Tuesday, June 19, 2007

Doktrin Alkitab

Doktrin Alkitab
Jeffrey Lim

A. Sebagai Pribadi = Yesus Kristus
Anak Allah = Firman Allah.
Di dalam Wahyu 19:13, Yohanes melihat Yesus yang bangkit di surga dan mengatakan bahwa Ia dipanggil Firman Allah.
Di dalam Yoh 1:1. “Pada mulanya adalah Firman;Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Firman menjadi daging -> Yesus Kristus.
Trinitas -> Allah Anak di dalam pribadiNya dan kata-katanya mempunyai peran mengkomunikasikan karakter Allah kepada kita dan mengekpresikan kehendak Allah kepada kita.

B. Sebagai Perkataan Allah
1. Ketetapan Allah
Firman Allah kadang mengambil bentuk ketetapan yang berkuasa yang mengakibatkan sesuatu terjadi atau sesuatu menjadi berada.
Kej 1:3-> Allah berfirman jadilah terang maka terang itu jadi
Bahkan Allah menciptakan hewan dengan Firman (Kej 1:24 )
Dengan Firman Allah langit diciptakan ( Maz 33:6 )

Firman yang berkuasa dan kreatif sering dipanggil ketetapan Allah. Sebuah ketetapan Allah adalah Firman Allah yang mengakibatkan sesuatu terjadi.

Ketetapan ini bukan hanya termasuk penciptaan mula-mula tetapi juga penerusan keberadaan dari segala sesuatu ( providensi ). Ibrani 1:3 -> Kristus secara terus menerus menopang alam semesta dengan FirmanNya.

2. Firman Allah untuk pribadi
Allah kadang-kadang berkomunikasi dengan manusia di bumi dengan berbicara secara langsung kepada mereka. Ini adalah Firman Allah yang ditujukan kepada pribadi. Contoh-contohnya ditemukan di dalam seluruh Alkitab.
Pada permulaan ciptaan kepada Adam ( Kej 2:16-17 ) -> Jangan makan pohon pengetahuan baik dan jahat
Setelah berdosa, Allah masih berbicara secara langsung kepada mereka ( Kej 3:16-19 )
Contoh lain adalah Allah berbicara kepada umatNya di dalam memberikan 10 perintah Allah. Kel 20:1-3.
Di dalam PB, di dalam peristiwa baptisan Yesus, Allah Bapa berbicara dengan suara dari langit mengatakan “Inilah anakku yang kukasihi….”

Allah berfirman secara pribadi adalah jelas kepada pendengar bahwa ini adalah perkataan Allah yang sesungguhnya. Mereka mendengar perkataan Allah dan perkataan ini mempunyai otoritas ilahi dan dapat dipercaya sepenuhnya.
Walaupun perkataan Allah kepada pribadi adalah perkataan Allah yang sesungguhnya tetapi mereka adalah perkataan manusia yang diucapkan di dalam bahasa manusia yang sehari-hari dan segera dimengerti.
Perkataan ini harus dipercaya dan ditaati secara penuh sebab tidak percaya dan tidak taat adalah tidak percaya dan tidak taat kepada Allah sendiri.

3. Firman Allah melalui mulut manusia
Sering di dalam Alkitab, Allah membangkitkan nabi yang melaluinya Allah berkata.
Nyata bahwa walaupun perkataan ini adalah perkataan manusia yang dikatakan di dalam bahasa manusia oleh manusia biasa tetapi otoritas dan kebenaran dari kata-kata ini adalah Firman Allah.
Baca Ul 18:18-20
Allah membuat pernyataan yang mirip kepada Yeremia…Yer 1:9
Tuhan berkata kepada Yeremia bahwa apa yang kuperintahkan kepadamu, kamu harus katakan ( Yer 1:7, Kel 4:12 )

Setiap orang yang mengklaim berkata untuk Tuhan namun tidak menerima pesan dariNya harus dihukum secara berat ( Yehz 13:1-7, Ul 18:20-22 )

4. Firman Allah yang tertulis ( Bible )
Alkitab adalah perkataan Allah dalam bentuk tertulis.
Firman tertulis pertama adalah ditemukan di dalam cerita memberikan 2 tablet batu dimana tertulis 10 perintah Allah.
( Kel 31:18, Ul 31:9-13 , Yos 24:26, Yer 30:2)
Tulisan lebih jauh dilakukan oleh Musa ( Ul 31:9-13 ) Kemudian tambahan buku ini adalah Yosua menulis dan Yesaya menulis dan Yeremia menulis.

Di dalam PB, Yesus berjanji kepada murid-muridNya bahwa Roh Kudus akan membawa mereka mengingat Firman yang Yesus telah katakan ( Yoh 14:6 ) . Paulus dapat mengatakan bahwa setiap perkataan yang dia tulis adalah perintah Tuhan ( 1 Kor 14:37, 2 Pet 3:2 )
Keuntungan :
Pemeliharaan Firman Allah yang akurat untuk generasi berikutnya.
Bergantung kepada ingatan dan mengulangi tradisi oral adalah metode yang kurang dapat diandalkan untuk menjaga perkataan sepanjang sejarah daripada ditulis.
Kesempatan untuk inspeksi ulang
Studi hati-hati dan memimpin kepada pengertian yang lebih baik dan ketaatan penuh
Dapat diterima oleh lebih banyak orang daripada dengan ingatan dan perkataan yang diulang-ulang.

Dapat diandalkan, Permanensi, dan Dapat diakses dari Firman Allah dapat dijaga ketika ditulis.





