Monday, March 26, 2007

Manusia sebagai mahluk yang sosio kultural dan mahluk yang bekerja

Manusia sebagai mahluk yang sosio kultural dan mahluk yang bekerja
Kej 1:26-30, Maz 8
Jeffrey Lim

Arti gambar dan rupa Allah itu begitu luas dan banyak. Didalam bagian ini dibahas satu aspek yaitu manusia sebagai mahluk yang bekerja dan berbudaya. Manusia sebagai working being and socio cultural being.
Tuhan Allah setelah menciptakan manusia, Dia memerintahkan manusia untuk beranak-cucu dan penuhi bumi dan taklukankah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.

Alkitab menjelaskan arti gambar dan rupa Allah dengan menekankan tugas yang Allah berikan untuk kita jalani di dunia ini. Lima perintah yang diberikan yaitu : 1. Beranak cucu, 2. Bertambah banyak, 3. Penuhilah, 4. Taklukanlah, 5. Berkuasalah.
Dirangkumkan dengan kedua tugas yaitu 1. Beranak-cucu. Beranakcucu adalah untuk menghasilkan gambar Allah lain untuk memenuhi bumi. Dan 2. Menguasai bumi. Menguasai bumi adalah untuk menjalankan otoritas kita akan ciptaan alam semesta dan mengatur sumber-sumber alam semesta itu atas nama Allah. Sekali lagi tugasnya adalah : Beranak cucu dan menguasai bumi
Kedua tugas ini saling berkaitan. Mengapa ? Beranak cucu mencakup menguasai bumi. Tujuan dari beranakcucu adalah untuk menguasai bumi dan untuk Penguasaan bumi menuntut kita untuk beranak-cucu.
Ada hubungan antara beranakcucu dan menguasai bumi dengan gambar dan rupa Allah. Di budaya jaman Musa hidup, Timur Dekat Kuno banyak terdapat kerajaan-kerajaan. Raja-raja yang memimpin sangat berkuasa tetapi ukuran kerajaan mereka mengakibatkan problema politik. Bagaimana raja-raja ini dapat tetap mengawasi kerajaan mereka ? Untuk menyelesaikan masalah ini, mereka membuat sejumlah patung memberikan otoritas representatif sebagai gambar dan rupa mereka.
Alkitab menggambarkan tugas ganda manusia beranak cucu dan penuhi bumi dengan latar belakang ini. Allah memilih untuk menegakkan otoritasNya di atas bumi melalui cara-cara yang dapat dipahami oleh manusia. Seperti raja dulu memenuhi kerajaan mereka dengan patung, maka Allah memerintah gambar dan rupaNya untuk memenuhi bumi. Manusia sebagai representatif Allah menguasai bumi.
Menguasai bumi adalah perintah ini adalah mandat dari Tuhan. Dan Mandat dari Tuhan itu berotoritas. Mandat ini adalah mandat penciptaan. Dan mandat ini bersifat universal dan masih berlaku sampai sekarang ini. Mandat ini sering disebut mandat budaya.
Kita mungkin sering mendengar kata mandat budaya atau mandat penciptaan yang berbeda dengan mandat injil. Tetapi artinya apakah kita sungguh-sungguh menyadarinya dengan bahasa sehari-hari ? Tuhan memberikan kita manusia dua mandat yaitu mandat budaya dan mandat injil. Mandat injil adalah untuk menginjili umat manusia. Sedangkan apa itu mandat budaya ? Di dalam Bahasa sehari-hari yang sederhana adalah kita harus bekerja dan mengembangkan budaya. Karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, manusia adalah mahluk sosial, mahluk religius, mahluk berbudaya, mahluk berkomunitas, mahluk berpikir, mahluk kreatif, mahluk berpribadi. Manusia sebagai gambar Allah adalah yang mengakibatkan manusia berbudaya.
Lebih singkatnya kita sebagai manusia adalah harus bekerja dan mengembangkan dunia ini. Bukan saja untuk mencari uang untuk hidup tetapi untuk mengelola dunia ini. Ini adalah makna sesungguhnya dari ekonomi yaitu rumah tangga. Untuk mengelola alam semesta.
Manusia dipanggil untuk menguasai bumi. Apa arti menguasai bumi di jaman sekarang ? yaitu bukan sekedar ekstrim bercocok tanam dan bertani.
Pada masyarakat primitif penguasaan bumi adalah dengan mengolah bumi, bertani, berladang dan menjinakkan binatang. Berkembang pada jaman Daud dan Salomo, Israel mengembangkan sistem komunikasi yang lebih luas dan juga perdagangan internasional. Pada jaman Daniel menaklukan bumi dengan mempelajari berbagai-bagai hikmat bangsa Babel dan memerintah sebagai seorang politisi yang efektif.
Jaman sekarang bagaimana ?
Sedangkan pada jaman sekarang adalah panggilan sebagai : petani, bankir, ibu rumah tangga, dokter, pegawai, pengusaha, pedagang, sekretaris, guru dan buruh pabrik. Jadi menguasai bumi adalah berkembang dari jaman dulu sampai sekarang.
Tugas menguasai bumi merupakan suatu tugas yang istimewa. Ini adalah natur dari bekerja. Ini adalah perintah Tuhan. Dan bekerja ini adalah suci. Allah memerintahkan dan menugaskan umat manusia untuk menjalankan tugasnya supaya Allah boleh dihormati. Tuhan memberikan manusia otoritas sebagai raja dan memberikan wilayah untuk ditaklukan dan diperintah. Manusia diciptakan dalam gambar Allah yang berdaulat. Mazmur 8 mengatakan bahwa kita telah dimahkotai dengan kemuliaan dan kehormatan serta dijadikan penguasa atas ciptaan Allah.

