Tuesday, April 17, 2007

Natur Manusia

Natur manusia
Ekposisi Kej 2:4-7

“Ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah, dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. Demikianlah manusia itu menjadi mahluk yang hidup” ( Kej 2:7 )

Di dalam Kej 1, kita sudah melihat bahwa manusia adalah puncak penciptaan. Manusia diciptakan paling terakhir. Manusia diciptakan sesudah Tuhan menciptakan alam semesta. Jadi alam semesta ini diciptakan untuk manusia dan manusia untuk Tuhan. Kalau kita membandingkan Kej 1 dan Kej 2, sepertinya ada dua peristiwa yang fokusnya berbeda. Kalau di dalam Kej 1 fokusnya adalah penciptaan langit dan bumi dan segala isinya. Kej 1 menceritakan asal mula kosmos dan urutan penciptaan. Tetapi di dalam Kej 2 adalah penciptaan manusia menjadi fokus. Manusia menjadi sentral di dalam Kej 2.

Ada satu hal yang menarik di dalam memperbandingkan Kej 1 dan Kej 2. Di dalam Kej 1, oknum yang menciptakan langit dan bumi digunakan kata Allah. Tetapi di dalam Kej 2, oknum yang menciptakan manusia dengan detail dan dengan nafas hidup adalah Tuhan Allah. Yang satu Allah. Yang satu Tuhan Allah. Yang satu Elohim, Yang lain adalah Elohim Yahweh. Mengapa ada perbedaan ?
Kalau kita mengerti bahwa Yahweh adalah nama Allah yang paling sakral dan selalu dikaitkan dengan Allah perjanjian yaitu Allah yang mengadakan perjanjian dengan umatNya. Ketika Allah menciptakan manusia secara khusus menggunakan kata Yahweh maka ini menunjukkan komitmennya yang unik kepada umatNya. Dia Allah yang berkomitmen dan Allah yang berelasi dengan umatNya. Dia adalah Allah umatNya.
Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah dan manusia diciptakan oleh Allah Yahweh yang berelasi dengan umatNya. Ini sungguh sangat indah sekali. Ada hubungan yang intim antara Allah dan umatNya. Bahkan penciptaan umatNya juga melalui nafasNya.
Kita sudah membahas bahwa aspek dari gambar dan rupa Allah adalah bahwa manusia itu diciptakan sebagai mahluk yang bekerja dan sosio cultural. Sekarang kita akan membahas aspek lain dari manusia yaitu manusia sebagai mahluk materi dan manusia sebagai mahluk rohani

Manusia diciptakan sebagai mahluk materi
Alkitab mengajarkan Adam dibuat dari debu tanah ( Kej 2:7 ), ini menegaskan natur materi dari manusia. ( Kej 2:7 ). Nama Adam yang berarti tanah liat ( merah ) menekankan fakta ini. Manusia hanyalah dari debu tanah. Berarti kita tidak ada apa-apanya. Kita hanyalah mahluk yang tidak ada apa-apanya. Tetapi manusia adalah gambar dan rupa Allah. Manusia adalah mahluk yang mulia.
Debu tanah bukan berarti materi itu jahat. Bukan berarti materi itu rendah. Kaum Gnostik menganggap materi jahat dan inferior. Sedangkan rohani adalah baik. Ini harus ditolak. Tetapi Allah bukan saja mendeklarasikan ciptaan materi “Sangat baik” tetapi membuat manusia darinya.
Manusia tidak dapat berfungsi baik terlepas daripada badan karena manusia diciptakan/didesign untuk berfungsi sebagai mahluk yang bermateri. Materi dari manusia bukan lebih rendah dari natur manusia dan aspek rohani lebih tinggi. Baik ciptaan rohani dan materi adalah sama-sama baik dan penting karena dari Allah dan untuk Allah.
Dan kedua-duanya sudah rusak oleh dosa.
Seringkali di dalam pikiran manusia yang sudah jatuh dalam dosa, rohani diidentifikasikan dengan Allah dan materi dengan setan. Ini salah !. Sebab materi itu baik adanya.
Karena itu tindakan asketisme dimana badan ( karena itu materi ) dihukum dan menjadi subjek untuk direndahkan atau dilukai tidak benar secara Alkitabiah. Badan harus dihormati karena bait Roh Kudus. Kalau tubuh adalah bait Roh Kudus berarti tubuh itu suci adanya. Yesus sendiri menjadi manusia dan memiliki tubuh dan mati untuk kita. .
Kerohanian yang sejati itu bukan menyiksa diri, berpuasa terus menerus, menyendiri dan menganggap bahwa materi dan tubuh itu jahat. Tetapi kerohanian yang sejati adalah mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah.

