Tuesday, June 19, 2007

Doktrin Kristus

Doktrin Kristus - 1
Jeffrey Lim

Kristus merupakan pusat pemberitaan Alkitab dan pengharapan umatNya. Tanpa Kristus, kekristenan tidak mempunyai makna apapun. Pemahaman seseorang akan tokoh Kristus akan sangat mempengaruhi iman dalam kehidupannya.

Nama Yesus merupakan bahasa Yunani yang berasal dari bahasa Ibrani Yehoshua atau Joshua ( Yos 1:1 ). Nama ini berasal dari akar kata Yasha ( hoshia ) yang artinya menyelamatkan. Sedangkan nama Kristus ( Yunani = Kristos = The Anointed = Yang Diurapi ) merupakan nama jabatan seperti juga halnya dengan nama Mesias ( dari kata Mashach ) -> Yes 9:5,6

Praeksistensi Kristus
Kristus adalah kekal. Ia sudah ada sebelum dunia ini diciptakan dan Ia tetap terus ada. Ia adalah salah satu pribadi Allah Tritunggal yang menciptakan dunia ini.
Sebelum inkarnasiNya dalam daging, Kristus telah ada. PL mencatat beberapa kali Yesus menampakkan diri kepada manusia ( Kej 18:1, 21:17, 32:24 ). Perjanjian Baru juga mencatat mengenai praeksistensi Kristus ini.
Bdk Yoh 1:1,14 , Ia memiliki kemuliaan bersama-sama dengan Bapa sebelum dunia ada
( Yoh 17:5 ) dan bahwa Ia datang dari Bapa ( Yoh 5:43, 6:38 ) dan Ia telah ada sebelum
Yohanes ada (Yoh 8:58).
Kristus sudah ada sebelum dunia ini diciptakan. Ia telah berulang kali menampakkan diri dalam PL hingga akhirnya Ia berinkarnasi menjadi manusia. Dan kelak Ia akan datang kembali di akhir zaman untuk menghakimi dunia ini.

2 Natur Kristus
Topik ini merupakan dasar utama dalam Kristologi dan merupakan pembeda antara iman Kristen dan agama lainya.
Prinsip 2 Natur Kristus.
Menurut rumusan Kredo Konsili Chalcedon ( th 451 M ) menyatakan :
“Yesus Kristus dikenal dalam dua natur ( manusia dan Allah ), yang tidak tercampur, tidak berubah, tidak terbagi, tidak tertukar, tidak terpisahkan satu dengan lainya. Perbedaaan kedua natur itu sama sekali tidak disingkirkan oleh kesatuan kedua natur itu, tetapi sifat masing-masing natur tetap dipertahankan dan diam bersama-sama dalam satu pribadi dan satu substansi, tidak saling terpisah atau terbagi menjadi dua pribadi”

Kedua natur tersebut secara bersamaan dimiliki Yesus. Secara ajaib keunikan masing-masing natur tidak hilang. Ia adalah manusia seutuhnya dan Allah seutuhnya. Kesatuan kedua natur itu tidak menyebabkan Yesus berubah menjadi natur yang ketiga, yaitu campuran antara natur Allah dan manusia ( setengah manusia dan setengah Allah ). Kesatuan unik dari dua natur yang ada dalam pribadi Yesus tidak menyebabkan Yesus menjadi oknum dengan kepribadian ganda atau kepribadiannya yang terpecah-pecah. Maksudnya jika natur manusiaNya sedang aktif maka nature AllahNya hilang atau sebaliknya.
Masing-masing natur tetap utuh ada di dalam Kristus, tidak saling menelan. Hal ini merupakan suatu misteri yang sungguh ajaib dan melampaui rasio manusia.

