Tuesday, June 19, 2007

Doktrin Dosa

Doktrin Dosa
Jeffrey Lim

Apa itu dosa ? Dari mana berasalnya ? Apakah kita mewarisi natur berdosa dari Adam ? Apakah kita mewarisi salah dari Adam ?

Penjelasan dan Dasar Alkitabiah

Definisi dosa
Dosa adalah kegagalan untuk mengikuti hukum moral Allah di dalam tindakan, sikap dan natur.
Dosa disini dikaitkan dengan Allah dan hukum moralNya
Dosa bukan saja tindakan individu seperti membunuh, mencuri tetapi juga adalah sikap yang berlawanan dengan apa yang Allah ingin kita lakukan.
10 Perintah Allah bukan saja melarang tindakan berdosa tetapi juga sikap yang salah di dalam perintah ke 10. Keinginan untuk mencuri dan berzinah adalah sudah berdosa dihadapanNya.

Kotbah di bukit juga melarang sikap berdosa seperti kemarahan ( Mat 5:22 ) atau nafsu ( Mat 5:28 ). Paulus memberikan daftar sikap seperti iri hati, marah, egois di dalam Gal 5:20.
Karena itu hidup yang menyenangkan Allah adalah kehidupan yang mempunyai kemurnian moral bukan saja di dalam tindakan tetapi juga di dalam keingingan hati. Ingat perintah mengasihi Tuhan dengan segenap hati.

Dosa adalah kegagalan terhadap hukum Allah di dalam natur.
Natur kita paling dalam, karakter paling dalam adalah esensi mengenai siapa kita sebagai pribadi, dapat juga berdosa.
Sebelum kita ditebus oleh Kristus, bukan saja kita melalukan tindakan berdosa, sikap berdosa tetapi juga memiliki natur yang berdosa.
Kita adalah orang berdosa. ( Rom 5:8, Ef 2:3 )
Yoh mengatakan bahwa dosa adalah melanggar hukum ( 1 Yoh 3:4 )
Dosa adalah berlawanan dengan semua yang baik di dalam karakter Allah.
Efek dari dosa adalah sangat serius. Dosa sangat merusakkan dan membawa kesakitan dan konsekuensi yang destruktif kepada kita dan orang lain yang dipengaruhi olehnya.

Asal usul dosa

Dari mana dosa datangnya ? Bagaimana dosa datang ke alam semesta ?
Allah tidak berdosa. Allah tidak dipersalahkan karena dosa. Tetapi manusia yang berdosa dan malaikat yang berdosa. Mereka melakukan dengan pilihan yang sukarela.
Untuk menyalahkan Allah karena dosa adalah penghujatan terhadap karakter Allah. ( Bdk Ul 32:4 , Kej 18:25, Ayub 34:10, Yak 1:13 )
b. Tetapi juga bukan berarti ada kekuatan jahat di alam semesta yang mirip atau sama dengan Allah di dalam kuasa. Ini adalah dualisme.
c. Juga bukan berarti dosa mengejutkan Allah dan mengalahkan kemahakuasaan Dia dan penguasaan dia terhadap alam semesta.
d. Walaupun Allah tidak berdosa dan tidak dipersalahkan karena dosa tetapi kita harus menekankan bahwa Allah menyelesaikan segala sesuatu sesuai dengan kehendakNya ( Ef 1:11 ). Allah menetapkan dosa akan masuk ke dunia walaupun Dia tidak bergembira karena dosa. Allah menetapkan bahwa dosa akan datang melalui pilihan sukarela dari mahlukNya.