Manusia diciptakan sebagai mahluk rohani
Ada 2 elemen yang ada didalam cerita kejadian. Adam dibentuk dari tanah. Tetapi hanya ketika nafas hidup dinafaskan kepada dia maka Adam menjadi mahluk yang hidup.
Manusia diciptakan sebagai mahluk hidup itu unik. Keunikannya adalah penciptaan manusia adalah dengan cara Allah dimana Dia menafaskan Adam nafas hidup. Cara ini bersifat pribadi, langsung, dan unik yang membedakan ciptaan manusia dengan mahluk lain. Ada sisi bagian dunia pada manusia, tetapi ada sisi rohani pada manusia juga. Manusia memiliki dua elemen.
Ketika Yesus menyembuhkan orang buta menggunakan debu tanah ini menunjukkan manusia punya aspek materi. Dan ketika Yesus menghembuskan Roh Kudus maka menunjukkan bahwa manusia punya aspek rohani yaitu nafas hidup.
Nafas hidup mendemonstrasikan bahwa manusia lebih dari sekedar tubuh. Nafas hidup ini adalah sumber dari kehidupan. Tubuh tanpa roh adalah mati. Tubuh harus disertai dengan roh. Ada tubuh dan ada roh. Jadi manusia terdiri dari 2 elemen yaitu dari tanah dan dari nafas hidup Allah. Manusia mempunyai elemen tubuh dan mempunyai elemen jiwa roh.
Pengkotbah 12:7 menjelaskan 2 elemen dari natur manusia : dan debu kembali kepada tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.
Sewaktu mati, kedua elemen ini akan menjadi elemen yang berbeda dan kembali kepada sumber yang berbeda. Tubuh kembali menjadi debu. Roh kembali kepada Allah.
Di dalam Pengkotbah 3:21 dikatakan bahwa Roh manusia ke atas, roh binatang ke bawah. Roh manusia terpisah dari tubuh manusia ketika mati karena bentuk unik yang diterimanya sewaktu penciptaan. Namun roh binatang terikat kepada tubuh mereka dan dikuburkan ketika kematian. Ini yang membedakan manusia dengan binatang.
Kita masuk ke dalam pergumulan teologis apakah manusia terdiri dari 2 elemen atau 3 elemen. Apakah manusia terdiri dari tubuh dan jiwa dan roh atau tubuh dan jiwa atau roh ? Ini perdebatan apakah dikotomi ( ada 2 elemen ) atau trikotomi ( 3 elemen ). Watchmen Nee mengajarkan manusia mempunyai 3 elemen tetapi Alkitab tidak menginjikan pandangan trikonomi.
Sesungguhya sejak Kej 2:7, Alkitab mengajarkan 2 elemen yang menjadi bersama di dalam manusia. “Ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah, dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. Demikianlah manusia itu menjadi mahluk yang hidup” ( Kej 2:7 ). Di dalam ayat ini ada elemen tanah dan elemen nafas hidup. Ini mengajarkan 2 elemen dan bukan 3 elemen.
Mari kita pertimbangkan ayat di dalam Matius 10:28 : Jangan takut kepada yang dapat membunuh tubuh tetapi tidak dapat membunuh jiwa. Tetapi takut kepada Dia yang dapat menghancurkan baik tubuh dan jiwa di dalam neraka”. Ini mengajarkan 2 elemen yaitu jiwa dan tubuh. Bukan 3 elemen
Kemudian ada ayat yang mengajarkan mengenai pengudusan yaitu 1 Kor 7:34 “Supaya tubuh dan jiwa mereka kudus”. Ini juga mengajarkan bahwa 2 elemen yang perlu dikuduskan yaitu tubuh dan roh dan bukan 3 elemen.


Lalu bagaimana dengan ayat yang mengatakan di dalam 1 Tes 5:23
Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi seluruh keberadaan kita – tubuh, jiwa dan roh – dijaga tidak bercacat. Apakah ini mengajarkan manusia terdiri dari 3 elemen : tubuh jiwa roh ?

