Tuesday, June 19, 2007

Doktrin Allah (I)

Doktrin Allah I
Jeffrey Lim

I. Pendahuluan

Pemahaman iman Kristen tentang Allah adalah unik dan sangat beda dengan bermacam-macam konsep Allah yang terdapat di dalam agama dan kepercayaan lain meskipun monoteisme.
Istilah theology berasal dari kata “theos” dan “logos” yang berarti pelajaran mengenai Allah.
Di dalam belajar teologi ini dibahas mengenai diri pemahaman mengenai Allah dan karyaNya.
Doktrin Allah mengajar mengenai Allah dan karyaNya yang didapat dari Alkitab.
Doktrin Allah merupakan pengajaran paling dasar dan menempati posisi sentral di antara berbagai doktrin lainnya seperti Doktrin Alkitab, Doktrin Keselamatan, Doktrin Kristus, Doktrin Roh Kudus.

Pemahaman yang baik dan benar tentang diri Allah dan pekerjaanNya akan menjadikan seseorang melihat semua pengajaran doktrinal lain di dalam Alkitab sebagai kesatuan integral dan tidak akan berkontradiksi satu sama lain.
Pemahaman yang tepat tentang diri dan pekerjaan Allah menjadi titik pusat pemahaman berbagai pengajaran Alkitab yang lainnya.

Bagaimana manusia bisa mengenal Allah ? Apakah manusia mencari Allah ?
Manusia mengenal Allah karena Allah menyatakan diriNya kepada manusia.

Alkitab memberikan kesaksian atas 2 kenyataan yang berkenaan dengan kemungkinan pengenalan Allah :
Allah adalah incomprehensible ( tidak dapat dipahami sepenuhnya )
Ayub 11:7, Yes 40:18
Allah dapat diketahui ( Yoh 14:7; Yoh 17:3; 1 Yoh 5:20 )
Ini tidak berkontradiksi tetapi paradoks.

Beberapa alasan mempelajari doktrin Allah
Pengenalan akan Allah yang sejati
Pengenalan Allah mempengaruhi sikap dan hidup ibadah. Di dalam buku Mengenal yang Maha Kudus ( A.W Tozer) mengatakan bahwa Gereja di dalam beberapa waktu terakhir telah kehilangan konsepnya tentang keagungan Allah dan menggantikannya dengan konsep yang begitu rendah dan hina yang sama sekali tidak layak bagi orang yang sungguh-sungguh mau berbakti dan berpikir.
Gereja telah kehilangan rasa gentar serta hormat akan kehadiran ilahi. Gereja telah kehilangan semangat untuk berbakti dan tidak lagi sanggup berdiam diri dan menyediakan batin untuk bertemu dengan Allah dengan khidmat
Interpretasi semua fenomena dengan tepat
Pandangan dan pengertian seseorang akan Allah akan sangat menentukan pandangan dan penilaian akan segala fenomena yang terjadi. Implikasinya akan sangat memberi arti signifikan di dalam penilaiannya terhadap segala tindakan moral dan sikap batin yang benar.
Semua kesulitan di dalam pemahaman antar doktrinal atau kegagalan di bidang penerapan etika Kristen apabila ditelusuri akan berpangkal pada pandangan yang kurang tepat dan kurang mulia tentang Allah.
Menghindarkan diri dari penyembahan berhala.
Pengajaran Alkitab tentang Allah akan membawa kepada pengetahuan tentang Allah yang hidup dan benar karena hanya dengn cara inilah seseorang dapat menghindarkan diri dari ilah-ilah dan menuju kepada Allah yang hidup dan benar.
Gagasan yang salah mengenai Allah merupakan sumber penyembahan berhala.
Relasi yang hidup dan nyata dengan Allah
Ada relasi yang kuat antara apa yang dipahami tentang Allah dan hidup kerohanian. Hubungan yang benar dengan Allah harus diawali dengan konsep yang benar tentang siapakah Allah dan apa yang dikerjakanNya.
Pengenalan sejati tentang Allah akan membawa manusia kepada hubungan dan pergaulan yang benar, nyata dan hidup dengan Allah. Bagaimana manusia harus berdiri dan bagaimana harus bersikap di hadapan Allah.
Mendapatkan kehidupan yang berarti
Pengertian akan Allah menjadi dasar pandang terhadap semua realitas yang ada di dalam dunia ini. Kalimat pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi merupakan dasar dari segala pengertian kita tentang semua keberadaan. Tidak ada hal yang lain yang lebih penting dan utama dari hal ini. Intinya dengan pengenalan akan Allah, hidup menjadi berarti.
Demi keselamatan
Dunia ini menjadi asing dan tempat yang menyakitkan, dan kehidupan ini di dalamnya adalah kehidupan yang penuh dengan kekecewaan dan tidak menyenangkan bagi mereka yang tidak mengenal Allah. Tanpa pengertian akan hal ini, seseorang hanya akan menyia-nyiakan kehidupannya dan kehilangan jiwanya. Kristus memberikan definisi tentang keselamatan dan kehidupan dalam kaitannya dengan pengenalan akan Allah. Di dalam doaNya, Ia mengatakan bahwa kehidupan kekal adalah mengenal Allah dan mengenal Yesus Kristus yang telah diutus Bapa. Mengenal Allah adalah esensi dari kehidupan kekal itu.
Kehidupan kekal bukan saja disurga tetapi di saat ini yaitu kehidupan yang penuh arti, bertujuan di dalam rencana Allah.

