Tuesday, April 10, 2007

Belajar beriman dari tokoh Iman

Belajar beriman dari tokoh Iman
Diambil dari Ibrani 11
Jeffrey Lim

Dari iman Habel.
Habel berbeda dengan Kain. Kain memberikan persembahan tetapi tidak diterima Tuhan. Namun Kain diterima Tuhan karena dia memberikan persembahan dengan hati yang tulus dan iman. Dalam hal ini kita harus belajar ketika melakukan tindakan ibadah dihadapan Allah harus dengan iman baru akan diterima oleh Allah

Dari iman Henokh
Henokh mempunyai iman bahwa dia tidak akan mati dan dia diambil oleh Tuhan. Henokh menjadi figur contoh yang dilepaskan dari kematian dimana nanti Yesus pimpin untuk orang percaya.
Dari Henokh kita belajar untuk bergaul karib dengan Allah dan beriman bahwa kita akan dilepaskan dari kematian oleh pekerjaan Yesus Kristus.

Dari iman Nuh
Nuh percaya kepada Firman Tuhan dan dengan ketakutan dan gentar akan penghukuman Tuhan maka membuat bahtera sesuai dengan perintah Tuhan. Dia taat pada perintah Tuhan. Dan dengan iman dia menghakimi dunia dan menjadi pewaris kebenaran yang datang dari iman.
Dari Nuh, kita belajar untuk gentar terhadap penghakiman Tuhan dan mengikuti jalan keselamatan yang Tuhan sediakan.

Dari iman Abraham
Abraham tidak tahu kemana dia akan pergi. Dia meninggalkan kemapanannya dan menjadi pengembara. Dia taat dan pergi. Dia seperti seorang asing di negari dan hidup di tenda. Padahal dia orang kaya yang sudah mapan. Tetapi Dia memilih ikut Tuhan dan dipimpin Tuhan. Di catat Abraham merindukan kota yang dasarnya dibangun oleh Allah. Ketika Tuhan menjanjikan tanah perjanjian, dia melihat dengan mata iman kepada surga. Dia percaya bahwa Tuhan sanggup memberikan dia keturunan walaupun dia sudah tua dan Sarah sudah mandul. Ketika anaknya diperintahkan untuk dipersembahkan, dia percaya Tuhan sanggup membangkitkan anaknya Ishak.
Dari Abraham kita belajar untuk percaya janji Allah dan berani melangkah dengan iman untuk menerima janji Allah. Abraham percaya Tuhan sanggup melaksanakan janjiNya.

Dari iman Ishak
Ishak memberkati Yakub dan Esau mengenai masa depan mereka dengan iman.

Dari iman Yakub
Yakub memberkati anak Yusuf dan melihat bahwa yang muda akan melebihi yang tua

Dari iman Yusuf
Yusuf beriman bahwa dia akan masuk tanah Kanaan. Dia memerintahkan untuk tulangnya supaya dibawa. Dia percaya kepada janji Tuhan kepada Abraham.

Dari iman orang tua Musa
Mereka menyembunyikan Musa 3 bulan karena menyadari bahwa Musa bukan anak sembarangan tetapi adalah seorang figure yang akan memegang peranan penting di dalam rencana penebusan Allah
Dari orang tua Musa kita belajar bahwa mereka tidak takut kepada manusia tetapi beriman kepada Tuhan.

Dari iman Musa
Musa menolak untuk disebut anak putri Firaun. Dia lebih baik memilih menderita bersama umat Allah daripada kenikmatan dosa. Dia melihat nilai rohani lebih daripada kenikmatan dunia. Dengan iman dia meninggalkan Mesir dan tidak takut kemarahan raja. Dia bertahan karena dia melihat Tuhan yang tidak kelihatan. Dengan iman dia memelihara paskah dan memercikkan darah sehingga tidak menyentuh anak sulung Israel. Dengan iman umat Allah menyebrangi laut merah.
Dari Musa kita belajar untuk memilih mengikut Tuhan daripada dunia walaupun harus menderita. Dari Musa kita belajar untuk memikul salib dan mengikut Kristus. Musa tidak takut pada lingkungan dan berani mengikut Tuhan. Dia juga melihat Tuhan yang tidak kelihatan dengan imannya. Dan dia dengan iman mengikuti perintah dan pimpinan Tuhan. Kita harus belajar dengan iman mengikuti Firman Tuhan di dalam Alkitab

Dari iman Israel
Tembok Yerikho jatuh karena iman Israel. Kita harus beriman bahwa di dalam peperangan mengikuti petunjuk Firman Allah dan melakukannya dengan iman maka pasti menang.

Dari Iman Rahab
Rahab menerima pengintai karena dia takut kepada Allah Yahweh yang lebih besar daripada rajanya. Rahab percaya bahwa dia akan diselamatkan karena itu dia membuktikan imannya kepada Allah dengan menyelamatkan pengintai.
Rahab adalah bangsa kafir yang taat kepada Allah. Dia lebih takut kepada Allah daripada kepada sukunya.

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
Seri renungan singkat
Guang Zhou, 10 April 2007


No comments:

LIMPINGEN BLOG