Sunday, April 06, 2008

Spiritual Discernment vs Lust

Spiritual Discernment vs Lust
Wisdom vs Prostitute
Jeffrey Lim


Bukankah hikmat berseru-seru, dan kepandaian memperdengarkan suaranya? Di atas tempat-tempat yang tinggi di tepi jalan, di persimpangan jalan-jalan, di sanalah ia berdiri, di samping pintu-pintu gerbang, di depan kota, pada jalan masuk, ia berseru dengan nyaring: "Hai para pria, kepadamulah aku berseru, kepada anak-anak manusia kutujukan suaraku. Hai orang yang tak berpengalaman, tuntutlah kecerdasan, hai orang bebal, mengertilah dalam hatimu. Dengarlah, karena aku akan mengatakan perkara-perkara yang dalam dan akan membuka bibirku tentang perkara-perkara yang tepat. Karena lidahku mengatakan kebenaran, dan kefasikan adalah kekejian bagi bibirku. Segala perkataan mulutku adalah adil, tidak ada yang belat-belit atau serong. Semuanya itu jelas bagi yang cerdas, lurus bagi yang berpengetahuan. Terimalah didikanku, lebih dari pada perak, dan pengetahuan lebih dari pada emas pilihan. Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya.
(Amsal 8:1-11)

Hai anakku, perhatikanlah hikmatku, arahkanlah telingamu kepada kepandaian yang kuajarkan, supaya engkau berpegang pada kebijaksanaan dan bibirmu memelihara pengetahuan. Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak, tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua. Kakinya turun menuju maut, langkahnya menuju dunia orang mati. Ia tidak menempuh jalan kehidupan, jalannya sesat, tanpa diketahuinya. Sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, janganlah kamu menyimpang dari pada perkataan mulutku. Jauhkanlah jalanmu dari pada dia, dan janganlah menghampiri pintu rumahnya, supaya engkau jangan menyerahkan keremajaanmu kepada orang lain, dan tahun-tahun umurmu kepada orang kejam; supaya orang lain jangan mengenyangkan diri dengan kekayaanmu, dan hasil susah payahmu jangan masuk ke rumah orang yang tidak dikenal (Amsal 5:1-10)



Kitab Amsal memberikan wejangan bijaksana bagaimana kita harus hidup. Bijaksana adalah satu keahlian untuk hidup sukses dan bijaksana di dalam budaya Ibrani ini adalah dikaitkan dengan takut kepada Allah. Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan. Hikmat ini artinya banyak di dalam kitab Amsal. Hikmat mempunyai unsur pengetahuan, hikmat mempunyai unsur membedakan ( discerning ), hikmat mempunyai unsur kepandaian, hikmat mempunyai unsur kebenaran, keadilan dan kejujuran.
Menarik sekali bahwa hikmat ini dikaitkan dengan perempuan bijaksana yang memanggil para pria untuk mempunyai bijaksana. Hikmat ini bersifat feminim. Namun sekali lagi hikmat diperbandingkan dengan perempuan jalang yang menawarkan perzinahan dan nafsu duniawi. Teologi dari kitab Amsal menjelaskan bahwa jalan hikmat adalah jalan menuju Allah dan jalan nafsu adalah jalan menuju setan dan kebinasaan.
Satu hal yang menarik adalah ada kaitan antara hikmat, bijaksana, kerohanian, relasi, dan juga seksualitas. Di dalam Alkitab jelas bahwa kerohanian berkaitan dengan seksualitas. Seksualitas yang tidak beres menggambarkan kerohanian yang tidak beres. Tetapi seksualitas yang tidak beres dimulai dari keinginan dan konsep yang tidak beres. Konsep yang tidak beres dimulai dari perkataan si jahat.
Teologi dari Roma 1 menjelaskan semua ini bahwa ketika manusia menolak mengakui Tuhan sebagai pencipta langit dan bumi dan Tuhan yang harus disembah maka manusia jatuh kepada menyembah alam semesta. Tuhan menjadi dibuang dan alam ciptaan menjadi disembah. Berhala mulai disembah dan Allah dibuang tempatnya. Kemudian akibat dari penyembahan berhala itu adalah manusia melakukan hubungan seksual yang tidak beres dan menggantikan persetubuhan yang wajar. Ada homoseksual, lesbian, dll. Ini semua dimulai karena keinginan dan konsep yang tidak beres yaitu manusia mau menjadi seperti Allah dan mempercayai kebohongan dari si jahat. Bandingkan teologi Roma 1 ini dengan teologi Kejadian 3.
Di dalam Alkitab sering digambarkan orang Israel yang tidak setia dan menyembah berhala. Salah satu yang sering disembah adalah Baal. Mengapa Israel suka menyembah berhala ? Karena keinginan mereka dan konsep mereka yang tidak beres. Karena nafsu mereka juga. Di dalam penyembahan Dewa Baal sering terjadi perzinahan dengan pelacur bakti. Ini menarik bangsa Israel karena mereka melakukan hubungan seksual yang tidak beres. Ini juga menunjukkan bahwa kerohanian berkaitan dengan seksualitas.
Kembali kepada hal mengenai bijaksana maka manusia dihadapkan dengan kedua pilihan. Yaitu hikmat yang dilukiskan dengan perempuan bijaksana yang memanggil manusia untuk belajar dan menimba bijaksana. Disana dengan hikmat manusia menemukan pohon kehidupan. Tetapi sebaliknya manusia dihadapkan dengan perempuan jalang yang memanggil mereka untuk berzinah. Disana dengan perempuan jalang maka manusia akan dibawa kepada maut. Hanya Ada dua pilihan bagi kita manusia yaitu berhikmat atau mengikuti hawa nafsu. Memilih Tuhan atau setan.
Aplikasi bagi kita :

