Tuesday, June 19, 2007

Allah Tritunggal

Allah Tritunggal
Jeffrey Lim

Doktrin Tritunggal merupakan salah satu doktrin yang terpenting dari iman Kristen.
Mempelajari pengajaran Alkitab mengenai Tritunggal memberikan kita pengertian yang besar kepada pencarian kita akan Allah : Seperti apakah Allah itu.

Allah hadir di dalam pribadi Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Penjelasan dan dasar Alkitabiah

Doktrin Trinitas secara progresif dinyatakan di dalam Alkitab

Wahyu sebagian di dalam PL

Kata Tritunggal apakah ada di dalam Alkitab ?
Tritunggal berarti tiga di dalam kesatuan. Ini untuk menyimpulkan bahwa Allah adalah tiga pribadi dan satu Allah.
Di dalam PL di dalam Kej 1:26 “Marilah Kita menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Kita”. Kemudian Kej 3:22, Kej 11:7, Yes 6:8
Ada bagian Alkitab yang satu pribadi dipanggil Allah atau Tuhan dan dibedakan dari pribadi lain yang juga dikatakan Allah
Mazmur 45:7-8.
“Tahta”mu” kepunyaan Allah…….. sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau”
Di dalam PB diaplikasikan kepada Kristus di dalam Ibrani 1:8
Mazmur 110:1, Daud berkata :”Demikianlah firman Tuhan kepada tuanku”. Yesus dimengerti dimana Daud merujuk kepada 2 pribadi yang berbeda sebagai Tuhan. Tetapi siapakah Tuhan Daud jika bukan Allah sendiri ? Dan siapakah yang bisa berkata duduk di tangan kananku selain daripada seseorang yang adalah Allah. ( Mat 22:41-46 )
Di dalam Yesaya 63:10 dikatakan umat Allah memberontak dan mendukakan Roh KudusNya menyarankan bahwa Roh Kudus berbeda dengan Allah sendiri dan Roh Kudus dapat didukakan. Di dalam Yes 61:1 dikatakan juga Roh Tuhan ALLAH ada padaku.
Di dalam Maleakhi 3:1 “Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke baitNya ! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam”. Tuhan semesta alam dibedakan dengan Tuhan yang kamu cari.
Hosea 1:7 “Tetapi Aku akan menyayangi kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka demi TUHAN, Allah mereka. Aku akan menyelamatkan mereka bukan dengan panah atau pedang, dengan alat perang atau dengan kuda dan orang-orang berkuda."
Yesaya 48:16 “Mendekatlah kepada-Ku, dengarlah ini: “Dari dahulu tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi dan pada waktu hal itu terjadi Aku ada di situ.”Dan sekarang, Tuhan ALLAH mengutus aku dengan RohNya.” Roh Tuhan dan hamba Tuhan diutus. Yesaya 48:16 di dalam terang PB mempunyai pengertian Tritunggal.
Lebih jauh adalah mengenai Malaikat Tuhan yang menyuarakan pluralitas di dalam diri Allah. Kata malaikat ( Heb malak ) berarti utusan. Jika malaikat Tuhan adalah utusan Tuhan berarti dibedakan dari Allah sendiri. Tetapi pada beberapa poin, malaikat Tuhan dipanggil Allah atau Tuhan ( Kej 16:13; Kel 3:2-6; 23:20-22 [ perhatikan “namaku ada di dalam Dia” di dalam ay 21]; Bilangan 22:35 dan 38; Hakim 2:1-2; 6:11.
Dalam beberapa poin di dalam PL, malaikat Tuhan merujuk kepada malaikat ciptaan, tetapi paling sedikit utusan spesial dari Tuhan kelihatannya sebuah pribadi yang lain yang sungguh-sungguh ilahi.