Sebelum ketidaktaatan Adam dan Hawa, dosa hadir di dalam dunia malaikat dengan kejatuhan setan. Tetapi dengan umat manusia, dosa pertama adalah dosa Adam dan Hawa di taman ( Kej 3:1-9 )
Pertama, dosa mereka terjadi di atas dasar pengetahuan yaitu untuk memberikan jawaban kepada pertanyaan “Apa yang benar?” ketika Allah sudah berkata bahwa Adam dan Hawa akan mati ketika makan pohon dan setan berkata engkau tidak akan mati. Hawa memilih untuk meragukan kesungguhan dari Firman Allah dan melakukan percobaan untuk melihat apakah Allah berkata benar ?
Kedua, dosa mereka terjadi atas dasar standard moral yaitu untuk memberikan jawaban kepada pertanyaan “Apa yang benar?” ketika Allah sudah berkata bahwa secara moral adalah benar bagi Adam dan Hawa untuk tidak memakan buah. Tetapi setan menyarankan bahwa itu adalah secara moral benar untuk memakan buah dan mereka akan menjadi seperti Allah. Hawa percaya kepada evaluasi diriNya mengenai apa yang benar dan baik bagi dia daripada mengijinkan Firman Allah untuk mendefinisikan yang benar dan salah.
Ketiga, dosa mereka memberikan jawaban yang berbeda kepada pertanyaan “Siapakah saya?”. Jawaban yang benar adalah Adam dan Hawa merupakan ciptaan Allah dan bergantung padaNya dan dibawah Dia sebagai Pencipta dan Tuhan. Tetapi Hawa dan Adam jatuh ke dalam pencobaan mau menjadi seperti Allah dan menempatkan diri mereka di tempat Allah
Keempat, dosa adalah irasional. Tidak masuk akal bagi setan untuk memberontak melawan Allah di dalam pengharapan untuk meninggikan dirinya di atas Allah. Tidak masuk akal bagi Adam dan Hawa untuk mendapatkan sesuatu di dalam tidak taat kepada Firman dari pencipta mereka. Ini adalah pilihan yang bodoh. Ini adalah orang bodoh yang berkata dalam hati bahwa tidak ada Allah. Adalah si bodoh di dalam buku Amsal yang terlibat di dalam berbagai macam dosa.

Doktrin dosa warisan

Bagaimana dosa Adam mempengaruhi kita ? Alkitab mengajarkan bahwa kita mewarisi dosa dari Adam di dalam 2 cara.

Warisan salah ( Inherited Guilt )
Kita diperhitungkan bersalah karena dosa Adam. Paulus menjelaskan ini di dalam Rom 5:12 “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.” Konteksnya adalah melalui dosa Adam semua manusia berdosa.
Ide bahwa Allah memperhitungkan kita bersalah karena dosa Adam lebih jauh ditekankan di dalam Roma 5:18-19.
Ketika Adam berdosa maka Allah berpikir bahwa semua yang lahir dari Adam sebagai orang berdosa.
Adam adalah wakil umat manusia dan sebagai wakil umat manusia Adam berdosa dan Allah memperhitungkan kita bersalah seperti Adam. Allah memperhitungkan Adam bersalah sebagai milik kita semenjak Allah adalah hakim ultimat dari segala sesuatu di alam semesta dan semenjak pikiran Dia selalu benar.
2. Korupsi Warisan ( Inherited Corruption )
Kita memiliki natur berdosa karena dosa Adam. Selain bersalah secara hukum karena dosa Adam, kita juga mewarisi natur berdosa karena dosa Adam. Pewarisan nature yang berdosa ini sering disebut sebagai dosa asal..
Daud mengatakan di dalam Mazmur 51:5 bahwa sebelum dia dilahirkan di dalam kesalahan dan bahwa di dalam dosa ibunya mengandung dia. Ini bukan dosa ibunya tetapi dosanya. Lihat ay 1-4. Daud sangat dipenuhi dengan kesadaran dosanya sewaktu dia melihat hidupnya dia menyadari bahwa dia berdosa dari mulanya. Dia menyadari bahwa dia memiliki natur berdosa.
Karena itu natur kita termasuk kecenderungan kepada dosa dimana Paulus menekankan bahwa sebelum kita menjadi orang Kristen, kita adalah secara natur anak-anak yang dimurkai ( Ef 2:3 ).
Semua yang membesarkan anak menyadari bahwa anak-anak tidak harus diajar bagaimana berbuat dosa tetapi bisa berdosa sendiri.
Tetapi kecenderungan terhadap dosa ini bukan berarti umat manusia buruk sekali. Penahanan dari hukum sipil, pengharapan dari keluarga dan masyarakat, keyakinan akan hati nurani manusia semua menyediakan pengaruh yang menahan kepada kecenderungan dosa di dalam hati kita. Karena melalui anugerah umum Allah, manusia mampu melalukan kebaikan relatif di dalam pendidikan, pengembangan kebudayaan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan keindahan dan keahlian di dalam seni, pengembangan hukum2 yang adil dan tindakan umum dari kebaikan dan keramahan kepada sesama.
Tetapi walaupun ada kemampuan untuk melakukan kebaikan relatif, korupsi kita yang diwarisi dan kecenderungan kita kepada dosa yang diterima dari Adam, kita tidak mampu melakukan sesuatu yang menyenangkan dia.
Natur kita kurang kebaikan rohani dihadapan Allah
Tindakan kita tidak mampu melakukan kebaikan rohani dihadapan Allah

