Thursday, January 18, 2007

Doa Bapa Kami - Bagian Satu

Doa Bapa kami
Oleh Ev. Jeffrey Lim

Bagian 1

I. Introduksi teologi doa

Doa adalah salah satu hal terindah di dalam dunia ini. Ingat lagu “Indahlah saat berdoa” yang melukiskan bahwa berdoa adalah indah adanya. Mengapa berdoa begitu indah ? Karena kita manusia ciptaan yang kecil dan hina boleh bercakap-cakap dengan sang pencipta yang agung. Kita manusia yang rendah boleh berkomunikasi dengan yang tinggi. Dan di dalam doa itu ada satu persekutuan, ada fellowship, ada keintiman antara Allah dan kita. Bila kita menyadari bahwa Allah kita adalah Tuhan Perjanjian dan Allah mengadakan perjanjian dengan umatNya. Kita adalah umat perjanjian. Hubungan perjanjian ini adalah seperti hubungan suami istri dimana ada ikatan dan komitmen. Maka ketika kita sedang berdoa kepada Tuhan, kita sedang berelasi dengan Tuhan Allah Perjanjian.
Mengapa doa itu indah ? Karena kita berdoa dengan Allah yang mempunyai sifat kasih dan penyayang. Allah itu baik. Allah itu kasih. Allah itu pengasih, penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setiaNya. Kita diciptakan oleh Tuhan Allah sebagai mahluk yang berelasi, mahluk yang bersosial, mahluk yang bersekutu. Dan hubungan relasi yang paling indah adalah dengan Tuhan Allah sendiri sang pemelihara jiwa kita.
Karena itu begitu bodoh sekali bila kita menganggap berdoa itu biasa. Berdoa itu satu rutinitas. Berdoa itu hanya di gereja. Kita kehilangan gairah di dalam berdoa. Kita kehilangan persekutuan yang intim dengan Tuhan Allah di dalam doa. Ini adalah masalah pada hari ini. Mengapa masalah ? Karena banyak orang merasa tidak yakin bahwa Allah itu ada atau apakah Ia seorang pribadi atau baik atau mengontrol segala sesuatu atau memperhatikan kawanan kecil seperti anda dan saya. Tetapi jika kita percaya bahwa Yesus adalah gambar Allah – dengan kata lain Allah adalah berkarakter seperti Yesus maka kita tidak ada keraguan untuk berbicara kepada Bapa dan Anak di dalam doa.
Dan di dalam doa Bapa kami ini mari kita melihat prinsip Doa yang benar yang Tuhan kita Yesus Kristus ajarkan kepada kita.

II. Introdusi mengenai permintaan murid-murid

Di dalam Lukas 11:1, dikatakan bahwa salah seorang murid Yesus datang kepadaNya dan meminta Yesus untuk mengajarkannya berdoa. Bagaimana perasaan Yesus pada saat mendengar permintaan ini. Tuhan Yesus sangat bergembira mendengar permintaan yang baik ini. Setiap permintaan yang dimulai dari motivasi ingin memuliakan Tuhan dan ingin berhubungan serta memperkenankan Tuhan adalah permintaan yang menggembirakan. Permintaan yang lahir dari hati yang benar ini berbeda dengan permintaan-permintaan lain yang murid-murid Yesus lakukan : seperti meminta duduk disebelah kanan dan kiri, meminta untuk mendatangkan hujan api dari langit. Tetapi permintaan tulus untuk mengajarkan berdoa ini didengar oleh Tuhan Yesus dan Ia segera menjawab. Yesus menjawab permintaan ini karena permintaan kepada Tuhan akan dijawab apabila ketika sikap, pikiran, motivasi dan keinginan sesuai dengan Firman Tuhan. Maka Yesus mengajarkan doa Bapa kami dan Doa ini merupakan pola doa untuk orang Kristen