Kita baca Kej 2:15.
Bila kita membaca Kej 2:15, Tugas Adam adalah : mengusahakan dan memelihara taman. Jadi tugas ganda manusia adalah : untuk mengembangkan dan melindungi lingkungan yang telah diciptakan Allah.
Mari kita jabarkan.
Tugas pertama manusia : 1. Mengusahakan / mengolah taman ( membudidayakan ). Membudidayakan adalah asal kata dari budaya. Kebudayaan adalah hasil dari pembudidayaan. Kebudayaan maupun membudidayakan pada dasarnya mengacu kepada interaksi kita sebagai manusia dengan dunia. Interaksi manusia dengan dunia menghasilkan kebudayaan.
Di samping taman, manusia mengembangkan budaya di dalam hal lain. Kebudayaan tidak hanya merujuk kepada pengejaran intelektual dan estetis ( seperti di dalam high culture ). Kebudayaan mencakup seluruh sisi masyarakat manusiawi. Ia mencakup bukan hanya kesenian, musik dan dunia keilmuwan melainkan juga hal-hal seperti politik, agama, gereja, pendidikan, teknologi, media, pernikahan, kehidupan keluarga, periklanan, dan hiburan.
Menjadi mahluk berbudaya secara sederhana adalah menjadi manusia.
Perintah pertama untuk menaklukan bumi disebut mandat budaya ( mandat penciptaan ).
Kebudayaan di dalam Kej 2 : berkebun, bertani, hubungan perkawinan, asal mula bahasa ( pemberian nama kepada binatang-binatang ) dan bahkan puisi yang pertama ( dua bait pujian Adam kepada Hawa ). Kej 4:20-22 -> Yabal dan Yubal.
Umat manusia jelas sekali dikenali dalam pasal-pasal permulaan kitab kejadian sebagai mahluk berkebudayaan dan sekarang perkembangan historis mereka dicatat dengan jelas.