II. Bagaimana mengenal Allah ?

Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Allah itu ada dan bahwa Ia menyatakan diriNya secara aktif. Pengenalan akan Allah menjadi mungkin karena Allah sendiri di dalam kerelaan kehendakNya menyatakan diriNya sehingga dapat dikenal oleh manusia.
Pernyataan Allah dibagi menjadi dua yaitu : Wahyu Umum dan Wahyu khusus. ( General Revelation dan Special Revelation )

Wahyu Umum
Wahyu Umum dimengerti sebagai cara Allah menyatakan keberadaanNya, kuasaNya, kebijaksanaanNya dan kekekalanNya kepada semua manusia tanpa ter kecuali sehingga mereka tidak dapat berdalih. Melalui cara ini, manusia harus mengakui bahwa Allah ada
Nilai wahyu umum :
Wahyu umum menyatakan aspek pengetahuan Allah secara khusus eksistensi, kuasa, hikmat dan kekekalan Allah kepada manusia.
Tetapi wahyu umum memiliki keterbatasan karena tidak menyatakan segala sesuatu pengertian akan diri Allah dan hal-hal rohani sepenuhnya, yang menjadi suatu dasar untuk membangun masa depan yang kekal.
Wahyu umum juga tidak dapat memberi dasar yang cukup bagi agama-agama pada umumnya.
Wahyu umum juga tidak memenuhi kebutuhan rohani orang-orang berdosa. Wahyu umum memang menyediakan kebaikan, kebijaksanaan dan kuasa Allah tetapi tidak membawa pengetahuan apapun mengenai Kristus sebagai satu-satunya jalan keselamatan.
Memiliki beberapa kebenaran penting yaitu memberikan kebenaran umum di dalam setiap orang. Karena penyataan inilah semua orang merasa bahwa diri mereka adalah benih Allah ( Kis 17:28), mencari Allah kalau mereka dapat menemukanNya ( Kis 17:27 ), melihat di dalam alam akan kuasa dan zat ilahiNya yang kekal ( Rom 1:19-20 ), dan melakukan dengan sendirinya hal-hal yang berhubungan dengan hukum Taurat ( Rom 2:14 )
Meskipun manusia hidup di dalam kegelapan dosa dan kebodohan, memutar balikkan kebenaran Allah, mereka tetap mendapat bagian dari terang Firman ( Yoh 1:9 ), dan dari pekerjaan umum Roh Kudus ( Kej 6:3 )

Wahyu umum adalah dasar bagi wahyu khusus. Wahyu khusus tidak dapat dimengerti sepenuhnya tanpa wahyu umum.

Wahyu Khusus

Selain wahyu umum, ada wahyu khusus yaitu Alkitab. Alkitab adalah wahyu Allah yang tertulis yang memberikan pengertian yang lebih spesifik tentang diri dan kehendak Allah.

Nilai dari Wahyu Khusus
Manusia mengenal sifat dan karakter Allah secara lebih mendalam yang tidak diperoleh melalui wahyu umum
Di dalam nya ada pengetahuan akan rencana dan kehendak Allah sedalam-dalamnya.
Disebut juga wahyu penebusan karena menyatakan rencana Allah mengenai penbusan orang-orang berdosa dan dunia serta bagaimana rencana ini diwujudkan.
Wahyu ini adalah sarana untuk pembaharuan manusia. Wahyu ini memberikan penerangan pada pikiran manusia dan mencondongkannya kepada hal-hal yang baik. Wahyu ini memenuhi pikiran manusia dengan kasih yang suci.
Wahyu ini memberikan berita penebusan dan fakta-fakta dari sifat penebusan. Wahyu ini tidak hanya memberikan pengetahuan yang berlimpah tetapi juga mengubah orang-orang berdosa menjadi orang-orang suci.


