Tuesday, June 19, 2007

Doktrin Allah (II)

Doktrin Allah II
Jeffrey Lim

Sifat-sifat Allah apa saja ?
Dibagi 2 kategori :
yang tidak dapat dikomunikasikan -> yang tidak ada jejaknya di dalam ciptaan -> membedakan Tuhan dengan ciptaan
Yang dapat dikomunikasikan -> yang ada jejaknya di dalam ciptaan

IV. Atribut Allah yang tidak dapat dikomunikasikan

Kemandirian
Allah tidak memerlukan kita atau ciptaan untuk segala sesuatu.

Tetapi kita dan ciptaan dapat memuliakan Dia dan membawa Dia sukacita.

Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia , dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.
( Baca Maz 50:10-12 )

Allah tidak kesepian dan memerlukan persekutuan dari pribadi lain. Dia tidak memerlukan untuk menciptakan orang lain untuk bahagia secara penuh.
Ada kasih dan persekutuan serta komunikasi yang sempurna di dalam Allah Tritunggal untuk selama-lamanya.

Doktrin ini berarti hanya Allahlah yang berada dengan naturNya sendiri.
Dia tidak pernah diciptakan dan tidak pernah menjadi berada.
Mazmur 90:2 mengatakan “Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.”
Didalam Kel 3:14 “Firman Allah kepada Musa :”Aku adalah Aku””. I am that I am dan dapat diterjemahkan I will be what I will be.
Ini mengimplikasikan bahwa keberadaan dan karakter Allah ditentukan oleh Dia sendiri dan tidak bergantung pada siapapun atau sesuatu apapun. Allah tidak bergantung pada ciptaan untuk keberadaan atau naturNya.
Tanpa ciptaan, Allah masih Allah yang kasih secara tidak terbatas, adil secara tidak terbatas, kekal, maha tahu, Tritunggal, dll
Dia ada untuk selama-lamanya.

Tidak berubah
Allah tidak berubah di dalam - keberadaanNya, - kesempurnaanNya, - tujuanNya dan - janjiNya.
Tetapi Alah bertindak, merasakan, dan Dia bertindak dan merasakan secara berbeda di dalam respon terhadap situasi yang berbeda.

Bukti Alkitabiah.

Mazmur 102:25-27
Mal 3:6 “Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub tidak akan lenyap”
“Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya
dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” ( Yak 1:17 )

Karakter Allah tidak pernah berubah.
Keberadaan Allah tidak pernah berubah.

Definisi ketidak berubahan Allah menekankan bahwa ketidak berubahan di dalam tujuanNya.
“Tetapi rencana Tuhan tetap selama-lamanya, rancangan hatiNya turun temurun” ( Maz 33:11 )
Bandingkan dengan Mat 13:35; 25:34, Ef 1:4, 11, 3:9, 2 Tim 2:19, 1 Pet 1:20, Wah 13:8.
Baca Yes 46:9-11

Allah juga tidak berubah di dalam janjiNya
“Allah bukanlah manusia sehingga Ia berdusta, bukan anak manusia sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?” ( Bil 23:19 bdk 1 Sam 15:29 )

Kekal

Allah tidak ada permulaan dan akhir atau kelanjutan masa di dalam keberadaanNya.
DIa melihat semua waktu secara sama jelas.
Tetapi Allah melihat waktu dan bertindak di dalam waktu.

Allah tidak terbatas waktu.
Doktrin ini berkaitan dengan ketidakberubahan Allah.
Allah tidak berwaktu di dalam keberadaanNya
Mazmur 90:2 mengatakan “Sebelum gunung-gunung dilahirkan dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.”

Allah selalu berada. Baca Wahyu 1:8, bdk 4:8
Karena Allah adalah roh yang tidak bermateri.
Materi, waktu dan tempat harus terjadi bersama-sama.
Allah melihat waktu secara sama jelas
2 Pet 3:8
Yes 46:9-10
Allah melihat waktu dan bertindak di dalam waktu
Gal 4:4-5
Kis 17:30-31
Kita selalu berada di dalam waktu
Wah 21:23, 25

4. Maha hadir
Seperti Allah tidak terbatas terhadap waktu, Dia juga tidak terbatas terhadap ruang. Disebut omnipresence
Definisi : Allah tidak mempunya dimensi ruang dan hadir di setiap titik ruang dengan keseluruhan keberadaanNya. Tetapi Allah bertindak berbeda di tempat yang berbeda.

