Tuesday, May 22, 2007

Doa Daniel yang rendah hati

Doa Daniel yang rendah hati
Refleksi Daniel 9
Jeffrey Lim

Bangsa Israel ketika pada jaman Daniel adalah sedang berada di pembuangan Babilonia. Pembuangan ini menyedihkan karena mereka sedang dihukum Tuhan. Mereka tidak berada di tanah perjanjian yang dijanjikan kepada Abraham dan mereka berada di tangan musuh. Alasan mengapa mereka dibuang adalah karena mereka tidak mengikuti perintah Tuhan dan sering menyembah berhala. Ini adalah kekejian bagi Tuhan.


Di dalam Kitab Yeremia 29:10-14 dituliskan
Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu. --
Jer 29:10-14
Tuhan Allah berjanji akan membawa mereka kembali ke tanah perjanjian setelah 70 tahun. Dan apa yang menjadi pemicu hal ini ? Yaitu doa yang rendah hati mencari wajah Tuhan.
Mari kita refleksi dari Daniel 9 dan mendapatkan pelajaran berdoa :
1. Sebelum Daniel berdoa, dia memperhatikan Firman Tuhan.
pada tahun pertama kerajaannya itu aku, Daniel, memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman TUHAN kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh tahun. (2)
Daniel membaca kitab Yeremia dan mengerti bahwa waktu yang terjadi itu adalah 70 tahun. Pelajaran dari sini adalah Doa Daniel adalah sesuai dengan janji Allah. Betapa sering dalam hidup kita, kita berdoa tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Karena itu doa dan membaca Firman itu hal yang berkaitan. Membaca Firman dengan benar akan membuat doa kita lebih diarahkan kepada kehendak Allah. Karena itu supaya doa kita sesuai dengan kehendak Tuhan, kita harus mengerti kehendak Tuhan di dalam Firman
2. Sikap di dalam doa
Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu.(3)
Daniel mempunyai kerendahan hati dan mengerti siapa dia dan siapa Tuhan. Hati dia merendahkan diri dihadapan Allah yang menjawab doa. Doa yang Alkitabiah adalah pertama kita sadar bahwa kita berhadapan dengan Raja segala raja bukan dengan pembantu yang akan mendengar doa kita. Sikap kita bukan memerintah tetapi memohon belas kasihan dari Raja segala raja. Sikap yang paling baik di dalam berdoa bukan hanya berlutut secara fisik tetapi secara hati berlutut dan menrendahkan diri.
3. Mengaku siapa kita dan mengaku siapa Tuhan
Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu! Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu, dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri. ( Dan 9:4-6 )
Di dalam doa kita sebelum datang ke hadapan Allah yang maha kudus, kita harus merendahkan hati dan mengaku dosa kita. Kita harus sadar bahwa untuk masuk ke ruang yang maha kudus dan mengajukan doa, kita harus bersandar pengampunan dosa oleh karya Kristus di kayu salib. Kita harus menyucikan diri kita dengan darah Kristus. Dan Daniel di dalam hal ini merendahkan hatinya dengan mengaku dosa.
Selain mengaku dosa dan mengenali siapa kita, Daniel juga mengenali siapa Tuhan Allah. Dia mendasarkan doanya kepada karakter Allah yang adalah setia pada perjanjianNya. Karena itu doa ini bukan doa kepada oknum yang tidak bisa dipegang tetapi kepada oknum yang dinama kita boleh bersandar. Tuhan adalah Tuhan yang setia pada perjanjianNya bagi mereka yang mengasihiNya.
Selain itu Daniel juga percaya kepada Allah yang besar dan dasyat dimana Allah sanggup menjawab doanya. Allah adalah Allah maha kuasa yang sanggup menjawab doanya apalagi Daniel berdoa sesuai dengan Firman Allah.
Pelajaran lain : Daniel ketika berdoa bukan hanya berdoa bagi dirinya sendiri tetapi bagi umat Allah.

4. Mengaku Tuhan itu benar dan kita adalah salah
Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, tetapi patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad terhadap Engkau. Ya TUHAN, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau. Dan 9:7-8
Disini Daniel mengaku bahwa Tuhan adalah benar. Dia menghukum bangsa Israel karena Dia benar. Tetapi bangsa Israel lah yang berdosa dan bersalah kepada Tuhan. Jadi di dalam doa ini posisinya jelas bahwa Tuhan benar dan kita salah. Penghukuman Tuhan bukan karena Dia kejam atau Dia salah tetapi sesuai dengan keadilanNya. Daniel mengakui keadilan dan kedaulatan Tuhan dan keberdosaan bangsanya yang layak dihukum.