Di dalam bahasa Ibrani dan Yunani, penggunaan jiwa dan roh itu digunakan secara bergantian. Jadi jiwa dan roh adalah hal yang sinonim. Jiwa dan roh adalah 1 mata uang yang sama yang mempunyai 2 sisi. Jiwa dihubungkan dengan tubuh dan roh dihubungkan dengan Allah. Tetapi keduanya adalah entitas yang sama.
Dalam hal ini Paulus tidak membagi menjadi 3 elemen tetapi menambahkan.

Kesimpulan dari Firman Tuhan adalah manusia adalah mahluk yang materi dan mahluk yang rohani. Manusia terdiri dari 2 elemen yaitu tubuh dan jiwa. Kedua-duanya menjadi satu di dalam manusia. Kedua-duanya menjadi satu kesatuan di dalam manusia.

Apa aplikasi natur manusia sebagai mahluk yang bermateri dan
Apa aplikasi natur manusia sebagai mahluk yang rohani bagi kita ?

Kita harus memuliakan Tuhan dengan tubuh kita
Tubuh kita adalah bait Roh Kudus. Tubuh kita adalah bait Allah. Karena itu kita harus menjaganya kudus. Tubuh kita harus dijauhkan dari rupa-rupa kecemaran dan kenajisan. Tubuh kita harus dijauhkan dari perzinahan. Tubuh kita harus kudus karena Allah tinggal di dalam diri kita. Alkitab tidak menganggap tubuh tidak penting sebaliknya tubuh ini penting.
Kita harus mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup dan yang berkenan kepada Allah. Ini adalah ibadah yang sejati.
Ada lagu : pakai hidupku Tuhan. Pakai tanganku, pakai mulutku. Ini penggunaan tubuh secara positif. Tubuh harus dipersembahkan kepada Allah. Tetapi ada lagu yang mengajarkan supaya hati-hati gunakan tanganmu. Ini adalah larangan secara negatif. Tubuh kita harus dijauhkan dari dosa. Tubuh kita harus disucikan.
Kita juga mempunyai pandangan yang seimbang mengenai kerohanian. Kerohanian itu bukan saja hal-hal berdoa, membaca Alkitab dan beribadah. Tetapi kerohanian juga berkaitan dengan hal-hal jasmaniah. Kalau kita merawat tubuh kita, makan yang bergizi dan juga berolah raga. Ini juga adalah kerohanian. Merawat bait Allah supaya boleh sehat dan digunakan untuk pelayanan Tuhan.
Olah raga itu satu hal yang rohani. Banyak pelajaran dari olah raga. Ada aspek fisik, sosial, dan rohani. Main volley.

Kita harus memuliakan Tuhan dengan jiwa roh dan hati kita
Kalau tubuh kita harus dijaga kudus, Hati kitapun harus dijaga bersih. Hati adalah diri manusia yang dalam ( inner ). “Hidden person of the heart”. Secara jelas, hati di dalam Alkitab adalah kehidupan dalam yang dimana seseorang hidup di hadapan Allah dan dirinya. Hati adalah sebuah hidup yang tidak diketahui oleh orang lain karena itu tersembunyi bagi mereka.
Amsal mengatakan “Awasilah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari sanalah terpancar kehidupan” Dari hati, perkataan keluar. Dari hati, tindakan keluar. Dari hati, dosa datang. Orang dicobai oleh keinginan hatinya sendiri. Hati adalah sumber atau rumah harta karun yang dimana perkataan keluar dan tindakan mengalir. Seseorang dapat berdosa di dalam hatinya bahkan ketika tidak berdosa secara luar
Karena itu seseorang harus disucikan hatinya. Hanya mereka yang suci hatinya yang diberkati ( Mat 5:8 ). Jadi hati adalah keseluruhan hidup yang dalam. Semua yang dikatakan mengenai jiwa dan roh juga dikatakan mengenai hati. Apa yang dikatakan mengenai roh juga dikatakan mengenai jiwa dan juga hati. Kedua-duanya tempat bersukacita, bermasalah, sedih, dll.

