Saturday, March 22, 2008

Penglihatan dan Belas kasihan Yesus

Penglihatan dan Belas kasihan Yesus
Jeffrey Lim

Nats utama : Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. ( Matius 9:36 )

I. Introduksi

Pdt Dr. Stephen Tong berkata bahwa siapakah manusia adalah apa yang dia respon terhadap Allah. Namun kalau boleh saya menambahkan, saya percaya siapakah manusia juga adalah respon dia terhadap sesama dihadapan Allah. Respon kita kepada Allah tidak bisa lepas dari respon kita kepada sesama di hadapan Allah. Alkitab mengatakan : Kalau kita tidak mengasihi saudara yang kelihatan bagaimana kita bisa mengasihi Allah yang tidak kelihatan ? Respon kepada Allah dinyatakan dengan respon terhadap sesama juga.
Bagaimana kita berespon kepada sesama kita dihadapan Allah itu menunjukkan bagaimana kerohanian kita. Orang egois adalah orang yang hidup bagi dirinya sendiri. Orang yang altruis adalah orang yang hidup bagi sesamanya. Orang yang mengasihi Tuhan adalah hidup mengasihi Tuhan, mengasihi sesama seperti diri sendiri.
Pada kesempatan kali ini saya ingin kita merenungkan mengenai pribadi Yesus Kristus dan apa respon Dia terhadap sesama dan bagaimana dia menjadi contoh dan teladan kita.

Baca Matius 9:35-38 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. (36) Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. (37) Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. (38) Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