Wahyu lebih jauh dari Tritunggal di dalam PB

Sewaktu Yesus dibaptis “Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atasNya” ( Mat 3:16 )
Disini pada saat yang bersamaan, tiga anggota dari Tritunggal melakukan 3 aktivitas yang berbeda. Allah Bapa berkata, Allah anak dibaptis, Allah Roh Kudus turun dari surga untuk tinggal dan menguatkan pelayanan Yesus.
Pada akhir pelayanan Yesus didunia, Yesus memerintahkan murid-muridNya untuk menjadikan mereka semua bangsa, membaptis mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus ( Mat 28:19 ). Nama Bapa dan Anak diambil dari keluarga, mengindikasikan perbedaan pribadi baik Bapa dan Anak. Ketika Roh Kudus diletakkan dalam level yang sama dengan pribadi yang lainnya maka sulit dibantah kesimpulan bahwa Roh Kudus juga dipandang sebagai pribadi dan setara dengan Bapa dan Anak.
Penulis PB sering menggunakan Allah ( theos ) merujuk kepada Allah Bapa dan Tuhan merujuk kepada Allah Anak. Di dalam 1 Kor 12:4-6. “Ada rupa-rupa karunia tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang”
Penutup dari 2 Kor adalah “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian”
Kita melihat 3 pribadi disebutkan secara terpisah di dalam Ef 4:4-6 : satu tubuh dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung di dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang diatas semua dan di dalam semua”
Pembukaan 1 Petrus “sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darahNya”
Yudas 20-21 “Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal”
1 Yoh 5:7 : Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus]; dan ketiganya adalah satu.

Tiga pernyataan kesimpulan dari pengajaran Alkitab

Hanya ada satu Allah
Allah terdiri dari 3 pribadi
Setiap pribadi adalah Allah yang penuh

Hanya ada satu Allah
Alkitab secara limpah jelas menyatakan bahwa hanya satu Allah. Ketiga pribadi dari Tritunggal adalah satu di dalam tujuan dan di dalam persetujuan apa yang mereka pikirkan tetapi mereka satu di dalam esensi, satu di dalam natur mereka yang esensial. Dalam kata lain, Allah adalah hanya satu keberadaaan. Bukan tiga Allah. Hanya ada satu Allah.
Dari Ulangan 6:4-5 dikatakan “Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa! Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu:
Ketika Musa sedang menyanyikan Kel 15:11, jawabannya adalah tidak ada. Allah adalah unik dan tidak ada seorangpun seperti Dia dan tidak ada seorangpun dapat seperti Dia.
Sesungguhnya Solomo berdoa “Supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa Tuhanlah Alah, dan tidak ada yang lain” ( 1 Raj 8:60 )
Ketika berbicara, Allah secara berulang menjelaskan bahwa Dia adalah hanya satu Allah yang benar. Ide bahwa 3 Allah harus disembah adalah salah. Hanya Allah seorang yang adalah Allah yang benar dan tidak ada yang seperti Dia. Ketika berbicara, Dia sendiri yang berbicara – Dia tidak berbicara sebagai satu Allah diantara 3 yang harus disembah. Allah berkata di dalam Yesaya 45:5-6, Yes 45:21-22
Perjanjian Baru juga menekankan hanya satu Allah. Paulus menulis “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus” ( 1 Tim 2:5 )
Paulus menekankan bahwa “Hanya ada satu Allah” (Rom 3:30 ) dan 1 Kor 8:6.
Yakobus mengatakan “Engkau percaya bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik!Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar” ( Yak 2:19 )

Allah adalah tiga pribadi
Fakta bahwa Allah adalah tiga pribadi berarti bahwa Bapa bukan Anak. Bapa bukan Roh Kudus. Anak bukan Roh Kudus. Mereka adalah pribadi yang berbeda. Perbedaan ini dilihat diberbagai bagian yang dikutip sebelumnya dan beberapa tambahan di dalam PB.
Di dalam Yoh 1:1-2 diceritakan bahwa “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah”. Kenyataan bahwa Firman bersama dengan Allah menunjukkan bahwa Firman berbeda dengan Allah Bapa. Di dalam Yoh 17:24 Yesus berkata kepada Allah Bapa “Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepadaKu, agar mereka memandang kemuliaanKu yang telah Engkau berikan kepadaKu, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan”. Menunjukkan bahwa perbedaan pribadi, berbagian di dalam kemuliaan dan relasi kasih antara Bapa dan Anak.
Kemudian Yesus adalah sebagai imam besar agung dan perantara manusia “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil” ( 1 Yoh 2:1 ). “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” ( Ibrani 7:25 ). Untuk berdoa syafaat bagi kita dihadapan Bapa, Kristus harus seorang pribadi yang lain dari Bapa.
Lebih jauh, Bapa bukan Roh Kudus dan Anak bukan Roh Kudus. Yesus mengatakan “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh 14:26 ). Roh Kudus juga berdoa untuk orang-orang kudus ( Rom 8:27 ), menandakan perbedaan antara Roh Kudus dan Bapa.
Yesus berkata “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu : Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” ( Yoh 16:7 )