Tugas kedua manusia adalah : 2. Memelihara dan melindung bumi.
Ini berbeda dengan visi sekular untuk penaklukan dan mengekploitasi alam. Di dalam Alkitab, dunia bukan ( non human ) tidak dipandang sebagai suatu di luar sana. Kita berada dalam sebuah hubungan perjanjian dengan dunia, sebuah hubungan pengelolaan. Dalam hal ini kita harus mencintai alam semesta bukan sekedar menguasainya.

Apa aplikasi pengertian mandat budaya, bekerja dan berbudaya untuk kehidupan kita.

1. Menyadari bahwa pekerjaan adalah ibadah
Di dalam Kej 2 diceritakan bahwa Adam pertama kali diciptakan dan kemudian di tempatkan di dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Mengusahakan dan memelihara taman eden adalah sebuah pekerjaan. Dan di dalam bahasa Ibraninya Mengusahakan adalah abad dan memelihara adalah shamar. Kedua kata ini digunakan di dalam kitab Ulangan adalah berpegang dan beribadah. Jadi mengusahakan dan memelihara taman atau kita bilang bekerja adalah satu ibadah. Ini adalah konsep di dalam kekristenan bahwa bekerja adalah satu ibadah. Bekerja itu mulia. Konsep ini dikembangkan di dalam Perjanjian baru di dalam Roma 12:1 yaitu untuk mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan berkenan kepada Allah, itulah ibadahmu yang sejati.