Fokus dari pelajaran kita

Dari semua bentuk Firman Allah, fokus kita di dalam sistematik teologi adalah Firman Allah di dalam bentuk tertulis yaitu Alkitab. Ini adalah bentuk Firman Allah yang tersedia untuk study, untuk inspeksi umum, dan untuk diteliti ulang, dan dasar untuk diskusi bersama.

Bentuk lain dari Firman Allah tidak cukup sebagai dasar untuk study teologi ! Mengapa ?
Sebab :
Kita tidak mendengar ketetapan Allah dan tidak dapat mempelajarinya secara langsung tetapi melalui pengamatan efeknya.
Firman Allah kepada pribadi tidak umum bahkan di dalam Alkitab.
Lebih jauh bahkan jika kalau kita mendengar beberapa perkataan pribadi dari Allah kepada kita hari ini, kita tidak mempunyai keyakinan mengenai itu, ingatan mengenai itu dan laporan mengenai itu secara akurat. Juga kita tidak siap untuk meyakinkan orang lain dengan pasti bahwa komunikasi itu dari Allah.
Perkataan Allah melalui bibir manusia sudah lenyap ketika kanon PB selesai

Jadi kesimpulan bagi kita adalah paling berguna bagi kita adalah belajar Firman Allah yang tertulis di dalam Alkitab.

Baca Maz 1:1-2
Yosua 1:8
2 Tim 3:16

Prinsip Reformasi : Sola Scriptura

Introduksi
“ “Kecuali saya diyakinkan oleh Kitab Suci atau oleh alasan yang nyata, saya tidak dapat menarik diri. Karena hati nurani saya ditawan oleh Firman Allah, maka tidak benar dan tidak aman melawan hati nurani itu. Disini saya berdiri. Saya tidak dapat berbuat lain. Allah menolong saya.”
- Kata-kata agung ini diucapkan Martin Luther di hadapan otoritas gereja dan Negara dimana dia dituduh dengan bidat yang serius. Sewaktu diperintahkan untuk mencabut doktrin pembenaran oleh iman, Luther menekankan bahwa pengajaran ini berasal dari Alkitab.

Martin Luther melihat bahwa keadaan gereja sudah menyeleweng. Pada jaman itu
ajaran gereja sudah tidak sesuai dengan Firman Tuhan.
Terjadinya penjualan surat indulgensi untuk menebus dosa dan tujuannya adalah untuk mengumpulkan dana.
Ajaran purgatory ( api penyucian )
Ajaran doa-doa kepada orang kudus
Semua ajaran ini tidak sesuai dengan Firman Tuhan…
Ajaran mengenai purgatory dan penjualan surat pengampunan dosa menghadirkan bidat dan mengekploitasi pengharapan dan ketakutan diantara orang biasa….
Martin Luther mulai diberi kesadaran oleh Tuhan dan mulai menyuarakan bahwa keselamatan adalah melalui iman dibenarkan dihadapan Allah….
Ketika Luther menolak untuk menarik perkataannya di Worms maka Sola Scriptura menjadi teriakan untuk protestan.

Sola Scriptura berarti -> Hanya Alkitab yang mempunyai otoritas untuk mengikat hati nurani dari orang percaya…… Otoritas tertinggi adalah Alkitab karena Alkitab berasal dari Allah.

Banyak masalah ajaran dan konsep yang salah sekarang ini adalah karena doktrin Bibliologi……… Doktrin mengenai Alkitab…..
Fondasi sebelum belajar sistematik teologi adalah bibliologi dan prolegomena
Bibliologi salah, teologi salah…
Karena Scripture adalah prinsip formal dari teologi
Fondasi -> Bible

Doktrin Alkitab dari Sola Scriptura

5 Karakteristik dari Alkitab

I. Otoritas Alkitab
Bagaimana kita tahu bahwa Alkitab adalah Firman Allah ?

Penjelasan dan dasar Alkitab

Otoritas Alkitab berarti adalah semua kata-kata di dalam Alkitab adalah Perkataan Allah dimana tidak percaya atau tidak taat kepada satu kata di dalam Alkitab adalah tidak percaya dan tidak taat kepada Allah.

Setiap perkataan di Alkitab adalah Firman Allah

Ini apa yang Alkitab klaim
Sering ada klaim di dalam Alkitab bahwa semua perkataan Alkitab adalah perkataan Allah. Di dalam Perjanjian Lama sering terlihat dengan kalimat “Inilah perkataan Tuhan” “Thus says the LORD” yang muncul ratusan kali
Frase ini dikenali mirip dengan bentuk “Thus says king” yang digunakan untuk mengawali perintah raja yang harus ditaati.
Karena itu ketika nabi berkata “Thus says the LORD”, mereka mengklaim untuk menjadi penyampai dari raja Israel yang berdaulat yaitu Allah sendiri dan perkataan mereka adalah perkataan Allah yang otoritatif.
Ketika nabi berbicara atas nama Allah, setiap perkataannya harus berasal dari Allah atau dia adalah seorang nabi palsu ( Bil 22:38, Ul 18:18-20, Yer 1:9 )

Lebih jauh. Allah sering berbicara melalui para nabi dan apa yang para nabi katakan, Allah katakan. ( 1 Raj 14:18; 16:12, 34; 2 Raj 9:36;14:25; Uer 37:2, dll )

Semua ayat-ayat tidak mengklaim semua kata-kata di dalam perjanjian Lama adalah Firman Alah karena ayat-ayat ini merujuk kepada bagian spesisfik dari kata-kata yang diucapkan atau ditulis di dalam PL. Tetapi tekanan kumulatif dari semua bagian ini termasuk dengan ratusan bagian dengan bagian yang dimulai dengan “Thus says the Lord” mendemonstasikan bahwa di dalam PL kita mempunyai catatan tertulis mengenai perkataan-perkataan yang yang dikatakan adalah perkataan Allah sendiri. Perkataan-perkataan ini ketika membentuk bagian besar dari perjanjian Lama.

