Tuesday, June 19, 2007

Doktrin Kristus (II)

Doktrin Kristus – 2
Jeffrey Lim

Imam besar agung dan korban persembahan.

PL sebagai bayang-bayang dan PB sebagai realita……
Salah satu kitab yang sulit dalam PL -> Imamat ->Commentarynya -> Ibrani

Kita akan membicarakan mengenai imam.
Di dalam PL, ada 3 jabatan penting yaitu raja, imam, nabi
Jabatan mereka adalah jabatan yang diurapi. Diurapi menggunakan minyak melambangkan Roh Kudus yang mengurapi jabatan mereka.
Di dalam PL, imam dipilih dan dipanggil oleh Allah untuk memberikan korban persembahan.
Imam adalah pengantara Allah dan manusia.

Ketika manusia jatuh dalam dosa maka manusia memerlukan pengantara karena dosa menghalangi hubungan mereka

Imam juga adalah membawakan doa dan pujian kepada Allah mewakilkan umat.
Dengan melakukan ini mereka “menyucikan” umat dan membuat mereka diterima ke dalam hadirat Tuhan.

Imam ini adalah dari suku Lewi dan Keturunan Harun ( suku Lewi )
Imam memiliki kekhususan, istri mereka harus perawan.
Ada imam biasa, ada satu imam besar.
Saat Imam masuk ruang Maha Kudus harus bawa ukupan supaya tidak melihat tabut perjanjian. Imam besar setahun sekali akan masuk ke RMH dengan membawa ukupan dan darah dan akan memercikan ke tabut perjanjian. Ibrani 9 : 11-12

Ibadah di dalam PL
Adanya Kemah pertemuan melambangkan Tuhan hadir bersama dengan umatNya. Setiap ibadah dilakukan dihadapan Tuhan Allah. (Im 1:3) yang tinggal diam dengan umatNya.
Ini adalah karunia yang terbesar bahwa Tuhan hadir bersama dengan umatNya.
Tetapi salah satu kekhususan Allah di dalam Imamat adalah Allah itu Kudus adanya. Karena itu kuduslah sebab Aku kudus (Im 11:45). Karakter manusia harus mengikuti Allah di dalam karakterNya.

Kemudian ada penebusan melalui korban.
Karena tidak seorangpun mampu hidup sempurna sesuai dengan hukum Allah maka perlu adanya penebusan supaya ada pengampunan.
Binatang yang dikorbankan harus tidak bercacat (Im 1:3) dan imam yang mewakilkan Allah kepada Israel dan Israel kepada Allah harus bebas dari cacat fisik (Im 21:17-23 ). Harus sempurna. Kita melihat bahwa Kristus memenuhi semua ini.
Sebelum kitab Imamat, Israel sudah mengerti makna korban. Pertama pada saat Adam berdosa ada korban yang menggantikan, kemudian pada saat Paskah orang Israel ada korban yang menggantikan.
Di dalam PB Yohanes Pembaptis berkata “Lihat anak domba Allah yang menghapus dosa dunia”
Ibrani 9:1-10 menyimpulkan peraturan untuk ibadah di dalam PL yang terjadi di dalam Hari Penebusan. ( The Day of Atonement )

Gambar ibadah di dalam PL ( Ini semua bayang-bayang yang akan datang )

Di dalam kemah suci ada ruangan utama ( first room ) -> Ruang Kudus
Ada ruang yang maha kudus -> Paling dalam
Dibatasi oleh tirai.
Ini menunjukkan bahwa bahwa antara Allah dan manusia ada batas dan untuk mendekati Allah harus memerlukan pengantara.
Dan karena dosa manusia maka harus ada korban untuk menutupi dosa. Korban ini dipersembahkan terus menerus untuk mengingatkan akan dosa. Yang melakukannya adalah para imam.

