Thursday, April 16, 2009

Cerita besar hidup manusia dan hidup saya

Cerita besar hidup manusia
(oleh Jeffrey Limpingen)

Hidupku dari mana dan siapakah aku ?

Pernahkah Anda berpikir dari mana hidup dan asal usul Anda, dan ke mana hidup ini menuju ? Apakah Anda dengan sendirinya tiba-tiba ada di dalam dunia ini ? Tentu tidak, bukan? Kita berasal dari orang tua kita. Dan tentunya orang tua kitapun berasal dari orang tua mereka, demikian seterusnya. Ini tentunya masuk akal. Tetapi bila kita telusuri dari awal maka timbul pertanyaan : lalu dari mana asalnya manusia yang pertama itu? Permulaan cerita hidup ini perlu kita kenali, karena dengan adanya titik awal ini maka kita akan tahu asal usul dan makna hidup kita. Tanpa cerita awal (dan juga cerita akhir), maka sebuah cerita di bioskop atau filmpun sulit untuk kita mengerti maknanya. Jadi marilah kita mencoba mengerti titik awal hidup kita ini.

Cerita asal mula alam semesta dan manusia

Ada banyak cerita yang menjelaskan hidup manusia. Tetapi hanya ada satu buku yang menyatakan dirinya sebagai wahyu (penyataan) Allah. Buku itu memulai satu cerita mengenai asal mula Anda dan saya. Dan buku itu adalah Alkitab.

Alkitab menceritakan asal mula cerita manusia. Cerita itu dimulai dengan Tuhan Allah yang adalah pencipta langit dan bumi. Dia adalah Pencipta - berbeda dengan ciptaan. Dia ada pada awalnya sebelum segala sesuatu ada. Dan oleh Dialah segala sesuatu itu ada. Sifat Tuhan Allah itu kasih dan sesuai dengan naturNya yang kasih maka Dia ingin membagikan kasihNya. Dia tidak membutuhkan ciptaan untuk mengasihiNya karena Dia cukup pada diriNya . sendiri. Tetapi karena Dia adalah kasih maka akibat dari perpanjangan sifat kasihNya, Dia ingin membagikan kasihNya itu,. dengan menciptakan alam semesta ini. Alkitab menjelaskan bahwa “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kejadian 1:1). Kalimat pembukaan Alkitab inilah yang menjelaskan kita mengapa ada dunia ini, mengapa ada tumbuh-tumbuhan dan hewan. Kita diciptakan oleh Allah, karena itu kita adalah milik Allah. Allah-lah yang mengatur kita, dan kita bertanggung jawab untuk menaatiNya.

Manusia ciptaan yang unik

Bila kita memperhatikan diri kita, kita memahami bahwa diri kita itu berbeda dengan segala macam mahluk apapun. Manusia memiliki pikiran, bisa menganalisa, bisa merancang, bisa berbahasa yang dimengerti, bisa membangun perekonomian, bisa membangun budaya, bisa beribadah dan beragama. Semua karakteristik ini tidak ada pada binatang apapun. Alkitab menjelaskan semua ini karena manusia diciptakan mirip dengan Penciptanya (Mazmur 8:6), menurut gambar dan rupa Penciptanya (Kejadian 1:26-27), agar kita dapat menyatakan betapa mulianya Dia. Allah menciptakan kita agar kita dapat mengenalNya dan memiliki hubungan yang khusus dengan Dia. Allah mengasihi manusia dan menginginkan manusia pun mengasihiNya dan hidup bersama dengan Dia selama-lamanya. Manusia diciptakan bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk satu tujuan dan panggilan hidup, yaitu memuliakan nama Tuhan Allah (Yesaya 43:7), Penciptanya, yang adalah sumber dan tujuan hidup manusia.

Bahkan manusia diciptakan Tuhan Allah untuk berkuasa atas alam semesta ini (Kejadian 1:28-31). Sewaktu manusia pertama, Adam, menjaga dan memelihara dunia ini maka dia merasakan adanya kekurangan dan Tuhan Allah menciptakan wanita dari rusuk Adam yang dinamakan Hawa sebagai penolongnya (Kejadian 2:22). Tuhan Allah yang kasih menyediakan kebutuhan Adam dan diberikannya Hawa. Memang manusia diciptakan Tuhan Allah sebagai mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tetapi untuk bersama-sama menguasai alam semesta ini.