Allah hadir dimanapun
Yer 23:23-24
Maz 139:7-10

Allah tidak mempunyai dimensi ruang
1 Raj 8:27
Yes 66:1-2
Kis 7:48

Allah dapat hadir untuk menghukum, menopang atau memberkati
Amos 9:1-4
Kol 1:17, Ibr 1:3
Maz 16:11

5. Kesatuan ( unity )
Allah tidak dibagi menjadi bagian-bagian tetapi kita melihat sifat-sifat Allah yang berbeda yang ditekankan pada waktu yang berbeda-beda.
Ini disebut juga God’s simplicity.

V. Atribut Allah yang dapat dikomunikasikan

Bagaimana Tuhan seperti kita di dalam keberadaanNya dan di dalam atribut mental dan moral ?

Pentingnya belajar doktrin Allah -> Dasar hidup

Penjelasan dan dasar Alkitabiah

Ketika membahas mengenai atribut Allah maka kita harus menyadari bahwa semuanya ini adalah menyeluruh terintegrasi mengenai pribadi Allah.

Dibagi 5 kategori utama dengan atribut individual :
A. Atribut yang menjelaskan keberadaan Allah
1. Spiritualitas
2. Tidak dapat dilihat
B. Atribut mental
3. Pengetahuan ( atau maha tahu )
4. Bijaksana
5. Kebenaran ( atau kesetiaan )
C. Atribut moral
6. Kebaikan
7. Kasih
8. Belas kasihan ( Anugerah atau kesabaran )
9. Kesucian
10. Damai sejahtera
11. Keadilan
12. Kecemburuan
13. Kemarahan
D.Atribut tujuan
14. Kehendak
15. Kebebasan
16. Kuasa atau kedaulatan
E. Atribut lainnya
17. Kesempurnaan
18. Berkat
19. Keindahan
20. Kemuliaan

Atribut Allah yang dapat dikomunikasikan dapat ditiru oleh hidup kita.

1. Spiritualitas
Terdiri dari apakah Allah itu ? Apakah darah dan daging ? Bukan !. Apakah bentuk materi ? Apakah energi murni ? Apakah dia di dalam pengertian tertentu pikiran ?
Jawabannya bukan semua ini : Tetapi Allah adalah roh ( Yoh 4:24 )
Jadi kita jangan berpikir bahwa Allah mempunyai ukuran atau dimensi bahkan yang terbatas. Kita jangan berpikir bahwa keberadaan Allah sebagai roh adalah Allah besar tidak terbatas.
Allah melarang umatNya untuk berpikir bahwa keberadaan Dia seperti sesuatu yang berada di dalam ciptaan fisik. Kita membaca di Sepuluh perintah Allah bahwa :
“Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan Allahmu adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintahKu” ( Kel 20:4-6 )
Jadi Allah berbeda dengan segala sesuatu yang Dia ciptakan. Dia tidak memiliki tubuh fisik atau terbuat dari materi yang ada di dalam ciptaan. Dia juga bukan energi atau pikiran belaka atau beberapa elemen di dalam ciptaan.
Tetapi dia adalah roh adanya. Ini keberadaan yang lebih tinggi daripada keberadaan materi kita.
Jadi Spiritualitas Allah -> Allah berada sebagai keberadaan yang tidak dibuat dari materi, tidak mempunyai bagian atau dimensi, tidak dapat ditangkap oleh indra kita, atau dia adalah lebih luar biasa daripada keberadaan lainnya.
Atribut ini seharusnya atribut yang tidak dapat dikomunikasikan. Walaupun begitu kenyataannya adalah tetap bahwa Allah memberikan kita roh dimana kita dapat menyembah Dia ( Yoh 4:24; 1 Kor 14:14; Fil 3:3 ), dimana kita disatukan di dalam Roh Allah ( 1 Kor 6:17 ), dengan dimana Roh Kudus memberi kesaksian untuk pengangkatan kita di dalam keluarga Allah ( Rom 8:16 ) dan dimana kita akan bertemu dengan Tuhan ketika kita mati ( Luk 23:46, Peng 12:7, Ibr 12:23; FI; 1:23-24 ).

