Saturday, March 22, 2008

Jangan kamu kuatir

Jangan kamu kuatir
Jeffrey Lim


Injil Tuhan Yesus menyentuh kehidupan manusia. Injil Tuhan Yesus menyentuh setiap pergumulan kita manusia. Injil Tuhan Yesus sangat relevan bagi hidup kita manusia. Pada kesempatan kali ini saya hendak membawakan Firman Tuhan mengenai kekuatiran akan hidup. Injil Tuhan Yesus menjawab bahwa kita tidak perlu kuatir akan hidup kita karena kita punya Bapa yang di surga yang memelihara.

Mari kita buka kitab Matius 6:25-34. Saya akan bacakan.

Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Di dalam dunia yang semakin keras. Dunia yang semakin bersaing. Kehidupan manusiapun semakin sulit. Orang bilang jaman sekarang sulit untuk hidup. Biaya begitu besar. Harga-harga di pasar pun semakin naik. Dari harga minyak bumi sampai harga kacang kedelai. Maka kita manusia berusaha keras dan terus bertahan hidup. Kekuatiran hidup pun muncul
Bagaimana kita manusia tidak kuatir bila kita memikirkan kenyataan hidup dan ekonomi yang sulit ini ?
Bagi yang sudah berkeluarga mungkin kita pun berpikir bila mempunyai anak bagaimana bisa membiayai mereka sekolah ? Sekolah begitu mahal. Biaya masuk sudah mahal. Apalagi biaya setiap bulan sekolah dan kebutuhannya.
Bila jaman dulu orang berpikir bahwa banyak anak itu banyak rejeki. Sekarang menghidupi satu anak pun susah. Maka orang-orang pun mulai kuatir.
Di Indonesia, krisis ekonomi semakin sulit. Ekonomi semakin terpuruk. Gaji tidak naik tetapi kebutuhan dan harga terus naik. Kekuatan beli pasar menurun. Dan kita semua harus bertahan hidup. Dan kekuatiran akan hidup pun muncul.

Di tengah-tengah keadaan seperti ini, Beberapa dari orang Indonesia keluar negeri. Mereka ada yang bekerja di luar negeri untuk mengadu nasib. Mungkin itu kita sendiri. Kita bekerja di luar negeri untuk membiayai hidup sendiri atau mungkin juga untuk keluarga di indonesia. Ada yang menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia ). Ada yang kerja menjadi pembantu. Ada yang kerja menjadi suster. Ada yang kerja di dapur, dan sebagainya. Intinya perjuangan untuk hidup harus dilakukan. Dan mungkin juga banyak orang yang kuatir akan hidup ini. Banyak orang yang secara tidak sadar stress.

Di Negeri yang asing ini, mungkin kita pun kuatir akan hidup kita. Keresahan itu mungkin terjadi. Pertanyaan-pertanyaan kehidupan bermunculan di benak kita: bagaimana saya bisa menghidupi hidup saya, keluarga saya, anak-anak saya di Indonesia ? Bagaimana supaya saya bisa betah kerja disini ?

Ataupun pertanyaan-pertanyaan kehidupan bisa muncul dalam bentuk lain : Bagaimana supaya hidup saya bisa bahagia ? Bagaimana supaya saya bisa bertahan dalam hidup ini dengan sukacita ? Bagaimana supaya hidup saya menjadi ringan ? Bagaimana supaya ada jaminan di dalam hidup saya ?

Di dalam setiap pergumulan manusia ini maka ajaran Tuhan Yesus menjadi jawaban bagi kita. Tuhan Yesus berkata jangan kamu kuatir akan hidup ini. Jangan kuatir kata Yesus. Jangan kuatir akan apa yang kamu makan atau minum. Koq Yesus bisa bilang jangan kuatir ? Bukankah keadaan sulit dsb ? Bukankah krisis ekonomi dsb ? Bukankah sulit mencari nafkah ? Bukankah harga naik dsb ?

Tetapi Yesus mengajak kita bukan melihat kepada dunia ini dan segala masalahnya. Tetapi memandang kepada langit. Memandang kepada Bapa di surga.

Bapa kita di surga adalah Bapa yang mengasihi kita. Bapa kita di surga adalah Bapa yang memelihara kehidupan kita. Bapa kita di surga adalah Bapa yang peduli kepada kita anak-anakNya. Bapa kita di surga bertanggung jawab atas hidup anak-anakNya. Dan kita adalah anak-anak Allah.

Yesus berkata supaya kita jangan kuatir akan hidup, apa yang dimakan diminum yaitu mengenai makanan dan apa yang dipakai yaitu pakaian. Yesus berkata jangan kuatir akan kebutuhan fisik kita. Kebutuhan pangan. Kebutuhan sehari-hari kita.