Di dalam PB, 2 Tim 3:16 mengatakan bahwa semua tulisan perjanjian Lama adalah Firman Allah. “Segala tulisan ( All Scripture = graphe ) yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”
Graphe merujuk kepada PL.
Paulus menekankan bahwa tulisan perjanjian lama adalah dinafaskan oleh Allah. Dinafaskan keluar berarti metafora berkata firman dari Alkitab
Ayat ini mengatakan bahwa tulisan PL dianggap sebagai Firman Allah di dalam bentuk tulisan. Setiap firman dari Perjanjian Lama, Allah yang berkata walaupun Allah menggunakan manusia untuk menulis semua ini.

Ayat yang lain adalah di dalam 2 Pet 1:21. Berkata mengenai nubuat Alkitab, Petrus mengatakan bahwa semua ini karena manusia digerakkan oleh Roh Kudus. Ini mengindikasikan bahwa semua nubuat Alkitab PL adalah dari Allah karena itu mereka adalah Firman Allah sendiri.

Banyak bagian lain di PB yang berbicara mirip mengenai bagian PL.
Matius 1:22, Perkataan Yesaya 7:14 dikutip sebagai apa yang Tuhan katakan oleh nabi.

Di dalam Matius 4:4 perkataan Yesus “Manusia bukan hidup dari roti saja tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah”.
Di dalam konteks Yesus mengutip dari Ulangan untuk menjawab semua pencobaan, perkataan yang keluar dari mulut Allah adalah tulisan Alkitab dari PL.

Di dalam Matius 19:5, perkataan penulis Kej 2:24 tidak ditujukan kepada Allah di dalam cerita kejadian, tetapi dikutip oleh Yesus sebagai perkataan yang Allah katakan.
Di dalam Kis 1:16, Firman Maz 69 dan 109 dikatakan sebagai Firman yang Roh Kudus katakan melalui mulut Daud. Perkataan Alkitab karena itu dikatakan oleh Roh Kudus.
Di dalam Kis 2:16-17 mengutip apa yang dikatakan oleh nabi Yoel di dalam Yoel 2:28-32, Petrus menekankan bahwa “Allah berkata” yang mengatribusikan Firman Allah ditulis oleh Yoel dan mengklaim bahwa Allah mengatakannya kepada mereka.

Banyak ayat lain dapat dikutip tetapi pola bahwa perkataan Alkitab PL adalah diatribusikan kepada Allah sudah jelas.
Lebih jauh, diberbagai tempat, semua perkataan dari nabi atau perkataan PL adalah dikatakan dari Allah ( Luk 24:25, 27, 44; Kis 3:18; 24:14; Rom 15:4 )

Tetapi jika apa yang Paulus katakan hanya tulisan PL ketika dia berkata “Scripture” di dalam 2 Tim 3:16, bagaimana ayat ini diaplikasikan ke dalam tulisan PB sendiri ?
Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus menyadari bahasa Yunani dari graphe adalah istilah teknis untuk penulis PB yang mempunyai arti khusus.

Setiap segala sesuatu yang berkategori “Scripture” mempunyai karakter “Dinafaskan Allah” : Firmannya adalah Firman Allah sendiri

Di dua bagian PB, kita melihat bahwa tulisan PB sendiri dikatakan “Scripture” sama seperti tulisan PL yang lainnya.
2 Pet 3:16, Petrus menunjukkan bukan hanya kesadaran akan tulisan dari Paulus tetapi juga keinginan yang jelas untuk mengklasifikasikan semua tulisan Paulus dengan “the other Scripture”. Ini adalah sebuah indikasi bahwa di dalam sejarah gereja, tulisan Paulus dipertimbangkan sebagai Firman Allah yang tertulis sama seperti teks perjanjian Lama.

Ayat yang mirip adalah di dalam 1 Tim 5:18, Paulus mengutip perkataan Yesus yang ditemukan di dalam Luk 10:17 dan mengatakan mereka “Scripture”

Dua bagian ini mengindikasikan bahwa ada bagian PB yang ditambahkan di dalam kategori “Scripture”
Karena itu, ketika kita membangun bahwa tulisan PB milik kategori spesial “Scripture” maka benarlah bila kita mengaplikasikan 2 Tim 3:16 kepada tulisan PB juga. Dan mengatakan bahwa tulisan PB mempunyai karakterisktik “All Scripture” dan itu adalah “dinafaskan Allah” dan setiap firmannya adalah Firman Allah.

Ada bukti lain di dalam PB bahwa tulisan PB adalah perkataan Allah. Lihat di dalam 1 Kor 14:37, Paulus mengatakan bahwa “jika seseorang berpikir bahwa dia seorang nabi atau rohani, dia harus mengakui bahwa tulisan Paulus adalah perintah Tuhan” ( paraphrase ).

Pandangan yang mirip mengenai tulisan PB ada di dalam Yoh 14:26 dan Yoh 16:13 dimana Yesus menjanjikan Roh Kudus yang akan membawa apa yang Yesus katakan kepada murid-muridNya dan akan membawa mereka ke dalam seluruh kebenaran.
Ini adalah pekerjaan Roh Kudus dimana murid-murid dapat mengingat semua rekaman apa yang Yesus katakan tanpa salah.