2. Tidak dapat dilihat
Ketidakdapat dilihatan Allah adalah esensi total Allah, semua keberadaan spiritualnya, tidak dapat dilihat oleh kita. Tetapi Allah masih menunjukkan Dirinya kepada kita melalui hal-hal yang kelihatan atau diciptakan.
Ayat-ayat.
Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah ( Yoh 1:18 )
Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa ( Yoh 6:46 )
Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa ! Amin. ( 1 Tim 1:17 )
Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia, BagiNyalah hormat dan kuasa yang kekal ! Amin ( 1 Tim 6:16 )
Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah ( 1 Yoh 4:12 )

Di dalam Keluaran 33:11 dikatakan “Dan Tuhan berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya”. Tetapi Allah mengatakan kepada Musa “Engkau tidak tahan memandang wajahKu ( tidak dapat – terjemahan Inggris yang benar ), sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup” ( Kel 33:20 ). Walaupun demikian Allah mengakibatkan kemuliaannya lewat tetapi berkata “tetapi wajahKu tidak akan kelihatan” ( Kel 33:23 )
Adalah benar bahwa esensi Allah yang total tidak dapat dilihat oleh kita tetapi Allah masih menunjukkan mengenai diriNya kepada kita melalui sesuatu kelihatan yang diciptakan.


B. Attribut mental

3. Pengetahuan ( maha tahu )
Allah mengetahui penuh diriNya sendiri dan segala sesuatu yang terjadi dan mungkin terjadi di dalam sebuah tindakan yang sederhana dan kekal.
Elihu mengatakan bahwa Allah adalah yang sempurna di dalam pengetahuan “Yang Mahatahu” ( Ayub 37:16 ) dan Yohanes mengatakan bahwa Allah mengetahui segala sesuatu” ( Yoh 3:20 )
Kualitas mengetahui segala sesuatu disebut omniscience atau Maha Tahu.

Allah mengetahui dirinya sendiri. Ini sebuah fakta yang luar biasa. Karena semenjak keberadaan Allah sendiri adalah tidak terbatas. Maka hanya Dia yang tidak terbatas yang mengetahui diriNya dengan detail. ( 1 Kor 2:10-11 )

Allah mengetahui segala sesuatu itu nyata. Ini berarti bahwa sesuatu yang ada dan segala sesuatu yang terjadi. Tidak ada makhluk yang tersembunyi ( Ibrani 4:13 )
Allah juga mengetahui mengenai masa depan. ( Yes 46:9-10 )
Allah mengetahui setiap detail dari hidup kita. Dia tahu sebelum kita meminta ( Mat 6:8 ). Dan bahkan rambut kepala kita juga dihitung ( Mat 10:30 )

Baca Mazmur 139

4. Kebijaksanaan ( wisdom )

Kebijaksanaan Allah berarti Allah selalu memilih tujuan yang terbaik dan cara yang terbaik untuk melaksanakan tujuan itu.

Di dalam Alkitab Dia dipanggil sebagai “the only wise God” ( Rom 16:27 ). Ayub mengatakan bahwa Allah adalah bijaksana di dalam hati ( Ayub 9:4 ) dan juga Ayub 12:13.
Bijaksana Allah dinyatakan di dalam penciptaan ( Maz 104:24 )
Juga di dalam penebusan. Bijaksana Allah terlihat di dalam rencana penebusanNya. Kristus adalah bijaksana Allah ( 1 Kor 1:24, 30 ). Walaupun kata salib adalah kebodohan bagi mereka yang menolak itu dan menganggap diri mereka bijaksana ( 1 Kor 1:18-20 ).
Allah memilih yang bodoh di dalam dunia untuk memalukan yang berhikmat ( 1 Kor 1:21,27,29 ).