Kristus menggenapi perjanjian Lama
Di dalam Perjanjian Baru, Yesus menjadi imam besar agung kita dan korban dan kemah suci ( Yoh 1:14 ) make tabernacle

Ada beberapa arti :
Dia mempersembahkan korban persembahan sempurna bagi dosa
Korban yang Yesus persembahkan bukan darah binatang seperti lembu atau domba. “Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa” ( Ibrani 10:4 )
Tetapi Yesus membawa korban persembahan yaitu dirinya sendiri sebagai persembahan yang sempurna. “Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diriNya pada akhir zaman untuk menghapuskan dosa oleh korban Nya ( the sacrifice of himself )” ( Ibrani 9:26 )
Ini adalah korban persembahan yang sempurna dan final yang tidak akan diulang lagi yang merupakan tema di dalam kitab Ibrani ( 7:27, 9:12, 24-28; 10:1-2, 10,12,14; 13:!2 )
Korban di dalam PL diulang-ulang karena mereka memerlukan pengampunan setiap kali dan korban itu tidak sempurna. Tetapi Yesus sempurna dan korbannya sempurna.
Yesus memenuhi segala pengharapan yang dilambangkan bukan hanya di dalam persembahan PL tetapi juga di dalam hidup dan perbuatan para imam yang mempersembahkan korban. Dia sekaligus korban dan imam yang mempersembahkan korban.
Yesus sekarang adalah Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit ( Ibr 4:14 ) dan yang masuk ke dalam surga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita ( Ibr 9:24 )

Yesus secara terus menerus membawa kita dekat dengan Allah.
Imam Perjanjian Lama bukan saja mempersembahkan persembahan tetapi juga sebagai wakil umat di hadapan Allah.
Tetapi Yesus melakukan lebih dari itu. Sebagai imam besar agung, Dia secara terus menerus membawa kita ke hadapan Allah sehingga kita tidak lagi memerlukan bait di Yerusalem atau keimaman khusus di antara kita dan Allah.
Dan Yesus tidak datang ke dalam ruangan terdalam yaitu Ruang Maha Kudus di dalam bait Yerusalem tetapi Dia masuk ke dalam Ruang Maha Kudus surgawi yaitu kehadiran Allah sendiri di surga ( Ibr 9:24 )
Karena itu kita mempunyai pengharapan mengikuti Dia. Ini adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, sebuah pengharapan memasuki ruang maha kudus di belakang tabir dimana Kristus telah masuk sebagai perintis bagi kita menjadi imam untuk selama-lamanya.
Ini berarti kita mempunyai hak istimewa yang lebih dari umat yang hidup didalam jaman bait Allah di PL. Mereka ( umat PL ) tidak dapat masuk ke dalam ruangan utama dari bait yaitu ruangan khusus yang hanya bagi para imam. Dan juga ke dalam ruangan terdalam dari bait Allah yaitu Ruangan yang Maha Kudus yang hanya imam besar agung yang dapat masuk dan Dia hanya masuk ke sana setahun sekali ( Ibr 9:1-7 )
Tetapi ketika Yesus mempersembahkan korban untuk dosa, tabir atau tirai dari bait Allah yang menutupi ruang maha Kudus menjadi terbelah dua dari atas ke bawah ( Luk 23:45 ). Ini menjadi simbol bahwa jalan masuk kepada Allah dibuka oleh kematian Yesus.
Karena itu penulis kitab Ibrani memberikan dorongan luar biasa kepada semua orang percaya
“Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu DiriNya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala rumah Allah.
Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati nurani kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni” ( Ibr 10:19-22 )

Yesus membuka bagi kita jalan masuk kepada Allah sehingga kita dapat secara terus menerus dekat kepada hadirat Tuhan tanpa takut tetapi dengan kepercayaan dan keyakinan iman