2. Menyadari semua pekerjaan halal itu suci adanya
Mengenai bahwa semua pekerjaan suci adanya, saya ingin kita merenungkan sesuatu yang pernah menjadi pergumulan saya yang ingin saya sharingkan dan semoga menjadi berkat. Saya ingin mencoba menjelaskan pergumulan ide dengan sesuatu yang sederhana yaitu pengalaman hidup sehari-hari.
Ingat bahwa ide mempunyai konsekuensi. Ide yang salah mengakibatkan aplikasi yang salah. Ide komunis mengakibatkan Negara hancur. Ide Darwinis mengakibatkan manusia jadi ateis. Ide dapat mengakibatkan orang jadi sempit. Ide mempunyai konsekuensi dan ide Firman Tuhan mengakibatkan kelimpahan hidup.
Saya dulu tidak sempat menganalisa pikiran saya dan saya di sekolah di sekolah Katolik. Saya tidak tahu ide apa yang pernah masuk di dalam hidup saya. Satu hal ini adalah belajar dari kesalahan saya. Yang jelas setelah saya besar saya mempunyai pandangan bahwa kehidupan pelayanan gerejawi adalah lebih suci daripada pekerjaan di dunia sekular. Bahkan di dalam ekstrimnya saya menganggap bahwa pekerjaan di dunia sekular, cari uang dan berdagang dan bekerja adalah kurang suci. Saya terbelenggu oleh ide seperti ini. Jadi pedagang tidak suci, yang suci adalah yang hamba Tuhan atau jadi guru atau pekerja sosial atau dokter. Tetapi yang cari uang itu saya dengar di dalam dunia itu banyak tipu-tipu. Sejak kelas 1 SMA, setiap hari pulang sekolah suka bantu kerja di toko mamah dan bawa mobil juga antar-antar mamah dalam pekerjaan dagang. Tetapi tetap punya pikiran bahwa pedagang kurang suci.
Ini mengakibatkan saya mempunyai pikiran yang selalu mau bekerja di gereja. Contohnya adalah 2 hal. Sewaktu di Australia, teman-teman biasanya sambil sekolah sambil bekerja sampingan. Tetapi saya tidak. Tetapi apakah saya bekerja. Saya bekerja dalam pengertian tidak bekerja di dunia sekular. Saya saat itu sebagai coordinator utama perpustakaan. Dan saya yang membuatkan program perpustakaan, memesan buku2 momentum dari Indonesia, menyumbangkan banyak buku dari indo, dan juga membuat website untuk perpustakaan dimana orang bisa lihat buku apa yang ada diperpustakaan dan bisa lihat rangkumannya di internet. Setiap minggu saya pasti promosikan review 1 buku di depan mimbar dan kadang buat ringkasannya dan dibagikan. Dan yang kemudian sampai menjual buku di gereja bekerja sama dengan toko buku Koorong dan menjualnya di gereja. Bila penjualan sampai AUD $10.000 maka setiap pembelian buku akan mendapat diskon 10%. Dan puji Tuhan pada jaman saya, penjualan sudah sampai AUD $6.000.
Kemudian setelah pulang dari Indonesia, saya sudah lulus dari Sarjana Ilmu Komputer dan ketika berpikir untuk bekerja, saya bekerja di gereja. Jadi gereja adalah rumah Bapaku dan tempat kerjaku. Lebih baik satu hari di pelataranmu daripada seribu hari di tempat lain. Saya masih anti bekerja di sekular. Beberapa kali selama hidup saya selalu bekerja dan hidup di gereja.
Pikiran seperti ini adalah dualisme yang mengakibatkan hidup menjadi sempit. Ide seperti ini adalah ide yang berasal dari Teologi Abad pertengahan yang dianut oleh orang Roma Katolik yang membagi antara imam dan orang awam. Imam adalah orang yang suci dan awam adalah orang biasa. Pekerjaan imam adalah suci tetapi pekerjaan awam adalah lebih kotor.
Tetapi puji Tuhan, saudara-saudari bahwa Luther mendobrak dan mengajarkan konsep yang luar biasa. Yaitu “Keimaman semua orang percaya”. Luther mengajarkan bahwa semua orang percaya adalah imam dan pekerjaan mereka adalah suci adanya. Di dalam pekerjaan mempersembahkan hasil pekerjaan sebagai ibadah kepada Tuhan. Para reformator dengan semangat mau kembali ke Firman Tuhan sudah menemukan kebenaran Firman Tuhan yang membebaskan.
Semua pekerjaan yang halal itu suci adanya dan mulia adanya.
Satu sumbangsih dari kekristenan juga adalah tidak memandang pekerjaan fisik lebih rendah daripada yang memakai pikiran. Menurut pandangan Alkitab, materi tidak lebih bernilai rendah. Tubuh tidak bernilai rendah. Bahkan tubuh adalah bait Roh Kudus. Bagi budaya Yunani dan Romawi, pekerjaan yang menggunakan fisik lebih rendah daripada yang menggunakan pikiran. Filsuf lebih tinggi. Karena itu budak-budak, kuli-kuli adalah hina adanya.
Tetapi di dalam Kristus tidak ada perbedaan status. Hamba dan tuan. Semua adalah gambar dan rupa Allah yang mulia. Karena itu kita harus menghormati pegawai kita.

