup di dalam persekutuan dengan Allah pencipta jiwa manusia. Manusia hidup berelasi dengan sumber kehidupan yaitu Tuhan Allah. Permulaannya manusia yang hidup di dalam persekutuan dengan Allah itu dimiliki Tuhan dan dikasihi Tuhan, aman dirinya dan berarti/signifikan hidupnya. Kebutuhan dasar manusia yaitu untuk diterima/dimiliki/dikasihi, keamanan diri dan signifikansi diri/arti hidup dipenuhi di dalam Tuhan. Manusia pertama yaitu Adam dan Hawa ada relasi dengan Allah dimiliki oleh Tuhan dan dikasihiNya. Adam dan Hawa juga ada di dalam hubungan saling memiliki dan saling menerima dan saling mengasihi. Hubungan manusia dengan Allah ada di dalam hubungan yang harmonis. Hubungan Adam dan Hawa juga ada di dalam kasih.
Manusia pertama juga aman karena semua yang manusia perlukan sudah Allah sediakan bagi mereka. Mereka aman jiwanya karena ada di dalam damai dengan Allah. Jiwa mereka benar-benar tenang dan damai. Selain aman jiwanya maka manusia juga mempunyai hidup yang signifikan dan berarti. Manusia mempunyai hidup yang berarti karena manusia diciptakan memiliki tujuan yang Allah tetapkan. Allah memerintahkan manusia untuk beranak-cucu dan menguasai bumi. Karena ketetapan Allah bagi hidup manusia maka hidup manusia mempunyai arah dan tujuan yang signifikan dan berarti. Manusia juga diciptakan untuk memuliakan penciptaNya karena itu hidup manusia itu ada di dalam arti hidup yang bermakna yaitu untuk memuliakan Tuhan Allah.
Tetapi manusia jatuh ke dalam dosa. Manusia berdosa mencari identitas dirinya di dalam dunia ini. Manusia berdosa yang mati di dalam pelanggaran-pelanggaran tidak punya pilihan lain selain menemukan identitas, maksud dan arti hidup dalam dunia dan daging seperti warisan jasmani dan status sosial. Kecenderungan manusia adalah menentukan identitas dirinya dari hal-hal yang mereka lakukan. Banyak orang yang mengganggap dirinya sebagai orang bisnis, pedagang, guru, mahasiswa, pendeta, teknisi, manager dan sebagainya. Namun apa yang terjadi ketika mereka kehilangan pekerjaan mereka atau tidak dapat bekerja seperti sebelumnya ? Apakah mereka kehilangan identitas diri mereka ? Ada kata yang penting yaitu “Apa yang kita lakukan tidak menentukan siapa kita sebenarnya. Siapalah kita ( identitas kita ) yang menentukan apa yang kita lakukan”. Pertanyaannya : Siapakah identitas orang percaya menurut Firman Tuhan. ?
Berkaitan dengan identitas diri, orang yang percaya kepada Tuhan Yesus diberikan identitas baru. Alkitab mengatakan bahwa “Tetapi semua orang yang menerimaNya ( Kristus ) diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya ( Yohanes 1:12 ). “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia” ( 1 Yoh 3:1 ). Orang percaya diberi identitas baru yaitu sebagai anak-anak Allah.
Identitas baru di dalam Kristus ini adalah aspek penting dalam pertumbuhan kerohanian. Sebab satu hal yang penting adalah “orang percaya tidak ditentukan oleh keadaannya atau masa lalunya yang buruk , tetapi oleh karya Kristus di dalam hidupnya”. Kita bukan produk masa lalu kita tetapi produk karya Kristus di kayu salib. Ketika seseorang percaya Kristus maka hidupnya adalah karya Kristus dan ia memiliki hidup dan identitas baru yang Kristus berikan. Di dalam Kristus dan identitasnya yang baru maka semua kebutuhan dasar manusia terpenuhi. Kebutuhan akan kasih, kebutuhan akan penerimaan, kebutuhan akan keamanan, kebutuhan akan arti dan makna hidup, semua kebutuhan ini dipenuhi di dalam Kristus.