Setiap pribadi adalah Allah yang penuh.
Di dalam tambahan fakta bahwa tiga pribadi adalah berbeda, kesaksian Allah yang limpah menyatakan bahwa setiap pribadi juga Allah yang secara penuh.
Pertama, Allah Bapa secara jelas adalah Allah. Lihat Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
Kedua, Anak adalah Allah secara penuh. Lihat Yoh 1:1-4. Dia adalah Allah.
Yoh 20:28 “Ya Tuhanku dan Allahku”
Lihat Ibrani 1, Kol 2:9, Yes 40:3 dan Mat 3:3
Ketiga, Roh Kudus adalah Allah secara penuh.
Lihat Mat 28:19 -> Menunjukkan Roh Kudus setara dengan Bapa dan Anak.
Di dalam Kis 5:3-4, Petrus menanyakan Ananias “Ananias mengapa hatimu dikuasai Iblis sehingga mendustai Roh Kudus….. Engkau bukan mendustai manusia tetapi mendustai Allah”
Paulus mengatakan di dalam 1 Kor 3:16 “Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”
Daud menanyakan di dalam Mazmur 139:7-8 “Kemana aku dapat pergi menjauhi rohmu ?”. Ini menunjukkan karakter maha hadir dari Roh Kudus. Paulus mengajarkan karakteristik maha tahu dari Roh Kudus di dalam 1 Kor 2:10-11

Kesimpulan
Allah Tritunggal bukan politeisme
Allah Tritunggal bukan triteisme
Ilustrasi : Bukan Air, Udara, Uap. Bukan berbeda peran seperti Ayah di rumah, Suami dengan istri, dan bos di kantor.

Aplikasi dari Doktrin Tritunggal

Karena Allah sendiri mempunyai kesatuan dan keragaman, maka relasi mansuia yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah merefleksikan ini.

Pertama di dalam pernikahan. Ketika Allah menciptakan manusia sebagai gambar dan rupaNya, Dia tidak menciptakan individu yang terisolasi tetapi laki-laki dan perempuan Dia menciptakan mereka. Dan persatuan di dalam pernikahan ( Kej 2:24 ) menjadi satu badan, pikiran dan roh ( 1 Kor 6:16-20, Ef 5:31 )
Relasi antara laki-laki dan perempuan di dalam pernikahan adalah gambaran dari Bapa dan Anak di dalam Tritunggal. Lihat 1 Kor 11:3
Seperti Bapa mempunyai otoritas terhadap Anak di dalam Tritunggal maka suami mempunyai otoritas terhadap istri di dalam pernikahan. Peran suami adalah parallel dengan Bapa dan peran istri dengan Anak. Lebih jauh antara Bapa dan Anak adalah setara di dalam keilahian dan kepentingan dan pribadi, maka suami istri adalah setara di dalam kemanusiaan dan kepentingan dan pribadi. Walaupun tidak secara eksplisit dituliskan di dalam Alkitab, karunia anak di dalam pernikahan datang dari Ayah dan Ibu dan dibawah otoritas ayah dan ibu seperti anologi Roh Kudus kepada Bapa dan Anak

Kedua. Di dalam gereja. Di dalam gereja kita mempunyai banyak anggota dan satu tubuh ( 1 Kor 12:12 ). Paulus merefleksikan perbedaan yang besar di antara anggota badan manusia ( 1 Kor 12:14-26) dan mengatakan bahwa gereja itu seperti itu. Kita mempunyai anggota yang berbeda-beda di dalam gereja dengan karunia dan hobby yang berbeda, dan kita bergantung pada dan menolong satu sama lain yang mendemonstrasikan perbedaan yang besar dan kesatuan yang luar biasa pada saat yang sama.
Ketika kita melihat manusia yang berbeda-beda melakukan hal yang berbeda-beda di dalam hidup gereja, kita harus bersyukur kepada Allah karena ini mengijinkan kita untuk memuliakan Dia dengan merefleksikan sesuatu kesatuan dan keragaman dari Tritunggal.

Ketiga. Persatuan antara Yahudi dan bukan Yahudi.
Keempat. Persatuan antara Kristus dan gereja. Kita dipanggil mempelai wanita dari Kristus ( Ef 5:31-32 )

No comments:

LIMPINGEN BLOG