Yesus sebagai imam terus menerus mendoakan untuk kita
Fungsi imam yang lain di dalam PL adalah untuk berdoa sebagai wakil umat. Penulis Kitab Ibrani menceritakan bahwa Yesus juga memenuhi fungsi ini : “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka ( atau untuk membuat doa syafaat bagi mereka ) ( Ibr 7:25 ). Paulus menekankan hal yang sama bahwa Yesus Kristus adalah seseorang yang menjadi pembela bagi kita ? “ who indeed intercedes for us” (Rom 8:34 )
Kata intercede di dalam Roma 8:34 dan Ibrani 7:25 di dalam Yunani berarti entygchano yang berarti bukan sekedar “berdiri sebagai wakil seseorang di depan orang lain” tetapi juga untuk membuat permintaan khusus untuk seseorang. Jadi ada request.
Jadi Yesus secara terus menerus hidup di dalam hadirat Allah untuk membuat permintaan khusus dan doa sebagai wakil kita dihadapan Allah. Ini peran yang Yesus sebagai Allah-Manusia secara unik memenuhi syarat untuk memenuhinya.
Walaupun Allah dapat memelihara setiap kebutuhan kita di dalam kemahatahuannya ( Mat 6:8 ) Tetapi itu menyenangkan Allah di dalam relasi kepada umat manusia untuk bertindak di dalam respon terhadap doa, sebab iman yang ditunjukkan melalui doa memuliakan Dia. Di dalam Kristus, Dia berdoa dan secara terus menerus memuliakan Allah melalui doa.

“Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia yaitu manusia Kristus Yesus” ( 1 Tim 2:5 )

Tetapi di dalam natur manusia Yesus saja tidak dapat memenuhi syarat menjadi imam besar agung untuk semua orang di seluruh dunia. Dia tidak dapat mendengar doa-doa orang yang jauh, juga tidak dapat mendengar doa-doa yang disebutkan di dalam pikiran. Dia tidak dapat mendengar doa-doa yang terjadi serempak.
Karena itu untuk menjadi imam besar agung yang berdoa syafaat, Dia harus Allah sekaligus manusia. Dia harus seseorang yang di dalam natur ilahi dapat mengetahui segala sesuatu dan membawa mereka ke dalam hadirat Bapa.
Tetapi karena Dia menjadi dan terus menerus menjadi manusia., Dia mempunyai hak untuk mewakili kita dihadapan Allah dan dapat mengekpresikan doa dari pandangan seorang imam besar agung yang simpatik, yang mengerti pengalaman yang kita lalui.
Karena itu Yesus hanya seseorang di dalam seluruh alam semesta untuk selama-lamanya yang dapat menjadi imam besar agung, seseorang yang sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia, ditinggikan diatas langit.
Pemikiran bahwa Yesus secara terus menerus berdoa untuk kita seharusnya memberikan kita penghiburan dan dorongan yang besar. Dia selalu berdoa untuk kita menurut kehendak Allah jadi kita dapat tahu bahwa permintaanNya akan diberikan.

Imam besar menurut Melkisedek

Sekarang kita akan masuk pelajaran studi Alkitab.

Di dalam PL ada 3 posisi penting : raja imam dan nabi.
Kita melihat posisi raja di dalam Kej 49:8-10 dan Mazmur 110:1-3. Dari suku apakah raja itu ? Dari suku Yehuda. Daud dari suku Yehuda. Apa fungsi jabatannya ? Untuk memerintah, untuk memerintah musuh.
Kita melihat posisi imam di dalam Bilangan 3:5-10 dan Imamat 16:6-10. Dari suku apakah imam itu ? Dari suku Lewi. Apa fungsi jabatannya ? Untuk melakukan pekerjaan kemah suci.

Menurut Ibrani 1:3, 5,13; 2:17 -> Yesus memenuhi posisi ini.
Yesus berasal dari suku Yehuda.