Berikut ini akan dilampirkan mengenai identitas orang percaya di dalam Kristus yang memenuhi setiap kebutuhan dasar manusia. List ini diambil dari buku “Living Free In Christ” oleh Neil T. Anderson

Siapakah aku sebenarnya di dalam Kristus ?

Ø Aku diterima dalam Kristus ( kebutuhan akan kasih, dimiliki dan penerimaan )
- Aku adalah anak Allah ( Yohanes 1:12 )
- Aku adalah sahabat Kristus ( Yohanes 15:15 )
- Aku telah dibenarkan ( Roma 5:1 )
- Aku telah disatukan dengan Tuhan, dan aku menjadi satu roh dengan Dia
( 1 Korintus 6:17 )
- Aku telah dibeli dengan harga yang mahal; aku adalah milik Allah
( 1 Korintus 6:19-20 )
- Aku adalah anggota Tubuh Kristus ( 1 Korintus 12:27 )
- Aku adalah seorang kudus, seorang yang suci ( Efesus 1:1 )
- Aku telah diangkat menjadi anak Allah ( Efesus 1:5)
- Aku dapat menghadap Allah melalui Roh Kudus ( Efesus 2:18 )
- Aku telah ditebus dan diampuni dari semua dosaku ( Kolose 1:14 )
- Aku dipenuhi di dalam Kristus ( Kolose 2:10 )

Ø Aku aman di dalam Kristus ( kebutuhan akan rasa aman )
- Aku bebas selamanya dari penghukuman ( Roma 8:1-2 )
- Aku diyakinkan bahwa segala sesuatu bekerja untuk kebaikan ( Roma 8:28 )
- Aku bebas dari semua tuntutan hukuman terhadapku ( Roma 8:31-34 )
- Aku tidak dapat dipisahkan dari kasih Allah ( Roma 8:35-39 )
- Aku telah diteguhkan ( dimantapkan ), diurapi, dan dimeteraikan oleh Allah
( 2 Kor 1:21-22 )
- Aku yakin bahwa pekerjaan baik yang telah dimulai Allah dalam diriku akan
disempurnakan ( Filipi 1:6)
- Aku adalah warga negara surga ( Filipi 3:20 )
- Aku tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah ( Kolose 3:3 )
- Aku tidak diberikan roh ketakutan, tetapi roh yang memberikan kekuatan, kasih dan ketertiban ( 2 Timotius 1:7 )
- Aku dapat menemukan anugerah rahmat untuk mendapatkan pertolongan pada waktunya ( Ibrani 4:16 )
- Aku lahir dari Allah, dan si jahat tidak dapat menjamah aku ( 1 Yohanes 5:18 )



Ø Aku penting di dalam Kristus ( kebutuhan akan arti dan makna diri )
- Aku adalah garam dan terang dunia ( Matius 5:13-14 )
- Aku adalah carang anggur sejati, Yesus, sebuah saluran kehidupanNya
( Yohanes 15:1,5 )
- Aku telah dipilih dan ditunjuk Allah untuk menghasilkan buah
( Yohanes 15:16 )
- Aku adalah bait Allah ( 1 Korintus 3:16 )
- Aku adalah pelayan pendamaian bagi Allah ( 2 Korintus 5:17-21 )
- Aku adalah teman sekerja Allah ( 2 Korintus 6:1 )
- Aku duduk bersama Kristus di surga ( Efesus 2: 6 )
- Aku adalah buatan Allah, diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik
( Efesus 2:10 )
- Aku dapat mendekati Allah dengan penuh kepercayaan melalui iman
( Efesus 3:12 )
- Aku dapat melakukan segala sesuatu melalui Kristus yang memberikan kekuatan kepadaku ( Filipi 4:13 )

Ø Karena anugerah Allah, aku adalah sebagaimana aku ada sekarang
( 1 Korintus 15 :10 )




No comments:

LIMPINGEN BLOG