Kita menjadi penguasa kecil di dunia ini, menjadi wakil Allah menguasai dunia. Kita diberikanNya kemampuan yang berbeda-beda untuk menguasai alam semesta ini. Apa arti ‘menguasai alam semesta’ ini ? Ada orang yang dipanggil menjadi bankir, ibu rumah tangga, karyawan, manager, pedagang, petani, buruh, ekonom, pejabat, dan lain-lain. Semua manusia mempunyai peran masing-masing di dalam menaklukkan alam semesta ini untuk Tuhan Allah. Dan pada mulanya semua berjalan pada aturan yang Tuhan Allah sudah tetapkan. Pada mulanya segala sesuatu baik adanya bahkan sungguh amat baik (Kejadian 1:31).

Mengapa di dalam dunia ini banyak terjadi masalah dan kekacauan ?

Akhirnya kita memahami bahwa kita hidup karena ada nenek moyang yang diciptakan Tuhan Allah. Kita hidup ada awalnya dan sejarah hidup manusia ini ada cerita awalnya. Tetapi ketika kita mengamati hidup manusia sekarang ini kita menemukan banyak sekali penderitaan, kemalangan, masalah, tragedi, kesedihan, tangisan, air mata dan keluh kesah manusia. Sebagai manusia yang berpikir, kita bingung dan menanyakan : “Mengapa ?” Dan sebagai manusia yang berpikir maka kita ingin tahu jawabannya. Mengapa Tuhan Allah yang Mahakasih itu mengijinkan adanya kejahatan ? Mengapa Tuhan Allah yang Mahakuasa mengijinkan adanya masalah di dunia ini ? Dan sebenarnya kita sedang mencoba untuk mengerti pertanyaan mendasar yaitu : “Mengapa ada kejahatan ?” dan “Dari mana asal usul kejahatan ini ?”

Cerita kejatuhan manusia dalam dosa

Ternyata buku Alkitab yang adalah wahyu Allah, kembali meneruskan cerita setelah penciptaan nenek moyang kita.

Manusia itu mahluk yang memiliki relasi dengan Penciptanya dan sesamanya. Dan manusia ini diciptakan bukan sebagai robot yang monoton tetapi sebagai manusia yang mempunyai kehendak bebas. Manusia memiliki kebebasan untuk mengasihi Penciptanya atau untuk tidak mengasihi Penciptanya. Mengapa Tuhan Allah menciptakan manusia seperti ini ? Karena Tuhan Allah yang kasih itu ingin membagikan kasihNya kepada manusia dan Dia pun ingin manusia mengasihiNya. Dan bagaimana manusia mengasihiNya ? Yaitu dengan melakukan perintah-perintahNya (Yohanes 14:21). Sudah satu hal yang wajar bila Tuhan Allah yang Mahakasih ini menginginkan kasih dari manusia dan itupun untuk menyatakan kasihNya yang Mahabesar (bukan keegoisan) karena Dia ingin manusia hidup di dalam kasihNya selama-lamanya. Tuhan Allah yang Mahakasih ingin menguji kasih setia dari manusia dan Dia memberikan perintah untuk manusia patuhi. Perintah itu sebenarnya ringan : jangan memakan satu jenis buah yaitu buah pohon pengetahuan baik dan jahat. Perintah ini ringan karena Tuhan Allah sudah menyediakan berkat melimpah bagi manusia untuk boleh memakan semua jenis buah dari pohon di taman Eden yang sangat banyak dan hanya satu saja yang tidak boleh yaitu buah pohon pengetahuan baik dan jahat.

Godaan Iblis yang menipu

Tetapi kemudian iblis menggoda manusia pertama Adam dan Hawa dan membalikkan perkataan Tuhan Allah di dalam FirmanNya. Iblis mencobai manusia dan mencoba menggoncangkan manusia akan konsep kasih dan kebaikan Tuhan Allah. Iblis mencoba menipu manusia dengan membuat Tuhan Allah sepertinya bersifat jahat dan tidak ingin manusia maju, membatasi dan mengekang manusia. Iblispun mengatakan bahwa bila manusia memakan buah pohon pengetahuan baik dan jahat maka manusia akan menjadi seperti Tuhan Allah. Cobaan ini sungguh menarik karena iblis menawarkan kuasa dan hidup yang terlepas dari Tuhan Allah yang “tidak baik” menurut iblis dan manusia dikatakan akan menjadi seperti Tuhan Allah. Ini adalah cobaan yang membuat manusia menjadi jatuh dalam dosa. Manusia dicobai oleh keinginannya sendiri (Yakobus 1:14-16). Inti dari segala dosa adalah manusia ingin menjadi tuan atas hidupnya dan membuang Tuhan Allah dari posisi sebagai penciptanya. Manusia menggantikan kemuliaan Tuhan Allah pencipta langit dan bumi dengan ciptaan dan manusia tidak menyembah Pencipta tetapi menyembah ciptaanNya (Roma 1:23-25). Manusia yang tertipu iblis itu tergiur oleh buah pohon pengetahuan (yang sebenarnya adalah ciptaan Tuhan) untuk mendapatkan kuasa menjadi Tuhan Allah. Tetapi ternyata bujukan iblis itu adalah tipuan dan akibat manusia makan buah terlarang itu adalah manusia jatuh dalam dosa.