III. Ajarkanlah kami untuk berdoa

Berdoa tidak bisa diajarkan secara teori saja tetapi harus dilakukan. Doa adalah seperti bernyanyi adalah sesuatu yang harus dilakukan bukan dengan baca buku tetapi dengan melakukannya dan itu akan menjadi aktivitas yang natural dan sangat spontan dimana kita menjadi mahir. Tetapi kita dapat belajar dari pengalaman dan nasihat orang lain sehingga dapat menolong kita berdoa dengan lebih baik. Alkitab sendiri adalah model mengenai doa. Ada 150 pola pujian, permintaan, devosi di dalam Mazmur dan lebih banyak contoh dari doa dicatat dengan pengajaran-pengajaran. Di dalam doa Bapa kami, Yesus mengajar bagaimana untuk berdoa dan prinsip untuk berdoa. Sungguh luar biasa bahwa Yesus Kristus adalah imam besar agung yang menjadi perantara manusia untuk berdoa. Dia sendiri adalah seorang nabi Allah yang mengajarkan Firman Tuhan untuk berdoa. Dan Dia sendiri adalah Raja yang berkuasa yang sanggup untuk menjawab doa.
Di dalam doa Bapa kami ini ada 7 elemen dari doa :
Mendekati Allah di dalam peninggian dan percaya
Mengakui pekerjaanNya dan nilaiNya di dalam pujian dan penyembahan
Mengakui dosa dan mencari pengampunan
Meminta kebutuhan supaya terpenuhi
Berargumentasi dengan Allah untuk meminta berkat seperti Yakub
Menerima situasi sendiri dari Allah
Berpegang kepada kesetiaan Allah

IV. Bapa kami yang ada di surga

Doa Bapa kami pertama kali dibuka dengan perkataan “Bapa”. Ini berarti kita mempunyai Bapa surgawi. Yesus mengajarkan teologis doa yang benar. Prinsip teologis Doa yang benar adalah ditujukan kepada Bapa di dalam nama Anak oleh pertolongan Roh Kudus.
Boleh-boleh saja berdoa kepada Tuhan Yesus atau kepada Roh Kudus sebab Tuhan Yesus adalah Allah dan Roh Kudus adalah Allah. Tetapi yang lebih tepat di dalam berdoa adalah kepada Bapa di dalam nama Anak oleh pertolongan Roh Kudus.
Ketika berbicara mengenai Bapa maka kita sedang berbicara mengenai keluarga. Dan orang percaya ada di dalam keluarga Allah. Ketika Allah menciptakan langit dan bumi dan manusia, Allah menjadi Bapa atas ciptaan. Tetapi bagi orang percaya, Allah Bapa menjadi Bapa karena orang percaya diadopsi ke dalam keluarga Allah. Bagaimana orang percaya menjadi anak-anak Allah. Alkitab mengajarkan bahwa mereka yang menerima Yesus Kristus diberi kuasa /hak menjadi anak-anak Allah. Jadi bagi kita yang percaya, kita adalah anak-anak Allah.
Sebagai anak Allah, kita adalah anak dan juga adalah ahli waris Allah ( Rom 8:17 ). Menjadi ahli waris Allah itu bukan hal yang sembarangan. Sebab kita memiliki warisan dari pencipta langit dan bumi yang maha kuasa, maha bijak, maha baik, maha limpah, maha tahu, maha murah, dll. Menjadi ahli waris Allah berarti kita berbagian di dalam seluruh berkat dan janji di dalam FirmanNya. Ini merupakan satu privilege yang luar biasa dan betapa kayanya pengharapan dan berkat yang kita miliki. Kita lebih daripada milioner. Ini bukan teologi sukses karena bukan hal materi. Tetapi hal rohani. Kita lebih dari milioner karena kita menjadi anak Allah dan ahli waris Allah.
Kita memilik Allah yang beranugerah. Allah Bapa mengasihi kita dan menerima kita seperti menerima anak yang hilang. Bapa menunggu anak yang hilang untuk pulang dan memeluknya.
Menjadi anak Allah berarti juga memiliki Roh Kudus. Sebab Alkitab mengajarkan bahwa kita memiliki Roh Kudus sehingga kita dapat memanggil Bapa Abba. Sesungguh sebutan yang sangat manis. Roh Kudus bersaksi dengan Roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Bapa surgawi ini berbeda dengan Bapa duniawi. Alkitab mengajarkan bahwa bapa duniawi saja memperhatikan anaknya apalagi Bapa surgawi. Bapa mana yang bila anaknya meminta roti memberikan batu, meminta ikan memberikan ular. Kalau bapa di dunia saja mengetahui pemberian yang baik, apalagi Bapa di surga yang memberikan Roh Kudus kepada mereka yang memintanya.
Bapa kami. Kami berarti kita adalah di dalam keluarga Allah bukan secara individu tetapi secara komunitas. Kami berarti kita juga harus mempedulikan anak-anak Allah lainnya. Seperti doa Bapa kami mengajarkan.. Bapa kami yang ada… BErikankan makanan kami yang secukupnya…. Ampunilah kesalahan kami… Jangan membawa kami ke dalam pencobaan… Tetapi lepaskanlah kami…. Semua kami… Berarti sebagai anak Allah kita harus mempunyai kesadaran satu di dalam tubuh Kristus, di dalam gereja, di dalam komunitas. Saling memperhatikan.
Bapa kami yang ada di dalam “surga”. Doa bapa kami dimulai dengan Bapa yang berada di dalam surga. Surga adalah tempat Allah bertahta. Dan Allah tinggal di surga melambangkan Allah Mahakuasa. Dia ada jauh di sana. Dia ada transenden di surga dan bukan dibumi. Tetapi selain jauh disana, Dia juga dekat sehingga kita bisa memanggil Dia Bapa. Dia juga maha hadir. Di surga Allah Bapa juga mengawasi kehidupan kita manusia. Dia maha tahu.
Prinsip doa Bapa di surga ini mempunyai arti teologi doa. Allah Bapa harus maha tahu untuk mengetahui setiap asepk dari situasi untuk menjawab doa. Allah Bapa harus maha hadir untuk mendengar semua doa yang diajukan dalam setiap waktu dan setiap tempat. Allah Bapa harus maha kuasa untuk berespon terhadap setiap situasi di dalam segala jalan yang Dia inginkan. Tetapi puji syukur bahwa Allah Bapa adalah Allah yang maha tahu, maha hadir, dan maha kuasa. Dia besar, agung, kekal, tidak terbatas tetapi Allah Bapa selalu mempunyai waktu bagi kita anak-anaknya.
Allah Bapa yang ada disurga. Berada di surga seharusnya membuat kita rendah hati, membuat kita memujinya sebab Dia ada di surga dan kita yang kecil di bumi. Tetapi bersyukur kepada Tuhan bahwa Allah bukan saja diam di tempat yang maha tinggi tetapi juga diam di tempat yang rendah bersama dengan orang yang remuk hatinya.
Bagaimana kita menghormati Allah Bapa ? Yaitu dengan mempedulikan namaNya yang kudus, kerajaanNya dan kehendakNya. Dengan memuji dan menyembahNya.