III. Karakter Allah

Bagaimana Allah berbeda dari kita ?

Penjelasan dan dasar Alkitabiah

Pengantar untuk belajar karakter Allah

Klasifikasi Atribut Allah
Atribut yang tidak dapat dikomunikasikan ( Atribut yang Allah tidak berbagi atau “komunikasi” kepada yang lain )
Atribut yang dapat dikomunikasikan ( Atribut yang Allah berbagi atau “komunikasi” kepada yang lain )

Contoh Atribut yang tidak dapat dikomunikasikan :
- Kekekalan Allah
- Kemahahadiran
Contoh Atribut yang dapat dikomunikasikan
- Kasih - Rahmat
- Pengetahuan - Keadilan
Tidak ada atribut yang sepenuhnya tidak dapat dikomunikasikan dan tidak ada atribut yang sepenuhnya dapat dikomunikasikan
Contoh : Bijaksana Allah adalah atribut yang dapat dikomunikasikan karena manusia juga dapat bijaksana. Tetapi manusia tidak dapat bijaksana yang tidak terhingga.
Pengetahuan Allah juga lebih tinggi dari pada kita ( Yes 55:9 )
Contoh : Allah adalah tidak berubah tetapi kita berubah. Tetapi ada beberapa aspek dari karakter kita yang tidak berubah.

Nama-nama Allah di dalam Alkitab

Di dalam Alkitab, nama seseorang adalah deskripsi dari karakternya. Nama Allah di dalam Alkitab adalah beberapa deskripsi mengenai karakterNya.
Dalam pengertian yang lebih luas nama Allah = Allah
Dikuduskanlah namaMu -> Menghormati Dia
Untuk menghargai nama Allah adalah untuk menghormati Dia.
“Jangan menyebut nama Allah dengan sembarangan” adalah perintah dimana kita jangan tidak menghormati reputasi Allah baik dengan kata-kata yang mengatakan Dia di dalam cara yang bodoh atau menyesatkan, atau perbuatan yang tidak merefleksikan karakterNya yang sesungguhnya.

Alkitab banyak memberikan nama individu kepada Allah yang semuanya merefleksikan beberapa aspek dari karakterNya. Banyak nama-nama ini diambil dari pengalaman manusia atau emosi untuk menjelaskan beberapa bagian dari karakter Allah. Sementara nama yang lain diambil dari ciptaan natural.
Dalam pengertian tertentu, ekspresi karakter Allah di dalam istilah yang ditemukan di alam semesta adalah nama dari Allah karena mereka menceritakan sesuatu kebenaran mengenaiNya.

Deskripsi mengenai Allah yang diambil dari ciptaan
- Singa ( Yes 31:4 ), Burung rajawali ( Ul 32:11 ), Domba ( Yes 53:7 ), Induk ayam ( Mat 23:37 ), Matahari ( Maz 84:11 ), Bintang timur ( Wah 22:16 ), Terang ( Maz 27:1 ), Lampu ( Wah 21:23 ), Api ( Ibr 12:29 ), Mata air ( Maz 36:9 ), Batu ( Ul 32:4 ), Tempat perlindungan ( Mz 119:114 ), Menara ( Amsal 18:10), Bayang-bayang ( Maz 84:11 ), Bait ( Wah 21:22 )

Deskripsi mengenai Allah yang diambil dari pengalaman manusia
- Pengantin laki-laki ( Yes 61:10 ), Suami ( Yes 54:5 ), Ayah ( Ul 32:6 ), Hakim dan Raja ( Yes 32:22 ), Warrior ( Kel 15:3 ), Pembangun dan pembuat ( Ibr 11:10 ), Gembala ( Maz 23:1 ), Dokter ( Kel 15:26 ).

