Monday, April 23, 2007

Refleksi ke depan

Refleksi ke depan

Sekarang ini saya sedang memikirkan untuk pelayanan ke depan setelah berefleksi. Saya sedang bergumul dengan diri. Satu hal saya bersyukur bahwa karena anugerah Tuhan maka sekarang saya boleh lebih sehat dan lebih maju di dalam proses pembaharuan diri. Ini semata-mata karena anugerah Tuhan baik melalui teman seiman atau melalui para hamba Tuhan yang mendukung dan mendoakan.

Saya punya iman bahwa saya akan sembuh. Saya percaya bahwa proses penyembuhan ini berjalan secara perlahan-lahan. Saya percaya bahwa ini seperti orang buta yang melihat sesuatu dengan samar-samar. Saya sudah melihat tapi melihat dengan samar-samar dan membutuhkan kuasa Tuhan untuk lebih bisa melihat.
Kemudian ke depan, saya sedang melawan limitasi diri
Pertama, hidup saya ada ketakutan menghadapi orang asing. Takut dilukai dan takut dijahati. Tetapi kasih Tuhan mengalahkan ketakutan. Saya sedang melawan trauma ini.
Kedua, saya punya iman yang kecil. Saya berniat untuk belajar terus dan disiplinkan diri menuntut diri untuk maju di dalam pendidikan dan pelayanan. Saya juga terbeban untuk belajar mandarin dan kalau boleh memperluas pelayanan ke orang China.
Tetapi saya gentar karena saya harus menghadapi orang asing dan juga harus komunikasi dan juga harus bergaul dengan mereka. Dan terutama saya harus disiplinkan diri kalau Tuhan kehendaki saya mau belajar bahasa Mandarin. Ini tantangan besar.
Ketiga, saya harus mendisiplinkan diri melawan segala kemalasan dan kelemahan diri. Perlu iman dan tindakan iman yang terus konsisten.
Saya bersyukur kepada Tuhan bahwa Dia sudah memberkati sampai sekarang ini. Dan saya mau serahkan diri saya terus untuk melayani Dia.Saya punya iman bahwa saya akan lepas dari obat dan saya akan sehat. Saya beriman bahwa saya akan berperang bersama dengan Tuhan Allah. Inilah doa saya.
Saya ingin membuat perenungan dan buku mengenai peperangan rohani dan bagaimana hidup sehat secara jasmani dan rohani. Kemudian mengenai pikiran, emosi dan psikologi dan juga kitab mazmur. Ini cita-cita ke depan. Terutama untuk menghidupi seluruh kebenaran Firman Tuhan. Kalau di dalam kesaksian ini banyak kata saya dan saya, maka saya ingin supaya pusatnya adalah nama Tuhan dimuliakan dan boleh jadi berkat. Ini hanya kerinduan hatiku.
Doakan saya boleh dibentuk Tuhan dan untuk beban pelayanan saya. Doakan supaya pekerjaan Allah boleh dinyatakan.
Terima kasih buat dukungan saudara-saudari di dalam Kristus

Ev. Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
Guang Zhou, 23 April 2007

No comments:

LIMPINGEN BLOG