Bukti natur manusia Kristus
> Beberapa bagian Alkitab yang menyatakan bahwa Yesus adalah benar-benar manusia seutuhnya yaitu :
- Yesus mempunyai nama seperti manusia lain pada umumnya, yaitu Yesus, Anak Daud
- Orang-orang di sekelilingNya sungguh melihat dan menyatakan Dia sebagai manusia biasa, seperti yang lain ( Yoh 9:16, 19:5, Kis 3:22 )
- Ia memiliki tubuh ( 1 Yoh 1:1 )
- Ia berbicara dalam bahasa manusia, seperti lainnya
- Yesus sendiri menyatakan diriNya sebagai manusia ( Yoh 8:40 )
- Ia menjalani kehidupan seperti manusia biasa lainya ( Luk 2:52 ), Ia mengalami keterbatasan sebagai manusia seperti rasa lapar ( Mat 4:2 ), haus ( Yoh 19:28), lelah ( Yoh 4:6), sedih dan tertekan ( Yoh 11:35; Luk 13:34,35 ) dan ketidaktahuan ( Mrk 13:32 )
- Ia mengalami kematian ( Ibr 2:14,15 )

Bukti natur ilahi Kristus

> Beberapa bagian Alkitab menyatakan bahwa Yesus adalah Allah dalam beberapa cara
Karena Kristus benar-benar tokoh yang pernah hadir dalam sejarah dunia ini, maka sangat wajar bila ada pendapat atau kesaksian mengenai Dia. Dan berbagai kesaksian itu menunjukkan bahwa Kristus lebih dari sekedar seorang manusia biasa.
- Kesaksian orang-orang pada zaman itu yang pernah berada di sekitarNya.
o Para murid : Mereka menyatakan bahwa Yesus lebih dari sekedar manusia biasa. Mereka menyatakan bahwa Ia bersifat ilahi ( Yoh 1:1, Why 1:8, Mat 16:16, Luk 2:34, Yoh 20:38 ). Paulus mengatakan bahwa Ia adalah Allah dan Juruselamat kita ( Fil 2:6, Tit 2:13 ). Dia adalah Tuhan dan Raja di atas segala raja. Sebutan “Tuhan” bagi orang Yahudi seperti Yohanes, hanya akan diberikan kepada kepada Allah ( Why 19:17)
o Elizabeth yang dipenuhi Roh Kudus ( Luk 1:43 )
o Penjahat yang disalibkan bersamaNya ( Luk 23:42 )
o Kepala pasukan yang menyalibkanNya ( Mat 27:54 )
- Kesaksian malaikat Gabriel ( Luk 1:32, Mat 1:23, 9:5,6 )
- Kesaksian Yesus sendiri ( Yoh 8:58, 10:17,18,30; 14:6; Mat 9:2,3; 28:20; Luk 23:43 )
- Kesaksian Allah Bapa ( Mat 3:17 )
- Kesaksian setan – legion ( Mrk 5:7 )

> Pelayanan Kristus selama inkarnasiNya di dunia sering disertai mujizat yang supranatural. Hal ini membuktikan bahwa Kristus adalah Allah, kuasa yang sedemikian itu bukan berasal dari manusia biasa.
- Penyakit dikalahkan ( Mrk 1:34 )
- Setan dikalahkan ( Mrk 1:34)
- Alam tunduk ( Mat 8:23-27 )
- Kuasa dosa dan kematian dihilangkan ( Mat 9:2; Mat 9:18; Luk 7:11-17; Yoh 11:25,26 )
- Memberi hidup yang kekal ( Yoh 10:27,28 )
- Menerima penyembahan dari manusia ( Mat 14:33 ) dan malaikat, sebagaimana layaknya Allah sendiri ( Ibr 1:6 ) dan suatu kelak semua manusia akan sujud menyembahkanNya ( fil 2:10, Yes 45:23 )
- Ia mengerjakan pekerjaan Allah, termasuk mencipta ( Yoh 1:3, Kol 1:15-20 ), menopang ( Ibr 1:3,4 ), menyelamatkan ( Mat 1:21 ), membangkitkan orang mati ( Yoh 5:25 ), menghakimi ( Yoh 5:27 ), mengutus Roh Kudus ( pekerjaan yang juga merujuk kepada Allah Bapa – Yoh 14:26, 15:26 ) dan membangun gerejaNya ( Mat 16:18 )