Lebih jauh dikatakan Allah berbicara di dalam istilah perbuatan manusia seperti :
- Mengetahui ( Kej 18:21 ), Mengingat ( Kej 8:1, Kel 2:24 ), Melihat ( Kej 1:!0 ), Mendengar ( Kel 2:24 ), Mencium harum ( Kej 8:21 ), Mengecap ( Maz 11:5 ), Duduk ( Maz 9:7 ), Bangkit ( Mz 68:1), Berjalan ( Im 26:12 ), Menghapus air mata ( Yes 62:5 ), Berduka ( Maz 78:40; Yes 63:10 ), Marah ( Yer 7:18-19 ), Kasih ( Yoh 3:16 ), Benci ( Ul 16:22 ), Murka ( Maz 2:5 )

Bahkan ketika Allah tidak mempunyai tubuh fisik, Alkitab menggunakan beberapa bagian dari tubuh manusia untuk mendeskripsikan aktivitas Allah di dalam cara metafora. Alkitab berbicara mengenai wajah Allah ( Kel 33:20 ), Mata ( Maz 11:4 ), Sorot mata ( Maz 11:4 ), Telinga ( Maz 55:1 ), Hidung ( Ul 33:10 ), Mulut ( Ul 8:3 ), Bibir ( Ay 11:5) , Lidah ( Yes 30:27 ), Leher ( Yer 18:17 ), Lengan ( Kel 15:16 ), Tangan ( Bil 11:23), Jari ( Kel 8:19 ), Hati ( Kej 6:6 ), Kaki ( Yes 66:1 )

Alam semesta menyatakan sesuatu mengenai Allah
Manusia yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah juga merefleksikan sesuatu mengenai Allah.
Allah menciptakan alam semesta sehingga itu akan menunjukkan karakterNya yang sempurna (Maz 19 )

Nama-nama Allah dalam Perjanjian Lama
Elohim.
Menunjukkan bahwa Allah mahatinggi dan mahamulia. El dan Elohim menunjukkan bahwa Ia kuat dan berkuasa. Oleh karena itu, Allah harus ditakuti.
Yahweh
Yahweh adalah satu-satunya nama Allah. Nama ini dianggap suci karena menyatakan fakta bahwa Allah selalu sama dan khususnya Ia tidak akan berubah dalam hubungan kovenanNya. Bahwa Ia selalu penuh kesetiaan dalam memenuhi semua janjiNya.


Elyon
Elyon menunjukkan kepada sifat kemuliaanNya sebagai yang Maha tinggi, objek pemuliaan dan penyembahan. Nama lain yang setingkat dengan ini adalah Adonai yang biasanya menggambarkan “Tuhan” sebagai pemilik dan pemerintah dari seluruh umat manusia.

Nama-nama lain menyatakan fakta bahwa Allah memasuki hubungan persahabatan dengan ciptaanNya. Satu diantaranya adalah Shaddai atau Elshaddai yang menekankan kebesaran Allah, juga sebagai satu sumber penghiburan dan berkat untuk umatNya. Nama itu menunjukkan bahwa Allah mengendalikan kekuatan alam dan memuat mereka melayani kehendakNya.

Namun bagi orang Yahudi nama Yehova ( Yahweh ) adalah nama Allah yang paling besar dan artinya terdapat di dalam keluaran 3:14-15. Nama itu menyatakan fakta bahwa Allah selalu sama, khususnya Ia tidak berubah dalam hubungan kovenanNya dan selalu penuh kesetiaan dalam memenuhi janji-janjiNya. Nama itu seringkali mengambil bentuk lebih di dalam “Yehova bala tentara”. Ini sesuai dengan gambaran Yehova sebagai Raja Mulia yang dikelilingi oleh bara tentara malaikat.

Nama-nama Allah dalam Perjanjian Baru

Theos. Secara sederhana dipakai untuk Allah dan merupakan nama yang paling umum dipakai dalam Perjanjian Baru. Nama itu sering kali ditemui dengan suatu bentuk kepemilikan seperti “Allahku”, “Allahmu”, “Allah kita”. Di dalam bentuk Kristus, Allah adalah Allah dari setiap anakNya. Bentuk individual yang sangat umum di dalam PL mengambil bentuk nasional, “Allah Israel”
Kurios. Ini adalah kata untuk “Tuhan”, sebuah nama yang dipakai bukan saja kepada Allah tetapi juga kepada Kristus. Nama itu mencakup pengertian “Adonai” dan “Yahweh” meskipun artinya lebih sesuai dengan arti kata “Adonai”. Nama itu merujuk Allah sebagai pemilik dan pemerintah dari segala hal dan khususnya dari umatNya
Bapa. PL juga memperkenalkan nama Bapa. Di dalam PB nama ini menunjukkan bahwa Allah adalah Bapa dari semua orang percaya dan bersifat lebih pribadi. Kadang-kadang nama ini merujuk Allah sebagai Pencipta segala sesuatu. Kadang-kadang kepada Pribadi pertama dari Trinitas, sebagai Bapa Kristus.




No comments:

LIMPINGEN BLOG