Monday, April 06, 2009

Hidup di dalam terang dan kasih










Hidup di dalam terang dan kasih
Jeffrey Lim

Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. ( 1 Yohanes 1:6-7 ).

Allah adalah terang. Dia adalah terang sejati dan terang mempunyai sifat yang adalah benar, kudus, hikmat, mencerahkan, hidup, kasih dan menyatakan kesalahan serta menyoroti kegelapan. Jika kita tinggal di dalam Allah melalui AnakNya maka kita harus hidup di dalam terang. Ketika kita hidup di dalam terang maka kita makin mengenal Allah, makin mengenal diri dan makin mengenal sesama kita juga.

Ketika manusia jatuh dalam dosa maka manusia ada di dalam kegelapan dan juga manusia kehilangan pengenalan akan Allah, diri dan sesama dengan benar. Adam bersembunyi dan takut kepada Allah karena dia sadar dia berdosa melawan Allah. Adam berdosa dan sengaja memberontak kepada Allah karena itu dia takut dan dia curiga dan menyangka Allah itu akan bertindak jahat kepadanya. Sungguh sangat ironis sekali ketika Adam kehilangan pengetahuan akan Allah yang baik dan menyangka Allah akan bertindak jahat kepadanya maka sebenarnya Allah berjalan di taman itu dan hendak memberikan Injil dengan pertanyaan : “Adam dimana engkau ?”. Tuhan Allah ingin menyatakan kepada Adam bahwa posisi dia sudah bergeser dari apa yang Tuhan ciptakan. Adam tidak menyembah Tuhan melainkan menyembah alam dan dirinya. Adam tidak memuliakan Tuhan tetapi memuliakan dirinya. Karena itu Tuhan Allah ingin menyadarkan Adam dengan pertanyaan ini. Tetapi Adam sudah takut dan lari dari tanggung jawabnya. Adam menyalahkan Hawa dan Hawa menyalahkan ular. Mereka hidup dalam kekacauan. Padahal mereka tidak tahu bahwa Allah itu baik dan hendak memberikan jalan keluar kepada mereka.

Inilah yang terjadi ketika manusia jatuh dalam dosa. Manusia hidup di dalam kegelapan dan tidak mengerti realitas sesungguhnya. Mereka buta rohaninya. Mereka bersembunyi. Mereka takut jiwanya. Takut akan penghukuman Allah. Mereka terisolasi dengan Allah dan sesamanya. Mereka hidup di dalam kegelapan. Mereka mati di dalam dosa karena terpisah dari sumber hidup yaitu Allah sendiri. Betapa malang manusia yang lahir di dalam dunia ini ada di dalam Adam pertama dan ada di dalam persekutuan dengan Adam. Persekutuan di dalam Adam adalah kematian rohani.

Tetapi bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus datang ke dalam dunia ini membawa terang dan membawa hidup. Tuhan Yesus datang supaya umatNya beroleh keselamatan dan hidup di dalam seluruh kelimpahan. Mereka yang percaya Kristus ada di dalam terang hidup. Kristus datang ke dalam dunia ini menjadi manusia dan Dia adalah terang manusia itu. Dia adalah manusia sejati, Adam kedua yang menjadi model kemanusiaan yang baru. Dia hidup dan taat melakukan Taurat dengan sempurna. Dia dicobai seperti Adam dicobai tetapi Dia berhasil dan menang mengatasi pencobaan. Tidak seperti Adam maka Kristus berhasil melewati ujian dan pencobaan. Dan karena itu orang yang percaya kepada Kristus tidak lagi berada di dalam persekutuan dengan Adam yang adalah kematian. Orang yang percaya kepada Dia berada di dalam persekutuan dengan Dia di dalam terang dan hidup.

Apa signfikansi kita hidup di dalam persekutuan dengan Kristus ?

Pertama adalah kita hidup di dalam relasi dan persekutuan dengan Allah sendiri.
Kristus adalah kepala dan orang percaya, jemaat adalah tubuhNya yang dikasihiNya dan ditebus oleh darahNya sendiri. Dia begitu mengasihi gerejaNya dan rela memberikan nyawa bagi gerejaNya. Kasih Allah Bapa dinyatakan ketika Dia memberikan Yesus Kristus mati bagi gerejaNya. Sungguh anugerah yang begitu melimpah bagi umatNya ketika Yesus Kristus memberikan hidupNya supaya umatNya beroleh hidup yang kekal di dalam persekutuan dengan Dia. Dan uniknya persekutuan ini adalah persekutuan di dalam terang bukan di dalam kegelapan yaitu persekutuan di dalam Kristus.