Kita diyakinkan dari klaim bahwa Alkitab adalah Firman Allah ketika kita membaca Alkitab

Satu hal mengatakan bahwa Alkitab adalah firman Allah tetapi satu hal yang lain mengaitkan bahwa ini adalah benar. Keyakinan kita yang ultimat bahwa firman dari Alkitab adalah perkataan Allah datang ketika Roh Kudus berbicara di dalam dan melalui perkataan Alkitab kepada hati kita dan memberikan kita sebuah jaminan yang dalam bahwa ini adalah perkataan dari pencipta kita berbicara kepada kita.

Tanpa pekerjaan dari Roh Allah, seseorang tidak akan menerima pengertian rohani dan tidak akan menerima bahwa firman Alkitab adalah Firman Allah.
Proses ini analogi dengan siapa yang percaya Yesus mengetahui bahwa perkataanNya adalah benar ( Yoh 10:27 ).

Siapa yang adalah domba Kristus mendengar perkataan dari gembala mereka ketika mereka membaca firman Alkitab dan mereka diyakinkan bahwa perkataan ini adalah firman Tuhan mereka.

Ketika seseorang membaca Alkitab, mereka mendengar bahwa Pencipta berbicara kepada mereka di dalam perkataan Alkitab dan menyadari bahwa buku yang mereka baca tidak seperti buku lain dimana ini sungguh-sungguh buku dari Allah yang berfirman kepada hati mereka.

Karena itu tidak percaya dan tidak taat satu kata dari Alkitab adalah tidak percaya atau tidak taat kepada Allah

Yesus menegur murid-muridNya karena tidak percaya Perjanjian Lama ( Luk 24:25 ).
Orang percaya harus menjaga dan menaati perkataan dari murid-murid juga ( Yoh 15:20 ) “Jika mereka menjaga firmanKu, mereka akan menjaga milikmu juga” ( paraphrase )
Orang Kristen didorong utnuk mengingat perintah Tuhan dan Juru selamat melalui para rasul ( 2 Pet 3:2 ). Tidak taat perkataan Paulus membuat seseorang mengalami disiplin gereja seperti ekskomunikasi ( 2 Tes 3:14 ) dan penghukuman rohani ( 2 Kor 13:2-3 ) termasuk penghukuman dari Tuhan.
Tuhan suka kepada mereka yang “tremble” ( gentar ) pada firmanNya ( Yes 66:2 )

Kebenaran dari Alkitab

Tuhan tidak dapat berbohong atau berkata yang salah
Esensi dari otoritas Alkitab adalah kemampuan untuk menyakinkan kita untuk percaya dan mentaatinya. Percaya dan taat sama dengan percaya dan menataati Allah sendiri.
Karakter dari Allah adalah Allah tidak pernah bohong ( Titus 1:2 ).
Karena Allah tidak pernah berkata dusta maka perkataanNya selalu dapat dipercaya.
Karena semua Alkitab berbicara mengenai Allah maka semua Alkitab harus tidak berbohong seperti Allah sendiri. Tidak ada kesalahan di dalam Alkitab

Ibrani 6:18 menyebutkan 2 hal yang tidak berubah dimana Allah tidak mungkin bohong yaitu sumpah dan janjiNya.
Daud menyebutkan bahwa “Oleh sebab itu, ya Tuhan ALLAH, Engkaulah Allah dan segala firman-Mulah kebenaran; Engkau telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hanba-Mu.” ( 2 Sam 7:28 )

Karena itu semua perkataan di dalam Alkitab adalah benar-benar sempurna dan tanpa salah di setiap bagiannya

Semenjak Alkitab adalah firman Allah dan karena Allah tidak dapat berbohong dan berbicara salah, maka benar untuk menyimpulkan bahwa tidak ada ketidak benaran atau kesalahan di dalam bagian Alkitab.
“Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.” ( Mazmur 12:7 )
“Setiap perkataan Allah dibuktikan benar, ia menjadi perisai bagi mereka yang berlindung padanya” (ayat??)
Bukan beberapa kalimat Alkitab benar tetapi seluruhnya adalah benar. Firman Allah adalah pasti di langit untuk selamanya “Untuk selama-lamanya Tuhan, FirmanMu tetap teguh di surga “ ( Mazmur 119:89 )
Yesus berbicara mengenai natur dari firmanNya :”Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu” (ayat??)

Firman Allah adalah standard kebenaran yang ultimat

Di dalam Yoh 17, Yesus berdoa kepada Allah Bapa ,” Kuduskanlah mereka dalam kebenaran, FirmanMu adalah kebenaran” ( Yoh 17:17 ).
Kebenaran Allah bukan sekedar benar tetapi kebenaran itu sendiri.
Jadi Alkitab adalah standard Alkitab yang final.
Alkitab adalah Firman Allah dan Firman Allah adalah definisi ultimat mengenai apa yang benar dan apa yang salah : Firman Allah sendiri adalah kebenaran.
Karena itu kita berpikir bahwa Firman Allah adalah standard kebenaran yang ultimat, sebuah titik referensi dimana semua klaim untuk kebenaran diukur.
Yang sesuai dengan Alkitab adalah benar dan yang tidak sesuai dengan Alkitab adalah tidak benar.
Apa jadi kebenaran itu ? Kebenaran adalah apa yang Allah katakan dan kita mempunyai apa yang Allah katakan di dalam Alkitab.