Dosa aktual di dalam hidup kita

Semua manusia adalah berdosa dihadapan Allah
Alkitab di dalam banyak tempat menyaksikan bahwa adanya dosa universal dari manusia ( Maz 14:3, Maz 143:2, 1 Raj 8:46, Amsal 20:9 )
Di dalam PB dituliskan tidak ada seorangpun benar ( Rom 3:9-10 ). Semua orang sudah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah ( Rom 3:23 ). Yakobus mengakui bahwa kita semua membuat beberapa kesalahan ( Yak 3:2 ). Yoh mengatakan di dalam 1 Yoh 1:8-10 bahwa jika kita mengatakan kita tidak berdosa, kita sedang menipu diri kita sendiri.

Apakah bayi bersalah sebelum mereka melakukan dosa aktual ?
Alkitab berbicara bahwa diri kita memiliki natur berdosa sebelum lahir. Lebih jauh adalah kita harus menyadari bahwa natur berdosa dari anak-anak bermanifestasi di dalam tahun-tahun pertama kedua di dalam hidup anak seperti orang yang membesarkan anak dapat menyetujui. Bdk Maz 58:3
Tetapi ketika kita berbicara mengenai bayi yang mati sebelum cukup dewasa untuk mengerti injil apakah mereka akan diselamatkan ?
Jika seorang bayi diselamatkan pasti itu bukan karena jasa mereka atau ketidakbersalahan mereka tetapi karena karya keselamatan Kristus dan kelahiran baru oleh karya Roh Kudus. "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah."( Yoh 3:3 ). “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.” ( 1 Tim 2:5 )
Ada kasus dimana bayi dilahirkan kembali sebelum dia lahir. Ini adalah Yohanes pembaptis. Allah sanggup menyelamatkan bayi di dalam caranya yang tidak biasa dan terlepas dari mendengar dan mengerti Injil. Tetapi ini bukan cara Allah yang biasa namun ini dapat membawa kesimpulan bahwa ada kemungkinan Allah melakukan ini. Berapa banyak yang diselamatkan dengan cara ini ? Alkitab tidak bebicara dan tidak bijaksana bagi kita untuk membuat pernyataan mengenai hal ini

Apakah ada tingkatan dosa ?
Apakah beberapa dosa lebih buruk daripada yang lain ?

a. Salah secara hukum ( Legal Guilt )
Di dalam istilah berdiri secara hukum dihadapan Allah, satu dosa yang kelihatan paling kecil membuat kita bersalah secara hukum dihadapan Allah dan layak menerima penghukuman kekal. Adam dan Hawa sudah belajar mengenai hal ini di taman Eden ketika Allah mengatakan bahwa tindakan ketidaktaatan membawa kematian.
Paulus mengatakan bahwa terkutuklah orang yang tidak berpegang pada segala
sesuatu yang tertulis di dalam buku Hukum ( Gal 3:10 ). Dan Yakobus mengatakan
“Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian
dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. Sebab Ia yang mengatakan: "Jangan
berzinah", Ia mengatakan juga: "Jangan membunuh". Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi
membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga. ” ( Yak 2:10-11 )
Karena itu di dalam istilah salah secara hukum, semua dosa adalah sama buruk karena mereka membuat kita bersalah dihadapan Allah dan menjadikan kita orang berdosa.

b. Akibat di dalam hidup dan relasi dengan Allah
Di sisi lain, beberapa dosa lebih besar daripada yang lain karena mempunyai konsekuensi yang lebih merusak di dalam hidup kita dan hidup orang lain. Di dalam relasi pribadi kita kepada Allah sebagai Bapa ini membangkitkan ketidaksukaannya yang lebih dan membawa gangguan terhadap persekutuan dengan Dia lebih serius.
Alkitab kadang-kadang berkata mengenai tingkatan keseriusan dari dosa. Ketika Yesu berdiri di hadapan Pilatus, Dia mengatakan bahwa “Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya.” ( Yoh 19:11 ). Referensi ini adalah kepada Yudas.
Ketika Allah menunjukkan kepada Yehezkiel visi megenai dosa di kuil Yerusalem, Dia menunjukkan Yehezkiel beberapa hal dan mengatakan “Hai anak manusia, kaulihatkah apa yang mereka perbuat, yaitu perbuatan-perbuatan kekejian yang besar-besar, yang dilakukan oleh kaum Israel di sini, sehingga Aku harus menjauhkan diri dari tempat kudus-Ku? Engkau masih akan melihat perbuatan-perbuatan kekejian yang lebih besar lagi.” (Yeh 8:6 ). Kemudian Dia menunjukkan Yehezkiel dosa tersembunyi dari beberapa tua-tua Israel dan mengatakan hal yang sama bahwa kamu akan melihat dosa yang lebih besar ( Yeh 8:13 )

