Monday, June 10, 2013

Aku tidak malu akan Injil - Sebuah Refleksi mengenai Rasa Malu dan Injil

Rasul Paulus mengatakan, “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil,  karena Injil adalah kekuatan Allah  yang menyelamatkan setiap orang yang percaya,  pertama-tama orang Yahudi,  tetapi juga orang Yunani.” ( Roma 1:16 ). Terjemahan lainnya mengatakan bahwa “Sebab aku tidak malu akan Injil”.

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia mempunyai rasa “malu” akan dirinya. Ed Welch mengatakan bahwa di dalam rasa malu ini mengandung beberapa nuansa.  Pertama-tama, yaitu kita merasa diri kita “terekspos” ( terbuka telanjang ) baik di hadapan Allah maupun di hadapan umum (sesama manusia).  Kedua, di dalam rasa malu juga mengandung nuansa bahwa kita merasa diri kita najis, kotor, dan terkontaminasi. Kita merasa jijik dengan diri kita dan berpandangan mungkin orang lain juga mengetahui dan jijik terhadap diri kita. Dan terakhir malu bernuansa bahwa kita ditolak dan tidak diterima oleh orang lain. Kita merasa tidak dimiliki. Kita merasa terbuang dan dibuang.

Perasaan malu adalah perasaan yang dasyat. Perasaan ini masuk ke dalam hati kita dan dapat membuat kita gelisah, kuatir, takut dan bersalah. Malu dapat terjadi karena dosa kita atau juga dapat terjadi karena tindakan dosa orang lain terhadap kita. Malu ini mengandung asosiasi. Ketika kita diasosiasikan dengan dosa, kenajisan dan pelanggaran maka secara otomatis ini menimbulkan rasa malu.

Tetapi bersyukur kepada Tuhan sebab oleh karena Injil kita tidak perlu merasa malu. Mengapa ?
Sebab di dalam Injil kita ditutupi oleh kebenaran Kristus. KebenaranNya menjubahi ketelanjangan kita karena dosa. KekudusanNya menghiasi batin kita. Berita Injil adalah berita sukacita bahwa Yesus Kristus mati di kayu salib untuk mengampuni, menghapus dan membersihkan dosa kita. Dan karena Injil kita diterima menjadi anak-anak Allah di dalam Kristus Yesus.

Orang-orang yang datang kepada Yesus Kristus tidak akan dipermalukan. Pemazmur mengatakan bahwa “kepadaMu Tuhan aku berlindung, jangan aku mendapat malu”. Karena Yesus Kristus adalah Tuhan maka orang yang datang kepadaNya tidak akan dipermalukan. Tidak dipermalukan oleh siapa ? Tidak dipermalukan oleh Allah sendiri. Tidak dipermalukan oleh Yesus Kristus sendiri.

Ketika Yesus Kristus tidak mempermalukan orang yang berlindung padaNya, tetapi mungkin orang yang datang kepada Tuhan masih dipermalukan oleh orang lain dan sekitar. Misalnya sebelum anda percaya Tuhan anda adalah seorang yang dipenjara dan jahat. Ketika anda percaya Tuhan mungkin orang lain masih mempermalukan anda bahwa anda orang berdosa. Contoh lain adalah anda mungkin seorang yang di mata masyarakat memalukan. Kemudian anda percaya kepada Tuhan Yesus. Orang mungkin masih memandang anda orang yang memalukan. Tetapi Tuhan tidak mempermalukan orang yang datang kepadaNya. Dan pertanyaannya : penilaian siapa yang kita pandang ? Penilaian Tuhan atau manusia ? Ketika Tuhan mendeklarasikan dan mengampuni dosa manusia, siapakah manusia yang berhak merasa bersalah dan malu terus menerus ? Kalau Allah membenarkan seorang manusia siapakah yang menghukum dia ?

