Sunday, March 01, 2009

Anak-anak Abraham tidak pernah tidak diberkati

















Anak-anak Abraham tidak pernah tidak diberkati
Jeffrey Lim

“Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyur dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk egkau dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat” ( Kejadian 12:2-3 )

Ayat indah ini adalah janji Tuhan Allah kepada Abraham dan digenapi di dalam Tuhan Yesus Kristus. Di dalam Kristus semua orang percaya mendapatkan berkat rohani yang melimpah. Rasul Paulus menyadari ini dan dia menulis surat Efesus dan mengatakan “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengarunikan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga” ( Ef 1:3 )

Kita sebagai orang percaya berbagian penuh di dalam seluruh janji Allah yang sangat limpah itu. Di dalam Kristus semua janji Allah adalah Yes dan Amin. Dan kita orang percaya adalah orang-orang yang diberkati karena Tuhan Yesus Kristus.

Apa itu berkat ?

Banyak orang menafsirkan berkat itu adalah berkat jasmani berupa materi. Tetapi sesungguhnya definisi itu sangat sempit sebab di dalam Alkitab berkat itu dikaitkan dengan kebahagiaan. Di dalam Alkitab dikatakan bahwa berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, yang lemah lembut, yang haus dan lapar akan kebenaran, yang murah hati, yang merenungkan Taurat Tuhan, yang diampuni pelanggarannya, yang berlindung pada Tuhan, yang takut akan Tuhan. Berbahagia disini adalah satu keadaan yang diberkati dan keadaan yang sukacita menikmati Tuhan dan anugerahNya.

Tujuan hidup manusia yaitu untuk memuliakan Allah dan menikmatiNya. Dan bagaimana kita bisa menikmati Tuhan Allah yaitu karena pekerjaan Kristus di kayu salib dan di dalam persekutuan dengan Dia. Di dalam Kristus kita menikmati Allah dan berdamai dengan Allah. Dia yang menanggung cawan pahit dan kita menerima cawan manis yaitu keselamatan dari Tuhan Allah.

Sungguh sangat mulia pengorbanan Tuhan kita itu ! Ketika Dia menderita di kayu salib maka hasilnya adalah berkat bagi kita. Ketika Kristus menerima kutuk maka kita menerima berkat. Maka orang percaya mengalami apa yang dituliskan Daud di dalam Mazmur 23 yaitu : Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan. Tidak kekurangan secara fisik dan rohani karena Tuhan Yesus sebagai gembala yang baik memelihara mereka dan memenuhi kebutuhan mereka bahkan rela berkorban bagi mereka.

Lebih jauh dari itu. Ketika orang percaya melewati lembah bayang-bayang maut maka orang percaya bisa mengatakan aku tidak takut bahaya sebab Tuhan Yesus menyertainya. Tuhan Yesus melindunginya. Dan bahkan orang percaya bisa makan dan minum di tengah peperangan rohani dan piala keselamatan mereka melimpah ( dipenuhi Roh Tuhan ). Dan hal yang indah adalah bahwa hidup mereka dikejar anugerah dan kemurahan senantiasa dan akan tinggal di dalam hadirat Tuhan sepanjang masa.

Betapa bila kita merenungkan semua karya Kristus ini maka kita orang percaya adalah orang-orang yang paling berbahagia dan paling kaya sedunia. Kita memiliki surga dan bukan hanya surga tetapi juga bumi. Yang lemah lembut akan memiliki bumi. Kita adalah orang-orang yang paling hok kie ( beruntung ).

Di dalam konteks krisis ekonomi dan kesulitan dunia ini seharusnya kita memikirkan satu perenungan yaitu :

1. Kita tidak perlu kuatir akan hidup kita. Hidup kita dipelihara Tuhan Allah dan Tuhan Yesus sendiri mengatakan “Jangan kuatir” tetapi “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” ( Mat 6:33 )

2. Kita jangan kuatir kita tidak diberkati sebab anak-anak Abraham tidak pernah tidak diberkati dan kita orang percaya sebagai anak-anak Abraham adalah pasti menerima berkat Tuhan. Alkitab menjanjikan bahwa orang-orang benar anak cucunya tidak akan meminta-minta. Hidup yang cukup Tuhan pasti sediakan. Dia adalah Bapa yang baik dan Dia murah hati. Burung di udara pun Dia sediakan makan apalagi biji mataNya yang Dia kasihi dan Dia berikan AnakNya bagi kita. Jika AnakNya saja diberikan kepada kita maka Dia akan memberikan segala sesuatu kepada kita.

3. Kita harus belajar memberi kepada sesama kita. Tujuan kita diberkati secara rohani dan jasmani adalah bukan untuk kita sendiri tetapi kita dipanggil untuk menjadi penatalayan. Kita dipanggil untuk melayani. Kita dipanggil untuk memberi. Seperti janji Tuhan kepada Abraham bahwa Abraham akan dipanggil menjadi berkat bagi banyak manusia. Karena itu Abraham buat diberkati untuk dia sendiri. Paradigma kita bukan kepemilikan ( ownership ) tetapi penatalayanan ( stewardship ). Yang ada pada kita hanyalah apa yang Tuhan percayakan kepada kita. Dia yang memberi, Dia yang mengambil dan Dia yang dimuliakan.

4. Kita harus belajar mencukupkan diri di dalam segala keadaan dan juga kita harus belajar bersyukur. Doa Bapa kami mengajarkan kepada kita untuk berdoa “Berikanlah makanan kami yang secukupnya”. Secukupnya ini bukan berlebihan. Secukupnya berarti pas dan tidak kurang dan tidak lebih. Biarlah kita belajar berdoa kepada Tuhan Allah untuk kecukupan hidup dan bukan kekurangan maupun terlalu berlebih. Jangan kurang supaya kita jangan mencuri dan jangan terlalu berlebihan agar supaya kita jangan sombong ( Seperti kata Amsal )

Dan saya menutup perenungan ini dengan satu perenungan yaitu

Berkat terbesar di dalam hidup kita itu bukan materi tetapi yaitu Allah sendiri. Allah adalah bagianku kata Pemazmur. Biarlah kita bersyukur sebab kita diberikan diri Tuhan sendiri sebagai bagian kita. Kecap dan lihatlah betapa baiknya Tuhan Allah itu. Marilah kita bersyukur kepadaNya. Kita adalah orang-orang yang diberkati dan orang-orang yang berbahagia. Kita diselamatkan dan diberi juga anugerah besar yaitu Roh Tuhan sendiri dimana kita bisa mendapatkan hidup yang penuh. Di dalam AnakNya kita berolah hidup bahkan hidup yang berkelimpahan. Karena itu mau apa lagi kita hidup ? Apakah kita tidak puas ? Apa lagi yang bisa membuat kita tidak puas ? Tidak ada. Kita terus puas dan di dalam diri kita hanya pujian dan syukur yang keluar dari mulut kita dan hati kita.

Soli Deo Gloria

Jeffrey Lim
1 Maret 2009
Di rumah









No comments:

LIMPINGEN BLOG