Friday, April 27, 2007

Firman Tuhan dan Ketaatan

Firman Tuhan dan Ketaatan
Eksposisi Kejadian 2:7-17
Jeffrey Lim

“Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia : “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati”

Kalau kita sudah membahas di kotbah sebelum-sebelumnya bahwa manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Manusia gambar Allah adalah mahluk yang bekerja dan sosio kultural. Manusia juga adalah mahluk yang materi dan mahluk yang rohani. Maka kali ini kita akan membahas bahwa manusia adalah mahluk moral yang bertanggung jawab kepada PenciptaNya dan hukum MoralNya. Man as image of God, as working being, as socio cultural being, as material being, as spiritual being, as moral being.
Tuhan Allah menciptakan manusia sebagai gambar dan rupaNya. Manusia adalah mahluk yang dipanggil untuk menjalankan mandat penciptaan yaitu menguasai alam semesta. Manusia dipanggil untuk mengusahakan dan memelihara taman itu ( Ay 15 ). Dalam hal ini manusia adalah wakil Allah untuk menguasai bumi.

Manusia mempunyai 3 fungsi. Manusia adalah berfungsi sebagai raja, imam dan nabi Pertama sebagai raja manusia dipanggil untuk menguasai alam semesta ini, menjadi wakil Tuhan. Sebagai tuan-tuan kecil diatas bumi mewakili Tuhan. Manusia dipanggil untuk menggarap dunia ini.
Bagi orang Kristen, dunia ini adalah ciptaan Tuhan yang harus ditaklukan dan dikuasai. Ini adalah fungsi orang Kristen sebagai raja. Selain itu hasil dari dunia ini adalah digunakan dan dipersembahkan untuk kemuliaan nama Tuhan sebagai ibadah. Inilah fungsi orang Kristen sebagai imam. Akibat dari pandangan bahwa dunia ini adalah sesuatu yang perlu ditaklukan membuat orang percaya meneliti alam dan mau mengerti alam dan juga menaklukan alam. Ini membuat kebudayaan menjadi maju.
Berbeda dengan pandangan Timur kuno yang memandang alam sebagai yang sakral yang ilahi. Membuat tidak maju.
Sebagai raja harus menaklukan alam semesta ini dan sebagai imam mempersembahkan semuanya kepada Tuhan. Ini adalah ibadah. Semuanya dipersembahkan kepada Tuhan. Ini berkaitan dengan natur manusia dan tujuan manusia diciptakan. Apakah tujuan manusia diciptakan ? Apakah tujuan manusia hidup ? Yesaya menceritakan bahwa manusia diciptakan untuk kemuliaan nama Tuhan.
Dan tujuan hidup manusia menurut Westminster Catechism adalah untuk memuliakan nama Tuhan dan menikmati Dia selama-lamanya.
Bagaimana manusia memuliakan nama Tuhan ? Yaitu dengan hidup sesuai dengan perintah-perintahNya. Hidup sesuai dengan peraturan-peraturanNya. Hidup sesuai kehendakNya. Hidup sesuai dengan jalan yang ditetapkannya. Dan manusia yang hidup sesuai dengan perintahNya adalah manusia yang berbahagia dan diberkati.
Bagaimana mungkin seseorang dapat memuliakan dan menyenangkan hati Tuhan tetapi tidak menuruti perintahNya. Ini tidak mungkin. Misalnya seorang anak mau menyenangkan orang tuanya tapi tidak menuruti perintah orang tuanya. Bagaimana mungkin ?
Seseorang untuk memuliakan Tuhan harus menaati Firman Tuhan dan
“Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat Tuhan. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatanNya, yang mencari Dia dengan segenap hati” ( Mazmur 119:1-2 )
Pada bagian ini Allah mempunyai perintah, FirmanNya supaya manusia memegang perintahnya dengan tidak memakan pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Di dalam ayat 9 dikatakan bahwa Allah menumbuhkan berbagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
Bila kita renungkan maka akan timbul pertanyaan :
Mengapa Allah menciptakan pohon pengetahuan yang baik dan jahat sehingga manusia jadi makan dan berdosa ? Buat apa diciptakan pohon pengetahuan yang baik dan jahat ? Bukankah kita melihat di dalam Kejadian 3 bahwa akibat dari pohon ini maka umat manusia berdosa dan maka terjadilah tragedy dan banyak masalah dan penderitaan di dalam dunia ini ? Kenapa Allah membiarkan kesempatan manusia jadi berdosa ?
Sebenarnya ketika menanyakan mengapa Allah menciptakan pohon pengetahuan baik dan jahat maka sebenarnya kita sedang mempertanyakan motivasi Allah. Apakah Allah itu baik ? Apakah Allah itu maha baik ? Kalau Dia maha baik kenapa dia membuat pohon yang menjadi sumber kejahatan ? Bagaimana kita menjawab pertanyaan ini ? Atau bisa timbul satu pikiran apakah Allah maha kuasa ? Kalau Allah maha kuasa kenapa ular bisa masuk dan Allah tidak mencegahnya ? Apakah Ia tidak dapat mencegahnya ? Maka timbul pertanyaan apakah Allah maha baik tetapi tidak maha kuasa atau Allah tidak maha kuasa tetapi maha baik. Atau Allah tidak maha kuasa dan tidak maha baik.
Tetapi bagaimana Allah tidak maha baik. Kalau Allah tidak baik mana mungkin Dia rela menyelamatkan manusia yang berdosa sampai merelakan nyawa anakNya ?