Mengasihi Tuhan dengan segenap keberadaan kita
Kita harus mengasihi Tuhan dengan seluruh baik tubuh maupun roh jiwa kita. Kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan. Keseluruhan hidup kita adalah untuk Tuhan. Tidak ada bagian dari hidup kita yang bukan milik Tuhan. Tidak ada satu inci di dalam hidup kita yang bukan milik Kristus. Semua milik Tuhan
Karena itu jaga tubuh kita. Apakah sudah dipersembahkan kepada Allah ? Apakah sudah dijauhkan dari dosa ?
Karena itu jaga hati kita. Adakah hati kita mendua ? Adakah ruang bagi dosa di dalam hati kita ? Selidikilah hati kita.
Kita harus mengasihi Tuhan dan menyembahnya dengan seluruh keberadaan kita. Alkitab mengatakan barangsiapa menyembah Allah harus menyembah di dalam Roh dan Kebenaran. Selain dengan roh kita menyembah, kita juga harus menyembah dengan kebenaran dan sesuai dengan prinsip yang benar.

Ada aplikasi doktrin dikotomi di dalam memahami psikologi
Doktrin dikotomi mengenai 2 elemen manusia ini membantu kita memahami permasalahan yang ada di dalam dunia psikologi dan konseling. Di jaman sekarang psikologi mencoba menjadi juruselamat umat manusia yang berada di dalam kesengsaraan jiwa. Ilmu psikologi berusaha memahami jiwa manusia dan mencari solusi untuk menyembuhkan jiwa manusia.
Di jaman sekarang yang semakin tegang dan semakin sulit, masalah psikologi seperti depresi semakin banyak.
Doktrin dikotomi mengenai 2 elemen manusia ini membantu kita sebagai orang percaya untuk memilah masalah menghadapi penyakit psikologi seperti depresi.
Setelah Tuhan Allah menghembuskan nafasNya kepada manusia maka manusia menjadi mahluk yang hidup. Manusia menjadi mahluk yang hidup secara fisik maupun secara rohani. Fisik dan Rohani dapat dibedakan di dalam manusia tetapi tidak dapat dipisahkan. Manusia hidup secara fisik. Secara fisik Otak manusia itu mirip seperti komputer dan pikiran manusia itu seperti program komputer. Sebuah komputer tidak bisa berpikir tanpa sebuah program dan sebuah program tidak bisa jalan tanpa komputer. Manusia memerlukan otak fisik untuk mengontrol gerakan dan respon dan manusia juga memerlukan pikiran untuk membuat analisa dan menilai.
Dengan pembagian manusia menjadi bagian yang fisik yaitu tubuh dan yang rohani yaitu jiwa maka membantu melihat masalah penderitaan psikologi seperti depresi.
Problema penyakit psikologi dapat berasal dari bagian tubuh yaitu secara organik. Ini dapat diakibatkan oleh karena kerusakan di dalam otak, atau karena ketidak seimbangan cairan kimiawi di otak. Bila kita memakai analogi komputer maka ada kerusakan secara fisik pada komponen komputer yang perlu diperbaiki supaya komputer bisa berjalan dengan baik.
Problema lain dapat berasal dari bagian rohani yaitu di dalam hati dan pikiran ( non organik ). Problem ini bisa berasal dari persepsi yang salah secara serius mengenai realita, bisa juga karena pola hidup, bisa juga merupakan kamuflase atau bisa juga karena hati nurani yang takut dan kuatir.
Bila kita memakai analogi komputer maka ada kerusakan di bagian program sehingga komputer dan programnya tidak berjalan dengan baik. Ini bisa karena kerusakan programnya atau juga karena virus yang harus dibasmi. Kalau kita lihat di dalam jiwa adalah karena dosa.
Selain problema secara organik dan nonorganis, problemanya dapat juga terjadi kedua-duanya yaitu secara organik dan nonorganik secara bersamaan. Maka perlu dilihat dari mana problema ini berasal. Perlu pergi ke dokter untuk menyelesaikan masalah secara jasmaniah dan perlu datang ke Tuhan Allah untuk menyelesaikan masalah secara rohaniah baik secara pribadi atau melalui rohaniawan. Ini tentunya memerlukan proses yang tidak bisa secara cepat terselesaikan.