Kalau kita lihat sekilas perikop sebelumnya adalah peristiwa Yesus menyembuhkan orang buta dan bisu. Peristiwa mujizat penyembuhan ini pasti sangat mengejutkan bagi orang Yahudi. Mujizat pasti akan membuat penglihatnya takjub. Di dalam Perjanjian Lama terdapat beberapa mujizat seperti mujizat penyembuhan kusta ( peristiwa Naaman ), membangkitkan orang mati ( Elia dan Elisa ), tetapi ada satu mujizat yang belum pernah terjadi di dalam Perjanjian Lama yaitu menyembuhkan orang buta. Ini tidak pernah terjadi di PL. Namun di dalam Perjanjian Lama dicatat satu nubuat mengenai penyembuhan orang buta yaitu :
Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai. Ini adalah tanda mengenai kedatangan Mesias yang akan datang. Mujizat penyembuhan orang buta melambangkan bahwa Kristus menyembuhkan manusia yang buta rohaninya.
Orang Yahudi pasti kaget luar biasa ketika mereka melihat mujizat penyembuhan yang dilakukan Yesus. Karena Yesus menyembuhkan mata orang buta di pasal 8. Kemudian barulah dipasal 9 ini dikatakan bahwa Yesus berkeliling ke semua kota dan desa, mengajar di rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan”
Dikatakan Yesus berkeliling ke semua kota dan desa. Respon Yesus di dalam pelayanannya tidak memilih kota besar atau desa. Tetapi Yesus melayani semua kota dan desa. Pelayanan Yesus adalah pelayanan yang digerakkan oleh kepekaan akan kehendak Allah. Alkitab mencatat ketika banyak orang mencari Yesus, murid-murid berkata waktu menemukan Dia "Semua orang mencari Engkau." Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.". Yesus tahu kemana Dia harus pergi.
Yesus tahu bahwa Dia datang untuk memberitakan Injil.
Injil apakah yang Yesus bawakan ? Jenis berita baik apakah yang Yesus bawakan ? Biasa kita berpikir bahwa Yesus sedang memberitakan Injil keselamatan. Kalau soal Injil biasa kita kaitkan dengan Keselamatan. Tetapi di dalam bagian Alkitab ini dikatakan bahwa itu adalah Injil Kerajaan Sorga. Fokus utama dari Injil bukan hanya keselamatan tetapi terutama Kerajaan Allah dimana Allah meraja di dalam hati setiap orang percaya. Dimana hati manusia yang berdosa dilembutkan dan diubahkan dan Allah meraja di hati mereka. Fokus pelayanan Yesus yang terutama bukan menyembuhkan tetapi menghadirkan kerajaan Allah.
Lalu apa signifikansi dari mujizat ? Signifikansi dari mujizat adalah tanda yang menyertai Mesias, Raja yang diurapi Allah, Anak Allah.
Dikatakan di dalam ayat satu bahwa Yesus mengajar di rumah ibadat, memberitakan Injil dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Yesus melenyapkan segala penyakit dan kelemahan dan tindakan melenyapkan segala penyakit dan kelemahan ini adalah tanda Mesias.
Matius 8:16-17 menceritakan bahwa Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita. Ini merujuk kepada Yesaya 53 mengenai Hamba Tuhan yang menderita.
Matius 11:1-5 menceritakan Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka. Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
Yesus datang ke dunia ini untuk menggenapi panggilan sebagai Mesias.
Kemudian marilah kita lihat respon Yesus Kristus terhadap orang banyak. Marilah kita lihat respon Dia melihat orang banyak. Ini menunjukkan kerohanian Yesus dan siapakah Dia. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
Pada saat ini dicatat mengenai emosi atau perasaan Yesus Kristus. Dikatakan hati Yesus tergerak oleh belas kasihan melihat banyak orang. Di dalam bahasa Inggris disebut compassion atau bersama-sama merasakan. Yesus berempati. Yesus bersimpati. Yesus berbelas kasihan atau mercy. Belas kasihan karena orang banyak adalah orang yang malang. Mereka seperti domba yang tidak bergembala.
