Tuesday, June 19, 2007

Doktrin Keselamatan (II)

Doktrin Keselamatan – 2
Jeffrey Lim

V. Pembenaran

Bagaimana dan kapan kita mendapatkan benar secara hukum dihadapan Allah ?

Kita sudah membahas mengenai pemilihan, panggilan injil, regenerasi dan pertobatan.
Tetapi bagaimana dengan guilt dari dosa kita ?
Di dalam panggilan Injil mengundang kita percaya kepada Kristus untuk pengampunan dosa
Regenerasi memungkinkan kita untuk berespon terhadap undangan itu
Di dalam conversion kita berespon dengan percaya kepada Kristus untuk pengampunan dosa.
Sekarang di dalam pembenaran, Allah berespon kepada iman kita dan melakukan apa yang dijanjikan yaitu mendeklarasikan bahwa kita diampuni dari dosa.

Benar dihadapan Allah ?
Pengertian yang benar mengenai pembenaran adalah sangat krusial untuk keseluruhan iman Kristen.
Contoh Martin Luther.

Lihat Rom 8:30 -> Yang dipilih, dipanggil, dibenarkan

Paulus mengajarkan bahwa pembenaran datang melalui iman kita dan Allah berespon kepada iman kita. Lihat Rom 3:26. Allah membenarkan dia yang mempunyai iman di dalam Yesus. Manusia dibenarkan terlepas dari hukum ( Rom 3:28 )
Semenjak kita dibenarkan melalui iman, kita mempunyai damai dengan Allah melalui Kristus Yesus Tuhan ( Rom 5:1 )
Manusia dibenarkan bukan karena melakukan hukum taurat tetapi melalui iman di dalam Yesus Kristus ( Gal 2:16 )

Apa itu pembenaran “
Pembenaran adalah tindakan hukum dari Allah dimana Dia
Berpikir bahwa dosa-dosa diampuni dan kebenaran Kristus milik kita
Mendeklarasikan bahwa kita benar di mataNya

Pembenaran termasuk deklarasi hukum oleh Allah

Penggunaan kata pembenaran di dalam Alkitab mengindikasikan bahwa pembenaran adalah sebuah deklarasi hukum oleh Allah. Kata kerja membenarkan di dalam PB mempunyai arti yang luas tetapi yang yang paling umum adalah untuk mendeklarasikan benar.
Di dalam Roma 4:5 -> Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.
Disini Paulus bukan berarti Allah membuat orang durhaka menjadi benar dengan mengubah mereka secara internal dan membuat mereka sempurna karena mereka akan mempunyai jasa atau pekerjaan mereka untuk bergantung. Tetapi Allah mendeklarasikan orang durhaka menjadi benar di mataNya bukan berdasarkan pekerjaan baik tetapi karena respon mereka dengan iman.

Ide pembenaran adalah deklarasi hukum ini dikontraskan dengan penghukuman. Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? ( Rom 8:33 )

Untuk menghakimi seseorang adalah untuk mendeklarasikan seseorang bersalah.kebalikannya adalah pembenaran yaitu untuk mendeklarasikan seseorang tidak bersalah. Tuduhan terhadap umat Allah, deklarasi kesalahan itu tidak bisa melawan deklarasi benar dari Allah.

Baca Ul 25:1 Apabila ada perselisihan di antara beberapa orang, lalu mereka pergi ke pengadilan, dan mereka diadili dengan dinyatakannya siapa yang benar dan siapa yang salah.
Pembenaran itu mendeklarasikan benar dan tidak bersalah. Penghakiman adalah mendeklarasikan salah.
Pembenaran itu bukan membuat seseorang menjadi baik secara internal atau baik di dalamnya.
Tindakan penghakiman orang berdosa tidak membuat orang itu menjadi jahat di dalam dirinnya. Ini hanya membuat orang itu bersalah

Allah mendeklarasikan kita benar di mataNya

Dengan deklarasi pembenaran secara hukum, Allah mendeklarasikan bahwa kita benar di mataNya
Ini ada 2 aspek
1. Dia mendeklarasikan bahwa kita tidak mempunyai penghukuman untuk dibayar atas dosa masa lalu, masa sekarang dan masa depan.
Tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Yesus Kristus
Baca Maz 32:1
Pembenaran ini melipui pengampunan dosa. Maz 103:12
Namun ini masih belum cukup sebab bila diampuni itu masih netral dan kita harus bergerak ke kebenaran positif dihadapan Allah, kebenaran dari sebuah hidup yang taat sempurna kepada dia.