Sebenarnya ketika kita mempertanyakan mengapa kepada Allah ? Ada beberapa kesalahan yang kita buat yaitu : Kita sedang mencoba meneliti dan mempertanyakan Allah ? Kita sedang merasa diri kita lebih tahu dan lebih pandai dari pada Allah ? Kita sedang ingin berfungsi sebagai Allah yang bisa mengetahui misteri hidup ini. Di dalam Pengkotbah 3 dikatakan bahwa Allah memberikan kekekalan di dalam hati manusia tetapi manusia tidak dapat memahami pekerjaan Allah dari awal sampai akhir. Banyak hal yang tidak kita mengerti seharusnya bukan sikap kita mempertanyakan Allah tetapi menjadi takut kepadaNya.
Tetapi walaupun ada misteri hidup masih ada jawaban yang bisa diberikan.
Pdt Dr. Stephen Tong mengajarkan pandangannya bahwa Allah memberikan pohon pengetahuan baik dan jahat adalah sebagai ujian terhadap manusia. Manusia sedang diuji. Manusia perlu diuji oleh Tuhan. Tuhan menguji. Iblis mencobai. Ujian supaya melewati ujian dan sempurna. Cobaan adalah untuk menjatuhkan.
Mengapa manusia perlu diuji oleh Tuhan ?
Sebab manusia adalah mahluk yang diberikan kebebasan moral. Manusia adalah mahluk yang bermoral dan bertanggung jawab kepada Allah. Manusia diberi kebebasan untuk memilih. Ini adalah esensinya menjadi manusia. Manusia itu bebas boleh mengikut Tuhan atau melawan Tuhan. Manusia bertanggung jawab secara moral kepada Allah.
Ini adalah satu kebesaran hati Tuhan menciptakan manusia sehingga manusia boleh mengikut Dia atau melawan Dia. Mengapa manusia tidak diciptakan seperti robot saja yang boleh mengikut Tuhan dengan taat tanpa melawan ? Bukankah kalau manusia itu robot maka dia tidak akan melawan dan selalu menurut dan tidak akan jatuh dalam dosa. Lebih baik anda jadi manusia yang bebas atau jadi robot yang taat ? Kalau anda robot anda tidak punya kebebasan dan dikontrol oleh remote. Tetapi justru manusia adalah manusia dan manusia bukan robot. Bila manusia robot maka ada satu hal yaitu manusia tidak bisa menikmati kebebasannya dan hidup ini terprogram. Mana ada satu kenikmatan hidup ? Mana ada satu arti hidup yang betul-betul bebas ? Justru arti hidup ada ketika manusia yang bebas ini memilih untuk mengikut Allah dan FirmanNya.
Kembali kepada persoalan tadi. Manusia sedang diuji oleh Tuhan Allah maka Tuhan memberikan pohon pengetahuan baik dan jahat sebagai alat ujian. Manusia diberikan kebebasan oleh Tuhan untuk memilih untuk taat kepada Tuhan dan tidak taat kepadaNya. Inilah artinya manusia sebagai mahluk moral yaitu manusia bertanggung jawab atas pilihan di hadapan Tuhan Allah.
Firman Tuhan diberikan :”Tetapi pohon tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” ( ay 17 ).
Bolehkah manusia tahu yang baik dan yang jahat ? Bukankah Tahu yang baik dan jahat itu hal yang baik ? Mengapa ketika manusia mau mengetahui yang baik dan jahat maka dia jatuh dalam dosa ? Bukankah tahu mana yang baik dan jahat adalah baik karena bisa membedakan yang baik dan jahat dan bisa mengikuti yang baik dan menjauhi yang jahat ? Tetapi. Tahu yang baik dan jahat di dalam konteks ini adalah ingin menjadi seperti Allah. Ini tidak boleh sebab hal ini merupakan gap antara pencipta dan ciptaan. Sebenarnya sebelum makan pengetahuan baik dan jahat, Adam sudah tahu mana yang baik dan jahat.
Kata “Tahu” = Yada di dalam Ibrani ada beberapa arti yaitu bisa berarti “memilih” bisa berarti “menentukan”. Abraham dipilih Tuhan di dalam bahasa Ibrani, Abraham diketahui Tuhan. Dalam hal ini ingin mengetahui baik dan jahat ini adalah ingin memilih baik dan jahat atau ingin menentukan baik dan jahat. Ini ingin menjadi seperti Allah yang dapat memilih atau menentukan yang baik dan jahat. Hanya Allah yang berhak menentukan baik dan jahat, manusia tidak berhak bagi dirinya sendiri menentukan baik dan jahat. Ini masalah ketidaktaatan dan kesombongan.
Firman Allah sudah diberitakan jangan makan. Firman Tuhan sudah diproklamasikan. Firman Tuhan ini berotoritas. Firman Tuhan ini berkuasa. Seperti Perkataan Raja yang berotoritas dan berdaulat maka Perkataan Raja segala raja adalah berotoritas dan berdaulat. Dan ketika Firman Tuhan diberikan maka responnya hanya dua yaitu taat atau melawan. Ketika Firman Tuhan diberikan dia menuntut ketaatan ciptaan Tuhan. Firman Tuhan ketika diberitakan jadilah terang maka terang itu jadi. Alam taat kepada Firman. Tetapi kepada manusia Firman Tuhan bisa ditaati atau dilanggar. Hanya malaikat dan manusia satu-satunya mahluk yang bisa menaati atau melanggar Firman Tuhan. Bagi ciptaan yang lain yang tidak memiliki kebebasan, mereka semua mengikuti ketetapan Tuhan. Jadilah terang maka terang itu jadi. Tetapi perintah Tuhan yang diberikan kepada manusia ini bisa dilanggar.
Tuhan sudah memberikan perintah dan ada konsekuensi bila melanggarnya. Tuhan Allah mengatakannya bahkan melanggar Firman Tuhan adalah mati adanya. Firman Tuhan bila ditaati akan memberikan berkat tetapi bila dilanggar akan mendatangkan kutukan. Ini adalah natur dari Firman Tuhan. Terkutuklah orang yang tidak melakukan Taurat Tuhan. Tetapi diberkatilah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan. Adam dan Hawa diberikan kebebasan untuk memilih dan diberi kesempatan untuk diuji dan taat.