Tidak pernah ada fakta yang bertentangan dengan Alkitab

Akankah fakta penemuan sejarah dan ilmiah yang baru bertentangan dengan Alkitab ? Ini tidak akan pernah terjadi. Kalau ada fakta yang diduga bertentangan dengan Alkitab maka yang salah adalah fakta itu sendiri karena Allah pencipta Alkitab mengetahui bahwa semua fakta yang benar.
Setiap fakta baru adalah sesuatu yang Allah sudah ketahui di dalam kekekalan dan sesuatu yang tidak dapat bertentangan dengan perkataan Allah di dalam Alkitab.

Alkitab tidak mengatakan bahwa alam semesta diciptakan di dalam tahun 4004BC.
Alkitab tidak mengajarkan bahwa matahari mengelilingi bumi. Ini hanya deskripsi fenomena yang dilihat.

Alkitab yang tertulis adalah otoritas final kita




II. Ketidak bersalahan Alkitab

Penjelasan dan dasar Alkitab

Semua perkataan dari Alkitab adalah firman Allah dan tidak percaya atau tidak taat setiap kata di dalam Alkitab adalah tidak percaya atau tidak taat kepada Allah
Allah tidak dapat berkata bohong atau berkata salah
Karena itu : Alkitab benar sepenuhnya dan tanpa kesalahan di dalam setiap bagiannya.
Alkitab adalah standard kebenaran yang ultimat.
( Maz 12:6, Ams 30:5 )

Ketidak bersalahan Alkitab -> Alkitab di dalam manuscript yang asli tidak ada yang bertentangan dengan fakta
Alkitab selalu berkata kebenaran dan selalu berkata kebenaran mengenai segala sesuatu yang dikatakannya.

Alkitab dapat tidak bersalah tetapi masih berbicara dalam bahasa sehari-hari
Alkitab benar di dalam deskripsi mengenai fakta-fakta atau kejadian-kejadian yang scientific atau historical.
Alkitab dapat berkata mengenai matahari terbit atau hujan jauh ke bawah berdasarkan perspektif pembicara ini fenomena apa yang terjadi.

Bahasa dapat kabur atau pernyataannya kurang tepat tanpa menjadi tidak benar.
Misalnya : “Saya hidup kurang lebih 1 mil dari kantorku”
Pernyataan-pernyataan Alkitab juga dapat kurang tepat tetapi tetap benar secara total
Misalnya : “Di dalam perang yang mati adalah 8000 orang” Apakah benar bukan 7999 atau 8001 ? Kalau ditulis 8000 tetapi yang mati 16000 orang maka salah tetapi bila ditulis 8000 tetapi yang mati 7233 tetap tidak salah di dalam konteks reporter.


Alkitab dapat tidak bersalah tetapi masih memasukkan kutipan yang bebas.

Misalnya : Elliot mengatakan bahwa dia akan kembali ke rumah untuk makan malam sekarang juga
Perkataan aslinya adalah “Saya akan datang ke rumah untuk makan di dalam 2 menit”
Ini adalah kalimat langsung dan kalimat tidak langsung….

Kalimat tidak langsung tidak salah.

Alkitab tetap tidak bersalah mempunyai konstruksi grammar yang tidak lazim

Beberapa bahasa di dalam Alkitab adalah elegant dan secara gaya sempurna. Tetapi di dalam bagian Alkitab yang lain mengandung bahasa dari orang biasa. Jadi Alkitab tidak bersalah termasuk gagal untuk mengikuti peraturan-pertaturan yang diterima secara umum dari ekspresi grammar. Misalnya pernyataan-pernyataan tidak teratur dalam gaya dan grammar di dalam kitab wahyu jangan membingungkan kita karena hal itu tidak mempengaruhi isi kebenaran dari pernyataan-pertanyaan itu,

Beberapa tantangan kepada ketidak bersalahan Alkitab

Alkitab hanya otoritatif untuk “iman dan praktik”

Penulis Perjanjian Baru percaya detail sejarah sampai yang terkecil dari cerita Perjanjian Lama. Pengarang PB menegaskan setiap detail dari Perjanjian Lama adalah benar.
Yunus di perut ikan
Orang Niniwe bertobat
Ratu dari selatan datang mendengar Solomo
Elia diutus ke janda Sarfat
Naaman disembuhkan dari kusta
Musa mengangkat ular di padang gurun

Segala isi di dalam Alkitab adalah benar di dalam aspek astronomi, geography, sejarah, dll.

Tidak ada manuskrip yang innerancy

Klaim untuk copy original dari dokumen-dokumen Alkitab
Tidak ada lagi tulisan asli dari Paulus, Musa, dll.
Tetapi dari 99 persen perkataan Alkitab kita mengetahui apa isi manuskrip asli.

Copy dari manuskrip tidak jamin tidak ada salah karena kesalahan manusia tetapi salah untuk mengatakan ada salah di dalam dokumen asli karena kita akan terpaksa mengatakan bahwa bukan hanya manusia membuat kesalahan tetapi juga Allah.

Masalah menolak inerrancy dari Alkitab

Masalah menolak inerrancy adalah bukan tidak penting dan serius.

Ada problema moral yang harus kita hadapi : Bolehkah kita menyerupai Allah dan bermaksud berbohong di dalam perkara kecil juga ?
Jika ketidak bersalahan Alkitab disangkal maka dapatkah kita percaya Allah di dalam apa yang Dia katakan ?
Jika kita menyangkal ketidak bersalahan Alkitab, maka kita membuat pikiran manusia lebih tinggi dari Firman Allah sendiri
Jika kita menyangkal ketidak bersalahan Alkitab, kita harus mengatakan bahwa Alkitab salah bukan hanya di dalam detail minor tetapi juga di dalam doktrin-doktrinnya.



