Thursday, January 18, 2007

Keledai Sederhana yang Dipakai Tuhan

Keledai Sederhana yang Dipakai Tuhan 

Adik-adik pasti pernah mendengar cerita indah ini. latar belakang cerita ini agak panjang yaitu sekitar hampir 3 ½ tahun. Semua ini tercatat di dalam Injil. Sebelum 3 ½ tahun ini, seorang Anak Allah yang menjadi manusia bernama Yesus Kristus melayani di Israel. Tuhan Yesus memberitakan mengenai kedatangan kerajaan Allah. Kerajaan Allah datang melalui diriNya. Tuhan Yesus mempunyai misi di dalam dunia ini untuk menyelamatkan kita orang berdosa. Kemudian ketika Tuhan Yesus melayani umatNya, Dia menyembuhkan orang buta, orang kusta, orang lumpuh, orang kerasukan setan, orang bisu, membangkitkan orang mati, menyembuhkan penyakit dan kelemahan manusia. Tuhan Yesus baik dan sayang terhadap manusia. Tetapi Tuhan Yesus mempunyai misi yang lebih besar daripada menyembuhkan penyakit dan kelemahan manusia. Tuhan Yesus mau menyelamatkan manusia dari dosa. Tuhan Yesus mempunyai tujuan hidup untuk disalibkan di kayu salib untuk menderita bagi manusia. Setelah melayani hampir 3 ½ tahun maka Tuhan Yesus harus menjalankan misinya untuk pergi ke kayu salib. Tuhan Yesus pergi ke Yerusalem. Pada saat itu Yerusalem adalah pusat ibukota dan keagamaan orang Yahudi. Ini adalah latar belakang cerita ini.

Sewaktu Tuhan Yesus dan murid-muridnya telah dekat Yerusalem, Yesus menyuruh dua orang muridNya untuk pergi ke kampung di depan dan mereka akan menemukan seekor keledai muda yang tertambat untuk dibawa kepada Tuhan Yesus. Keledai muda itu belum pernah ditunggangi orang. Pada zaman itu, kedelai digunakan sebagai alat transportasi. Kemudian kedua murid Yesus melakukan apa yang Yesus perintahkan dan mereka membawa keledai itu kepada Yesus. Mereka mengalasi punggung keledai itu dengan baju mereka dan Tuhan Yesus naik ke atasnya. Tuhan Yesus duduk di atas keledai itu dan pergi menuju Yerusalem. Keledai yang muda ini tentunya tidak bisa merasakan bahwa dia sedang membawa Anak Allah untuk menjalankan misinya yang besar. Banyak orang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada juga yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang. Orang-orang yang berjalan di depan dan belakang berseru, “Hosana bagi anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!”Orang-orang bergembira karena kedatangan Tuhan Yesus dan mereka menyambut kedatangan Yesus yang mereka kira akan menjadi Raja seperti yang mereka pikirkan. Tetapi sebenarnya mereka tidak tahu bahwa kedatangan Tuhan Yesus ke Yerusalem adalah untuk mati di kayu salib. Keledai itu terus membawa Tuhan Yesus masuk ke Yerusalem.

Dari cerita ini kita mau belajar sesuatu dari keledai ini. Keledai ini hanya mahluk biasa. Dia bukanlah makhluk  yang penting. Keledai ini dapat dipakai sebagai alat transportasi tetapi tanpa keledaipun masih bisa jalan kaki, naik kuda atau kereta dorong. Keledai adalah makhluk yang sederhana. Seringkali dilukiskan bahwa keledai adalah seekor hewan yang bodoh. Keledai dapat dua kali jatuh ke lubang yang sama. Tetapi sungguh luar biasa yaitu Tuhan Yesus mau memakai keledai yang biasa ini untuk bersama-sama menjalankan misinya di dunia ini. Keledai yang sederhana ini dipakai Tuhan Yesus untuk mengantar Tuhan Yesus masuk ke Yerusalem untuk mati di kayu salib, mengantar Tuhan Yesus yang akan menghapuskan dosa umat manusia. Mungkin keledai ini hanya melayani sebentar saja dan kelihatannya tidak begitu penting. Tetapi sungguh indah bahwa Tuhan menerima pelayanan keledai ini. Kalau keledai ini bisa berpikir sebagai manusia maka dia akan sangat bersyukur. Keledai ini berpikir bahwa saya adalah seorang yang bodoh. Bisakah saya berguna buat Tuhan ? Tetapi keledai ini akan berpikir, mengapa saya yang kecil dan sederhana ini mau Tuhan pakai. Mengapa bukan teman-teman saya yang Tuhan pakai untuk melayani Tuhan ? Adik-adik, kita semua adalah manusia yang sederhana. Kita mungkin berpikir bahwa kita tidak berguna. Kita mungkin berpikir bahwa kita bodoh. Tetapi Tuhan mau memakai kita yang sederhana ini untuk menjalankan misi Kerajaan Allah. Kalau Tuhan mau pakai, kita yang sederhana ini bisa menjadi berguna di tangan Tuhan. Tetapi bila kita sombong dan berpikir bahwa kita berguna, mungkin Tuhan tidak pakai kita. Kita harus sadar siapa kita sebenarnya. Kita seperti keledai yang sederhana dan bodoh tetapi Tuhan Yesus mau naik keledai ini. Jadi, maukah kita yang sederhana ini dipakai oleh Tuhan untuk melayaniNya ? Kita yang biasa dan sederhana ini dapat berbagian di dalam Kerajaan Allah untuk melayani Tuhan kita. Seperti keledai sederhana ini, maukah adik-adik dipakai Tuhan untuk melayani Tuhan ?


Dari kak Jeffrey Lim
email: limpingen@gmail.com

No comments:

LIMPINGEN BLOG