3. Menyadari bahwa bekerja itu adalah suatu panggilan hidup .
Kejadian 1:28 mengajarkan bahwa mandat bagi setiap orang adalah untuk bekerja. Dan bekerja itu mempunyai makna dan arti bagi hidup manusia. Coba bayangkan saja kalau seseorang tidak bekerja apalagi laki-laki maka dia merasa tidak enak dan bisa kehilangan makna. Karena natur kita diciptakan untuk bekerja. Dan bekerja itu adalah mulia adanya.
Seperti kita sudah bahas bahwa Teologi Abad pertengahan membagi antara pekerjaan imam dan awam. Tetapi kita mengerti sesungguhnya pekerjaan adalah sama suci baik yang sekular maupun yang bersifat gerejawi. Baik yang awam maupun yang imam.
Dalam hal ini para reformator memberikan sumbangsih pengertian terhadap bekerja terhadap dunia ini. Sumbangsih mereka adalah salah satunya memandang pekerjaan sebagai panggilan. Bekerja baik di bidang sekular maupun rohani adalah panggilan. Calling of life. Ini sesuatu yang powerful dan meaningful.
Pekerjaan adalah panggilan. Pekerjaan adalah satu vocation. Satu calling of life. Panggilan hidup bagi orang percaya bukan saja hanya jadi panggilan hamba Tuhan secara full timer tetapi juga adalah pekerjaan sehari-hari. Panggilan untuk menjadi dokter, guru, pedagang, pekerja, restoran, bankir, pegawai, sekretaris, dll. Kehidupan pekerjaan adalah suci adanya.
Pekerjaan tidak adanya yang lebih suci atau lebih sekular. Semua baik adanya. Kecuali yang berhubungan dengan dosa seperti menjual obat, prostitusi, teroris, bajak laut, perampok. Ini pekerjaan jahat.
Tetapi semua pekerjaan yang halal adalah baik adanya dan suci adanya. Dan bekerja adalah panggilan hidup.
Bukan saja saudara semua harus menjadi hamba Tuhan untuk dapat panggilan hidup. Panggilan hidup bukan terbatas pada hal-hal gerejawi. Tetapi juga di luar. Saudara bisa menjadi pengusaha dan membantu gereja di dalam keuangan. Satu hal yang penting adalah memberikan persembahan dan perpuluhan. Orang Kristen wajib memberikan persembahan dan perpuluhan untuk mendukung pekerjaan Tuhan. Kita sebagai orang Kristen juga harus berbagian di dalam persembahan dan perpuluhan untuk mendukung gereja dalam kerajaan Allah. Sudahkah anda memberikan persembahan dan perpuluhanmu ? Ini adalah kehendak Tuhan. Perpuluhan adalah uang Tuhan/
Namun yang Tuhan lebih kehendaki adalah keseluruhan dirimu. Persembahkanlah dirimu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Itu adalah ibadahmu yang sejati. Hidup kita seluruhnya adalah ibadah.
Apakah panggilan hidup di dalam dirimu ? Cari panggilan hidupmu !

4. Menemukan pemenuhan diri dan arti di dalam bekerja
Di dalam buku 8 habits dari Stephen Covey dikatakan bahwa yang penting di dalam pekerjaan adalah menemukan pemenuhan diri. Di jaman dulu, pekerja dianggap menjadi cost ( biaya ) dan pekerja dipandang sebagai sesuatu yang menghabiskan biaya. Karena itu pekerja itu sesuatu yang tidak begitu dianggap penting malahan menghabiskan biaya. Maka pekerja tidak menemukan pemenuhan dirinya.
Tetapi Stephen Covey mengganggap dijaman sekarang orang dianggap sebagai asset ( harta ) . Pekerja dianggap sebagai sesuatu yang berharga. Pekerja diharapkan menemukan pemenuhan dirinya bukan diekploitasi. Wah ini suatu pengajaran humanisme yang menganggap manusia itu berharga. Kita harus menghargai pegawai kita dan ingin supaya mereka berkembang. Kita juga ingin dihargai bos kita dan ingin menikmati pekerjaan kita.
Tetapi pengajaran menganggap pekerja sebagai orang yang berharga sebenarnya ada di dalam konsep Kriste. Bahkan kekristenan adalah humanisme yang sejati yang berpusat bukan kepada manusia tetapi kepada Allah. Karena manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah dan sebagai mahluk yang bekerja, maka manusia itu berharga. Di dalam bekerja itu orang menemukan pemenuhan dirinya.
Mengapa di dalam bekerja orang menemukan pemenuhan dirinya ? Karena ini sudah ditetapkan Allah di dalam mandat penciptaan. Coba saja kalau anda tidak bekerja, anda merasa diri anda ngak enak dan kehilangan makna. Tetapi di dalam bekerja manusia menemukan meaningnya. Karena manusia diciptakan untuk bekerja dan bekerja adalah mulia adanya.