III. Kejelasan Alkitab

Penjelasan dan dasar Alkitabiah

Setiap pribadi yang belajar Alkitab secara serius akan menyadari bahwa beberapa bagian dapat dimengerti secara mudah dan beberapa bagian yang lain kelihatan sulit.
Petrus sendiri mengatakan kepada para pembacanya bahwa beberapa bagian dari tulisan Paulus sulit untuk dimengerti.
Jadi kita harus mengakui bahwa tidak semua bagian dari Alkitab dapat dimengerti secara mudah.
Tetapi adalah salah kalau kita berpikir bahwa sebagian besar Alkitab secara umum sulit untuk dimengerti.
Sesungguhnya PL dan PB sering menekankan bahwa Alkitab ditulis dimana pengajarannya dapat dimengerti oleh orang percaya yang biasa.
Sesungguhnya pernyataan Petrus mengenai surat Paulus adalah pembaca sudah membaca dan mengerti ( 2 Pet 3:15 ).

Alkitab sering menekankan kejelasannya.

Kejelasan Alkitab dan tanggung jawab orang percaya secara umum untuk membaca dan mengertinya adalah sering ditekankan. Musa mengatakan kepada orang Israel di dalam Ul 6:6-7.
Semua orang Israel diharapkan mengerti perkataan Alkitab dan mampu mengajar kepada anak-anak mereka dengan rajin.
Allah mengharapkan semua umatnya akan mengetahui dan mampu untuk berbicara mengenai FirmanNya dengan aplikasi yang cocok kepada pengalaman sehari-hari di dalam hidup.

Secara mirip Mazmur 1 mengatakan bahwa berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan dan merenungkan Taurat itu siang dan malam. Meditasi tiap hari ini mengasumsikan kemampuan untuk mengerti Alkitab secara benar dalam bagian yang direnungkan.
Karakteristik Alkitab adalah dikatakan bahwa orang yang sederhana dapat mengerti secara benar dan menjadi bijaksana karena hal itu. Baca Maz 19:7. Kemudian di dalam Maz 119:130 juga.
Orang yang sederhana adalah bukan orang yang kekurangan pengetahuan intelektual, tetapi seseorang yang kekurangan penilaian yang benar, yang sering membuat kesalahan, yang mudah tersesat.
Firman Allah sangat dapat dimengerti dengan jelas sehingga tipe orang semacam ini dapat menjadi bijaksana olehnya.
Ini menjadi penghiburan buat orang percaya : bahwa tidak ada orang percaya yang harus berpikir bahwa dirinya terlalu bodoh untuk membaca Alkitab dan mengertinya secara cukup untuk dibuat menjadi bijaksana olehnya.




Bagaimana kejelasan Alkitab di dalam PB ?

1. Yesus di dalam dirinya dan pengajarannya dan percakapannya tidak pernah berrespon kepada setiap pertanyaan dengan menyalahkan PL tidak jelas. Yesus tetap mengasumsikan orang-orang tersebut dapat membaca dan mengerti Perjanjian Lama.
Respon Yesus selalu mengasumsikan bahwa kesalahpahaman pengajaran Alkitab bukan di Alkitabnya tetapi karena salah mengerti atau gagal menerima apa yang sudah tertulis.
Yesus menjawab pertanyaan dengan peryataan “Sudahkan kamu membaca” ( Mat 12:3, 5; 19:14; 22:31 ). “Pernahkah kamu membaca di ALkitab” ( Mat 21:42 ), atau bahkan kamu adalah salah sebab kamu tidak mengetahui baik Alkitab maupun kuasa Allah ( Mat 22:29; Mat 9:13; 12:7; 15:3 )

2. Surat-surat rasul bukan kepada pemimpin gereja tetapi kepada setiap jemaat. Paulus menulis “Kepada Gereja di Korintus” ( 1 Kor 1:2 ). Kepada gereja di Galatia ( Gal 1:2 ). “Kepada setiap orang Kudus di dalam Kristus Yesus yang berada di Filipi….. “ ( FIl 1:1 ).
Paulus mengasumsikan bahwa pendengar dan pembacanya adakan mengerti apa yang dia tulis
Paulus mendorong supaya membagi suratnya kepada gereja lain ( Kol 4:16, 2 Kor 1:13, Ef 3:4, 1 Tim 4:13, Yak 1:1, 22-25, 1 Pet 1:1, 2:2, 2 Pet 1:19 ).

Jangan kita menganggap bahwa mengerti Alkitab lebih mudah untuk generasi pertama orang Kristen daripada kita, karena banyak surat Paulus di dalam PB ditulis untuk orang kafir bukan Yahudi.

Kualitas moral dan rohani diperlukan untuk pengertian yang benar

Penulis PB sering menyatakan bahwa kemampuan untuk mengerti Alkitab secara benar adalah lebih sebuah kemampuan moral dan rohani daripada kemampuan intelektual. “orang yang tidak rohani tidak menerima sesuatu dari Roh Allah karena hal itu adalah kebodohan bagi mereka dan dia tidak mampu mengertinya karena hal itu adalah pengertian secara rohani”
( 1 Kor 2:14; 1:18-3:4, 2 Kor 3:14-16; 4:3-4,6 ; Ibr 5:14; Yak 1:5-6; 2 Pet 3:5 )

Alkitab mampu dimengerti oleh semua orang tidak percaya yang membacanya sungguh-sungguh mencari keselamatan dan oleh semua orang percaya yang membacanya dengan mencari pertolongan Allah untuk mengertinya.
Karena Roh Kudus bekerja mengalahkan pengaruh dosa sebab jika tidak akan membuat kebenaran seperti kebodohan.