Apa yang terjadi ketika orang Kristen berdosa ?

a. Status hukum kita dihadapan Allah tidak berubah.
Sewaktu orang Kristen berdosa, status dihadapan Allah tidak berubah. Dia tetap diampuni “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” ( Rom 8:1 ). Keselamatan bukan didasarkan kepada jasa tetapi pemberian dari Allah ( Rom 6:23 ) dan kematian Kristus secara pasti membayar semua dosa kita baik dosa masa lalu, masa sekarang dan masa akan datang. Kristus mati bagi dosa-dosa kita ( 1 Kor 15:3 ).
Kita masih anak Allah dan masih adalah di dalam keluarga Allah. Fakta bahwa dosa tetap ada di dalam hidup kita tidak berarti kita kehilangan status kita sebagai anak Allah.

b. Persekutuan kita dengan Allah terganggu dan kehidupan Kristen kita terluka
Ketika kita berdosa walaupun Allah tetap mengasihi kita namun Dia tidak suka dengan kita pada saat yang sama. Bahkan diantara manusia sangat mungkin mengasihi seseorang dan tidak suka pada saat yang sama. Paulus mengatakan bahwa itu mungkin bagi orang Kristen untuk mendukakan Roh Kudus ( Ef 4:30 ). Ketika kita berdosa, kita mengakibatkan Dia berduka dan Dia tidak suka dengan kita.
Westminster Confession of Faith secara bijaksana berbicara mengenai orang percaya :
“Walaupun mereka tidak pernah jatuh dari status pembenaran, tetapi mereka dapat dengan dosa mereka jatuh ke dalam ketidak sukaan Allah, dan tidak mempunyai terang di dalam wajahNya memulihkan mereka sampai mereka merendahkan diri, mengakui dosa mereka, memohon maaf dan memperbaharui iman dan pertobatan mereka”

Apa dosa yang tidak dapat diampuni ?
Yaitu menghujat Roh Kudus ( baca Mat 12:31-32 , Bdk Luk 12:10 )
Ibrani 6:4-6 juga mengajarkan hal ini. -> Dosa murtad.
Mereka menolak pekerjaan Roh Kudus dan berbicara secara jahat mengenai hal itu.

Melihat dari konteks maka dosa ini bukan sekedar tidak percaya atau menolak Kristus, tetapi termasuk :
a. Pengetahuan yang jelas mengenai siapa Kristus dan kuasa Roh Kudus yang bekerja melalui Dia
b. Penolakan secara berkeinginan fakta mengenai Kristus mereka ketahui benar
c. Berkata bahwa pekerjaan Roh Kudus adalah pekerjaan setan
Semua ini karena kekerasan hati.
Dosa ini tidak dapat diampuni karena ini menghambat orang berdosa dari pertobatan dan iman yang menyelamatkan melalui percaya di dalam kebenaran.
Fakta bahwa dosa yang tidak dapat diampuni termasuk kekerasan hati yang ekstrim dan kekurangan pertobatan maka orang yang takut melakukan hal ini masih mempunyai kesedihan akan dosa di dalam hati dan berkeinginan mencari Allah maka tidak termasuk orang yang bersalah akan hal ini.

Di dalam 1 Yoh 5:16-17. Ada kategori lain yang menjelaskan bahwa ada dosa yang jika diteruskan akan membawa kepada kematian. Ini adalah dosa yang termasuk mengajarkan pengajaran sesat mengenai Kristus.
Banyak orang yang mengajarkan kesalahan doktrin yang serius masih tidak sampai melakukan dosa yang tidak dapat diampuni dan membawa mereka kemungkinan untuk pertobatan dan iman mengenai kekerasan hati mereka.

Dosa harus dihukum

Dosa merusak relasi
Dosa merusak sosial
Dosa merusak psikologis
Dosa merusak rohani
Dosa merusak moral
Dosa dapat mengakibatkan kerusakan fisik
Upah dosa adalah maut

No comments:

LIMPINGEN BLOG