Apa yang bisa kita pelajari dari bagian Kej 2:7-17 ?
Yang dikehendaki Tuhan adalah ketaatan
Hal yang terutama di dalam mengikut Tuhan adalah ketaatan. Kedengarannya sungguh sederhana tetapi justru hal yang sederhana inilah yang banyak tidak dituruti manusia. Inti mengikut Tuhan adalah ketaatan. Ketika Tuhan sudah memberikan FirmanNya, maukah kita taat kepadanya ? Alkitab sudah diberikan kepada kita. Firman Tuhan sudah diberikan kepada kita. Perintah Tuhan sudah diberikan kepada kita. Kita sudah mendengar Firman Tuhan begitu banyak di dalam gereja. Dari kotbah pertama disini kita sudah mendengar Firman bahwa manusia adalah gambar dan rupa Allah maka kita harus menilai manusia sebagai gambar dan rupa Allah dengan tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Kemudian kita belajr bahwa manusia mahluk yang bekerja, manusia harus bersabat, manusia harus menjaga fisik dan rohani. Tetapi apakah kita menaatinya. Apakah kita sudah mempraktekkannya ?
Saya sendiri mencoba mempraktekkan kotbah minggu lalu mengenai menjaga kesehatan fisik yaitu olahraga. Kondisi fisik saya dan stamina saya kurang baik dan saya harus memeliharanya. Minggu ini sudah 3x seminggu olah raga. Jogging 2x dan main volley.
Tetapi masih banyak yang harus kita taati. Kotbah setiap minggu harus kita taati. Jangan hanya menjadi pendengar Firman tetapi jadi pelaku Firman. Tuhan menginginkan kita melakukan Firman Tuhan. Tuhan ingin kita percaya dan taat. Trust and Obey. Inilah yang Tuhan kehendaki. Dan masalah ketaatan ini tidak mudah.
Seorang anak katekisasi di dalam Bible Study mengatakan mengenai perpuluhan bahwa ini sulit. Tetapi dia menyadari bahwa Tuhan memerintahkan perpuluhan terutama supaya kita menaatinya. Sudahkah kita menjalankan perpuluhan kita ? Ini masalah ketaatan. Ini kehendak Tuhan. Tuhan juga memerintahkan kita untuk menginjili. Ini adalah masalah ketaatan. Tuhan menghendaki kita mencari pasangan yang seiman. Ini masalah ketaatan.