Nubuat mengenai Kristus
Jauh sebelum Kristus lahir, para nabi sudah memberitakan banyak hal yang berkaitan tentang Dia, dan semuanya itu digenapi secara tepat
- KelahiranNya ( Kej 3:15, Gal 4:4 ), yaitu melalui seorang dara ( Yes 7:14 ); daftar silsilahNya (Kej 49:10; 2 Sam 7:16; Mat 1:1; Luk 3:23 ); Tempat kelahiranNya ( Mi 5:2, Luk 2:4-7 )
- PelayananNya ( Maz 69:8-10; Yes 9:1-2; Mat 4:14-16 ), yaitu Dia adalah nabi yang akan datang ( Ul 18:15, 18, 19; Kis 3:20,22 ). Ia akan bertugas sebagai seorang imam ( Maz 110:4; Ibr 5:5,6 ); Ia akan menjadi domba paskah ( Kel 12:46, Yoh 19:36 )
- KehidupanNya, bahwa Ia dikhianati ( Maz 41:9; Luk 22:47-48 ); Ia dijual seharga 30 keping perak ( Za 11:11,12; Mat 26:15, 27:1-10 )
- KematianNya yang keji ( Maz 22:1-18, 69:21, Za 12:10, Yoh 20:27 )
- KebangkitanNya ( Maz 16:10; Luk 24:7; Kis 2:24-28 )

Semuanya ini membuktikan bahwa Kristus memang bukan sekedar manusia biasa. Ia manusia khusus dan luar biasa. Sungguh, Ia bukan manusia yang dapat ditiadakan kehadiranNya dalam dunia ini, Ia adalah pusat sejarah manusia – Ia begitu penting !

Inkarnasi dan Kenosis

Inkarnasi menjelaskan bahwa oknum kedua dalam Allah Tritunggal telah mengambil rupa seorang manusia ( daging ).
Yesus Kristus lahir melalui perawan Maria ( Mat 1:23, Gal 4:4 ) dan hal ini telah dinubuatkan oleh Yesaya (Yes 7:14 ). Yohanes menyatakan hal ini secara lebih teologis, yaitu bahwa Firman yang ilahi dan kekal telah menjadi daging, dan bahwa Allah telah “diam” di antara manusia ( Yoh 1:1,14 )

Kenosis memberikan pemahaman yang sejujurnya mengenai kenyataan dan integritas kemanusiaan Kristus dan menekankan betapa besarnya penyangkalan diri dan pengorbanan Kristus.
Bagian Alkitab yang menjelaskan hal ini adalah Fil 2:6-8, 2 Kor 8:9 dan Yoh 17:5. Kata Ekenosen : mengosongkan ( Fil 2:7 ) artinya, ketika Kristus berinkarnasi, Ia yang sejak praeksistensi adalah Allah, tidak memperhitungkan keberadaanNya yang setara dengan Allah itu sebagai sesuatu yang dipertahankan, Ia bahkan mengosongkan diriNya dan mengambil rupa seorang hamba. Hal itu dinyatakan dengan kerelaanNya menempatkan diri untuk senantiasa taat.

Paulus menjelaskan, apa yang dimaksudkan dengan Kristus mengosongkan diriNya dengan mengambil rupa seorang hamba bukanlah sekedar masalah pengesampingan penggunaan atribut ilahi, tetapi lebih tentang perendahan diri Anak Allah dengan mengambil rupa manusia; bahkan dalam rupa seorang hamba. Inilah pemikiran yang ingin disampaikan Paulus kepada jemaat Filipi. Mereka juga harus hidup dengan rendah hati sebagai seorang hamba, mengikuti teladan Kristus.
Kenosis mengacu kepada kerelaan Kristus menanggalkan atribut-atribut keilahianNya ( maha tahu, maha hadir, maha kuasa ) demi untuk menebus manusia.