Lalu kenapa Yesus yang dari suku Yehuda boleh menjadi imam ? Bukankah yang menjadi imam adalah dari suku Lewi dan keturunan Harun ?
Di dalam Israel lama baik raja dan imam harus dari garis keturunan yang benar.
Yesus bukan dari garis keturunan Harun bahkan dia bukan suku Lewi. Bagaimana Dia bisa menjadi imam besar ?
Ada pola selain dari suku Lewi adalah dari garis Melkisedek.
Baca Mazmur 110.
Referensi kepada Melkisedek adalah sangat jarang di dalam Alkitab. Di dalam Mazmur 110, Yesus diidentifikasikan sebagai raja. Tetapi penulis menunjukkan bahwa “Lihat raja yang Daud panggil Tuhan ini bukan hanya seorang raja, bukan hanya seorang Messiah ( walaupun ini sudah luar biasa ) tetapi Dia adalah imam juga”

Di dalam Kej 14:17-20, ada cerita mengenai Melkisedek.

Siapakah Melkisedek ini ? Raja Salem. Seorang raja. Tidak berayah dan beribu. Maksudnya apa ? Bukan berarti dia tidak mempunyai ayah dan ibu tetapi penulis menekankan bahwa Melkisedek tidak mempunyai hak garis keturunan untuk dipanggil imam Tuhan seperti Harun.

Keimaman Yesus lebih tinggi daripada keimaman Harun. Mengapa ?
Baca Ibrani 7:1-28.
Abraham memberikan perpuluhan kepada Melkisedek dan Melkisedek memberkati Abraham. Melkisedek lebih besar dari Abraham dan Lewi berasal dari Abraham. Jadi Melkisedek lebih besar dari Lewi.
Yang lebih besar yang memberkati yang lebih kecil.
Ketika keimaman Lewi/ Harun gagal memenuhi kebutuhan kita, Yesus memenuhinya. Dia memenuhi janji Allah mengenai raja dan juga imam seperti Melkisedek. Yesus adalah imam dan raja menurut garis Melkisedek. Dia hidup selama-lamanya dan ditinggikan di atas langit, duduk di sebelah tangan kanan Allah dan memegang keimamannya secara permanent. Dia adalah seorang yang memenuhi kebutuhan kita yang membuat persembahan untuk dosa sekali dan yang sanggup menyelamatkan mereka yang datang mendekat kepada Allah melalui Dia.


Kesimpulan
Bayang-bayang dan Realitas
Imam dan Kristus
Harun dan Kristus
Melkisedek dan Kristus
Domba dan Kristus
Hukum PL dan Kristus
Kemah Suci dan Kristus

Aplikasi buat kita

Baca Ibrani 10:19-25
Semua pelajaran mengenai imam dan korban yang bersifat teologis ada arti praktisnya.

Dengan darah Yesus Kristus maka kita dapat memiliki persekutuan dengan Allah dan dibersihkan hati nurani kita.

Kemudian ada 3 dorongan :
Untuk mendekat kepada Allah dengan hati murni
Mendekat dengan keyakinan iman boleh memasuki ruang Maha Kudus
Kristus membuat kita kudus dihadapan Allah dengan mempersembahkan dirinya sebagai korban domba. Dengan kematiannya maka dosa kita diampuni dan hati nurani kita disucikan.
Ini bukan masalah perasaan bersalah tetapi masalah bersalah dihadapan Allah.
Allah sudah mengampuni kita.
Kita bisa mendekati Allah sampai ruang maha Kudus karena Kristus juga sudah
masuk kesana untuk kita.

Berperang teguh pada pengharapan yang kita imani. Apa yang kita nyatakan iman kita dengan pengetahuan dan bibir harus dipegang dengan cara kita hidup.

Kita tidak sendiri untuk pengharapan surga, kita harus mendorong satu sama lain.

Perbedaan ibadah PL dan PB
PL -> Korban, dibatasi tirai
PB -> Korban Ucapan syukur dan saling encourage
Kesamaannya : Allah tetap Kudus … Jadi jangan diluar batas

Kita tutup dengan satu renungan :
Lukas 17:11-19

No comments:

LIMPINGEN BLOG