Penyembahan berhala yang berupa pelacur bakti seperti penyembahan Baal terjadi di masa lampau. Tetapi ada penyembahan berhala yang dapat dilakukan oleh kita manusia di dalam dunia cyberspace. Di dalam Internet terdapat banyak situs yang isinya adalah perempuan jalang yang memanggil-manggil. Apakah pikiran anda seperti Daud yang terjerumus untuk berzinah ( secara pikiran tentunya ) ? Ataukah pikiran anda seperti Yusuf yang menolak untuk berzinah ( secara pikiran ). Perempuan jalang itu terus menarik anda dan berusaha untuk menjatuhkan anda. Dan bila anda terbawa dengan tawarannya maka sedikit-sedikit anda dibawa ke dalam penyembahan berhala.

Satu hal bahwa inti penyembahan berhala adalah monisme yaitu menganggap bahwa semuanya adalah satu dan tidak ada perbedaan. Pandangan monisme ini bila kita terapkan kepada 10 perintah Allah adalah yaitu : Tidak ada perbedaan antara Allah dan berhala. Tidak ada perbedaan antara Allah dan ciptaan. Tidak ada perbedaan antara hari sabat dan hari biasa. Tidak ada perbedaan antara orang tua dan anak. Tidak ada perbedaan antara istri sendiri atau istri orang lain ( perzinahan ). Tidak ada perbedaan sebelum atau sebelum pernikahan ( perzinahan ). Tidak ada perbedaan antara benar dan salah ( bersaksi dusta ). Tidak ada perbedaan antara barang milikku dan barang milikmu ( pencurian ).
Kaitan semuanya satu dan tidak ada perbedaan dengan kerohanian dan seksualitas adalah bahwa orang yang menyembah berhala tidak bisa membedakan antara istri dan bukan istri, antara pacar dan istri, antara saudara laki-laki dan perempuan dengan istri, antara orang tua dengan istri, antara benda-benda dengan istri dan bahkan antara binatang dengan istri. Semua ini dicatat di dalam Imamat 18 yaitu dosa perzinahan.

Refleksi : Apakah kita ingin dibawa oleh perempuan jalang dan dibawa kepada persatuan dengan setan dan persatuan konsep bahwa semuanya adalah sama saja ? Ataukah kita ingin dibawa kepada persekutan dan persatuan dengan Tuhan di dalam kebenaran dan terang ?

Penutup
Satu hal bahwa orang yang berada di dalam kegelapan tidak bisa melihat terang dan gelap dan tidak bisa membedakan terang dan gelap. Ketika orang makin mendekati terang maka dia bisa membedakan terang dan gelap. Ketika orang menghadap Tuhan maka dia menemukan terang dan ketika dia memalingkan wajah dari Tuhan maka dia melihat bayangannya sendiri. Dan ketika berjalan makin jauh dari terang akhirnya yang terlihat hanyalah sama saja yaitu kegelapan. Tidak ada perbedaan di dalam kegelapan. Dan anda akan binasa disana.

Tantangan : Apakah anda ingin bertobat dari kegelapan dan kembali kepada terang ?

Jeffrey Lim
Limpingen@gmail.com
Institut Reformed
Minggu, 6 April 2008
Ketika terinspirasi mendengarkan kotbah Ci Diana Ruth dan juga kuliah Dr. Peter Jones

No comments:

LIMPINGEN BLOG