Domba yang tidak bergembala ada yang kelaparan, ada yang kehausan, ada yang tersesat, ada yang diganggu binatang buas, ada yang tidak punya perteduhan, ada yang tidak tenang, ada yang sakit, ada yang luka. Terutama kalau kita ambil metafora ini maka banyak orang yang dikuasai dosa, banyak orang yang dikuasai konsep yang salah, banyak orang yang diikat oleh kuasa kegelapan, banyak orang yang dikuasai kebiasaan hidup, pikiran negatif, kelemahan, penyakit dan segala manifestasi dosa. Mereka kehausan dan letih dan lelah. Maka emosi afeksi Yesus adalah sedih, tergerak hatinya oleh belas kasihan. Dia ingin menolong mereka.
Seseorang adalah bagaimana dia berespon kepada Tuhan dan respon kepada Tuhan juga berkaitan dengan respon terhadap sesama. Yesus berespon dengan belas kasihan terhadap kemalangan orang banyak. Ini sebenarnya menyatakan bahwa Dia berjiwa gembala dan lebih dari itu Dia adalah Gembala yang baik. Gembala yang baik yang menyerahkan nyawa bagi domba-dombanya.
Bila kita mengingat gembala maka kita mengingat Mazmur 23. Di dalam Mazmur 23 dikatakan bahwa Yehovah adalah gembalaku. Dia membaringkan aku dipadang yang berumput hijau. Dia membimbing aku ke air yang tenang. Dia menyegarkan jiwaku. Dia menuntunku ke jalan yang benar. Didalam konteks perjanjian baru maka jelas bahwa Yesus mengakui bahwa dirinya adalah gembala yang baik. Yesus adalah Yahweh yang mengasihi umatNya. Yahweh yang bukan saja jauh disana tetapi yang dekat dan turun ke bumi dan memahami umatNya. Allah bukan saja Allah yang transenden tetapi Allah yang imanen dan bersama-sama dengan umatNya.
Bagaimana reaksi kita ketika melihat banyak orang diikat oleh dosa, dibelenggu oleh konsep yang salah, dikuasai oleh kebiasaan hidup yang berdosa, ada dibawah ikatan kuasa kegelapan. Apakah kita tergerak hatinya oleh belas kasihan ? Dalam hal ini Yesus mempunyai emosi yang kudus yaitu emosi yang menangis bagi domba-domba terhilang.
Yesus mempunyai perasaan yang kudus dan Yesus bahkan bisa menangisi jiwa-jiwa terhilang. Yesus pernah meratap melihat Yerusalem Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.
Ada peristiwa di dalam Alkitab di dalam Markus 6 dicatat bahwa murid-murid baru pulang dari pelayanan dari utusan Yesus. Mereka kembali kepada Yesus dan menceritakan kepada Yesus apa yang mereka kerjakan dan ajarkan. Kemudian mereka sudah letih lesu dan pergi ke tempat sepi untuk beristirahat. Orang banyak datang kepada mereka sehingga makanpun tidak sempat. Murid-murid dan Yesus bertolak ke seberang dengan perahu. Tetapi mereka di sana menjumpai banyak orang yang menanti. Ketika mendarat. Apakah respon murid-murid dan apakah respon Yesus melihat banyak orang itu ? Respon Yesus didalam keletihannya adalah tergerak oleh belas kasihan karena melihat mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Yesus mulai mengajarkan Firman kepada domba yang letih lesu. Sebab yang menyembuhkan adalah Firman. Yang mengobati adalah Firman. Yang memberikan arahan adalah Firman. Yang membebaskan jiwa adalah Firman. Yang menyucikan dosa adalah Firman. Dan Yesus mulai memberitakan Injil kepada mereka. Yesus membawa kasih karunia.
Kembali seperti diayat diatas bahwa Yesus mengabarkan Injil Kerajaan Sorga kepada banyak orang. Yesus menyembuhkan dan mengajar.
Saya teringat kepada lagu Handel Messiah di part 1 yang pertama-tama mengutip ayat :
Then shall the eyes of the blind be opened, and the ears of the deaf unstopped.
Then shall the lame man leap as a hart, and the tongue of the dumb shall sing:
Kemudian setelah itu masuk kepada ayat Tuhan datang seperti gembala
He shall feed his flock like a shepherd: he shall gather the lambs with his arm, and carry them in his bosom, and shall gently lead those that are with young.
Kemudian masuk ke dalam ayat
Come unto thee, all ye that labor and are heavy laden, and He will give you rest. Take His yoke upon you, and learn of Him; for He is meek and lowly in heart: and ye shall find rest unto your souls.

