Monday, February 16, 2009

Perbedaan mendasar cara psikologi sekuler dan Alkitab










Perbedaan mendasar cara psikologi sekuler dan cara Alkitab
Jeffrey Lim

Di dalam menggumuli pergumulan antara psikologi dan Alkitab, saya menemukan adanya perbedaan yang mendasar dari kedua car penyelesaiannya. Ada kemiripan tentu tetapi juga ada perbedaan jauh. Kebanyakan terapi psikologi sekuler adalah dengan menggali masa lampau dan kemudian mencari terang di dalam benang kusut disitu dan kemudian diperbaiki. Tetapi kelemahannya ketika kita menggali masa lampau maka kita akan terus menggali dan menggali dan akhirnya kita memasuki labirin jiwa yang tidak pernah selesai tanpa bantuan Firman Tuhan. Semakin kita menggali maka semakin kita rumit dan pusing dan ini adalah perjalanan yang tidak ada habis-habisnya, melelahkan dan menyesakkan.
Tetapi Alkitab memberikan cara pandang yang berbeda yaitu dengan memandang ke depan. Sebab kalau kita di dalam Tuhan kita mempunyai masa depan. Alkitab mengajarkan untuk supaya kita jangan menoleh ke belakang. Seperti Istri Lot menoleh ke belakang dan dia akhirnya mati. Kita harus maju terus ke depan. Bila ada kesalahan maka terus koreksi. Jangan katakan saya begini sebab begini. Itu cuma alasan. Tetapi kita harus terus menghadap wajah kita dan maju terus ke negeri yang indah, tanah perjanjian secara rohani yang sudah Tuhan tetapkan.
Satu hal sebelum saya menutup renungan singkat pagi hari ini yaitu bahwa Mazmur 23 mengatakan bahwa orang yang sudah melewati lembah bayang-bayang maut maka pialanya melimpah dan dia akan dikejar berkat. Berbahagilah orang yang dosanya diampuni. Dia orang yang diberkati. Dia orang yang paling kayak sedunia. Sebab dia mempunyai Tuhan sang pencipta langit dan bumi. Hallelujah !

Jeffrey Lim
Jam 4 pagi, Selasa 17 Februari 2009
Bandung, di rumah

No comments:

LIMPINGEN BLOG