V. Dikuduskanlah namaMu

Setelah memanggil nama Bapa, kita memulai dengan isi doa. Permintaan pertama supaya nama Bapa dikuduskan adalah permintaan yang terbesar dan paling mendasar dari seluruh doa. Mengerti permintaan ini adalah kunci untuk membuka prinsip doa dan kehidupan. Prinsip doa dan hidup adalah supaya nama Tuhan dikuduskan dan dimuliakan.
Dikuduskan namaMu adalah mengakui bahwa Allah adalah kudus adaNya. Kekudusan Allah merupakan salah satu attributNya yang penting. Kekudusan merupakan attribute moral secara internal yang mendatangkan kemuliaan secara eksternal. Kekudusan Allah adalah membedakan Allah dari yang lain. Kudus berarti dipisahkan. Allah itu Kudus berarti Allah berbeda dengan yang lain. Allah sendiri dipanggil the Holy
One of Israel. Sang Kudus.
Dengan mengakui kekudusan Bapa berarti memberikan pujian dan hormat kepada Allah. Dikuduskan nama Bapa berarti hendak memuliakan nama Bapa dan memberikan Dia tempat untuk dihormati dan ditinggikan dan dimuliakan. Tujuan doa untuk menguduskan nama Bapa atau memuliakan Bapa adalaha merupakan tujuan hidup manusia. Westminster Shorter Catechism mengatakan bahwa chief end of man is to glorify God and enjoy Him forever. Tujuan hidup manusia adalah untuk memuliakan nama Allah dan menikmati Dia selamaNya.
Jadi doa Bapa kami untuk menguduskan nama Bapa adalah sesuai dengan tujuan hidup manusia yang Allah tetapkan. Dan doa untuk menguduskan nama Allah sebagai yang terutama adalah melihat doa dari kacamata Allah. Melihat doa dari kacamata God-centered yang berpusat kepada Allah.
Bagaimana nama Allah dikuduskan ?
Ketika Dia dimuliakan dan ditinggikan oleh umatNya. Ketika Dia diakui dan dipuji untuk kebaikan. Bapa dimuliakan terutama ketika kita mengakui pekerjaan penebusanNya untuk menyelamatkan manusia.
Bapa dikuduskan ketika Dia disembah oleh umatNya.
Bapa dimuliakan ketika umatNya mengakui dan bersyukur bahwa segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi yang mengasihiNya. Dengan demikian umatNya mengakui kedaulatanNya di dalam bumi ini.
Supaya nama Allah dikuduskan maka kita harus mengucap syukur. Mengucap syukur buat kebaikan Bapa dan segala berkat anugerahNya. Mngucap syukur buat segala kasih karunia dan rahmatNya kepada kita. Ketika tidak mengucap syukur maka kita tidak menghormati Allah.
Ketika kita hendak menguduskan nama Allah berarti kita sedang gentar dan takut akanNya sebab kita mengakui kekudusanNya. Menguduskan nama Allah adalah hidup takut akan Allah. Dan ketika kita bertujuan untuk menguduskan nama Allah dan takut kepadaNya maka kita hidup berbijaksana. Alkitab mengatakan bahwa permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN.
Maukah hidup berbijaksana dan takut akan TUHAN ? Dengan bertujuan untuk menguduskan namaNya. Tujuan utama doa kita harus untuk menguduskan dan memuliakan nama Tuhan.