Allah mendeklarasikan kita benar di pandanganNya
Dia menutupiku dengan jubah kebenaran ( Yes 61:10 )
Rom 3:21
Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,
yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.
Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya: "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya."
Rom 4:6-8
“Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”Rom 4:3

Semua ini karena ketaatan satu manusia yaitu Yesus Kristus ( Rom 5:19 )

Allah dapat mendeklarasikan kita benar karena Dia memperhitungkan kebenaran Kristus bagi kita

Ini berarti Allah berpikir bahwa kebenaran Kristus adalah milik kita. Lihat Rom 4:3. Rom 4:6 diatas !
Di dalam hal ini kebenaran Kristus menjadi milik kita. Paulus mengatakan bahwa siapa yang menerima gift of righteousness ( Rom 5:17 )

Adam dan Kristus
Adam berdosa dan kesalahannya diperhitungkan kepada kita
Ketika Kristus menderita dan mati untuk dosa kita, dosa kita diperhitungkan kepada Kristus. Allah berpikir itu milik Kristus
Namun kebenaran Kristus diperhitungkan bagi kita dan Allah berpikir itu milik kita. Ini bukan kebenaran kita tetapi kebenaran Kristus yang diberikan secara Cuma-Cuma kepada kita.
Karena itu Kristus menjadi bijaksana kita, kebenaran kita, penyucian kita, dan penebusan kita. ( 1 Kor 1:30 )
Paulus mengatakan di dalam Fil 3:9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
Paulus sadar bahwa kebenaran kita dihadapan Allah bukan karena perbuatan dia tetapi karena kebenaran Allah yang datang melalui Yesus Kristus ( Rom 3:21-22 )

Pembenaran diberikan kepada kita seluruhnya oleh anugerah Allah bukan jasa kita

TIdak ada seorangpun yang benar dihadapan Allah ( Rom 1:18-3:20 )
Tidak ada seorangpun benar dengan melakukan hukum Taurat

Baca Ef 2:8-9
Anugerah ini dikontraskan dengan jasa.

Allah membenarkan kita melalui iman kita di dalam Kristus

Gal 2:16 “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.”
Iman itu sarana untuk menerima. Iman bukan berarti iman kita berjasa. Tetapi adalah instrument untuk menerima pembenaran. Kita dibenarkan karena jasa Kristus.
Kita bukan dibenarkan oleh perbuatan.
Lalu bagaimana dengan kitab Yakobus ?

VI. Adopsi

Di dalam regenerasi Allah memberikan kehidupan rohani baru. Di dalam pembenaran Allah memberikan kita hak benar dihadapan Dia. Tetapi di dalam adopsi, Allah membuat kita keluarga Allah.

Adopsi adalah tindakan Allah dimana Dia membuat kita anggota keluargaNya

Baca Yoh 1:12
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya
Tetapi sebaliknya anak-anak yang tidak menjadi anak Allah adalah anak durhaka, orang yang patut dimurkai ( Ef 2:2-3 )

Di dalam PB dikatakan bahwa kita sekarang adalah anak Allah
“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.”
Rom 8:14-17

Hak istimewa dari adopsi

Mampu berbicara kepada Allah di surga dan berelasi denganNya sebagai Bapa
( Mat 6:9 ) Doa Bapa kami
Menyadari bahwa kita adalah bukan budak lagi tetapi anak
Relasi Allah sebagai Bapa adalah fondasi dari banyak berkat di dalam kehidupan orang percaya. Salah satu peran Allah yang paling intim adalah Dia adalah Bapa

Dia mengasihi kita dan Dia mengerti kita
Dia memelihara kita. Bapa surgawi memelihara.
Allah juga memberikan pemberianNya kepada kita. Bapa surgawi memberikan pemberian yang baik. ( Mat 7:11 )
Dia juga memberikan pemberian bukan saja di sekarang tetapi warisan di surga ( Gal 4:7 ), 1 Pet 1:3

Pengampunan dosa di dalam keluarga
Doa Bapa kami soal mengampuni adalah konteks keluarga. Kita tidak memerlukan pembenaran terus menerus sebab pembenaran sekali.

Hak istimewa dipimpin oleh Roh Kudus
Allah mendisiplinkan kita anakNya (Ibr 12:5-6 )
mempengaruhi bagaimana kita berelasi satu sama lain. Kita adalah satu keluarga Allah. Brother and sister in Christ -> Mempengaruhi doktrin gereja
Meniru Bapa di dalam kehidupan. Sempurna seperti bapa di surga. Mat 5:16

VII. Pengudusan ( Sanctification )

Pengudusan adalah pekerjaan progresif yang terjadi di dalam diri orang percaya.
Pengudusan adalah pekerjaan Allah dan manusia yang progresif yang membuat kita lebih dan lebih bebas daripada dosa dan menyerupai Kristus di dalam hidup kita

Perbedaan antara Pembenaran dan Pengudusan

Pembenaran Pengudusan
Berdiri secara hukum Pengudusan Internal
Sekali di dalam waktu Terus menerus selama hidup
Sepenuhnya pekerjaan Tuhan Kita bekerja sama
Sempurna di dalam hidup ini Tidak sempurna di dalam hidup ini
Sama pada setiap orang percaya Lebih tinggi pada beberapa orang percaya

Tahap-tahap pengudusan

Pengudusan mempunyai permulaan dengan kelahiran baru.