Kisah-kisah Tuhan Yesus menerima dan mengampuni serta membenarkan orang berdosa seperti ini banyak di dalam Alkitab. Ingat kisah Zakheus si pemungut cukai yang dibenci oleh masyarakat ? Ingat kisah perempuan Samaria yang dianggap perempuan berdosa ? Ingat peristiwa orang yang buta sejak lahir yang disembuhkan Yesus Kristus ? Ingat kisah perempuan berdosa yang menggunakan rambut dan air matanya untuk mengurapi Tuhan Yesus ?

Atau mari kita melihat kisah murid Yesus sendiri yaitu Simon Petrus. Rasul Petrus pernah menyangkal Yesus Kristus sebanyak 3x. Dia merasa malu dan bersalah. Tetapi Tuhan Yesus memulihkannya dengan 3 pertanyaan “Simon, apakah engkau mengasihi Aku ?” Ketika Petrus menjawab pertanyaan Yesus, Yesus Kristus mengatakan kembali :”gembalakanlah domba-dombaKu”

Atau marilah kita juga melihat Rasul Paulus yang sebelumnya menganiaya jemaat Tuhan. Kemudian dia dipanggil Tuhan menjadi rasul bagi jemaat Tuhan. Tentunya bukan hal yang mudah bagi rasul Paulus di dalam batinnya ketika berhadapan dengan jemaat Tuhan. Dia tentu ada perasaan bersalah dan malu. Tetapi Paulus menyadari satu hal bahwa dia tidak malu akan Injil. Injil yang menyelamatkan dia. Injil yang memulihkan dia.

Mungkin saudara adalah orang yang di mata dunia bukan seorang yang terhormat. Kemudian saudara hendak datang kepada Tuhan Yesus dan mungkin dunia mentertawakan anda. Jangan malu karena Injil ! Karena Tuhan Yesus mengasihi dan menerima anda. Injil yang anda percayai adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan.

Mungkin anda di mata dunia bukan seorang yang mulia. Seorang yang pernah berdosa. Seorang yang dinilai memalukan. Tetapi Tuhan memanggil anda menjadi hamba Tuhan dan dunia mungkin mengolok-ngolok anda. Tetapi janganlah malu karena Injil ! Layanilah Tuhan !

Mungkin anda di dalam penilaian dunia bukan seorang yang kaya, berpengaruh, berkuasa, hebat dan seorang yang dipandang dalam nilai-nilai dunia. Tetapi Tuhan memanggil kita kawanan kecil yang lemah dan miskin untuk menjadi saksi-saksiNya. Janganlah malu karena Injil ! Bersaksilah bagi Dia !

Bila dunia masih mentertawakan anda dan mempermalukan anda, janganlah malu tetapi marilah menanggung semua itu. Yesus Kristus sendiri adalah teladan dalam hal ini. Dia Allah yang menjadi manusia. Lahir di palungan. Lahir sebagai orang miskin. Orang-orang menghina dia adalah anak haram. Tetapi sesungguhnya Dia dikandung dari Roh Kudus dalam rahim Maria dan bukan dari hasil persetubuhan laki-laki dan perempuan. Dia hidup sebagai anak tukang kayu. Berasal dari kota kecil kota nazaret. Dia tidak berpendidikan tinggi. Dia bahkan di dalam matinya harus dipermalukan di kayu salib. Di hina, diolok-olok dan ditelanjangi. Tetapi salib yang dipandang dunia sebagai lambang hina menjadi lambang mulia.

Janganlah malu akan salib Tuhan ! Salib yang sepertinya kekalahan dan kebodohan sesungguhnya adalah kekuatan Allah. Salib adalah hikmat Allah.

Jangan malu di dalam mengikut Tuhan ! Mengikut Tuhan adalah jalan berkat !

Marilah kita tidak malu akan Injil dan bersaksi akan Injil !

Jeffrey Lim
www.jlministry.org
10-6-2013

No comments:

Powered By Blogger

LIMPINGEN BLOG