Akibat dosa

Akibat dosa ini manusia menjadi takut dan bersembunyi (Kejadian 3:10). Manusia menyadari kesalahannya dan dia takut penghukuman Tuhan Allah. Bahkan akibat dosa ini manusia dibutakan dan makin mengira Tuhan Allah itu jahat. Manusia yang berdosa menjadi terpisah dengan Tuhan Allah Yang Mahasuci.

Tragedi inilah yang mengakibatkan mengapa ada masalah di dalam dunia sekarang ini. Segala masalah manusia itu akarnya karena dosa. Masalah psikologis terjadi karena manusia berdosa dan bersalah di dalam penghukuman Allah di dalam hati nuraninya. Masalah keluarga terjadi karena manusia saling menyalahkan dan tidak mau saling mengaku dosa dan memperbaiki diri sendiri. Masalah peperangan terjadi karena adanya kebencian di antara manusia. Tetapi sumber masalah yang terutama adalah manusia kehilangan persekutuan dengan Sumber Kehidupan. Manusia mati di dalam dosa dan upah dosa ialah maut (Roma 6:23). Di dalam dosa ini manusia buta rohani, mati rohani, lumpuh rohani dan bisu rohani. Manusia tidak mengenal kebenaran lagi, tidak bisa melakukan kebajikan, tidak bisa menyembah Pencipta lagi karena hatinya sudah najis. Manusia berada di dalam kegelapan. Semua manusia sudah mati secara rohani karena terpisah dari Tuhan Allah sumber hidup dan kematian rohani itu akan nyata dimanifestasikan di dalam kematian fisiknya di akhir hidupnya dan penghukuman Allah selama-lamanya kelak di dalam api neraka. Ini karena semua manusia sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23)

Kekosongan, kehampaan dan kemalangan hidup di dalam dosa

Akibat dosa, hidup manusia kehilangan makna. Hidupnya kosong dan tidak berarti, jauh dari kebahagiaan. Kesenangan dunia fana ini ternyata membosankan dan tidak membawa jalan keluar bagi jiwa yang kosong yang hanya bisa diisi oleh Tuhan Allah. Jiwa manusia menjadi gersang, tanpa pengharapan, dan hidupnya ada di dalam kemalangan. Apapun yang manusia cari di dalam dunia ini di luar Tuhan, tidak membawa kepada berkat, tetapi kepada kesedihan yang lebih mendalam. Setelah jatuh dalam dosa maka manusia berada di dalam kuasa dan juga menaati penguasa kerajaan angkasa yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. (Efesus 2:2). Manusia terbelenggu di dalam dosa dan tidak bisa melepaskan diri dari jeratnya. Siapakah yang dapat melepaskan kita manusia malang ini dari dosa ?

Adakah harapan bagi masalah manusia berdosa di dalam dunia ini ?