Menaati Dia adalah mengasihi Dia
Kita menyanyi “Saya cinta Yesus 3x karna Dia cinta saya” Tetapi sebenarnya apa sih mengasihi Tuhan ? Ketika kita sedang menaati Firman Tuhan sebenarnya kita sedang mengasihi Tuhan. Inti dari hukum Taurat adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi dan segenap kekuatan dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Mengasihi Tuhan adalah hal yang terutama di dalam hidup ini. Yang terutama di dalam hidup ini, meninggikan nama Yesus. Yang terutama di dalam hidup ini memuliakan namaNya. Haleluya2x. Saya mau cinta Yesus. Dan bagaimana kita mengasihi Tuhan yaitu dengan menaati perintah-perintahNya.
Kita tidak dipanggil untuk melakukan Firman Tuhan di dalam konteks legalisme dan paksaan tetapi di dalam konteks mengasihi Tuhan. Yesus mengatakan bahwa “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu” ( Yoh 14:15 ). Maukah saudara mengasihi Tuhan yang sudah mengasihi saudara ?

Dengan hidup di dalam Firman Tuhan maka kita diberkati
Hidup menaati Firman Tuhan akan membawa berkat rohani. Amsal mengatakan bahwa “Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu” ( Amsal 3:2 ).
Yang saya maksudkan adalah berkat rohani. Bukan prosperity gospel.

Tetapi sebaliknya dengan tidak taat kepada Firman maka kita berdosa
Dengan tidak menaati Firman Tuhan, kita berdosa dan rugi sendiri. Tetapi sebaliknya menaati Firman Tuhan membawa kepada berkat rohani.

Sebenarnya Firman Tuhan bukan mengikat dan membuat tidak bebas tetapi sebaliknya memberikan kebebasan
Bukan berarti kita mematuhi Firman Tuhan itu kita tidak bebas dan hidup terikat. Sebab Firman Tuhan justru diberikan supaya manusia hidup bebas dan berbuah. Sebenarnya masalah kebebasan adalah bukan berarti bebas untuk melakukan apa saja. Misalnya kita bilang Firman Tuhan itu mengikat tetapi saya ingin bebas dan berbuat sesuka hati. Saya ingin merokok, minum-minum dll. Ternyata ketika saya sedang ingin bebas sebenarnya saya sedang terikat oleh dosa. Tetapi ketika saya menjauhi hidup saya dari kejahatan dan hidup sesuai dengan Firman Tuhan. Kelihatannya seperti dibatasi. Tetapi itulah kebebasan sesungguhnya. Karena di dalam mengikuti Firman kita bebas dan Firman Tuhan membebaskan. Kita bebas untuk berbuat baik. Tetapi ketika kita ingin bebas dan tidak mengikuti Firman maka kita terikat oleh dosa.
Yesus berkata “Jika kau tetap dalam firmanKu, kamu benar-benar adalah mruidKu dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” ( Yoh 8:31 ). Firman Tuhan itu sungguh-sungguh membebaskan.
Tetapi lawannya Firman Tuhan adalah kebohongan iblis. Kebohongan iblis adalah memperdaya dan membuat tidak bebas. Dosa membuat terikat. Dosa membuat membelenggu. Tetapi Firman membebaskan.