Definisi kejelasan Alkitab

Kejelasan Alkitab adalah : Alkitab ditulis sedemikian sehingga pengajarannya mampu dimengerti oleh semua orang yang membacanya yang mencari pertolongan Allah dan ingin mengikutiNya.
Kenapa banyak orang tidak mengerti Alkitab ?

Dalam hidup Yesus. Murid-muridnya gagal mengerti Perjanjian Lama dan pengajaran Yesus sendiri ( Mat 15:16, Markus 4:10-13; 6:52; 8-14-21 ). Ini kadang-kadang karena mereka harus menunggu peristiwa di dalam sejarah penebusan dan terutama di dalam hidup Kristus sendiri ( Yoh 12:16, 13:7 ), tetapi ada kalanya disebabkan karena kekurangan iman dan kekerasan hati ( Luk 24:25 ).

Untuk menolong sesorang menghindari membuat kesalahan di dalam menginterpretasikan Alkitab, banyak pengajar ALkitab mengembangkan prinsip interpretasi atau petunjuk untuk mendorong pertumbuhan di dalam kemampuan interpretasi yang benar. ( hermeneutic )
Ada lagi adalah bagaimana menggali ALkitab ( Exegesis -> proses untuk menginterpretasikan text Alkitab ).

Dorongan praktis dari doktrin ini

Doktrin ini mendorong setiap orang Kristen untuk membaca Alkitab mereka hari demi hari dan dengan keinginan yang besar. Kita tidak pernah mengasumsikan bahwa hanya mereka yang mengerti Yunani atau Ibrani atau pendeta hamba Tuhan mampu mengerti Alkitab secara benar.

IV. Keperluan Alkitab

Penjelasan dan dasar Alkitabiah

Keperluan Alkitab adalah Alkitab diperlukan untuk mengenal Injil, untuk menjaga kehidupan rohani dan untuk mengetahui kehendak Allah.
Tetapi kecukupan Alkitab bukan berarti Alkitab diperlukan untuk mengetahui bahwa Allah ada atau untuk mengetahui sesuatu mengenai karakter Allah atau hukum moral ( sebab alam semesta dan hati nurani sudah mengajarkannya di luar Alkitab ).

Alkitab diperlukan untuk mengenal Injil

Baca Rom 10:13-17

Pernyataan di dalam Roma di atas mempunyai beberapa garis pemikiran :
1. Seseorang yang memanggil nama Tuhan ( dalam konteks adalah Yesus Kristus ) akan diselamatkan
2. Seseorang hanya dapat memanggil nama Kristus jika mereka percaya kepadaNya
3. Seseorang tidak dapat percaya kepada Kristus kecuali mereka pernah mendengarNya
4. Mereka tidak dapat mendengar Kristus jika tidak ada seseorang yang mengatakan mereka mengenai Kristus
5. Kesimpulannya adalah bahwa iman yang menyelamatkan datang dari pendengaran dan pendengaran pesan Injil ini datang melalui pengajaran mengenai Kristus.

Implikasinya adalah : Tanpa mendengar pengajaran mengenai Kristus tidak ada seseorang yang akan diselamatkan.

Keselamatan hanya berasal dari percaya kepada Yesus Kristus. Keselamatan hanya di dalam Kristus :
Yoh 3:18
Yoh 14:6
Kis 4:12
1 Tim 2:5-6
Tidak ada jalan lain untuk berdamai dengan Allah hanya melalui Kristus karena tidak ada jalan lain untuk menyelesaikan problema dosa dihadapan Allah yang kudus.

Bagaimana dengan orang-orang di dalam PL ?
Orang percaya di dalam PL diselamatkan karena iman mereka ke depan yang berdasarkan Firman Allah mengenai janji Mesias atau Penebus yang akan datang.
Habel, Henokh, Nuh, Abraham, Sarah menurut penulis Ibrani “Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini” ( Ibr 11:13 ).
Bandingkan : Musa ( Ibr 11:26 ), Abraham ( Yoh 8:56 )

Jadi Alkitab adalah diperlukan untuk keselamatan. Seseorang harus baik membaca pesan di dalam Alkitab itu sendiri atau mendengar dari orang lain. Bahkan orang percaya yang percaya kepada keselamatan di dalam PL melakukan hal ini dengan percaya kepada Firman Allah yang menjanjikan Juru Selamat yang akan datang.

Fondasi iman adalah perkataan janji Allah sendiri.

Alkitab diperlukan untuk menjaga kehidupan rohani

Yesus mengatakan di dalam Matius 4:4 “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah”. Disini Yesus mengindikasikan bahwa kehidupan rohani kita dijaga oleh makanan sehari-hari dengan Firman Allah seperti kehidupan fisik kita dijaga oleh makanan fisik.
Mengabaikan membawa Firman Allah adalah mengurangi kesehatan di dalam jiwa kita seperti mengabaikan makanan fisik adalah mengurangi kesehatan tubuh kita.

Musa mengatakan kepada orang Israel pentingnya perkataan Allah untuk kehidupan mereka. “Sebab perkataan ini bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah hidupmu, dan dengan perkataan ini akan lanjut umurmu di tanah, kemana kamu pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya” ( Ul 32:47 ).
Dan Petrus mendorong orang Kristen dan menulis “Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan: ( 1 Pet 2:2 )
Air susu yang murni = firman Allah

Alkitab karena itu penting untuk menjaga kehidupan rohani dan pertumbuhan di dalam kehidupan Kristen.