Ketidak berdosaan Yesus
Muncul pertanyaan dari natur keilahian dan kemanusiaan Kristus yaitu apakah pencobaan2 yang dialami Kristus benar-benar terjadi dan jika demikian apakah ada kemungkinan Kristus telah berbuat dosa ?
Yesus benar-benar Allah dan manusia dan Ia telah mengalami pencobaan namun berkemenangan ( Ibr 4:15 )

Mengapa harus manusia Allah ?
“Mengapa juru selamat kita harus seorang manusia yang sekaligus juga Allah”
Karena semua orang berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah dan upah dosa ialah maut. Berarti semua manusia harus binasa dalam maut.Meskipun Allah dalam kasihNya berkehendak menyelamatkan manusia dari kebinasaan dosa, sifat Allah yang adil tidak memungkinan dosa untuk dilenyapkan begitu saja. Untuk memenuhi sifat kasih dan adil maka Allah menjadi manusia sama seperti kita. Ia menyerahkan nyawaNya sebagai pelunasan yang sempurna akan hutang dosa manusia. Mutlak, Ia harus menjadi manusia seutuhnya ( baik secara fisik maupun sifat ), tetapi secara bersamaan Ia juga harus tidak berdosa agar Ia dapat melunaskan dosa kita. Tidak mungkin Ia dapat melunaskan dosa kita jika Ia sendiri adalah manusia yang berdosa.
Lihat 1 Pet 3:18a

Tahapan yang dialami Yesus Kristus adalah :
1. Pengosongan atau perendahan diri : mencakup inkarnasi, penderitaan, kematian dan penguburan
2. Pemuliaan : kebangkitan, kenaikan, pengangkatan duduk disebelah kanan Allah, dan kedatanganNya kembali dalam kemuliaan

Kristus menjadi manusia karena Ia rela meninggalkan kemuliaanNya dan menjadi terbatas.
PenderitaanNya secara spiritual, fisik dan emosi merupakan bagian dari pengosongan diriNya. Pengosongan diri Kristus semakin mendalam seiring dengan semakin hebatnya penderitaan kematian yang dialamiNya. Secara tidak adil, keji dan hina, Ia menanggung dosa manusia di atas kayu salib. Sejak saat di palungan hingga Betlehem hingga kematianNya, Ia telah mengosongkan diri dalam ketaatan mutlak kepada Bapa demi keselamatan umat pilihan.

Tiga jabatan Kristus.
Tiga jabatan Kristus ini penting dan perlu dimengerti secara jelas oleh setiap orang Kristen karena kemudian jabatan ini merupakan jabatan yang diemban oleh setiap orang percaya. Dosa telah merusak dan mencemarkan ketiga tugas orang percaya, namun penebusan telah mengembalikan manusia pada fungsi dan tugasnya yang semula.
Calvin mensistematisasikan 3 jabatan Kristus yaitu : Nabi, Imam, Raja.