Perubahan moral terjadi di dalam hidup kita pada titik lahir baru. Paulus berkata mengenai penyucian lahir baru dan pembaharuan Roh Kudus ( Tit 3:5 ).
Sewaktu kita lahir baru kita tidak terus menerus berbuat dosa atau sebagai sebuah pola hidup karena kuasa hidup baru ada di dalam kita mencegah kita hidup dalam kehidupan yang berdosa ( 1 Yoh 3:19 )

Tahap permulaan pengudusan ini adalah mematahkan kuasa dan cinta akan dosa jadi orang percaya tidak lagi dikuasai atau didominasi oleh dosa atau tidak mencintai dosa.
Paulus mengatakan bahwa kamu harus menganggap dirimu mati terhadap dosa dan hidup kepada Allah di dalam Kristus Yesus …. Karena dosa tidak lagi berkuasa atas kamu ( Rom 6:11,14 ). Paulus mengatakan bahwa orang percaya sudah dibebaskan dari dosa ( Rom 6:18 ).
Mati terhadap dosa atau dibebaskan dari dosa adalah termasuk kuasa untuk mengalahkan tindakan dan pola dosa di dalam hidup kita.
Jangan dosa memerintah di dalam tubuh.
Dulu hamba dosa sekarang hamba kebenaran

Pengudusan meningkat di dalam hidup

From glory to glory ( 2 Kor 3:18 )
Kol 3:10 diperbaharui di dalam pengetahuan gambar khalikNya
Roma 12:1-2

Pengudusan selesai ketika kematian dan ketika Tuhan datang

Karena dosa masih tinggal di dalam hati walaupun kita orang percaya maka pengudusan kita juga tidak selesai di dalam hidup ini. Ketika kita mati dan bersama dengan Tuhan maka pengudusan terjadi secara sempurna karena kita dibebaskan dari dosa dan dibuat sempurna.
Pengudusan termasuk tubuh dan akan disempurnakan ketika kebangkitan tubuh.

Diagram pengudusan

Kesucian sempurna -> Glorifikasi
Mati

Bertumbuh dalam
Kesucian
Hidup orang percaya


Hamba dosa Pertobatan

Orang tidak percaya

Pengudusan tidak pernah selesai di dalam hidup ini

Sempurna seperti Bapa di surga sempurna ( Mat 5:48 )
We are saint who sin

Allah dan manusia bekerja sama di dalam proses pengudusan

Peran Allah
Allah Tritunggal adalah Allah yang menguduskan
Allah Bapa ( 1 Tes 5:23 ) mendisiplin ( Ibr 12:5-11 )
Allah Anak ( 1 Kor 1:30 ) sebagai teladan ( 1 Pet 2:21, 1 Yoh 2:6 )
Allah Roh Kudus ( 1 Pet 1:2, 2 Pet 2:13, Gal 5:22-23 )

Peran kita di dalam pengudusan
Selain pasif kita juga aktif di dalam pengudusan
Mematikan keinginan daging dan hidup bagi Kristus
Mengerjakan keselamatan dengan gentar
Menjauhkan dari kejahatan dan dosa -> hikmat

Pengudusan dengan means of grace -> Meditasi ( Maz 1:2 ), doa ( Ef 6:18, Fil 4:8 ), beribadah ( Ef 5:18-20 ), Bersaksi ( Mat 28:19-20 ), Bersekutu ( Ibr 10:24-25 ) dan pengendalian diri ( Gal 5:23 )

TRUST and OBEY

Pengudusan mempengaruhi seluruh pribadi

Intelek ( Rom 12:2, Kol 3:10 , Kol 1:10, 2 Kor 10:5 )
Emosi ( Gal 5:23, 1 Pet 2:11, 1 Yoh 2:15 )
Kehendak ( Fil 2:13 )
Roh ( 2 Kor 7:1, 1 Kor 7:34 )
Fisik ( 1 Tes 5:23 , Rom 6:24 )

Motivasi untuk ketaatan kepada Allah di dalam hidup orang Kristen
Mengasihi Tuhan

Indahnya dan bahagia dari pengudusan
Kerajaan Allah bukan soal makan dan minum tetapi soal kebenaran dan kedamaian dan sukacita di dalam Roh Kudus.

Semakin bertumbuh dalam Tuhan semakin bertumbuh di dalam joy and peace





No comments:

LIMPINGEN BLOG