Wednesday, March 07, 2007

Cyber War, Cyber Slavery and Cyber Lie

Cyber War, Cyber Slavery and Cyber Lie
Jeffrey Lim

Dunia cyberspace / Internet adalah wadah yang sangat besar sekali bisa menampung banyak isi. Begitu banyak bidang kehidupan masuk di dalam cyberspace ini dari bisnis, komunikasi, hiburan, berita sampai pada kejahatan. Sebenarnya wadah ini sendiri bersifat netral. Seperti ibarat pisau itu netral. Bisa digunakan untuk memotong apel, mengiris bawang untuk masak, tetapi juga dapat menusuk orang. Semakin hebat suatu alat walaupun alat itu sendiri bersifat netral tetapi semakin hebat keuntungannya dan sebaliknya semakin hebat juga kerusakan yang dapat dihasilkannya Misalnya nuklir bisa untuk pembangkit energi yang besar dan menguntungkan tetapi juga dapat menghancurkan 1 negara. Semua juga tergantung kepada pemakainya.
Kembali kepada dunia cyberspace, Internet adalah alat dan wadah yang sangat besar sekali. Sekarang di dunia modern, kehidupan manusia bergantung pada alat ini. Di dunia jaman informasi ini komputer dan internet dibutuhkan untuk mengakses data, menghitung dengan akurat dan cepat. Bisnis pun mulai bergantung kepada alat ini yaitu mulai dari kantor yang menggunakan Microsoft Word, Excel, PowerPoint sampai kepada Website untuk promosi dan untuk penjualan di E-commerce. Berita pun mulai banyak menggunakan online. Shopping mulai banyak menggunakan online. Bahkan hiburan pun menggunakan online. Jadi memang internet ini sudah menjadi bagian hidup dari masyarakat modern. Cyberspace memang karya manusia yang hebat. Banyak keuntungan yang dihasilkannya. Banyak positif yang dihasilkannya. Internet adalah salah satu dasar di dalam dunia teknologi informasi saat ini. Tetapi bukan tidak ada bahayanya. Ada positif besar namun ada sisi lain juga.
Dunia cyberspace ini dinamakan dunia maya, tetapi walaupun kelihatannya semu tetapi mempengaruhi realitas nyata. Sebab komunikasi, komunitas dan semua yang ada di cyberspace tentunya mempengaruhi dunia nyata. Jadi jangan menganggap hal ini main-main. Internet ini sudah membentuk sistem kehiduapan di dunia modern.
Sebenarnya kita harus bersyukur buat media ini karena banyak manfaat dari internet. Manfaat internet itu banyak seperti untuk pendidikan, untuk komunikasi untuk berita, untuk mengajarkan ajaran yang baik, untuk menyimpan data perpustakaan, untuk mencari bahan pelajaran, dll. Wadah ini dapat menghasilkan banyak hal yang baik bila digarap dengan baik. Misalnya : http://www.encyclopedia.com/ , http://www.nationalgeographic.com/ , dan masih banyak lagi hal positif.
Di di dalam artikel ini saya hendak membahas satu realitas yang terjadi bahwa di dunia cyberspace sekarang ini yaitu adanya cyber war ( perang internet ), cyber slavery ( penjajahan secara internet ) dan cyber lie ( kebohongan internet ). Kali ini membahas satu sisi dari cyberspace. Tetapi bukan berarti saya memandang internet tidak positif. Saya sudah memaparkan banyak realita positif. Kali ini adalah sisi lainnya. Sekali lagi semua tergantung pemakainya. Pemakai cyberspace ini dapat membuat struktur dan struktur itu dapat baik ataupun jahat.
Apa itu cyber war? Ternyata peperangan dan persaingan itu bukan saja ada di dunia nyata tetapi juga ada di dunia maya yang akan mempengaruhi dunia nyata juga. Memang peperangan di dalam cyberspace ini begitu banyak dari terorisme sampai intelegence tetapi yang ingin dibahas adalah perang ekonomi dan promosi.
Di dalam cyberspace ini banyak terdapat virtual shop yaitu toko yang tidak pernah ada tokonya tetapi ada di internet dan kita bisa pesan barang dan dikirim. Contoh virtual shop adalah seperti Amazon yang terkenal. Website ini tidak ada toko secara fisik dan hanya ada toko secara Internet. Mereka mempunyai gudang barang dan juga sistem untuk mengirim barang. Di dunia yang banyak virtual shop ini mengharuskan tokonya dikenal. Toko-toko besar yang terkenal memang enak. Tetapi toko-toko kecil yang mau memulai usaha harus berusaha keras untuk dikenal. Dan terjadi banyak kompetisi. Terjadi banyak usaha untuk menang. Yang tidak bisa bertahan di dalam globalisasi ini akan bangkrut. Selain Virtual shop, ada pribadi atau golongan yang ingin mempublikasikan ide atau produknya atau mungkin hasil karyanya. Ini juga membutuhkan cara supaya websitenya terkenal. Maka terjadilah usaha untuk mempopulerkan website dan tentunya dalam konteks kompetisi. Terjadi peperangan kompetisi mulai dari kompetisi barang, kepopuleran blog, promosi produk, iklan, promosi artis, promosi berita, dll. Setiap pribadi atau golongan ingin maju, bahkan mencapai tempat yang tinggi. Ingin produknya berada di peringkat google rank yang cukup tinggi. Maka tiap pribadi atau golongan mulai mencari infomasi, mencari informasi lawan, melihat informasi diri dan juga memahami medan, memahami perbekalan sendiri, semuanya dipikirkan. Persaingan dan peperangan keras terjadi di dalam internet. Barangsiapa yang tidak cukup modal atau kepandaian untuk perang dan promosi akan kalah di dalam peperangan.
Karena kepentingan promosi maka muncullah banyak perusahaan iklan atau advertisement yang hendak membantu kita menawarkan promosinya. Dan perusahaan ini mendapatkan uang banyak dari biaya iklan. Perusahaan ini menjanjikan keuntungan dengan cara membuat website menjadi terkenal. Tetapi tentunya harus membayar dan di dalam membayar ini juga adanya persaingan.
Dari cyberwar akhirnya kita masuk ke dalam cyber slavery dan juga karena ingin menang untuk menghalalkan segala cara maka masuk ke dalam cyber lie.
Apa itu cyber slavery ? Ternyata perbudakan di dalam dunia ini belum dihapuskan. Perbudakan secara fisik memang sudah jarang terlihat. Dengan adanya kemerdekaan dan deklarasi kemerdekaan sudah tidak ada perbudakan fisik. Tetapi ternyata perbudakan itu masih exist yaitu di dunia cyberspace. Dan yang diperbudak adalah beberapa orang yang menggunakan cyberspace dan yang memperbudak adalah beberapa orang yang menggunakan cyberspace juga dan akhirnya semua diperbudak oleh cyberspace itu sendiri.
Mengapa terjadinya cyber slavery ? Karena individu atau golongan berlomba-lomba ingin kompetisi dan menghasilkan keuntungan yang besar baik di dalam bidang materi, uang, ketenaran maupun kepuasan pribadi. Karena itu mereka mau menggunakan alat cyberspace ini sebagai sarana untuk mencapainya tetapi kenyataannya alat ini menjadi memperbudak kita. Kita jadi diperbudak oleh alat cyberspace ini. Waktu, tenaga, pikiran, keringat diperas untuk alat cyberspace ini. Banyak tenaga dan pikiran digunakan untuk memahami medan peperangan, mengenal musuh saingan, berusaha untuk menang, dll. Tetapi ternyata usaha ini banyak usaha menjaring angin dan harus berusaha keras mati-matian. Dan inilah usaha manusia dan berjuang dibawah matahari.
Ada juga cyber lie yaitu kebohongan di dalam internet. Banyak website yang menawarkan keuntungan untuk mendapatkan uang. Banyak website yang mempromosi dan menawarkan hal-hal yang mengiurkan ( uang ) di dalam dunia cyberspace tetapi sebenarnya hanya janji manis yang tidak pernah terlaksana. Untuk lebih jelas mengenai cyber lie kunjungi Website Ev. Ronald Oroh yaitu :
http://roielministry.blogspot.com/2007/03/making-money-on-lie-why.html
Tetapi kembali kepada pokok pembahasan pertama bahwa wadah itu bisa positif dan bisa sebaliknya. Semua tergantung kepada pemakainya. Bahkan cyber war juga bisa positif yaitu bagaimana supaya ajaran yang baik disebarkan. Artikel ini hanya membahas satu realitas yang begitu kecil. Selanjutnya anda bisa mengembangkan sendiri.