VI. Datanglah KerajaanMu

Allah adalah Raja atas dunia ini. Dia menciptakan alam semesta dan memeliharaNya dan Allah berdaulat atas dunia ciptaan. Tetapi datanglah kerajaanMu ini berbeda dengan Allah sebagai Raja atas dunia ini. Sebab Allah sebagai raja dunia lebih pada aspek ciptaan dan pemeliharaan ( creation & providence ) atau kedaulatan Allah , sedangkan kerajaan Allah datanglah adalah lebih merupakan aspek redemption ( penebusan ).
Kedaulatan Allah dan providence dapat kita lihat dalam kasus Yusuf. Ketika Yusuf dibuang ke Mesir, ada rencana Tuhan di atas semuanya. Tuhan yang berdaulat mengatur semuanya itu. Tetapi kerajaan Allah datanglah berbeda dengan kedaulatan Allah. Kerajaan Allah datanglah lebih merupakan aspek redemption.
Kerajaan Allah datanglah merupakan aspek bahwa Tuhan Allah datang untuk menebus umatNya dimana Kristus meraja di hati orang percaya. Kristus sendiri Sang Mesias adalah Raja.
Untuk memahami mengenai konsep Kerajaan Allah, kita harus mengerti bahwa ketika manusia jatuh ke dalam dosa, manusia jatuh ke dalam kerajaan iblis. Disana iblis sebagai penguasa angkasa berkuasa. Tetapi Mesias datang untuk mengalahkan pekerjaan iblis sehingga kerajaan iblis dihancurkan dan kerajaan Allah ditegakkan. Kristus memerintah umatNya.
Yesus sendiri adalah raja. Dia datang sebagai raja. Dia datang untuk memerintah orang percaya. Kedatangan Kristus sudah dinubuatkan bahwa Dia akan datang sebagai raja. Dan pada saat Kristus datang ke dalam dunia ini, Yesus berkata “Bertobatlah sebab Kerajaan Allah sudah dekat”.
Kerajaan Allah adalah relasi penebusan individu melalui pribadi Yesus Kristus. Kerajaan Allah adalah ketika orang percaya memperTuhankan Yesus di dalam hati mereka. Abraham Kuyper mengatakan kata yang kira-kira diparafrase “Tidak ada seincipun di dalam diri kita yang bukan milik Kristus.” “Jadi setiap inci hidup kita baik hati pikiran emosi kehendak tingkah laku hobby, semuanya harus dibawah otoritas Kristus”.
Kerajaan Allah datang ketika semua berada di bawah otoritas Kristus.
Kristus memerintah di dalam Kerajaan Allah di dalam hati orang percaya. Tetapi Kristus memerintah bukan dengan tirani. Tetapi Dia melayani seperti hamba, Dia seperti gembala yang melindungi, memelihara, memberi makan. Pemerintahannya adalah pastocal care. Dia adalah gembala yang baik yang memberikan nyawanya bagi domba-dombaNya. Kristus adalah Shepherd-King. Pada jaman dahulu raja-raja dan pemimpin Israel disebut gembala. Sekarang gembala agung kita memerintah dengan kasih karunianya
Bersamaan dengan kerajaan Allah ini adalah adanya anugerah Allah yang dicurahkan. Kerajaan Allah adalah realita anugerah. Sebab dengan kedatangan Kerajaan Allah, orang percaya dimampukan untuk melawan dosa dan hidup dibawah otoritas Kristus. Ketika Kerajaan Allah datang maka kerajaan iblis mulai dikikis. Anugerah Allah melawan dosa. Anugerah Allah tercurah dimana terdapat kerusakan yang dihancurkan oleh dosa.
Bagaimana memasuki kerajaan Allah ini ?
1. Dengan menjadi murid Kristus
2. Dengan memberikan Dia kesetiaan hati kita
3. Dengan membiarkan Dia membentuk hidup kita
4. Dengan mengenali kepeduliannya
5. Dengan mengasihiNya