Kesimpulan
Karena baik jasmani dan rohani dua-duanya penting maka harus dipupuk dan dipelihara. Kedua aspek jasmani dan rohani ini saling berkaitan. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Di dalam jiwa yang sehat juga mempengaruhi tubuh yang sehat. Banyak orang di dalam dunia ini yang menderita penyakit yang sebenarnya diakibatkan dari jiwanya.
Bagaimana memupuk kesehatan jasmani ? Dengan olahraga dan juga makan yang bergizi. Dan ingat juga pelajaran mengenai sabat bahwa manusia juga perlu sabat dan istirahat.
Bagaimana memupuk kesehatan rohani bagi orang percaya ? Jiwa kerohanian harus diberi makan. Chicken soul for the soul.
Kita memerlukan apa yang dinamakan saluran anugerah. Jiwa kita memerlukan saluran anugerah atau sarana anugerah untuk bertumbuh. Saluran anugerah ini adalah di dalam doa, sakramen, Firman, persekutuan orang kudus. Ini adalah sarana-sarana anugerah dan pengudusan dari Tuhan Allah.
Saluran anugerah pertama adalah doa.
Dengan melakukan doa maka orang percaya bersekutu dengan Tuhan. Dimana ada persekutuan dengan Tuhan maka akan ada pengudusan. Dengan doa dalam nama Kristus maka orang percaya masuk ruang yang maha kudus dan boleh mendapatkan anugerah disana. Dengan doa maka orang percaya berkomunikasi dengan Tuhan. Bukankah hak istimewa bahwa kita boleh menghampiri Tuhan dan menerima anugerahNya. Tuhan juga menjawab doa-doa orang percaya yang sesuai dengan kehendakNya. Doa adalah nafas hidup orang percaya. Doa adalah bersekutu dengan pencipta. Doa adalah saluran anugerah. Di dalam doa ada kekuatan, ada penyertaan, ada kedamaian, ada kuasa Tuhan, ada perlindungan Tuhan, ada persekutuan dengan Tuhan, ada kuasa untuk mengalahkan pencobaan. Doa orang benar besar kuasanya.
Saluran anugerah berikutnya adalah baptisan.
Dengan melakukan sakramen baptisan, orang percaya masuk ke dalam gereja yang kelihatan yang melambangkan baptisan roh kudus dimana orang percaya masuk ke dalam gereja yang tidak kelihatan.
Saluran anugerah berikutnya adalah perjamuan kudus.
Dengan melakukan sakramen perjamuan kudus, orang percaya mengingat anugerah keselamatan dalam Kristus. Saat Perjamuan Kudus, orang percaya ada di dalam persekutuan mistik dengan Kristus. Seperti janji Kristus bahwa barangsiapa tetap tinggal diam di dalamNya maka pasti kita akan berbuah.
Saluran anugerah berikutnya adalah Firman. Ini penting.
Firman Tuhan juga merupakan saluran anugerah dimana melalui Firman Tuhan orang percaya mengenal Tuhan. Dengan menyimpan Firman Tuhan dalam hati maka orang percaya dicegah dari dosa. Dengan menjaga kelakuan sesuai dengan Firman maka kelakuan orang percaya menjadi bersih. Firman Tuhan itu mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang percaya di dalam kebenaran. Firman Tuhan juga mendisiplin, menyegarkan jiwa, memberi kekuatan, memberikan arah, memberikan petunjuk, memberi nasihat, mempersiapkan orang di dalam pelayanan.
Berbahagialah orang yang kesukaannya adalah merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam. ( Maz 1 )
FirmanMu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku ( Maz 119:105 )
Dengan apa seorang muda mempertahankan jalannya yang bersih ? Dengan menjaganya sesuai dengan FirmanMu ( Maz 119: )
Firman Tuhan sempurna, menyegarkan jiwa ( Maz 19 )
Firman Tuhan memberikan hikmat kepada yang tidak berpengalaman ( Maz 19 )

Saluran anugerah yang lain adalah juga persekutuan orang kudus. Gereja. Di dalam persekutuan dalam Kristus ada kasih dan di dalam kasih inilah orang percaya boleh bertumbuh. Hanya melalui kasih saja orang percaya boleh bertumbuh untuk melaksanakan kebenaran Firman Tuhan. Di dalam persekutuan orang kudus terjadi saling mengasihi, saling mendoakan, saling mendukung, saling menegur, saling menasihati, saling berbagi beban, saling melayani. Persekutuan di dalam Tuhan di dalam kasih membuat hidup menjadi indah dan berarti. Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Penutup
Karena kita adalah mahluk yang jasmani dan rohani. Marilah kita menjaga kesehatan jasmani dan rohani kita. Marilah kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup dan yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Marilah kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan.
Untuk memupuk kerohanian kita, kita memerlukan saluran anugerah yaitu doa, Firman, sakramen dan Persekutuan orang Kudus.
Marilah kita sering berdoa dan membaca Firman
Dan marilah kita bersekutu di dalam gereja.

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
Guang Zhou, 15 April 2007


No comments:

LIMPINGEN BLOG