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
Guang Zhou, 7 Maret 2007

4 comments:

Arie said...

An interesting blog entry.. since at the moment, Information Technology is in it's "booming" period :)

Matthew 6 mentioned that no one can serve two masters... you cannot serve both God and Money. Segala sesuatu yang adalah netral, maka ketika hendak digunakan untuk serving Money (and not God), maka akan menjadi disaster yang cukup besar, termasuk dunia IT yang sekarang hampir menguasai seluruh aspek kehidupan kita..

A good reminder for us working in IT industry, christians working in IT, reformed and reformers in IT, have we done our part to restore IT to what it should be..?

takara said...

Artikel yang cukup tajam menilai perkembangan dunia.
Sekarang dunia memank telah mengarah ke dunia cyberlink. Aku setuju dengan pengupasan dalam artikel ini. Seperti yg pernah terjadi dizaman2 dahulu. Einstein pernah menyesal menemukan bom, yang dipakai utk perang dunia keII, padahal maksud dia menciptakan bom, bukan untuk digunakan dalam perang.
Jadi, yah seperti yg dikatakan dalam artikel, kembali pada diri kita sendiri. Kita harus belajar menggunakan segala segala yang Tuhan ijinkan kita pakai untuk kemulian-Nya. Mis: MRII-Taipei memakai dunia cyberlink untuk buletin gereja: www.mriitaipei.brinkster.net ,berisi artikel yang membangun and mendidik org didalam kebenaran.

GBU ko~

Jeffrey Lim said...

Bener .... Silahkan baca website http://mriitaipei.brinkster.net :) ... Banyak artikel membangun ....

Terus di website ini banyak juga link link yang berisi pengajaran mengenai Firman Tuhan yang membangun...... Dari classic Reformed sampai bahan saat teduh......
Silahkan baca-baca ! :)

Komputer memang wadah yang dapat kita gunakan untuk banyak hal baik dan kemuliaanNya.... Tetapi waspadanya side efectnya.....
.....
Bagi Arie dan teman-teman di komputer bisa pikirin bagaimana membawa perkembangan komputer untuk kemuliaan namaNya ....

Soli Deo Gloria

didi said...

My comment is everything negative yg terjadi di dunia internet udah terjadi di reality, war, lie, and ... So there is nothing new really .... It reflects the state of human being yg sinful ...

LIMPINGEN BLOG