Harapan dimulai bukan dari manusia yang lemah. Sebab manusia yang mati rohani tidak bisa mencari kehidupan. Perbuatan baik, agama, filsafat, atau hal apapun tidak dapat memperdamaikan manusia kembali dengan Tuhan. Tetapi puji syukur kepada Tuhan Allah ! Harapan dimulai dari Tuhan Allah. Sejak semula sifat kasih setia Allah tetap sampai selama-lamanya (Mazmur 107:1). Dia mengasihi manusia. Dan karena itu Tuhan Allah memberikan jalan keluar atas problem dosa manusia. Tuhan Allah memberikan rencana keselamatan atas manusia. Tuhan Allah sendiri yang berfirman kepada iblis yang menjelma menjadi ular dan menggoda manusia pertama itu. KataNya demikian :
“Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." (Kej 3:15)
Tuhan Allah memberikan jalan keluar terhadap kejahatan manusia. Kejahatan di dalam dunia ini ada di dalam kontrol Tuhan Allah. Kejahatan tidak setara dengan kebaikan sebab kejahatan itu pada mulanya tidak ada. Kejahatan dimulai dari pemberontakan manusia.
Puji Tuhan ! Tuhan berjanji bahwa kejahatan itu akan dikalahkan. Janji Tuhan bahwa keturunan dari perempuan akan meremukkan kepala ular itu. Dan janji ini sudah digenapi di dalam sejarah umat manusia yaitu di dalam Allah yang menjelma menjadi manusia, yaitu Tuhan Yesus Kristus. ‘Keturunan perempuan’ yang dimaksudkan adalah Yesus Kristus. Dia adalah manusia-Allah. Dia merendahkan diriNya sehingga walaupun Dia adalah Allah tetapi Dia rela menjadi manusia. Alkitab berkata Yesus Kristus : “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” ( Filipi 2:6-8 )
Dengan kematianNya dikayu salib maka Yesus Kristus telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka. (Kolose 2:15). KematianNya di kayu salib mengalahkan kejahatan.

Mengapa Yesus Kristus adalah jawaban satu-satunya bagi hidup manusia?

Mengapa jalan keselamatan bagi manusia yang terikat oleh dosa hanyalah di dalam Yesus Kristus ? Pertama-tama kita harus mengerti relasi Adam dan Kristus.
Manusia pertama yaitu Adam, telah jatuh di dalam dosa. Kita semua dilahirkan sebagai keturunan Adam dan Hawa. Karena kita berada dalam persekutuan dengan Adam sebagai satu perwakilan manusia maka kita lahir di dalam dosa. Di dalam Adam, semua manusia mati dalam dosa (1 Korintus 15:22). Oleh pelanggaran Adam maka semua orang jatuh dalam kuasa maut (Roma 5:15). Tetapi puji syukur kepada Tuhan bahwa ada ‘Adam kedua’ di mana persekutuan di dalam ‘Adam kedua’ mendatangkan hidup.
“Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.” (1 Korintus 15:22)
“Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.” (Roma 5:15)
‘Adam kedua’ itu adalah Yesus Kristus. Dan di dalam persekutuan dengan ‘Adam kedua’ ini maka ada jalan keluar bagi masalah dosa manusia. Yesus Kristus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup (Yohanes 14:6). Di dalam Dia ada hidup ( Yoh 1:4 ). Dia adalah pokok keselamatan (Ibrani 5:9) dan pohon kehidupan itu.

Bagaimana supaya Anda dapat menerima anugerah keselamatan dan kehidupan yang kekal di dalam Yesus Kristus ?

Yaitu dengan menerima realita yang Tuhan nyatakan di dalam FirmanNya bahwa kita adalah orang berdosa. Kita berdosa, melawan Tuhan, memberontak kepadaNya dan juga tidak taat kepadaNya. Kita memilih jalan hidup kita sendiri dan akhirnya kita mati di dalam dosa. Kita sebagai orang berdosa tidak mampu menyelamatkan diri kita sendiri. Karena itu jalan keselamatan bukan diperoleh melalui pekerjaan kita (Efesus 2:9-10), melain semata-mata karena kasih karunia yang diberikan Tuhan Allah melalui AnakNya. Keselamatan ini bukan merupakan usaha kita, tetapi adalah hadiah yang diberikan Allah kepada orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.

Yesus Kristus menjadi pendamaian atas dosa kita (1 Yoh 2:3). Seharusnya kita yang dihukum kekal karena dosa kita tetapi malahan Kristus yang mati disalib bagi kita (Roma 5:6), bahkan Dia yang tidak berdosa dijadikan dosa karena kita (2 Korintus 5:21). Dia menanggung dosa kita. Alkitab mengatakan : ”Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.. Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.“ (Yesaya 53:4-5). Karena pengorbanan Kristus di kayu salib maka kita disembuhkan dari penyakit rohani kita. Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan agar kita dapat berdamai kembali dengan Allah dan hidup bersama-sama dengan Dia selama-lamanya.

Dengan menerima semua realita penebusan ini maka Anda juga harus percaya dan meyakini bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat atas dosa kita. Hal ini mengandung dua pengertian, yaitu :
1. Dia satu-satunya Juruselamat. Tidak ada perantara lain selain Kristus Yesus. “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.” ( 1 Tim 2:5 )
2. Dia satu-satunya Tuhan yang berhak menjadi raja di dalam hidup kita. Hidup kita bukanlah milik kita lagi tetapi milik Kristus. Rasul Paulus mengatakan : “Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” ( Gal 2:19-20 ). Anda harus menyerahkan hidup ke dalam kedaulatan Kristus.