Kristus sebagai nabi.
Di dalam PL kata nabi berasal dari kata nabhi, roeh atau chozeh ( Kel 7:1, Ul 18:18 ) yang berarti utusan Allah ( man of God ), pembawa berita ( messenger of God ). Dalam perjanjian baru kata ini berasal dari kata prophetes yang artinya berbicara sebelum hal itu terjadi, memberitahukan hal-hal yang akan terjadi. Jadi terdapat dua pengertian mengenai nabi yaitu aspek aktif dan pasif serta aspek menerima dan menghasilkan
Nabi menerima penyataan/wahyu dari Allah melalui mimpi, penglihatan, atau komunikasi verbal, lalu ia bertugas untuk menyampaikannya kepada manusia, baik melalui perkataan atau dalam bentuk tindakan ( Bil 12:6-8; Yes 6; Yer 1:4-10; Yeh 3:1-4,17 ). Jadi tugas nabi adalah menyatakan kehendak Allah kepada bangsa-bangsa, khususnya umatNya. Tidak semua orang yang menerima penyataan Allah harus menjadi nabi. Jabatan nabi merupakan panggilan khusus.
Musa menubuatkan bahwa Allah akan mengirimkan nabi lainnya yang seperti dia untuk bangsa Israel ( Ul 18:18 ). Yohanes dan Petrus memahami bahwa Yesuslah yang dimaksudkan Musa ( Yoh 6:14, 7:40, Kis 3:22-24. Mat 13:57; Yoh 4:44 )
Kristus berperan sebagai nabi yang sempurna yang memberikan penyataan dari Allah dan Ia sendiri adalah inti penyataan Allah itu ( Yoh 1:18 ). Dengan demikian Ia berbeda dari semua nabi lainnya.

Kristus sebagai imam
Arti kata Imam sebenarnya adalah menunjuk kepada seorang yang memegang jabatan yang mulia dan penuh tanggung jawab, dan mempunyai otoritas atas orang-orang lain; juga berarti petugas dalam ibadah.
Yesus Kristus berperan sebagai Imam. Jika nabi adalah wakil Allah untuk manusia, maka imam adalah wakil manusia dihadapan Allah. Tetapi Yesus tidak mempersembahkan darah binatang untuk dosa-dosa kita seperti para imam Lewi umumnya. Ia mempersembahkan darahNya sendiri sebagai domba Allah yang tidak bercacat yang bernilai kekal.
Sebagai seorang Imam, Ia telah memasuki ruang maha kudus yang bukan merupakan tiruan dari kuil yang ada di dunia ini tetapi suatu tempat surgawi. Oleh karena itu, Ia tentu sanggup memimpin kita tiba disana dihadapan Allah, suatu peran keimaman yang sungguh berbeda. Ia bukan hanya memasuki ruang Maha kudus sekali setahun, tapi Dia diam disana selamanya. Akhirnya baik Roma 8:34 dan Ibrani 7:25 mengajarkan kita bahwa keimamanNya terus akan berkesinambungan, bahkan sekarang Ia juga senantiasa menjadi pengantara bagi kita dalam kelemahan kita.

Kristus sebagai Raja
Akhirnya Yesus Kristus juga menggenapi peran sebagai Raja, namun sangat berbeda dengan para raja Israel maupun raja dunia lainnya. Para raja itu hanya memerintah atas sebagian manusia dan berada di wilayah yang dikuasainya, sedangkan Kristus memerintah atas seluruh dunia, bahkan alam semesta ( Mat 8:26,27 ), termasuk gereja ( kepada adalah kata kiasan untuk raja yaitu seorang yang diberi otoritas – Ef 1:20-23 )
Kerajaan ini bersifat rohani, yang tidak tampak secara kasat mata ( Mat 8:11,12, Yoh 18:36 ) dan hanya dapat kita masuki melalui kelahiran kembali ( Yoh 3:3,5 ), seperti sebutir benih yang jatuh ke tanah ( Mrk 4:26,29 ), biji sesawi ( Mrk 4:30 ) dan ragi ( Mat 13:33 ).
Kerajaan ini lebih bermakna tentang penguasaan Tuhan yang ditetapkan dan diakui dalam hati orang berdosa, yang bukan ditetapkan oleh kekuatan usaha manusia.
Sebagai Raja yang diurapi, Kristus menentukan kerajaanNya yang rohani, memerintah dan melindungi dari kekuatan yang jahat. Ia dapat mengatur segala kuasa dan kekuatan segala gerakan dalam dunia ini, agar milikNya aman dan terlindungi dari kuasa kegelapan. Ia Raja yang sempurna yang memerintah dengan bijaksana, penuh perhatian dan yang penuh kuasa serta keadilan ( Maz 2:5-9)





No comments:

LIMPINGEN BLOG