Alkitab diperlukan untuk pengetahuan kehendak Allah yang pasti

Manusia diberikan beberapa pengetahuan akan Allah di dalam hati nurani, tetapi pengetahuan ini seringkali tidak jelas dan tidak dapat memberikan keyakinan.
Sesungguhnya jika tidak ada Firman Allah, kita tidak dapat mendapatkan kepastian mengenai kehendak Allah melalui cara lain seperti hati nurani, nasihat dari orang lain, atau kesaksian dalam dari Roh Kudus, perubahan lingkungan dan penggunaan rasio yang dikuduskan.
Dosa merusak persepsi benar dan salah, membawa pemikiran yang salah ke dalam proses berpikir kita, dan menyebabkan kita menekan kesaksian dari hati nurani kita.

Tetapi di dalam Alkitab kita mendapatkan pernyataan yang jelas dan pasti mengenai kehendak Allah.
Allah tidak menyatakan segala sesuatu kepada kita tetapi apa yang Dia nyatakan sudah cukup bagi kita untuk mengetahui kehendakNya.

Seperti di waktu Musa dan sekarang dengan kita, Allah menyatakan firmanNya kepada kita supaya kita mungkin menaati hukumNya dan melakukan kehendakNya.

V. Kecukupan Alkitab

Penjelasan dan dasar Alkitabiah

Kecukupan Alkitab berarti adalah Alkitab mengandung semua perkataan Allah yang DIa maksudkan umatNya untuk miliki dalam setiap tingkat sejarah penebusan dan sekarang Alkitab mengandung semua perkataan Allah yang kita perlukan untuk:
Keselamatan
Untuk percaya kepada Dia dengan sempurna
Untuk mematuhi Dia dengan sempurna

Definisi ini menekankan: Apa yang Alkitab katakan kepada kita di dalam Alkitab adalah cukup bagi kita dan kita harus bersukacita di dalam wahyu yang Dia berikan dan berkecukupan denganNya.

Penjelasan dan dukungan mengenai doktrin ini ditemukan di dalam perkataan Paulus kepada Timotius di dalam 2 Tim 3:15
“Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus”
Indikasinya adalah :
Kita memiliki Alkitab semua perkataan Allah untuk selamat dan perkataan ini memampukan kita bijaksana untuk keselamatan.
Ini dikonfirmasikan dengan ayat lain yang berkata bahwa perkataan ALkitab sebagai cara Allah menggunakanNya untuk membawa kita kepada keselamatan ( Yak 1:18, 1 Pet 1:23 )
Bagian lain mengindikasikan bahwa Alkitab cukup untuk memperlengkapi kita untuk menghidupi kehidupan Kristen.
2 Tim 3:16-17-> Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
Jika ada perbuataan baik yang Allah ingin orang Kristen lakukan, Allah sudah membuat provisi di dalam FirmanNya untuk melatih orang Kristen di dalamnya.
Karena itu tidak ada perbuatan baik yang Allah mau kita lakukan di luar yang diajarkan dimana saja di dalam Alkitab.

Pengajaran yang serupa adalah Mazmur 119:1 “Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat Tuhan”
Ada indikasi bahwa semua yang Allah perlukan untuk kita dicatat di dalam FirmanNya yang tertulis. Sederhana yaitu untuk melakukan semua yang Alkitab katakan adalah untuk menjadi tidak bercela di hadapan Allah.

B. Kita dapat menemukan semua yang Allah katakan di dalam topik tertentu dan kita dapat menemukan jawaban untuk setiap pertanyaan kita

Kecukupan Alkitab memampukan kita untuk memfokuskan pencarian Firman Allah untuk kita hanya di dalam Alkitab saja.
Kira mempunyai kepercayaan bahwa kita dapat menemukan apa yang Allah ingin kita lakukan atau lakukan di dalam Alkitab.
Sederhananya kecukupan Alkitab mengatakan kepada kita bahwa mungkin untuk belajar sistematik teologi dan etika dan untuk menemukan jawaban untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan.

C. Implikasi praktikal dari pengajaran ini

Kecukupan Alkitab mendorong kita mencari dan menemukan apa yang Allah ingin kita untuk berpikir ( doktrin ) atau lakukan ( etika ).
Kita dikuatkan bahwa segala sesuatu yang Allah ingin katakan kepada kita mengenai pertanyaan-pertanyaan kita ditemukan di dalam Alkitab
Ini tidak berarti Alkitab menjawab semua pertanyaan yang kita mungkin pikirkan ( Ul 29:29 ).
Tetapi ini berarti ketika kita menghadapi masalah yang betul-betul penting untuk hidup Kristen kita, kita dapat mendekati Alkitab dengan kepercayaan bahwa melalui Alkitab Allah akan menyediakan kita pimpinan untuk masalah itu.
Alkitab bisa bicara langsung atau tidak langsung

Kecukupan Alkitab mengingatkan kita untuk tidak menambah sesuatu kepada Alkitab dan mempertimbangkan tulisan lain sama bernilai dengan Alkitab

Kecukupan Alkitab juga menceritakan kita bahwa Allah tidak memerlukan kita untuk percaya sesuatu mengenai diriNya atau pekerjaan penebusanNya yang tidak diketemukan di dalam Alkitab

Kecukupan Alkitab menunjukkan kita bahwa tidak ada wahyu modern dari Allah yang ditempatkan setara dengan Alkitab di dalam otoritasnya.

Kecukupan Alkitab mengingatkan kita bahwa tidak ada dosa yang tidak dilarang oleh Alkitab baik secara implisit atau dengan implikasi.

Kecukupan Alkitab mengatakan kepada kita bahwa tidak ada yang diperlukan kita yang Allah inginkan yang tidak diperintahkan di Alkitab baik secara implisit atau dengan implikasi.



No comments:

LIMPINGEN BLOG