Untuk memasuki kerajaan Allah, seseorang harus dilahir barukan terlebih dahulu. Percakapan Yesus dengan Nikodemus. Pada malam hari Nikodemus datang kepada Yesus. Dia adalah guru agama Farisi dan dia melihat adanya otoritas di dalam diri Yesus Kristus. Walaupun dia tahu orang Farisi tidak menyukai Yesus tetapi dia melihat ada sesuatu yang lain di dalam diri Yesus. Maka Nikodemus mulai mendatangi Yesus pada malam hati. Dia mendatangi Yesus malam hari karena takut diketahui orang. Ketika mengetuk pintu dan pintu dibukakan, dia berkata “Guru aku tahu engkau adalah nabi dari Allah. Sebab tidak ada seorang yang dapat melakukan apa yang dilakukanmu jika tidak berasal dari Allah “. Tetapi Yesus berkata “Jika seseorang tidak dapat dilahirkan kembali, Dia tidak dapat melihat kerajaan Allah”.
Kelahiran baru adalah pekerjaan Roh Kudus. Manusia yang berdosa itu mati secara rohani. Mati dan tidak mampu berbuat kebajikan, tidak menginginkan kebajikan, tidak mengerti kebenaran. Tetapi pekerjaan Roh Kudus melahir barukan orang. Manusia yang mati secara rohani menjadi hidup kembali dan berespon terhadap anugerah Tuhan
Cara menerima kerajaan Allah adalah melalui iman yang bekerja melalui kasih. Dengan Iman mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat. Dengan percaya kepada Tuhan Yesus maka seseorang masuk ke dalam kerajaan Allah. Sebab orang yang percaya Tuhan Yesus adalah orang yang berespon terhadap anugerah keselamatan.

Apa aplikasi dari doa supaya Kerajaan Allah datang ?
Doa buat PI, pertobatan, menolak yang jahat, menyediakan yang baik di dunia ini
Dan juga marilah kita berdoa supaya ketika berdoa ini maka kerajaan Allah dimulai dengan aku sebagai Workers of the Kingdom