Dan Yesus memberikan 2 pertanyaan untuk dipikirkan : Pertama : Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan Kedua : tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Sekali lagi : Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Pertama maksud Tuhan Yesus adalah hidup kita lebih penting daripada makanan. Jiwa kita penting dan mari kita janganlah kuatir. Kekuatiran kita itu membuat stress dan membuat jiwa menjadi resah. Itu tidak baik ! Jadi jangan kuatir. Bukankah jiwa kita lebih penting daripada sekedar makanan ?

Kedua, maksud Tuhan Yesus adalah Tubuh kita lebih penting daripada pakaian. Kesehatan lebih penting daripada pakaian kita. Jadi jangan kuatir akan pakaian. Yang penting adalah kesehatan kita. Hidup kita dan tubuh kita.

Kemudian Tuhan Yesus membawa kita untuk mengamati alam semesta ini. Yesus membawa kita untuk belajar dari bijaksana alam semesta ini. Tuhan Yesus mengajak kita untuk merenungkan mengenai pelajaran dari alam.
Seringkali orang-orang yang tinggal di Desa lebih peka terhadap alam. Kehidupan pohon-pohon, ladang, bunga-bunga, burung-burung, hewan, tumbuhan adalah apa yang disaksikan setiap hari. Tetapi orang di kota pun harus belajar mengenai hal ini.

Tuhan Yesus mengajak kita untuk melihat alam semesta dan belajar pelajaran rohani dari sana. Tuhan Yesus mengajak kita untuk memandang alam. Dia berkata :
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

Tuhan Yesus mengajarkan bahwa hidup kita dengan burung tentu hidup manusia lebih berharga. Hidup burung yang kecil saja dipelihara Tuhan. Apalagi hidup kita yang lebih berharga pasti dipelihara Tuhan.
Burung-burung yang kecil yang harganya murah diberi makan oleh Bapa. Mereka tidak menabur dan tidak menuai. Mereka tidak bercocok tanam. Mereka tidak bekerja. Mereka tidak menjadi TKI. Mereka tidak mengumpulkan makanan di gudang. Mereka hanya hidup saja dan diberi makan oleh Bapa. Mereka hidup dan cukup. Mereka kenyang setiap hari. Mereka yang kecil dipelihara Tuhan maka hidup kita yang jauh lebih berharga pasti dipelihara Tuhan

Mengapa hidup kita lebih berharga dari burung ? Karena manusia diciptakan Tuhan menurut gambar dan rupa Allah. Kita adalah gambar dan rupa Allah. Kita adalah wakil Tuhan di dalam alam semesta dan kita adalah anak-anak Allah. Anak-anak Allah pasti dipelihara Tuhan.

Tuhan Yesus berkata supaya kita jangan kuatir. Kuatir yang tidak seharusnya itu tidak ada gunanya. Tuhan Yesus bertanya : Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
Apakah kalau kita kuatir akan menambah umur kita lebih panjang ? Tidak bukan ? Malahan kuatir membuat hidup menjadi lebih sulit. Kuatir seperti ini tidak perlu.
Banyak kekuatiran di dalam hidup kita yang tidak terjadi. Kekuatiran itu membuat semangat hidup menjadi padam. Kekuatiran merusak kesehatan. Kekuatiran membuat hidup menjadi stress. Kekuatiran itu tidak perlu.

Tuhan Yesus kembali mengajak kita untuk melihat mengenai alam. Tuhan Yesus mengajak kita melihat mengenai bunga di ladang.
Tuhan Yesus berkata :
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

Seringkali kita manusia memikirkan hal-hal fisik. Kalau pakaian kita jelek kita menjadi malu. Kalau pakaian kita kotor kita merasa diri kita kotor dan rendah. Kita melihat nilai hidup kita dari hal-hal fisik seperti pakaian. Kalau saya pakai pakaian yang ber merk maka hidup saya lebih bernilai. Saya lebih dipandang orang lain. Saya lebih percaya diri. Kalau pakaian saya wah maka saya jadi wah.
Ini pandangan yang bodoh ! Ini pandangan duniawi.
Nilai hidup kita bukan dari pakaian kita. Tuhan mendandani kita bukan dari hal-hal fisik tetapi dari hal-hal batiniah. Dari hal-hal rohani. Karena itu jangan kuatir akan pakaian. Kalau bunga di ladang dihiasi bahkan lebih megah dari kemegahan Raja Salomo yang kaya. Maka kita yang lebih tinggi nilainya dari bunga akan dihiasi Allah dengan yang lebih bernilai yaitu kekudusan, kemuliaan, kebenaran, keadilan. Batiniah kita dihiasi Allah.
Nilai diri kita bukan dari hal-hal fisik. Anda boleh miskin. Anda boleh buruk rupa. Anda boleh cacat fisik. Tetapi nilai hidup anda bukan dari sana. Nilai diri anda adalah anda adalah gambar dan rupa Allah. Anda dikasihi Allah. Dan Anda dipelihara Allah.