Berdoalah memohon kepada Allah agar Dia memberikan hadiah hidup yang kekal kepada Anda supaya Anda hidup di dalam persekutuan denganNya selama-lamanya.
“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku”. ( Wahyu 3:20 )

Langkah Selanjutnya

Bagi Anda yang sungguh-sungguh menyadari bahwa Anda adalah orang berdosa, bahwa Yesus Kristuslah satu-satunya Juru selamat yang dapat memperdamaikan Anda kembali dengan Allah, dan bahwa Anda ingin hidup mentaati Allah dan menjadikan Dia raja dalam kehidupan Anda, peganglah janjiNya bahwa barangsiapa percaya kepadaNya akan diselamatkan dan beroleh hidup yang kekal.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).
Inilah jaminan keselamatan yang pasti di dalam janji Allah yang Mahakasih. Tetapi ingatlah bahwa ini bukanlah akhir perjalanan hidup anda. Ini baru awal perjalanan hidup rohani anda bersama dengan Tuhan. Anda harus terus mengerjakan keselamatan Anda dengan takut dan gentar (Filipi 2:12). Pengertian mengerjakan keselamatan adalah meneruskan pekerjaan keselamatan yang telah Allah kerjakan di dalam anda. Tentunya keselamatan itu adalah kasih karunia pemberian Tuhan dan bukan hasil usaha manusia ( Ef 2:9-10 ). Tetapi ada pengertian lain bahwa iman yang sejati menghasilkan perbuatan kasih kepada Allah dan juga kepada sesama. Bila anda mengaku beriman tetapi tidak ada perbuatan kasih maka iman anda adalah mati. ( Yak 2:17,26 ). Bukti dari iman sejati adalah bahwa iman itu disertai dengan perbuatan kasih kepada Allah dan sesama. Perihal mengasihi ini bukan saja di dalam perkataan tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran ( 1 Yoh 3:19 ). Kasih kepada Allah ditunjukkan ketika kita mengikuti perintah-perintahNya ( Yoh 14:21 ). Perintah-perintah Tuhan itu tertulis di dalam FirmanNya yaitu Alkitab yang adalah makanan rohani yang penting bagi anda. Karena begitu pentingnya Firman bagi kesehatan rohani anda maka anda harus menjadi sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya Anda bertumbuh dan beroleh keselamatan (1 Pet 2:2).
Selain kepada Allah maka perbuatan kasih anda tunjukkan di dalam kasih anda kepada sesama. Sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. ( 1 Yoh 4:7 ).
Bagaimana kita mengasihi sesama kita ?
Salah satu bentuk kasih kepada sesama ditunjukkan ketika anda memberitakan berita Injil sukacita yang berisi pengharapan bagi umat manusia. Injil yang adalah kekuatan Allah inilah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya ( Rom 1:16 ). Injil ini yang berisi berita penebusan bagi orang berdosa di dalam Yesus Kristus. Injil ini adalah satu-satunya pengharapan yang kekal bagi umat manusia dan adalah hal yang begitu bernilai karena menyangkut keselamatan kekal jiwa manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupaNya. Karena begitu penting dan berharganya Injil maka kasih anda kepada sesama ditunjukkan ketika anda menjalankan amanat agung Tuhan Yesus sebelum Dia naik ke surga : “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” ( Mat 28:18-20 )

Akhir kata

Di dalam menjalani kehidupan iman ini, anda pasti menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan. Sebab syarat mengikut Kristus adalah mengangkal diri, memikul salib dan mengikuti Dia ( Mat 16:24 ). Ini adalah panggilan hidup yang tidak mudah dan penuh pergumulan, namun puji Tuhan ! Kita mempunyai jaminan pengharapan di masa depan yaitu kemuliaan bersama dengan Tuhan kita. Rasul Paulus di dalam surat Roma menulis :
“… jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” ( Roma 8:17-18 )
“ Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.” ( Roma 8:28-30 )
Sukacita kita terbesar adalah ketika kita mengetahui bahwa kita adalah milik Tuhan dan Dia milik kita selama-lamanya.
Hallelujah ! – Soli Deo Gloria

No comments:

LIMPINGEN BLOG