VII. Jadilah kehendakMu

Sekarang kita masuk kepada prinsip doa yang penting ! Yaitu tujuan dari doa adalah bukan untuk membuat Tuhan melakukan kehendakku. Tetapi untuk membawa kehendakku kepada kehendakNya. Dalam hal ini ada prinsip penyangkalan diri. Doa kita mau berpusat pada kehendak Allah.
Keinginan doa sesuai dengan kehendak Allah adalah prinsip doa yang mempunyai roh kelemah lembutan dimana kita menerima kehendak Allah tanpa bersungut-sungut. Tuhan Yesus sendiri menjalankan prinsip doa ini. Ketika Dia di Getsemani, Dia berdoa “Kiranya cawan ini berlalu daripadaku, tetapi bukan kehendakku yang terjadi tetapi kehendakMu”. Doa Tuhan Yesus ini tidak sembarangan. Yesus harus menderita dijadikan dosa dan ditinggilkan oleh Allah karena penebusan dosa manusia dan ini adalah satu sengsara yang luar biasa yang jauh lebih menyakitkan daripada sakitnya penderitaan fisik di salib. Sebab ini adalah keterpisahan dengan Allah seperti merasakan neraka. Turun ke dalam kerajaan maut. Tetapi Yesus memilih untuk melakukan kehendak Bapa.
Jadi prinsip doa yang benar adalah doa yang sesuai dengan kehendak Allah. Kehendak Allah adalah sesuatu yang sangat besar. Kehendak Allah adalah yang terbesar sesudah Allah itu sendiri.
Apa itu kehendak Allah ? Apakah kehendak Allah dapat tidak terjadi ? Apakah kehendak Allah dapat dibatalkan ? Apakah kehendak Allah dapat manusia tolak ?
Reformed theology membagi kehendak Allah menjadi dua yaitu kehendak yang bersifat dekrit atau ketetapan dan kehendak Allah yang bersifat preskriptif atau Firman. Kehendak Allah yang bersifat ketetapan tidak bisa tidak pasti terjadi. Ini sudah ditetapkan sejak kekekalan. Ini adalah kehendak Allah yang tidak dapat dibatalkan. Tetapi ada kehendak Allah yang dapat manusia tolak yaitu kehendak Allah yang bersifat preskriptif atau berisi Firman Tuhan. Bukankah Allah ingin kita hidup sesuai dengan Firman tetapi bukankah seringkali kita tidak taat ?
Bagaimana kita dapat menemukan kehendak Allah. Yaitu melalui bimbingan dari Roh Allah melalui FirmanNya. Alkitab mengajarkan bahwa Roh kebenaran akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran. Mazmur 25 juga mengajarkan “Ia membimbing orang-orang yang rendah hati”. “Tuhan memberitahukan perjanjian-perjanjianNya kepada orang yang takut akanNya”.
Jadi bila kita hendak mengerti kehendak Allah maka kita harus meminta bimbingan dari Roh Allah. Mintalah maka pasti akan diberi. Mintalah sesuai dengan FirmanNya, sesuai dengan kehendakNya.
Doa yang dikabulkan adalah doa yang sesuai dengan kehendak Allah. Syarat doa yang dikabulkan adalah sesuai dengan Firman TUhan dan sesuai dengan kehendakNya.
“Jika kamu tetap tinggal di dlaam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya” ( Yoh 15:7 )
Syaratnya adalah : tinggal di dalam Kristus dan firman Kristus tinggal di dalam kamu. Ketika hal ini terjadi maka kehendak kita sinkron dengan kehendak Allah dan doa kita seperti janji ini adalah dikabulkan. Mengapa dikabulkan ? Karena doa kita adalah sesuai dengan kehendak Allah.
Satu hal yang penting kita ketahui adalah ketika kita sedang berdoa, sebenarnya kita sedang digerakkan oleh anugerah Allah untuk berdoa. Sebab tidak bisa seseorang berdoa tanpa anugerah Allah. Maka bersyukur sekali kalau Allah menggerakkan kita berdoa. Persekutuan doa adalah sangat penting bagi kita.

VIII. Di bumi seperti di surga

Jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga. Di surga itu kehendak Allah pasti terjadi. Malaikat dan segenap tentra surgawi takluk dan taat kepada Allah. Di surga Allah dimuliakan. Tetapi di bumi, kehendak Allah dapat dilawan dan tidak ditaati oleh manusia berdosa. Tetapi doa Bapa kami ini berdoa supaya kehendak Allah terjadi di bumi seperti di surga.
Di surga Allah memerintah. Kehendak Allah sepenuhnya terjadi di surga. Maka ini satu pengharapan bahwa di dalam kekacauan di dunia, kehendak Allah terjadi. Allah ada mengontrol segala sesuatu.
Jika kehendak Dia secara sempurna terjadi di surga. Apakah ada yang terlalu sulit untuk Allah agar kehendakNya terjadi di dunia. Ini adalah pengharapan kita. Allah di surga mampu melakukan kehendakNya di bumi dan kehendakNya adalah untuk kebaikan bagi kita.

Penutup

Mari kita simpulkan bahwa 3 permintaan doa Bapa kami yang pertama adalah semuanya berpusat kepada Allah. Maka doa Bapa kami mengajarkan supaya doa kita berpusat kepada Allah. Sungguh sering doa kita berpusat kepada diri sendiri. Doa yang benar adalah doa yang sesuai dengan kehendak Allah dan berpusat kepada Allah.

No comments:

LIMPINGEN BLOG