Tuhan Yesus kembali mengajarkan :
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Kita tidak perlu kuatir akan makanan, minuman, dan pakaian. Itu semua dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Itu semua dicari oleh orang yang tidak percaya Tuhan.
Tetapi kita adalah orang yang percaya Tuhan. Kita adalah orang yang beriman. Karena itu kita jangan kuatir. Kita adalah orang yang dikasihi Tuhan.
Tuhan Yesus berkata bahwa Bapa kita yang disorga tahu bahwa kita butuh makanan, minuman dan pakaian. Bapa mengerti semua itu. Bapa akan memelihara dan mencukupinya.
Jadi kita jangan kuatir. Kita jangan resah.
Tetapi bagaimana supaya saya tidak kuatir ? Saya harus beriman ! Saya harus percaya kepada Tuhan. Lawannya dari kuatir adalah percaya. Kuatir itu meresahkan sedangkan percaya itu ada keamanan dan jaminan.

Untuk supaya kita tidak kuatir mari kita merenungkan cerita bangsa Israel di padang gurun. Di padang gurun tentu bukan tempat yang ideal untuk hidup. Di sana makanan dan minuman sulit untuk didapatkan. Di padang gurun itu lebih daripada krisis ekonomi. Di padang gurun itu hidup yang dialami oleh orang Israel. Tetapi mereka tidak berkekurangan. Tuhan Allah setiap hari memberikan mereka roti dari surga yang dinamakan manna. Tuhan Allah juga memberikan burung puyuh untuk mereka makan. Mereka puas dan cukup. Hidup satu hari manna turun satu hari. Hidup satu hari makanan ada satu hari. Ini adalah pemeliharaan Tuhan bagi anak-anakNya. Kita anak-anak Allah pasti dicukupi oleh Tuhan Allah. Tuhan Allah itu besar. Tuhan Allah itu berkuasa. Dan Tuhan Allah itu beranugerah, berbelaskasihan dan penuh kasih karunia. Inilah jaminan bagi hidup kita bahwa Allah memelihara hidup kita.

Dan akhirnya Tuhan Yesus memberikan kita jawaban atas pergumulan kekuatiran hidup kita. Tuhan Yesus memberikan jalan keluarnya.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Tuhan Yesus meminta kita untuk mencari kerajaan Allah dan kebenarannya dan kalau kita mencari semua itu maka soal makanan dan minuman dan pakaian itu soal kecil dan Tuhan akan tambahkan. Soal kebutuhan hidup kita akan dipelihara Tuhan. Tetapi yang penting adalah mencari kerajaan Allah dan kebenarannya.

Apakah kerajaan Allah dan kebenarannya ?

Kerajaan Allah adalah Tuhan Yesus mau meraja di dalam hati kita dan hati anak-anak Allah. Tuhan Yesus mau hidup di dalam hidup kita. Tuhan Yesus mau menjadi Tuhan yaitu tuan atas hidup kita hambaNya. Tuhan Yesus hendak mengatur hidup kita.

Bagaimana supaya kita hidup mencari kerajaan Allah ?
Yesus berkata : “Bertobatlah sebab kerajaan Allah sudah dekat !”
Kita harus bertobat dan kembali kepada Tuhan Allah. Kita harus percaya kepada Tuhan dan menyerahkan hidup kita kepada Tuhan.
Dulu dosa meraja di dalam hati kita. Dulu kejahatan meraja di dalam hati kita. Dulu benci kepada Allah menguasai hidup kita.
Tetapi

Sekarang tinggalkanlah dosa. Dan kembali kepada Tuhan Allah. Maka kerajaan Allah akan datang di dalam hatimu.
Yesus datang ke dalam dunia ini menjadi manusia untuk mati menghapus dosa manusia. Dia datang dari surga ke dalam dunia menjadi manusia supaya kita boleh diselamatkan. Dia adalah Tuhan dan juru selamat kita. Dia mati di kayu salib untuk kita orang berdosa.
Dia adalah Raja kita.

Mari kita merenung sama-sama : Hidup kita adalah milik Tuhan. Hidup kita harus kembali kepada Tuhan. Hidup kita sudah jauh dari Tuhan. Maukah kita kembali kepada Tuhan ?
Maukah anda bertobat ? Maukah anda mencari kerajaan Allah dan kebenarannya ? Maukah anda percaya Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadi anda ?
Anda menjawab di dalam hati anda kepada Tuhan.
Mari kita berdoa

Jeffrey Lim
limpingen@gmail.com
Jakarta, Institut Reformed
22 Maret 2008


No comments:

LIMPINGEN BLOG