Masalah klasik manusia adalah masalah ketidaktaatan
Masalah ketaatan adalah masalah klasik bagi umat manusia. Adam tidak taat dan akibatnya dia berdosa dan seluruh manusia berada di dalam dosa. Mengapa ketika Adam berdosa maka seluruh manusia jadi berdosa. Ini seperti satu pemain tim di dalam sepak bola. Ada satu yang bersalah maka seluruh tim menjadi bersalah. Apalagi Adam adalah wakil dari umat manusia. Di dalam Adam semua orang berdosa.
Masalah ketaatan juga adalah masalah yang dihadapi oleh bangsa Israel. Mereka tidak taat kepada Allah dan sering menyembah berhala. Israel juga gagal di dalam peristiwa di padang gurun karena masalah ketaatan. Seringkali masalah fisik menjadi hambatan di dalam ketidaktaatan. Adam tidak taat karena makan buah pohon pengetahuan baik dan jahat. Esau jatuh karena makanan. Ishak lemah karena makanan. Israel juga diuji di dalam hal makanan. Tetapi inti semuanya bukan masalah fisik makanan tetapi adalah ketaatan. Intinya adalah obey. KETAATAN.
Masalah makanan adalah penting tapi bisa membuat jatuh ke dalam dosa. Ada yang dikatakan perut mereka adalah Tuhan mereka.

Aplikasi ketaatan dan Firman Tuhan
Melakukan Firman…. Iman tanpa perbuatan adalah mati
Kalau kita mengatakan bahwa kita beriman kepada Tuhan dan kita adalah orang percaya tetapi tidak melakukan Firman Tuhan maka kita adalah pembohong dan tidak melakukan kebenaran. Iman tanpa perbuatan adalah mati adanya.

Jangan jadi pendengar Firman saja tetapi jadi pelaku
Yang mendengar Firman Tuhan tidak melakukannya adalah seperti orang yang mendirikan rumahnya di atas pasir dan ketika badai datang maka rumah itu roboh. Bukan seberapa banyak yang kau ketahui mengenai Firman Tuhan tetapi sebanyak apa yang kau hidupi. Karena itu lakukanlah Firman Tuhan

Marilah kita bergantung pada anugerah Tuhan
Hati kita demikian keras. Hati kita sulit untuk taat. Karena itu kita membutuhkan anugerah Tuhan. Puji Tuhan bahwa Tuhan memberikan orang percaya hati yang baru yang memungkinkan kita bisa taat.
Karena pekerjaan Yesus Kristus dikayu salib maka Dia melahir barukan kita. Dia membuat kita dapat menaati Firman Tuhan. Roh Kudus juga membantu kita di dalam menaati Firman. Kita harus bergantung kepada Tuhan dan anugerahNya untuk supaya dapat menaatiNya.

Meneladani Kristus
Mari kita lihat figur Kristus yang taat dan menaati Firman Allah. Ingat Matius 4 mengenai pencobaan Kristus di padang gurun. Kalau Adam pertama jatuh di dalam dosa dan tidak taat karena makanan. Israel jatuh dicobai juga salah satunya adalah karena makanan selain penyembahan berhala dan ketidak percayaan. Maka pencobaan Yesus yang pertama adalah mengenai masalah fisik juga yaitu makanan. Adam kedua dan Israel sejati. 40 hari di padang gurun dan 40 tahun dipadang gurun. Taat dan tidak taat.
Yesus dicobai oleh iblis 3x di padang gurun dan menjawab semuanya dengan Firman Tuhan PL dari kitab ulangan. Ketika itu Yesus sedang lapar. Dia adalah manusia yang sesungguhnya yang bisa lapar. Dan iblis mencobai dengan meminta Dia mengubah batu menjadi roti. Dalam hal ini Yesus mengutip perkataan dari Firman Tuhan dari kitab Ulangan bahwa manusia bukan hidup dari roti saja tetapi dari setiap perkataan yang keluar dari mulut Allah. Yesus memberikan jawaban yang begitu dalam manusia kita hidup rohani dari Firman Allah.
Firman Tuhan adalah makanan rohani dan manusia bukan hidup dari makanan jasmani saja tetapi yang terutama adalah makanan rohani

Marilah kita hidup menurut Firman Tuhan. Firman Tuhan itu bukan mengikat tetapi membebaskan. Firman Tuhan itu indah. FirmanMu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
Guang Zhou, 15 April 2007

No comments:

LIMPINGEN BLOG