5. Menyadari pekerjaan memiliki makna ke masa depan
Bekerja bukan saja bermakna sekarang tetapi juga masa depan. Penciptaan dalam Alkitab memiliki pandangan masa depan yang melekat pada dirinya ( built in ). Cara pandang Alkitab tidak hanya holistik tapi dinamis. Di dalam Kej 2 pada mulanya ada perbedaan dengan di dalam 2 pasal terakhir di dalam Alkitab di dalam langit dan bumi baru Di kitab Kejadian digambarkan taman ( primitif ). Di Wahyu digambarkan Kota yang sempurna. Perkembangan eskatologis dari taman ( Eden ) ke kota ( yang sempurna ) ini telah direncanakan oleh Allah. Mandat budaya merupakan bagian dari rencana Allah yang mula-mula bagi dunia.
Seorang teolog Reformed yang bernama Richard Mouw mengatakan bahwa apa yang kita kerjakan sekarang di dunia ini baik yang sekular akan bermakna kekal. Saya tambahkan bila berkaitan dengan kerajaan Allah. Masa hanya yang penginjilan yang bermakna kekal dan pekerjaan sekular tidak ada maknanya di kemudian hari. Richard Mouw mempunyai pandangan bahwa andaikata anda seorang orang bisnis, pembuat sistem, perancang, dll, semua itu akan ada kesinambungannya di masa depan. Sebab di masa depan adanya kota yang sempurna. Budaya akan terus berlanjut.
Memang masa depan itu menurut Calvin adalah dunia ini akan diperbaharui menjadi langit dan bumi baru. Tetapi ada kesinambungan antara dunia yang sekarang dengan dunia yang akan datang. Jadi pekerjaan yang sekarang ini ada maknanya di masa depan. Ini juga powerful dan mendorong supaya kita bekerja untuk memuliakan nama Tuhan.

Mari kita simpulkan
Karena itu bekerja itu ibadah dan bekerja itu mulia dan bekerja itu panggilan hidup, pertama marilah kita mengembangkan talenta kita di dalam bekerja
Bekerja dengan baik diilustrasikan dalam perumpamaan Yesus tentang talenta ( Mat 25:14-30 ). Di dalam perumpamaan Yesus ada kata “ekonomi” yaitu oikonomos. Kata ekonomi dalam PB untuk seorang penjaga rumah atau pelayan yakni seseorang yang dipercaya untuk mengawasi dan mengelola hak milik tuannya.
Kita adalah mengelola apa yang Tuhan percayakan kepada kita. Kita diberikan ada yang dua talenta, ada yang lima talenta dan ada yang sepuluh talenta. Kita harus mengembangkan semuanya untuk Tuhan. Jangan mengubur talenta kita. Seringkali banyak potensi yang belum digali di dalam diri kita. Kembangkan seluruh talenta anda.
Sebagai student, belajar dengan baik.
Di dalam bekerja ada beberapa prinsip dari kitab Pengkotbah yang sangat bijaksana yaitu : Di dalam pekerjaan yang penting :
Jangan iri dengan orang lain -> ini sia-sia.
Jangan malas -> menghancurkan diri
Jangan workalholic -> Tidak tenang
Tetapi yang penting adalah bekerja dengan segenggam ketenangan dari pada dua genggam tetapi sia-sia dan menjaring angin. Artinya adalah bekerja dengan ketenangan dan menikmatinya.
Karena itu bekerja itu ibadah, bekerja itu mulia dan bekerja itu panggilan hidup, kedua Marilah kita bekerja untuk Tuhan kita dengan segenap hati. Marilah bekerja untuk Tuhan dimanapun bidang saudara..
Saya tutup dengan satu ayat : Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu adalah hambaNya” ( Kol 3:23-24 ).
Marilah kita bekerja dengan segenap hati -> karena kita sedang bekerja untuk Tuhan

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
1 Maret 2007, Guang Zhou




No comments:

LIMPINGEN BLOG