Dalam hal ini Handel menemukan satu pengertian yang luar biasa mengkaitkan nubuat kedatangan Mesias. Kemudian Mesias yang datang seperti gembala dan mengumpulkan domba-domba. Dan menyadari bahwa domba-domba itu letih lesu maka ditutupi dengan ayat Come unto thee, all ye that labor and heavy laden. Marilah yang letih lesu dan berbeban berat.
Yesus mengasihi domba-domba yang terhilang, yang letih lesu dan memanggil mereka kepadaNya. Yesus berkata : Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
(Matius 11:28-30)

Kemudian Yesus mengatakan kalimat kepada murid-muridNya : Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
Kalau tadi Yesus menggunakan metafora domba yang tidak bergembala maka kali ini Yesus menggunakan metafora tuaian yang banyak. Ini merujuk kepada hal yang sama yaitu banyak orang di dalam dosa. Hal ini berarti banyak sekali domba yang tidak bergembala. Banyak orang yang diikat dosa, banyak orang yang berada di dalam kuasa kegelapan, banyak orang yang dibelenggu konsep, kebiasaan dan pola pikir yang salah. Mata rohani mereka buta dan perlu disembuhkan.
Realita di dalam dunia ini orang yang terluka dan menderita itu banyak sekali. Perempuan Samaria modern, Zakheus modern, perempuan berzinah modern, Orang kerasukan di Garasa yang modern, Orang lumpuh bisa buta rohani yang modern begitu banyak. Dan siapakah yang dapat membebaskan mereka ? Yaitu Yesus melalui perantaraan murid-muridNya.
Tuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Ini adalah sebuah doa. Dan orang yang mendoakan doa ini saya percaya juga adalah pekerja-pekerja juga. Yesus meminta murid-murid berdoa tentunya supaya lebih banyak orang mengabarkan Injil tetapi juga supaya murid-muridnya menyadari bahwa tuaian itu banyak.
Saudara-saudari di dalam Kristus. Dunia ini butuh kabar baik. Dunia butuh Injil. Dunia butuh anugerah. Dunia butuh pengampunan. Dunia butuh kasih karunia. Dunia butuh berita sukacita. Banyak orang menangis dan meratap. Mereka butuh pembebasan. Mereka butuh Kristus.
Di dalam hal ini anak-anak Tuhan dan gereja dipanggil untuk menjadi pelayan pendamaian. Yang mendamaikan orang dengan Allah, sesama dengan sesama dan diri dengan diri. Siapakah orang itu ? Orang itu adalah saudara dan saya.
Tugas gereja adalah untuk memberitakan berita pengampunan bagi orang berdosa. Tugas gereja adalah untuk memberitakan Injil yaitu berita sukacita bahwa Anak Allah mati bagi orang berdosa.
Gereja bukan dipanggil untuk diri sendiri. Gereja dipanggil buat dunia ini. Gereja dipanggil untuk menjadi saluran berkat. Di dalam buku What is so amazing about Grace oleh Philip Yancey. Disana diceritakan kisah nyata seorang wanita pelacur yang menjual anaknya yang masih kecil untuk objek seksual dan juga dia sudah kena obat-obatan dan kena penyakit AIDS. Seseorang mengatakan kepada dia di dalam keadaan yang parah supaya datang ke gereja. Tetapi perempuan ini mengatakan “Gereja ?. Itu akan membuat saya semakin buruk. Kalau di club, diskotik semua orang bisa bebas sharing tetapi di gereja, orang berdosa sharing akan dihakimi”. Mereka merasa tertuduh dan tidak aman.
Seharusnya gereja membuat orang berdosa sedih akan dosa dan bertobat kemudian menerima pengampunan dari Tuhan dan sesama. Kita dipanggil bukan untuk menghakimi tetapi untuk memberikan kasih karunia. Untuk menjadi saluran kasih karunia dari Allah. Untuk memberitakan berita sukacita pengampunan.
Yesus sendiri melakukan hal ini. Ketika bertemu dengan perempuan Samaria yang mempunyai 5 suami, Yesus dengan wibawa dan kelemahlembutan membawa dia mengenal Juruselamat. Ketika bertemu dengan pemungut cukai dan orang berdosa yang dijauhi masyarakat, Yesus makan bersama-sama dengan mereka dan membawa mereka bertobat. Ketika orang banyak hendak melempari perempuan berzinah, Yesus tidak menghukum perempuan itu dan membela perempuan yang remuk hati itu. Yesus datang bukan memberikan penghukuman tetapi memberikan kasih karunia. Bahkan Yesus sampai rela mati di kayu salib bagi orang berdosa. Inilah kasih. Kasih Allah dinyatakan di dalam Yesus.
Hati Yesus adalah hati Allah yaitu penuh belas kasihan. Mesias sudah datang dan buluh terkulai tidak dipatahkannya. Sumbu yang pudar nyalanya tidak dipadamkan.
Tuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit. Adakah hati kita tergerak melihat jiwa-jiwa ? Apakah saudara-saudari tergerak melihat teman-teman kita, keluarga dan orang banyak diselamatkan ? Maukah saudara dipakai menjadi saluran berkat mengabarkan Injil ?

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
Jakarta, Institut Reformed
22 Maret 2008

No comments:

LIMPINGEN BLOG