Orang yang berada di dalam Kristus sudah dipisahkan Allah dan dikuduskan untuk melayani dan menyembah Kristus. Orang yang berada di dalam Kristus sudah hidup dalam terang dan mengenal Allah, mengenal diri dan mengenal sesamanya dengan benar. Orang yang berada di dalam Kristus hidup di dalam anugerahNya dan bukan hidup di dalam penghukuman Taurat Tuhan. Orang yang berada di dalam Kristus hidup di dalam damai sejahtera Allah yang melampaui akal dan pikiran. Mereka mengalami realita kehidupan yang baru. Dulu mereka mati sekarang mereka hidup dan berelasi dengan Tuhan Allah kembali di dalam kasih dan kebenaran.

Kedua adalah kita hidup di dalam relasi dan persekutuan dengan tubuh Kristus.
Bagaimana supaya relasi manusia bisa harmonis dan di dalam kasih. Jawabannya hanya di dalam persekutuan di dalam Kristus. Tanpa Kristus maka manusia ada di dalam dosa dan di dalam dosa manusia hidup terisolasi dengan sesamanya. Di dalam Kristus maka manusia hidup di dalam persekutuan satu sama yang lain. Ini adalah arti setelah berdamai secara vertikal dengan Tuhan Allah maka manusia bisa berdamai secara horizontal dengan sesamanya. Dan ini yang menjelaskan bagaimana supaya terjadi kedamaian dan cinta kasih di antara umat manusia. Yesus Kristus datang untuk mendamaikan manusia dengan Allah dan manusia dengan manusia. Dia memberikan Injil yang isinya adalah pendamaian manusia dengan Allah sehingga manusia dipulihkan kembali di dalam relasi dengan Allah. Dan pemulihan ini adalah pemulihan di dalam mengenal Allah dan berelasi denganNya dan juga berakibat manusia mengenal dirinya kembali dan bisa berelasi dengan sehat dengan dirinya dan orang lain.

Ketiga adalah kita belajar hidup dalam terang di dalam tubuh Kristus.
Ketika kita sudah hidup di dalam Kristus yang adalah terang dan hidup itu maka ada godaan manusia lama kita untuk hidup mengikuti nafsu kedagingan. Tetapi pada saat itu kita harus sadar bahwa kita sudah menjadi manusia baru di dalam Kristus Yesus dan harus terus hidup di dalam terang dan kebenaranNya. FirmanNya adalah terang yang akan menerangi setiap kesalahan kita. Kita harus selalu hidup di dalam kejujuran dan hidup di dalam sikap mau belajar dan dikoreksi oleh Firman. Dengan begitu maka janji Tuhan di dalam Alkitab adalah bahwa darah Yesus akan menyucikan kita dari segala dosa dan kesalahan. Bila kita berdosa maka kita harus mengaku bahwa kita berdosa dan tidak menyangkali realita terang yang menyoroti dosa kita itu. Bila tidak maka kita ada di dalam kegelapan. Tetapi bila kita mengaku dosa maka Tuhan Allah itu setia dan adil dan akan mengampuni dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Keempat adalah kita belajar hidup dalam kasih.
Salah satu ciri kita hidup di dalam persekutuan dengan terang di dalam tubuh Kristus adalah bila kita hidup di dalam kasih. Kasih itu menandakan tanda hidup baru di dalam Tuhan. Bila kita tidak mengasihi berarti kita berada di dalam kegelapan. Karena Tuhan Yesus sendiri sudah mempraktikan kasih kepada gerejaNya maka orang yang berada di dalam Kristus akan mengasihi. Ketika kita saling mengasihi maka dunia akan mengetahui bahwa kita berbeda dengan mereka sebab kita adalah anak-anak Allah yang dimana Allah adalah kasih.

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Marilah kita hidup di dalam terang dan kasih !

Jeffrey Lim
Senin, 6 April 2009
Bandung

No comments:

LIMPINGEN BLOG