Paulus mengetahui bahwa pesan Injil yang sederhana yang bisa dimengerti oleh orang muda merefleksikan rencana Allah yang luar biasa ( Rom 11:33 )

Bijaksana Allah ada di dalam gereja ketika mereka semua disatukan di dalam satu tubuh di dalam tubuh Kristus ( Ef 3:6 ), misteri yang luar biasa. ( Ef 3:9-10 ).

Bijaksana Allah juga dinyatakan di dalam hidup pribadi kita. ( Rom 8:28 ). Disini Paulus menekankan bahwa Allah melakukan semua pekerjaanNya dengan bijaksana di dalam segala sesuatu yang datang kepada hidup kita dan melalui ini semua Dia mengarahkan supaya kita menjadi serupa dengan Kristus ( 8:29 ).
Ini adalah kepercayaan kita yang kuat dan sumber dari damai bahwa mengetahui dari hari ke hari Allah mengakibatkan segala sesuatu untuk bergerak ke arah tujuan akhir yang Dia miliki untuk hidup kita yaitu untuk menjadi serupa dengan Kristus.

Bijaksana Allah dapat dikomunikasikan kepada kita. Kitab Yakobus mengajarkan bahwa bila kita kekurangan hikmat, kita dapat meminta kepadaNya ( Yak 1:5 )
Bijaksana ini atau keterampilan di dalam hidup menyenangkan Allah datang dari membaca dan menaati FirmanNya. ( Maz 19:7, Ul 4:6-8 )

Takut akan Allah adalah permulaan hikmat ( Maz 111:10; Ams 9:10 )

5. Kebenaran
Kebenaran Allah berarti bahwa Dia adalah Allah yang benar dan setiap pengetahuan dan kata-katanya adalah benar dan adalah standard kebenaran.

Yeremia 10:10-11 “Tetapi Tuhan adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya. Beginilah harus kamu katakan kepada mereka:” Para allah yang tidak menjadikan langit dan bumi akan lenyap dari bumi dan dari kolong langit ini”

Yesus mengatakan kepada BapaNya “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus ( Yoh 17:3 )

Pengetahuan Allah adalah benar semua dan adalah standard dari kebenaran. Ayub mengatakan bahwa Allah adalah sempurna di dalam pengetahuan ( Ayub 37:16 ).
Untuk mengatakan bahwa Allah mengetahui segala sesuatu dan pengetahuanNya adalah sempurna adalah untuk mengatakan bahwa Dia tidak pernah salah di dalam persepsi dan pengertianNya mengenai dunia : Semua yang Allah ketahui dan pikirkan adalah benar dan adalah pengertian yang benar mengenai realitas.

Firman Allah adalah benar dan standard kebenaran yang final. Ini berarti bahwa Allah ini dapat diandalkan dan setia kepada FirmanNya. Allah selalu akan melakukan apa yang Dia janjikan dan kita dapat bergantung kepada Dia. Dia adalah Allah yang setia ( Ul 32:4 )

Kesetiaan Allah adalah Allah selalu melakukan apa yang Dia katakan dan memenuhi apa yang Dia janjikan ( Ul 23:19 )

Firman Tuhan mengenai Dia dan ciptaanNya adalah benar adanya. Dia adalah Allah yang tidak berbohong ( Tit 1:2 )

Aplikasi terhadap kita adalah: Tidak boleh berbohong satu sama lain, karena kita sudah melepaskan natur lama dan mengenakan natur baru ( Kol 3:9-10 ).

Paulus mengatakan bahwa “Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain karena kita adalah sesama anggota” ( Ef 4:25 )

Lebih jauh, kita harus mengimitasi Allah di dalam kebenaran kita berespon terhadap kebenaran dan kesalahan. Seperti Allah kita harus mencintai kebenaran dan membenci kesalahan.


No comments:

LIMPINGEN BLOG