5. Menyadari bahwa Tuhan adalah Tuhan yang mengampuni dan mengasihi karena itu dia berharap kepada Tuhan.
Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia, dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya. Dan 9:9-10
Daniel menyadari bahwa Tuhan Allah adalah Tuhan yang mengampuni dan penyayang. Dia mengharapkan pengampunan Tuhan terhadap dosa umatNya. Dia mengerti bahwa “TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran”
Walaupun umat Tuhan sudah berdosa, Daniel mengerti bahwa anugerah Tuhan melebihi pelanggaran dosa manusia

6. Menyadari bahwa Allah bertindak sesuai dengan janji dan FirmanNya
Segenap orang Israel telah melanggar hukum-Mu dan menyimpang karena tidak mendengarkan suara-Mu. Sebab itu telah dicurahkan ke atas kami kutuk dan sumpah, yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, hamba Allah itu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Dia. Dan telah ditetapkan-Nya firman-Nya, yang diucapkan-Nya terhadap kami dan terhadap orang-orang yang telah memerintah kami, yakni bahwa akan didatangkan-Nya kepada kami malapetaka yang besar, yang belum pernah terjadi di bawah semesta langit, seperti di Yerusalem. Seperti yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, segala malapetaka ini telah menimpa kami, dan kami tidak memohon belas kasihan TUHAN, Allah kami, dengan berbalik dari segala kesalahan kami dan memperhatikan kebenaran yang dari pada-Mu. Sebab itu TUHAN bersiap dengan malapetaka itu dan mendatangkannya kepada kami; karena TUHAN, Allah kami, adalah adil dalam segala perbuatan yang dilakukan-Nya, tetapi kami tidak mendengarkan suara-Nya. Dan 9:11-14
Doa Daniel juga didasarkan bahwa Allah bertindak adil sesuai dengan FirmanNya. Daniel menyakui keadilan Allah. Daniel mengakui Allah konsisten berintdak sesuai dengan FirmanNya. Semua malapelataka yang ada itu karena orang Israel yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan.

7. Berdoa untuk kemuliaan nama Tuhan
Oleh sebab itu, ya Tuhan, Allah kami, yang telah membawa umat-Mu keluar dari tanah Mesir dengan tangan yang kuat dan memasyhurkan nama-Mu, seperti pada hari ini, kami telah berbuat dosa, kami telah berlaku fasik. Ya Tuhan, sesuai dengan belas kasihan-Mu, biarlah kiranya murka dan amarah-Mu berlalu dari Yerusalem, kota-Mu, gunung-Mu yang kudus; sebab oleh karena dosa kami dan oleh karena kesalahan nenek moyang kami maka Yerusalem dan umat-Mu telah menjadi cela bagi semua orang yang di sekeliling kami. Oleh sebab itu, dengarkanlah, ya Allah kami, doa hamba-Mu ini dan permohonannya, dan sinarilah tempat kudus-Mu yang telah musnah ini dengan wajah-Mu, demi Tuhan sendiri.
Dan 9:15-17
Daniel berdoa dan mengakui bahwa Tuhan Allah sudah membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dan itu adalah salah satu peristiwa yang besar yang memasyurkan nama Tuhan. Namun karena dosa bangsa Israel maka Tuhan murka dan menghukum mereka. Akibatnya adalah Yerusalem dan umat Allah menajdi cela bagi semua orang di sekeliling mereka. Daniel berdoa supaya kiranya demi kemuliaan nama Tuhan, Tuhan boleh memulihkan kembali bangsa Israel. Bukan untuk kami tetapi supaya nama Tuhan boleh dipermuliakan. Ini adalah inti dari doa yaitu supaya nama Tuhan dipermuliakan. Ini adalah ini dari hidup manusia yaitu untuk memuliakan nama Tuhan.

8. Dasar dari doa
Ya Allahku, arahkanlah telinga-Mu dan dengarlah, bukalah mata-Mu dan lihatlah kebinasaan kami dan kota yang disebut dengan nama-Mu, sebab kami menyampaikan doa permohonan kami ke hadapan-Mu bukan berdasarkan jasa-jasa kami, tetapi berdasarkan kasih sayang-Mu yang berlimpah-limpah. Ya Tuhan, dengarlah! Ya, Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, perhatikanlah dan bertindaklah dengan tidak bertangguh, oleh karena Engkau sendiri, Allahku, sebab kota-Mu dan umat-Mu disebut dengan nama-Mu!" ( Dan 9:18-19)
Daniel mengakui bahwa dasar dari doanya adalah kasih sayang Tuhan yang berlimpah-limpah. Daniel sadar pengharapan kepada jawaban doa bukan didasarkan pada jasa-jasa dan kebaikan umatNya tetapi berdasarkan kasih karunia Allah semata-mata. Di dalam hal ini Daniel berharap pada kasih setia Tuhan. Dan mata Tuhan ada pada orang yang berharap pada kasih setiaNya.

Jawaban Allah terhadap Doa Daniel

Daniel adalah seorang yang sangat dikasihi Allah menurut malaikat Gabriel (9:23). Jawaban doa Daniel meminta pengampunan dan belas kasihan dijawab Tuhan. Tetapi doa dia untuk pemulihan bangsa tidak terjadi pada jaman Daniel. Apapun arti angka di dalam ayat 25-27, intinya adalah untuk meyakinkan Daniel bahwa Allah mengontrol sejarah. Daniel meninggal tanap melihat jawaban doanya.
Namun satu hal yang perlu kita mengerti bahwa Tuhan menjawab doa Daniel walaupun dia tidak melihatnya.
Bagaimana diri kita bila kita tahu bahwa kita tidak selalu melihat jawaban doa didalam hidup ini ? Apakah kita rela tidak selalu melihat jawaban doa kita namun masih percaya bahwa Tuhan adalah Tuhan dari sejarah ?
Marilah kita tetap beriman kepada Tuhan yang memimpin sejarah dan sanggup menjawab doa kita walaupun mungkin kita tidak melihatnya sekarang.

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
Taipei, 22 Mei 2007

No comments:

LIMPINGEN BLOG